
Selamat Membaca..
Nikita Aiman adalah sosok orang yang telah membuka pintu rumah milik Pak Heri. Martin tidak menyangka dan sebenarnya sangat tidak ingin lagi bertemu apa lagi berurusan dengan Nikita mantan pacarnya. Bukannya belum move on atau benci yang melahirkan dendam, tetapi Martin sangat tidak ingin membuat hidup dan hari-harinya terganggu oleh parasit tersebut.
"Kakak Martin, apa kabar Kakak?" tanya Arumi yang sudah berjalan ke arah pintu.
"Alhamdulillah aku baik, oiya Arumi paman Heri ada gak?" tanya balik Martin.
"Aiths kakak baru sejam yang lalu paman pergi, andai saja Kakak datang lebih awal dan cepat mungkin Kakak akan bertemu" ucap Arumi.
"Jangan selalu mengandalkan andai hal itu tidak akan berguna dalam hidup kamu, yang hanya akan berakhir dengan penyesalan yang berkepanjangan" ucap Martin.
"Hehehe, iya maaf Kak" ucap Arumi yang cengengesan.
"Paman Heri pergi ke mana kalau boleh tahu?" tanya Martin yang sama sekali tidak ingin melihat ke arah Nikita.
Melirik saja sudah tidak minat apa lagi menatap ke arah Nikita Aiman yang hanya berjarak beberapa meter saja.
"Huumm katanya sih Paman ke Thailand kak, ada urusan pekerjaan yang katanya tidak bisa dipending lagi" jelas Arumi.
"Makasih banyak infonya, Kakak pulang dulu" ucap Martin lalu berbalik arah dan berjalan ke arah mobilnya berada.
Arumi pun menutup pintu tersebut dan kembali ke dalam untuk melanjutkan pesta mereka yang sempat tertunda karena kedatangan Martin.
"Arumi kamu kenal pria tadi?" tanya Nikita Aiman yang basa basi saja.
"Kenal lah Nikita, Kakak Martin itu adalah Salah satu pengusaha termuda yang sudah sukses di usianya masih terbilang muda dan sudah terkenal hingga ke Luar negeri dan kekayaannya sudah tidak terhitung banyaknya" ucap Arumi sambil berjalan menaiki undakan tangga.
"Wooow amazing yah Arumi" ucap Nikita yang terkejut sekaligus tidak percaya dengan kenyataan yang baru saja menampar wajahnya yang selama ini selalu merendahkan Martin.
"Iya Nikita, Kakak Martin itu sudah sukses dan kaya sejak Dia melanjutkan estafet kepemimpinan Pabrik tekstil milik Kakeknya di usianya yang belum cukup 20 tahun hingga sekarang" tutur Arumi yang bangga dengan suami dari sepupunya itu.
"Serius loh, Apa yang kamu katakan itu benar?". tanya Nikita tidak percaya dengan penjelasan dari Arumi.
__ADS_1
Karena setahu Nikita kalau Martin dalam kesehariannya selama mereka kuliah dulu tidak pernah mengatakan dan terbuka dengan identitas aslinya lagian gaya berpakaian Martin setiap ke kampus kalau diperhatikan secara seksama seperti anak dari kalangan biasa saja bin rakyat jelata.
"Kamu kayak tidak tahu saya Gimana, apa saya sering bohong sama kamu? tidak kan jadi semua yang Saya katakan adalah benar adanya tentang Kakak Martin" ucap Arumi.
"Tapi mungkin Martin sudah menikah dan punya anak?". tanya Nikita lagi yang ingin mengorek informasi yang banyak tentang Martin.
"Kalau itu sih Kak Martin sudah menikah dan sudah punya anak tiga orang, tapi sayang banget kalau istrinya tiba-tiba menghilang entah kemana rimbanya dan tidak tahu apa Kakak Amairah masih hidup atau tidak" ucap Arumi lagi.
"Maksudnya istrinya tidak ada bersamanya gitu?" tanya Nikita yang memperjelas maksud perkataan dari Arumi.
"iya semua orang tidak ada yang tahu keberadaannya apa kah masih hidup atau sudah mati karena seorang pun tidak ada yang tahu di mana kak Amairah berada" jelas Arumi.
"Kasihan yah nasib istrinya Martin" ucap Nikita yang pura-pura bersedih mendengar perkataan dari Arumi.
"Aku akan memanfaatkan keadaan ini, dan apa pun Aku akan lakukan agar Martin kembali dan jatuh ke dalam pelukanku".
"Seperti itulah kisah hidup rumah tangga Kakak Martin dan kebetulan istrinya Kakak Martin adalah Kakak sepupuku yang kebetulan kakak Amairah adalah putri tunggalnya Paman Heri" ucap Arumi yang kembali bergabung dengan beberapa teman kuliahnya sewaktu di luar Negeri.
"Kesempatan Aku terbuka lebar kalau gini, Aku akan melakukan apa pun demi mendapatkan Martin walaupun harus melakukan cara-cara yang tidak pantas".
Martin mengemudikan mobilnya ke arah Toko perhiasan antik karena tidak ingin menunggu lagi kepulangan Pak Heri yang tidak tahu sampai kapan Pak Heri berada di luar Negeri. Martin di sambut baik dan hangat oleh pemilik dan pegawai Toko tersebut karena tahu siapa Martin.
"Selamat datang Pak Martin di Toko kecil kami" ucap Ibu Natalie Sarah Brightman sebagai pemilik Toko Perhiasan tersebut.
"Makasih Bu, Ibu Natalie selalu saja merendah jika Saya datang ke Sini" ucap Martin yang tersenyum menanggapi perkataan dari Ibu Natalie.
"Kalau gitu, apa yang bisa kami bantu Pak Martin?" tanya Ibu Natalie yang sudah duduk dengan cantik di Kursi kebesarannya.
Martin mengeluarkan Kalung milik Amairah dan langsung menyodorkan kalung tersebut ke arah Ibu Natalie. Ibu Natalie Sarah Brightman menautkan kedua alisnya tanda tidak mengerti dengan maksud dari Martin.
"Saya ingin mengetahui siapa sosok orang yang membuat dan mendesain dengan kalung ini dan siapa yang memesannya" Tanya Martin yang wajahnya sudah serius dan sangat berharap jika Ibu Natalie mengetahui hal tersebut.
Ibu Natalie pun memeriksa dengan seksama kalung tersebut dan raut wajahnya tampak sangat serius tetapi Martin tidak bisa membaca air wajahnya Ibu Natalie.
__ADS_1
"Kalau boleh tahu, Tuan Martin dapat kalung ini dari mana? karena kalung ini hanya ada satu di Dunia ini dan orang yang memakai dulunya kalung ini adalah bukan orang sembarang" ucap Ibu Natalie.
"Ini kalung milik istri Saya Amairah dan ini kalung sudah ada sejak dulu sewaktu Amairah masih bayi" Jawab Martin.
"Ooh gitu, berarti Istri Tuan Martin adalah anak dari pemilik kalung ini" jelas Ibu Natalie yang membuat Martin bertanya-tanya maksud dari Ibu Natalie.
"Tolong langsung ke intinya saja Bu, jangan berteka-teki dengan saya lagi" ucap Martin yang tidak sabar dengan perkataan dari Ibu Natalie.
Ibu Natalie Sarah Brightman hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Martin yang sudah tidak sabar dengan semuanya.
"Baiklah, Kalung ini kebetulan dibuat oleh perusahaan kami yang ada di Thailand dan kebetulan yang memesan kalung ini adalah Tuan Besar Mark Prin Atmadja untuk putrinya Mia Horne Atmadja dan kebetulan Saya yang langsung mendesain kalung ini" ucap Ibu Natalie panjang lebar.
Penjelasan dari Ibu Natalie membuat Martin terkejut dan tidak menyangka jika Amairah adalah cucu dari Orang yang telah memenjarakan kakeknya karena kesalahan pahaman yang terjadi di antara mereka gara-gara Nurman sahabatnya mereka yang pelaku dan otak dari kejadian itu.
Martin terdiam dan tidak tahu harus berbuat apa setelah kenyataan yang baru dia dengar adalah kenyataan yang sangat membuatnya tidak berdaya.
"Ini tidak mungkin, pasti ada Kesalahan di sini, Aku yakin Amairah bukanlah cucu dari orang yang telah tega memenjarakan kakekku tanpa harus mencari tahu kebenaran yang ada".
"Makasih banyak atas bantuan dan informasinya Bu" ucap Martin sebelum meninggalkan Toko perhiasan tersebut.
"Apa yang terjadi dengan Tuan Martin setelah mendengar perkataan ku".
Martin melajukan mobilnya tak tahu arah dan dengan kecepatan yang cukup tinggi, hingga Martin tiba-tiba mengerem mendadak mobilnya. Suara decitan dari bank mobilnya menjadi pusat perhatian dari perjalan kaki.
...********Bersambung********...
Alhamdulillah hari ini FANIA Update Double up loh Readers..
Semoga bab ini semakin memperjelas alurnya Cinta Yang Tulus jadi tidak akan ada lagi yang bertanya dan kebingungan atau pun puyeng 🤭✌️.
Makasih banyak atas dukungannya dalam bentuk apapun terhadap CYT karena dukungan kalian sangat berarti 🙏🥰.
Maaf jika selalu ada Typo dalam pengetikan cerita ini 🙏
__ADS_1
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Minggu, 08 Mei 2022