Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 33. Kelahiran Putri Bram


__ADS_3

Selamat Membaca..


Dea tersenyum licik setelah berhasil mengambil secara diam-diam berkas hasil penyelidikan Bram tentang kejahatan oak Toni Ayah sambung Dea. Dea pun baru mengetahui fakta tentang dirinya cuma anak tiri dari pak Toni setelah mencuri berkas tersebut dari tangan Bram. Bukti kejahatan yang dilakukan pak Toni disembunyikan oleh Dea seorang diri tanpa ada yang mengetahui hal tersebut. Hari itu Bram yang teledor dan Dea yang hanya pura-pura sakit memanfaatkan keadaan tersebut. Bram menyimpan berkas di dalam tasnya yang Bram taruh di atas meja nakas pas di dekat bangkar Dea. Sehingga mempermudah Dea untuk melakukan aksinya.


"Aku akan menyimpan berkas tersebut untuk diriku sendiri dan aku akan pergunakan untuk menekan situa Bangka itu yang telah menghancurkan masa depanku, tunggu lah pembalasanku" ucap Dea yang menggebu-gebu dan dengan mimik wajah yang sangat garang.


Sedangkan ibunya tidak mengetahui hal tersebut terutama dendam Dea terhadap suami keduanya. Dea tidak ingin membuat ibunya terluka Sehingga memendam perasaan dendam tersebut di dalam hatinya. Dan Dea sudah berjanji pada dirinya jika sudah ada waktu luang yang tepat maka Dea akan membuka kejahatan Pak Toni.


Awalnya Dea adalah gadis yang baik, lugu dan ceriah. Tetapi suatu malam tragedi itu terjadi membuat Dea berubah total sifat dan karakternya dan hal tersebut disembunyikan oleh Dea dari ibunya.


Bram dengan sabarnya menunggu kedatangan pujaan hatinya yang sudah hampir dua minggu tidak berjumpa dengannya karena kesibukan dari Mereka masing-masing. Bram duduk di Taman sambil menikmati minuman dingin. Bahkan Bram sudah menghabiskan beberapa botol kaleng minuman. Tetapi Bram masih betah dan sabar menunggu kedatangan Nadia.


Senyum hangat dari bibir Bram setelah dirinya melihat Nadia berjalan ke arahnya dengan senyuman yang tidak luntur dari wajah cantiknya. Bram langsung berdiri menyambut kedatangan Nadia. Hati Bram langsung berbunga-bunga dan matanya berbinar seketika saking bahagianya melihat Nadia yang semakin cantik dengan perut buncitnya.


"Maafkan Nadia Mas yang terlambat datang" ucap Nadia sambil mendudukkan tubuhnya di kursi Taman.


"Tidak apa-apa kok, Mas juga baru nyampe" ucap Bram yang tidak mau membuat Nadia khawatir dan kecewa.


Nadia tersenyum karena melihat banyaknya bekas botol kaleng minuman yang berserakan di dekat kakinya Bram. Sedangkan taman tersebut adalah taman yang dijaga sangat dan dengan baik kebersihan lingkungan taman tersebut. Sehingga Nadia mengetahui kalau Bram berbohong.


"Gimana kabarnya Nadia dan calon baby kita?." tanya Bram sambil mengelus perutnya Nadia.


Nadia belum sempat menjawab pertanyaan dari Bram perutnya sudah sakit. Perut Nadia seakan-akan melilit.


"Aaaaauhh sakit Mas" ucap Nadia yang memegang bagian perutnya yang sakit.


Bram langsung berdiri dan kaget karena tidak tahu harus berbuat apa karena menurutnya Nadia baru saja duduk dan tiba-tiba perutnya sakit.


"Bagian mana yang sakit?." tanya Bram yang tidak mengetahui kalau Nadia akan melahirkan.


"Perut Nadia Mas yang sangat sakit sepertinya Nadia mau buang air" ucap Nadia yang sudah nampak pucat dan sudah berkeringat dingin.


Sedangkan Bram tidak menyadari kalau Nadia akan melahirkan dan ini pengalaman pertamanya jadi kagok dan bingung.


"Mungkin istri mas akan melahirkan" ucap seorang bapak yang sedang membersihkan Taman dengan memangkas rumput liar.


"Iya Mas sepertinya Nadia sudah mau melahirkan dan perut Nadia semakin sakit" ucap Nadia yang sudah ngos-ngosan menahan sakit di bagian perutnya.


"Cepat bawa istri mas ke rumah sakit terdekat sebelum terlambat" timpal Bapak tersebut lagi.


Barulah Bram bereaksi dan tampa aba-aba langsung menggendong tubuh Nadia dan segera mempercepat langkahnya karena air ketuban Nadia sudah merembes membasahi pakaiannya. Bram susah payah menggendong tubuh Nadia yang bobotnya bertambah lagi. Bahkan Nadia sudah seperti buntalan karung goni. Bram mendudukkan Nadia ke dalam mobilnya.

__ADS_1


"Mas please cepat, Aku tidak tahan lagi" ucap Nadia yang terus memegang perutnya.


"Sabar yah sayang, Mas akan membawa kamu segera ke rumah sakit dan terus lah berdo'a kepada Allah SWT untuk kelancaran proses persalinan kamu" ucap Bram yang sudah melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat yang Bram ketahui.


"Sakit mas, seperti ini kah sakitnya kalau ingin melahirkan padahal waktu prosesnya enak dan tidak sakit" ucap Nadia yang sudah tidak berfikir baik.


"Kalau itu enak sayang bahkan berulang kali pun aku bisa melakukan dengan kamu" ucap Bram yang ingin menghibur Nadia agar mengurangi sedikit rasa sakitnya dan bisa membuat Nadia santai.


"Aah Mas itu sih maunya deh kalau masalah gituan jago" ucap Nadia yang ikut tertawa bersama stelah membalas candaan Bram.


"Telpon Amairah sama Maya agar mereka datang menemani kita di rumah sakit" perintah Bram.


Nadia pun langsung mencari nomor hp ke dua sahabat baiknya itu.


"Assalamu alaikum Amai, Amai ke rumah sakit yah, Aku sudah mau melahirkan nih aaahhh" ucap Nadia.


"Waalaikum salam Nadia, kamu sekarang di Mana dan di rumah sakit mana kami akan segera menyusul kamu dan Bram masih ada bersamamu kan??." tanya Amairah yang sudah bersiap pulang bersama Maya.


Amairah terdiam dan teringat waktu dirinya harus melahirkan tanpa seorang suami atau pun keluarga yang mendampingi saat dirinya melahirkan untung saja Ada oak Heri yang berperan sebagai seorang Kakek dan bapak sekaligus.


"Hai kok bengong sih z ada apa Amai?." teriak Maya ditelinga Amairah yang melamun saja padahal dirinya masih mengarahkan hpnya ditelinga kirinya.


"Eeehh Nadia sudah mau melahirkan May, dan mereka sudah menuju rumah sakit dekat Taman Cinta" jawab Amairah.


Bram dan Nadia sudah sampai di rumah sakit. Dan perawat yang berjaga saat itu langsung membantu Bram dengan segera mendorong bangkar ke arah Bram yang kesusahan menggendong tubuh Nadia.


"Kok tambah sakit yah mas, malahan Sakitnya semakin nambah saja Mas" ucap Nadia setelah dirinya berbaring di atas Bangkar tersebut.


"Itu hal yang wajar Ibu karena anak ibu akan lahir" Jawab perawat tersebut.


"Silahkan bapak tunggu di luar saja, kami akan memeriksa kondisi ibu dan calon anaknya" ucap perawat itu sambil menutup pintu ruangan pemeriksaan.


Dokter kandungan pun segera menyusul masuk ke ruangan untuk memeriksa kondisi Nadia. Sedangkan Bram menghubungi ibu dan ayahnya agar segera datang ke rumah sakit. Orang tuanya sangat bahagia mendengar kabar dari putranya kalau Nadia akan melahirkan. Mereka pun segera bersiap ke rumah sakit dengan diam-diam untuk menghindari kecurigaan dari ke dua orang tuanya Dea.


Amairah dan Maya pun sudah sampai di rumah sakit.


"Bagaimana dengan Nadia?." tanya Maya.


"Apa Nadia sudah melahirkan dan siapa yang mendampingi Nadia di dalam?." tanya Amairah yang sudah pernah merasakan gimana rasanya jika melahirkan sakitnya sangat tidak tertahankan tetapi jika bayi kita sudah lahir membuat rasa sakit itu langsung hilang dan terobati dengan senyuman syukur.


Persalinan Nadia cukup sulit karena kondisi Nadia yang sudah lemah dan bayi nya cukup besar sehingga membuat Nadia kesulitan untuk melahirkan. Ke dua orang tua Bram pun sudah hadir di tempat tersebut.

__ADS_1


"Gimana dengan kondisi Nadia Bram?." tanya ibunya Bram ibu Siti.


"Belum ada kabar nih Bu padahal sudah lama Nadia di dalam sana" ucap Bram yang sudah cemas memikirkan keadaan Nadia dan putrinya.


"Kamu harus sabar dan kuat dan perbanyak berdo'a nak semoga Nadia selamat dan bayi kalian juga sehat" ucap ibunya Bram ibu Siti yang memberikan dukungannya kepada Bram.


Sedangkan Ayahnya Bram Pak Nasir Abbas sedari tadi memperhatikan gerak gerik dan wajah Amairah yang menurutnya tidak asing dan sepertinya pernah bertemu.


"Maaf sepertinya Bapak mengenal kamu, wajahmu mengingatkan bapak dengan istri dari pemilik perusahaan tempat bapak bekerja Nak yaitu nyonya besar Mai Horne Wiratmadja, bapak pernah melihatnya kalau tidak salah setiap ulang tahun Perusahaan maka keluarga besar Mark Wiratmadja pasti menghadiri acara tersebut" ucap Pak Nasir Abbas.


..."Mungkin hanya mirip om dan saya tidak ada hubungan sama sekali dengan beliau yang om katakan" ucap Amairah yang tersenyum menanggapi perkataan dari Pak Nasir Abbas ayahnya Bram. ...


...Beberapa saat kemudian pintu ruangan tersebut terbuka dan keluarlah dokter dengan pakaian kebesarannya, Nadia sudah berhasil melahirkan bayi yang cantik dan cukup besar. Hal ini yang membuat Nadia kesulitan untuk melahirkan putrinya. Semua mengucap syukur Alhamdulillah atas kelahiran bayi mereka yang sehat dan montok serta ibunya sehat dan selamat....


"Makasih banyak dokter atas bantuannya" ucap pak Nasir Abbas yang menjabat tangan Ibu dokter.


"Sama-sama Pak ini sudah menjadi tugas dan kewajiban kami" ucap Ibu dokter.


"Bayi dan ibunya sehat dan selamat, dan tolong bapaknya segera masuk untuk mengadzani putri bapak" ucap suster lagi.


"Bram segera masuk dan adzanin putri kamu" perintah ibunya Bram ibu Siti.


Bram pun masuk ke dalam dan tersenyum ke arah Nadia yang telah berjuang untuk melahirkan putri mereka yang cantik.


"Makasih banyak sayang kamu sudah berjuang dan mengorbankan kesehatan kamu demi putri cantik kita" ucap Bram yang sudah menggendong bayinya.


"Putri kita cantik yah mas" ucap Nadia.


"Iya putri kita secantik Mamanya" jawab Bram


Awalnya Bram kesulitan untuk menggendong Baby-nya tetapi Suster dan bidan terus membantu Bram agar berani dan pintar menggendong anaknya sendiri. Suara merdu dari lantunan adzan yang dikumandangkan oleh Bram ditelinga putrinya membuat siapa pun saja yang mendengarnya ikut menangis dan terharu bahagia. Rona bahagia terpancar di wajah mereka yang berada di sana.


"Alhamdulillah kami ikut bahagia Tante atas kelahiran cucu pertama tante semoga dengan kehadiran anaknya Nadia membuat permasalahan yang dihadapi Bram segera terselesaikan dengan mendapatkan jalan keluar yang terbaik" Ucap Amairah yang tersenyum bahagia.


"Semoga menjadi anak Sholehah dan berbakti kepada kedua orang tuanya, tidak seperti Saya lari dari tanggung jawab dan egois tidak memperdulikan perasaaan ke dua orang tuaku" monolog Maya


Bersambung..


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus.🙏


Mohon untuk memaklumi jika banyak terdapat typo 🙏✌️

__ADS_1


By fania Mikaila Azzahrah


Makassar, 06 April 2022


__ADS_2