Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 160. Santai Sore


__ADS_3

Selamat Membaca..


"Alif sebenarnya itu siapa? apa benar dia adalah putramu?" tanya Nenek Masitha dengan raut wajah yang penuh tanda tanya.


"Alif adalah.....," perkataan Ibu Nurmala terpotong dan terhenti dikarenakan kedatangan ke tiga bocah kecil yang berlarian ke arah mereka.


Di dalam kedua tangan Amairah terdapat nampang yang berisi beberapa jenis kue yang masih menyembulkan asapnya. Pertanda kue itu masih sangat panas.


Ke tiga bocah kecil itu sangat bahagia karena Mommy mereka membuat kue yang sangat lezat dan kesukaan mereka.


"Nenek, Moms Amai sudah buat kue loh, Nenek pasti sangat menyukainya," jelas Delisha.


"Mommy buat kue spesial untuk kami bertiga loh Nenek," timpal Dennis.


"Rasanya Alif jamin sangat enak loh Emak, Nenek," Alif tidak mau ketinggalan memuji masakan Amairah mommy mereka.


Nenek Masitha menatap ke arah ibu Nurmala sambil tersenyum lalu berjalan ke arah cucu-cucunya berada.


"Serius Moms kalian sudah buat kue? Nenek gak sabar pengen coba kalau gitu," jawabnya yang sumringah berjalan ke arah Amairah yang sudah menata piring yang berisi kue buatannya di atas meja.


"Emak ayok kita gabung dengan mereka, Mommy Amairah juga buat kue untuk Alif loh, apa emak gak mau nyoba?" rengek Alif yang mengajak Ibu Nurmala untuk mengikuti langkah mereka yang sudah terlebih dahulu sampai di kursi.


"Ibu Nurmala ayok gabung dengan kita di sini, tak usah sungkan kok," teriak Amairah.


Ibu Nurmala pun bergabung dengan mereka menikmati sajian kue khas buatan Amairah dengan secangkir kopi dan teh hangat yang masih berada di dalam teko.


Ibu Nurmala membantu Amairah untuk menuang Kopi atau teh sesuai pesanan yang masing-masing mereka inginkan.


Tidak hanya teh dan kopi yang ada, tapi ada juga susu dan jus buah sesuai keinginan dan permintaan dari Si duo kembar.


Mereka bercengkrama santai sambil mendengarkan celotehan dari ke tiga bocil itu. Tapi, Alif kebanyakan diam saja.


"Aku sangat yakin kalau Alif itu adalah Cucuku Axel, tapi apa yang terjadi padanya, kenapa sifatnya sangat berubah tidak seperti Axel dulu, aku harus segera bertanya kepada Nurmala, hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut."


Pandangan Nenek Masitha tidak terlepas dari tingkah laku Axel.


"Apa cucuku selama ini mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari Nurmala? tapi kalau dari Nurmala itu tidak mungkin, Nurmala bukan orang kejam, lagian sehari-hari kalau diperhatikan Nurmala sedikit pun tidak pernah membentak Alif apa lagi untuk memukulinya."


Banyak pemikiran yang berseliweran di dalam benaknya Nenek Masitha, tapi beliau tidak nampakkan di hadapan orang-orang. Senyuman tipis lah yang dia berikan untuk menutupi rasa penasarannya.


Amairah yang duduknya berdekatan dengan Alif hatinya selalu bergetar, ada gelenyar aneh yang dia rasakan. Hatinya tiba-tiba menghangat jika melihat senyuman Alif.


"Ya Allah kenapa hati ini terasa adem dan menghangat jika melihat senyuman, canda tawanya Alif, perasaan ini seperti halnya dengan yang aku rasakan saat Axel masih bersamaku."

__ADS_1


Air matanya Amairah menetes begitu saja, setiap kali mengingat tentang Axel putra sulungnya. Dia buru-buru menghapus air matanya,dia tidak ingin seorang pun yang melihat kesedihan dan kegundahan hatinya.


Hingga sore hari mereka masih asyik duduk santai menikmati cemilan aneka kue yang lagi ngehits di kalangan emak-emak.


Ucapan salam dari Pak Heri membuat mereka menolehkan kepala mereka serempak ke arah Pak Heri.


Amairah yang melihat Papanya segera berdiri dan berjalan ke arah beliau, tapi ternyata langkahnya sedikit lambat sehingga trio bocil lebih duluan sampai di hadapan Kakeknya.


"Kakek," teriak mereka bersamaan.


Ada yang memeluk kaki kakeknya, ada yang menarik tangannya sedangkan Alf memeluk pinggangnya Pak Heri.


Beliau yang diperlakukan seperti itu tersenyum penuh kebahagiaan. Dia tidak menyangka jika cucunya akan memperlakukannya seperti itu.


"Kakek sangat bahagia melihat kalian, Kakek bawa sesuatu untuk kalian," ucap Pak Heri.


Pak Heri memandang ke arah ajudannya untuk segera mengambil beberapa kotak dan Paper bag yang berisi mainan anak-anak. Yang ditatap pun segera bergerak sesuai dengan tatapan mata bosnya.


Pak Heri berlutut di hadapan mereka. Satu kakinya bertumpu di atas lantai keramik sedangkan yang satunya berayun bebas.


"Kakek punya hadiah buat kalian semua," jelasnya.


"Hadiah!! seriously a gift for us?" tanya Denis yang sesekali berbicara dengan memakai bahasa Inggris.


"Yes, Grandpa is very serious even more than serious again," jawab Pak Heri.


Ajudannya yang berjumlah tiga orang itu, Du dalam tangannya mereka sudah penuh dengan berbagai macam mainan yang membuat sangat antusias dan bahagia.


Mereka sudah meninggalkan Kakeknya lalu berlari ke arah anak buahnya yang sudah menenteng banyak barang bawaannya.


"Hore Alif dapat mainan baru, makasih banyak Kek," ucap Alif lalu segera mencium pipinya Pak Heri.


"Kakek semua ini mainan untuk Delisha yah?" tanya Delisha.


"Tentu saja sayang, ini semua Kakek belikan khusus untuk Delisha yang paling cantik," jawabnya.


Pak Heri yang duduk di kursi mendapatkan serbuan dari cucunya. Pak Heri sangat bahagia karena walau pun orang tua mereka atau pun dari keluarga besar lainnya sering memberikan hadiah, tapi mereka selalu bahagia menerima pemberian dari siapa saja. Bahkan pemberian dalam bentuk apa pun dan siapa pun mereka tidak pernah mencela atau pun protes sedikit pun.


Bagi mereka bentuk penghargaan dari pemberian dari orang lain itu dengan cara bersyukur. Walaupun benda pemberiannya terbilang murah dan biasa saja.


Beberapa saat kemudian. Nenek Masitha memberikan kode kepada Pak Heri. Nenek Masitha tidak Ingin mengulur waktu apa lagi untuk menunda-nundanya. Beliau ingin segera mengurus pemulihan nama suaminya Ahmed Al-ayyubi Lee.


"Cucu-cucunya Nenek, kalian main di sini yah, Nenek, Kakek sama Mommy mau ke ruangan Pribadinya Nenek dulu, ingat jangan gangguin Kami yah," tutur Nenek Masitha yang mewanti-wanti cucunya.

__ADS_1


"Siap Nenek, kami akan jalankan sesuai perintah Nenek," balas Alif.


"Cicit nenek emang pintar-pintar," ucapnya lalu mengelus surau cucunya satu persatu dengan penuh kelembutan.


Pak Heri, Amairah, Nenek Masitha berjalan ke arah Ruangan pribadinya. Mereka bertiga berjalan beriringan. Nenek Masitha baru menyadari setelah agak jauh dari ruang keluarga.


"Nurmala ada di mana, kok gak ikut sama kita?" tanyanya yang kebingungan.


Mereka pun menoleh ke arah belakang. Ternyata Ibu Nurmala masih bermain bersama anak-anak. Mereka hanya tersenyum melihat Ibu Nurmala yang ikut main dokter-dokteran bersama Delisha.


Ibu Nurmala disuruh baring di atas kursi, lalu Delisha memeriksa tangan, kepala, dan dadanya Ibu Nurmala dengan stetoskop dan termometer. Mereka benar-benar membuat orang dewasa tertawa terbahak-bahak melihat interaksi keduanya.


Amairah mendekati Ibu Nurmala lalu berkata,"Ibu Nurmala ayok ikut sama Kami, ada yang ingin disampaikan oleh Nenek dengan ibu."


Ibu Nurmala segera bangun dari baringnya, tapi pamit terlebih dahulu kepada Delisha dan yang lainnya.


"Non cantik, Ibu ikut sama Mommy dulu yah, kalau udah selesai nanti Ibu balik lagi," ucap Ibu Nurmala yang memohon di depan anak kecil itu dengan mengelus rambut panjangnya Delisha.


"Ibu janji yah, harus balik ke sini temani Delisha main dokter-dokteran habis ini kita main masakan-masakan boleh yah ibu?" tutur Delisha.


"Siap Nona paling cantik sedunia," balas Ibu Nurmala lalu menoel hidung mancung Delisha.


Ibu Nurmala segera mengikuti langkah mereka masuk ke dalam ruangan pribadi ibu Masitha.


Sesibuk apapun, sejauh apapun pergi, keluarga merupakan tempat pulang'. Uang dan popularitas tak mampu membayar kebersamaan dengan keluarga.


No matter how busy you are, no matter how far you go, your family is your home'. Money and popularity can't afford to be with family.


Syukur Alhamdulillah Fania ucapkan kepada semua Kakak Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada Cinta Yang Tulus, Fania minta maaf karena tidak bisa sebut satu persatu nama kakak 🙏🥰


...Tetap Dukung CYT dengan:...


...Cara Like setiap Babnya...


...Rate bintang lima...


...Gift Poin atau Koin...


...Favoritkan...


...********Bersambung********...


...by Fania Mikaila AzZahrah...

__ADS_1


...Takalar, SulSel, Senin,20 Juni 2022...


__ADS_2