Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 64. Yang Berkesan


__ADS_3

Selamat Membaca...


Martin bahagia melihat keluarga kecilnya. Timbul dalam hati Martin yang ingin memiliki seorang anak setelah melihat Axel. Martin menyayangi Axel seperti anaknya sendiri walau pun bagi Martin Axel hanya lah anak sambungnya saja. Mereka menikmati makan pagi dengan penuh kebahagiaan dari wajah mereka.


Setelah makan pagi, Martin pun pamit pulang karena ingin segera ke Lombok untuk mencari tahu siapa sosok perempuan yang bersamanya malam itu. Martin sudah memutuskan untuk mencari tahu sendiri bukan meminta bantuan langsung dari Dion padahal jika Dion yang mencari informasi itu akan lebih mudah dan cepat. Tapi Martin tidak ingin membuat hal tersebut diketahui oleh Neneknya. Martin tidak ingin membuat Neneknya marah dan bisa berakibat fatal kepada kesehatan Neneknya.


"Amairah boleh kita bicara sebentar?." tanya Martin yang memandang ke arah istrinya.


Amairah yang mengerti dengan maksud dari Martin langsung menyuruh Axel dan Mbak Mirna segera mengantar Axel untuk ke Sekolahnya.


"Gak usah Mbak Marni, biarkan Aku dan Mommy nya yang ngantar Axel" ucap Martin yang merubah pikirannya sendiri yang ingin mengantar Anaknya ke Sekolahnya untuk pertama kalinya.


Amairah hanya bisa memandangi Martin dan tidak mengerti jalan pikirannya Martin yang awalnya tidak berniat untuk mengantar Axel ke sekolahnya dan sekarang berubah pikiran.


"Hore Daddy yang akan antar Axel ke sekolah" ucap Axel yang sudah lompat-lompat kegirangan karena untuk pertama kalinya dia antar oleh Dadynya.


Amairah, Martin serta Mbak Wati masuk ke dalam mobilnya dan mobil mereka sudah melaju ke arah jalan sekolah Axel. Axel kagum dengan isi dari mobil daddy-nya.


"Mobil Daddy bagus banget loh" ucap Axel yang memuji mobil Martin.


"Ini mobil bukan Daddy yang beli boys, tapi Perusahaan tempat Daddy yang beli, emang Axel suka dengan mobil ini?.' tanya Martin yang kembali harus berbohong kepada istri dan anaknya.


Martin belum siap untuk menyampaikan kepada Amairah dan Axel tentang jati dirinya dan rencananya Axel akan jujur jika hatinya sudah mantap dan yakin dengan apa yang dia rasakan untuk Amairah. Martin belum yakin dengan perasaannya sendiri, apa ini semua karena cinta dan sayang yang tulus atau hanya nafsu dan karena dirinya juga yang masih trauma dengan pengkhianatan Nikita Aiman. Martin juga belum siap karena dirinya takut jika suatu saat nanti dia menemukan keberadaan perempuan yang bersamanya melewati malam yang panas di Lombok beberapa tahun yang lalu.


Martin tidak ingin pernikahannya sudah di umumkan ke khalayak umum tapi tiba-tiba muncul perempuan tersebut. Karena itu lah Martin tidak ingin menunda lagi untuk segera ke Lombok untuk mencari informasi tentang siapa perempuan itu. Martin yang terdiam dan melamun tentang apa yang harus dia lakukan jika Dia bertemu dengan perempuan itu.


"Stop depan Mas" teriak Amairah yang menyuruh Martin untuk memberhentikan mobilnya.


Martin tiba-tiba mematikan mesin mobilnya dan suara ban yang berdecit karena mobil tersebut secara tiba-tiba merem mendadak mobilnya. Semua orang yang kebetulan ada di Sekitar Sekolah tersebut langsung menatap ke arah Mobilnya Martin. Banyak yang kagum dengan penampilan mobil sports yang pastinya sangat mahal. Banyak yang sudah memperhatikan ke arah mereka dan banyak yang juga berbisik-bisik heran dengan pemilik mobil itu.


Martin dan Axel pun turun dari mobil tersebut. Teman-teman dan orang tua murid yang mengantar anak-anak mereka serta para guru kaget melihat Axel yang digendong oleh Martin ke dalam sekolahnya.


"Itu ayahnya Axel yah" ucap Ibu si A.


"Tapi kalau ayahnya kok baru muncul sekarang yah?." ucap ibu si B.


"Iya aku yakin dia pasti papa nya Axel, lihat saja wajah mereka sama dan sangat mirip" timpal ibu si C.


"Coba kalian lihat mobil yang dipakainya pasti itu mobil yang sangat Mehong dan hanya sultan yang bisa membeli mobil se keren itu, apa ayahnya Axel pengusaha kaya yah?." tanya Ibu si D lagi yang ikut nimbrung setelah mendengar kasat kusut tentang papanya Axel.


"Huuuss diam, dia berjalan ke arah sini" ucap si A.


Mereka langsung terdiam setelah Martin berjalan ke arah mereka sambil menggendong Axel. Sedangkan Axel senyumannya tidak pernah luntur dari wajahnya. Axel hari ini sangat bahagia karena bisa memperlihatkan dan memamerkan Daddy-nya dihadapan orang-orang.


"Maaf Bu guru Axel untuk beberapa hari yang lalu tidak masuk sekolah di Karenakan Axel yang baru saja mengalami kecelakaan" ucap Martin setelah mendudukkan Axel di kursinya.


"Maafkan kami pak yang tidak sempat menjenguk Axel karena kami pihak sekolah tidak mengetahui hal tersebut" ucap Ibu wali kelasnya Axel.


"Ibu gulu boong itu dosa loh, Mommy datang kok ke sekolah untuk meminta ijin kepada Kepala sekolah" Ucap Martin yang ngomel-ngomel gak jelas di kursinya setelah mendengar penuturan Ibu wali kelasnya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok Bu, dan Saya daddy-nya Axel ingin meminta tolong kepada ibu untuk selalu menjaga dan melindungi Axel selama Axel berada dilingkungan sekolah" ucap Martin lagi.


"Insya Allah Pak, kami segenap rekan guru di sini akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga Axel" Tutur Ibu wali kelasnya Axel.


"Makasih banyak kalau gitu Bu, Saya pamit pulang dulu karena masih banyak pekerjaan yang menunggu Saya" ucap Martin.


"Makasih kalau gitu Pak, dan hati-hati di jalan Pak" ucap ibu guru.


"Mbak Wati saya titip Axel yah, dan tolong jaga baik-baik Axel, Saya tidak ingin mendengar kabar ada apa-apanya Axel lagi" ucap Martin yang sedikit tegas terhadap Mbak Wati.


"Insya Allah tuan Mbak Wati akan laksanakan dengan baik, dan kejadian beberapa hari yang lalu tidak akan terulang lagi" jawab Mbak Wati yang tiba-tiba merasakan merinding takut dengan tatapan mat mata Martin yang baru kali ini dia lihat.


Martin sudah meraih handle pintu mobilnya tapi tiba-tiba ada segerombolan ibu-ibu yang tiba-tiba meminta ber-selfie bersama.


"Mas bisa minta waktunya sebentar saja" ucap ibu itu yang meminta ijin kepada Martin.


"Maaf untuk apa yah Bu? saya sudah mau pulang banyak kerjaan soalnya" jawab Martin.


"Kami minta sebentar saja waktunya Mas, kasihan dengan Ibu Ida Laila yang kebetulan hamil dan tiba-tiba ngidam ingin berfoto bersama Mas, katanya mas mirip artis Korea itu loh siapa lagi namanya Deniss oh kalau gak gaj salah, itu loh artis Korea yang berdarah campuran Eropa" terang Ibu-ibu yang sudah kegirangan untuk ber-selfie bersama Martin dan sudah siap dengan kameranya.


Martin dengan terpaksa memenuhi permintaan dari ibu-ibu tersebut, Bukannya sekali atau dua kali saja Tapi mereka ber-selfie hingga capek. Martin tetap meladeni permintaan dari ibu-ibu tersebut, sedangkan Amairah yang sedari tadi berada di dalam mobil hanya tertawa melihat tingkah para ibu-ibu yang ngefans dengan suaminya.


Martin menghembuskan nafasnya setelah terbebas dari segerombolan ibu-ibu fans fanatiknya Oppa-oppa Korea. Bahkan Martin geleng-geleng kepala melihat reaksi dan tingkah mereka.


"Kira-kira Suami mereka marah gak melihat dan jika mengetahui istrinya mengagumi sosok pria lain??." tanya Martin kepada Amairah.


"Entahlah Mas aku tidak tahu, soalnya Aku tidak pernah ngalamin langsung hal yang seperti itu yang dirasakan oleh para ibu-ibu" jawab Amairah.


Amairah hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu juga. Mobil mewah mereka perlahan meninggalkan halaman sekolah Taman kanak-kanak An Nur menuju salah satu Mall karena Amairah ingin berbelanja bulanan.


"Maaf yah Amai, mas belum bisa berlama-lama nginap bersama kalian maklum akhir-akhir ini kerjaan mas banyak dan jika mas punya waktu luang lagi, nanti mas akan datang atau kalau kamu libur ajak Axel ke Ibu kota, Mas akan ajak kalian bertemu dengan nenek mas" ucap Martin yang sudah lupa jika pernikahannya masih dia rahasiakan dari neneknya.


"Gak apa-apa kok Mas, Amai ngerti dengan tanggung jawab Mas, insya Allah Amairah sama Axel akan ke Kota Jakarta jika ada waktu luang dan Amai pasti mengabari mas sebelumnya" ucap Amairah yang tidak ingin memaksa kepada Martin untuk tinggal bersamanya.


"Aku antar kamu langsung pulang ke rumah atau mau ke mana?? tanya Martin dengan Posisi tangannya masih setia di setir mobil untuk tetap mengemudikan mobilnya tapi sedikit menoleh ke arah Amairah yang membuat jantungnya kembali berdendang ria.


"Jantung apa yang terjadi dengan kamu, hanya menatap wajahnya saja aku jantungku sudah aneh, tapi Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya jika bersama dengan Nikita".


Martin yang memegang bagian dadanya langsung diperhatikan oleh Amairah. Dan membuat Amairah khawatir.


"Mas baik-baik saja kan, atau Kita ke rumah sakit untuk periksa keadaan mas?." tanya Amairah yang sudah cemas melihat kondisi Martin.


"Tidak apa-apa Kok, mas baik-baik saja" jawab Martin yang tersenyum dengan sikapnya sendiri.


"Sepertinya Aku harus ke rumah sakit, jangan-jangan ada yang aneh dengan jantungku dan ini terjadi jika Aku berdekatan dengan Amairah".


"Kalau Mas baik-baik saja, Amai minta tolong antar Amai sampai depan Mall saja, kebetulan Amai ingin berbelanja kebutuhan Axel sama kebutuhan rumah, kebetulan stoknya sudah nipis mumpung aku libur" ucap Amairah yang kembali menampilkan senyuman termanisnya yang tanpa gula maupun pemanis buatan.


Senyuman itu yang mampu membuat Martin cenat cenut dan jantungnya selalu berdisko. Martin sudah membulatkan tekadnya setelah pulang dari Lombok Dia akan membuat janji dengan salah satu teman ceweknya yang berprofesi sebagai dokter, yaitu temannya yang sejak kuliah dulu.

__ADS_1


"Makasih banyak Mas" ucap Amairah Setelah mesin mobil Martin mati dan bersiap untuk turun dari mobil tapi Amairah susah untuk melepas sabuk pengamannya. Amairah sudah berusaha tapi usahanya sia-sia saja. Martin yang melihat hal tersebut langsung berinisiatif untuk membantu Amairah. Wajah mereka kembali dekat dan hanya terpisah beberapa centimeter saja. Hidung mancung mereka pun sudah bersentuhan.


Martin kembali melakukan tugasnya sebagai seorang suami yang ingin memberikan nafkah bathin untuk Amairah walau pun hanya sebatas kiss saja. Mereka saling menyalurkan perasaan masing-masing yang satu sama lain belum ada yang menyadari perasaan sendiri. Andai saja pasokan udara yang masuk ke dalam rongga mulut mereka stoknya sudah hampir habis mungkin mereka tidak melepaskan tautan bibir mereka.


Martin menghapus jejak bibirnya di atas bibir seksi Amairah. Amairah hanya terdiam dengan perlakuan suaminya.


"Makasih atas waktunya" ucap Martin saat Amairah sudah menginjakkan kakinya di atas aspal yang cukup panas terkena sinar matahari siang itu.


Amairah hanya membalas dengan senyuman manis seperti biasa. Amairah meraih tangan Martin untuk menjabat tangan suaminya lalu menciumnya.


"Hati-hati yah mas, jangan ngebut, assalamu alaikum" ucap Amairah lalu menutup pintu mobilnya.


Martin masih tersenyum dengan apa yang barusan dia lakukan.


"Kenapa Aku semakin dibuat candu oleh bibirnya, serasa memabukkan bahkan lebih memabukkan dari minuman beralkohol".


Martin masih memegang bibirnya yang serasa bibirnya Amairah masih menempel di sana. Martin pun memajukan mobilnya dan mengambil hpnya lalu membuka aplikasi di hpnya yang bisa dipakai untuk mengirim uang tanpa harus antri berjam-jam di Bank. Martin segera memesan tiket pesawat ke Lombok dan tidak lupa menelpon Dion untuk menghandle beberapa pekerjaannya untuk beberapa hari ke depan karena Martin akan pulang jika dia berhasil menemukan siapa perempuan itu.


Hp Amairah berdering tanda ada pesan yang masuk ke hpnya dan langsung memeriksa hpnya tersebut. Amairah melihat ternyata ada Notif SMS banking ke dalam pesan dihpnya yang membuatnya heran dan kaget setelah melihat nominal uang yang tertera di layar HPnya, sejumlah 100 juta yang membuatnya bertanya siapa yang mengirim uang dalam jumlah yang sangat banyak.


Kemudian hpnya kembali berbunyi tapi ini pesan chat saja yang masuk melalui aplikasi yang berlogo hijau.


"Maaf Mas hanya bisa mengirim segitu itu pun hanya dari tabungannya mas saja, maklum mas belum gajian, insya Allah bulan depan Mas akan kirim setelah gajian".


Itu sebait pesan chat yang sempat dikirim oleh Martin ke nomor what****nya dan sekaligus menjadi pesan chat perdananya selama mereka menikah.


"Mas itu bukan sedikit loh tapi banyak banget, dan makasih banyak ya mas atas Transferannya.🙏🥰"


Pesan Amairah diakhiri dengan emotikon. Amairah bahagia dengan nafkah yang diberikan oleh Martin untuk nya berapa pun yang Martin berikan Amairah sudah sangat bersyukur dan bahagia.


Martin membaca pesan chat balasan dari Amairah dan tersenyum manis. Amairah melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda dikarenakan Amairah dan Martin saling berbalas Chat. Mereka bagaikan anak remaja saja yang baru mengenal arti cinta. Indahnya masa pacaran jika sudah dilandasi dan berpondasi dengan ikatan suci yang halal.


Amairah terus berjalan naik ke atas eskalator dengan senyuman manis yang selalu terbit dari wajahnya dan masih ada semburat rona merah dari wajahnya jika Amairah kembali teringat dengan apa yang barusan dia lakukan bersama suaminya.


Amairah masuk ke dalam supermarket yang cukup besar dan lengkap. Amairah mengambil troli belanja dan mendorong troli itu ke arah Rak yang berisi pelengkapan Kebersihan rumah seperti sabun cuci bin detergen, pasta gigi dengan nama latin Odol de es be. Tapi pas Amairah ingin mengambil Sikat gigi yang menurutnya lucu untuk Axel, ada tangan yang cukup putih dan halus mengambil sikat Gigi tersebut bersama-sama dengannya.


Visualnya Mas Martin Muhammad Al-ayyubi Lee



Amairah Putri Tan perkasa



...********Bersambung********...


FANIA Ucapkan Makasih Banyak atas dukungannya Kakak Readers terhadap Karya receh Fania 🥰🙏.


Sekedar informasi, fania akan Update jika Mata ini tidak perih dan ide ngalir Othor akan double update malahan bisa Crazy up yang penting Real Life tidak butuh perhatian khusus 🙏✌️.

__ADS_1


Terus dukung Cinta Yang Tulus dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5 dan FAVORITKAN, Jika ada poinnya FANIA minta tolong untuk menyisihkan sedikit Poinnya untuk memberikan Gift setangkai mawar merah yah 🙏✌️🥰.


Mungkin ada readers yg tidak berkenan dengan ceritanya CYT yang sedikit bertele-tele bin membingungkan Maaf yah karena Othor emang mau buat Alurnya dan ceritanya yang agak panjang hitung-hitungan untuk nambah Cuan 🤭✌️


__ADS_2