Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 102. Tragedi Paha Ayam


__ADS_3

Selamat Membaca..


Acara Aqiqahan Baby Del berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Martin bersyukur karena selama Aqiqahan berlangsung putri kecilnya tidak rewel bahkan anteng-anteng saja, sehingga membuat Martin tidak khawatir dengan putrinya. Mungkin saja Delisha Annira Elshanum mengerti dengan keadaan Daddy-nya.



Bonus Visualnya Baby Del yah Readers, semoga suka.


Sore harinya, satu persatu tamu pamit dan meninggalkan kediaman Nenek Masitha. Termasuk juga dengan Maya dan Dion, Sedangkan Arumi ingin pulang ke rumahnya karena kebetulan Maminya ibu Hernita sudah balik dari Inggris selama setengah tahun berada di Inggris. Ibu Hernita berada di Inggris menemani Putri sulungnya yang sedang hamil tua anak ke duanya. Ibu Hernita ingin disaat putrinya melahirkan, beliau berada di samping putrinya itu.


"Arumi kamu bawa mobil sendiri kan?" tanya Martin yang melihat ke arah Arumi yang hanya berdiam diri saja.


"Aku gak bawa kakak, kebetulan mobil aku bawa tadi ke bengkel jadi terpaksa tadi harus naik ojol ke sini" jelas Arumi.


"Kalau gak gitu aku panggilkan supir untuk mengantar kamu, gimana?" tanya Martin yang menawarkan bantuan kepada Arumi.


"Biarkan Saya saja yang antar Nona Arumi Tuan, kebetulan Saya ada urusan di sekitar perumahan Nona dan kebetulan Saya melewati rumah Nona Arumi juga" tutur Bryan Regan.


Martin menatap ke arah Bryan Regan dan Arumi secara bergantian.


"Gimana Arumi, apa kamu setuju dengan tawaran dari Bryan atau Aku panggilkan kamu supir?" tanya Martin lagi.


"Aku ikut Bryan saja kak, ga enak ngerepotin supir Kakak lagian katanya Bryan kebetulan lewat depan rumah" Ucap Arumi.


"Kalau gitu makasih banyak Bryan dan tolong jaga baik adikku, dan kamu Arumi langsung pulang ke rumah jangan mampir ke tempat lain lagi" ucap Martin kemudian berlalu dari hadapan mereka dan tidak lupa memukul pelan lengan Bryan.


Martin kembali ke dalam rumahnya karena ingin menonton langsung acara Thomas dan Uber Cup Bulu tangkis antara Indonesia melawan Korea Selatan. Martin sedari dulu suka menonton langsung pertandingan olahraga. Walaupun Martin sudah jarang ikut bermain dengan teman-temannya dikarenakan kesibukannya yang sangat padat. Tapi tetap melakukan olahraga ringan di dalam rumahnya. Dan hari ini pertandingan yang cukup berat dan sulit yang akan dihadapi oleh Tim Uber Indonesia yaitu Tiongkok. Yuk doain Indonesia untuk mengalahkan Tim Tiongkok.


Bryan hanya menganggukkan kepalanya.


"Silahkan Nona" ucap Bryan di saat membuka pintu mobilnya bagian belakang.


"Makasih" ucap singkat Arumi lalu duduk manis di kursi penumpang bagian belakang.

__ADS_1


Bryan pun mulai menjalankan mobilnya dan dengan kecepatan sedang bahkan sangat lambat karena ingin memanfaatkan kesempatan tersebut dengan berbincang-bincang santai bersama Arumi.


Sedari tadi Arumi berusaha untuk menetralkan perasaannya dan mencoba untuk bersikap biasa-biasa saja, walaupun dalam dadanya jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Arumi pun bermain hp untuk mensiasati kegugupan yang melandanya.


Bryan sedari tadi, sesekali menatap ke arah Arumi lewat kaca spion mobilnya. Ingin membuka percakapan diantara mereka tapi bingung harus memulai dari mana, Bryan tidak mempunyai keberanian untuk membuka mulutnya. Dan akhirnya Bryan berdehem untuk mencairkan suasana di antara mereka yang tampak seperti sedang berada di suatu tempat yang dikarang seseorang untuk berbicara.


"Heeeemmm" Bryan memperhatikan wajah Arumi, tetapi Arumi hanya melihat sekilas ke arah Bryan.


"Entah kenapa bibir dan lidah ini terasa keluh dan tidak bisa berbicara sepatah kata pun, Aku tidak sanggup jika melihat matanya yang indah itu dan masih tersirat rasa kecewa dan sedih yang pernah Aku torehkan dalam hidupnya".


Flashback on..


London Inggris, Hari itu, Bryan sedang menikmati makanan yang sudah tersaji di depannya. Bryan makan di salah satu resto siap saji yang khusus menyediakan berbagai jenis makanan yang terbuat dari Ayam. Bryan pun menikmati Makannya walaupun hanya ayam goreng dan sup, tetapi Bryan menikmatinya dengan penuh kegembiraan karena berhasil membuat perutnya yang tadi keroncongan.


Hingga hpnya berdering dan Bryan langsung mengangkat telponnya dan ternyata yang menelpon adalah Bosnya. Bosnya meminta dia segera kembali pulang ke Markas, tetapi karena Bryan sedang makan siang sehingga Bryan memutuskan untuk menyelesaikan makannya terlebih dahulu sebelum berangkat.


Bryan Regan namanya, cowok yang terlahir dari keluarga sederhana sejak berumur 18 tahun sudah terjun ke dunia kerja yang sangat menantang maut. Bryan sudah jadi yatim piatu sejak berusia 16 tahun dan mulai saat itu harus hidup seorang diri tanpa sanak saudara di rumahnya. Bryan lahir dan besar di Inggris tetapi ke dua orang tuanya berasal dari Asia. Ayahnya adalah keturunan Korea Selatan Indonesia dan Mamanya Indonesia Thailand. Nama lengkapnya Bryan Regan Ahmad Liem.


Hingga suatu hari tanpa sengaja bertemu dengan seorang pria yang menawarinya untuk bergabung bersamanya. Bryan saat itu tidak berfikir panjang akibatnya atau pun konsekuensi dari pekerjaannya. Bryan beranggapan karena dia hanya hidup sebatang kara, sehingga Bryan menerima tawarannya.


Bryan yang terburu-buru berjalan hingga tidak menyadari jika ada seorang gadis yang membawa nampan yang berisi makanan dan minuman berlawanan arah dengannya. Hingga tabrakan tersebut tidak terelakkan.


Makanan itu berhamburan ke lantai dan ada beberapa makanan yang mengenai pakaian dan wajah mereka. Rambut panjangnya Arumi sudah hampir penuh dengan saus tomat sedangkan Bryan di atas kepalanya ada sepotong paha ayam goreng.


Arumi yang melihat Paha Ayam goreng itu bertengger di atas kepala Bryan membuatnya tertawa terbahak-bahak. Dan melupakan kondisinya sendiri yang sudah berantakan.


"Apaan sih, ketawa gak jelas gitu" ucap Bryan yang sudah mengeluarkan wajah juteknya.


"Itu... itu..." ucap Arumi yang tidak berhenti tertawa terbahak-bahak bahkan sudah memegang perutnya saking seriusnya tertawa.


"Hey!! kalau bicara itu yang jelas, apa Kamu sudah gila tertawa terbahak-bahak seperti itu sedari tadi" ucap Bryan yang masih tidak mengerti dengan Arumi.


"Itu di atas kepala kamu, ada ayam goreng berkokok kok.. kok.. kok.." ucap Arumi sambil menirukan gaya Ayam jantan berkokok.

__ADS_1


Bryan yang kemudian tersadar karena ada seseorang yang mengambil paha ayam goreng tersebut dari atas kepalanya.


"Rambutnya minta dipotong Pak, Kalau panjang gitu kan Paha Ayam bisa nangkring di atas dengan santainya" Ucap Arumi.


Sedangkan Bryan tidak perduli lagi dengan apa yang dikatakan oleh Bryan karena hpnya kembali berdering. Dan tergesa-gesa meninggalkan Restoran siap saji tersebut yang bergambarkan seorang Bapak-bapak yang memakai Kacamata.


Arumi masih berdiri dan belum berhenti tertawa terbahak-bahak. Arumi pun kemudian meninggalkan restoran tersebut dan berjalan ke arah Toilet umum untuk membersihkan pakaian dan rambutnya. Lalu berjalan ke arah Luar untuk mencari Toko Pakaian yang terdekat dari sana.


Arumi pun berjalan ke arah Mall yang terbesar di London. Arumi agak risih karena di perhatikan terus oleh orang karena pakaian dan penampilannya yang cukup berantakan.


"Ini gara-gara Pria tersebut yang terlalu ceroboh kalau berjalan"


Arumi pun mendumel dan misruh saking jengkelnya.


"Kalau Aku ketemu lagi dengan pria itu Aku akan menggitnya".


"Maafkan Saya Bos, Saya terlambat datang di karenakan ada insiden kecil tadi" ucap Bryan.


"Segera ke Mall xxx dan kamu harus menjaga putri dari Tuan Gregory Smith yang sedang berjalan-jalan di Mall dan Saya dapat kabar kalau ada yang ingin menculiknya, dan satu hal lagi jangan sampai kamu gagal" ucap Pimpinan Tertinggi Instansi tempat Bryan bekerja.


"Baik" ucap Singkat Bryan dengan nada suara yang tegas.


Bryan pun berjalan ke arah mobilnya dan berencana akan mengganti pakaiannya dengan pakaian baru jika sudah berada di Mall tersebut. Bryan masuk ke dalam salah satu Toko pakaian dan tanpa pikir panjang Bryan langsung menarik pakaian yang tergantung di dalam toko tersebut. Bryan pun berjalan ke arah Kamar ganti, karena Bryan tidak memeriksa ruang ganti tersebut dan langsung masuk ke dalamnya dan tiba-tiba ada suara yang berteriak dengan suara cemprengnya.


Alhamdulillah Fania bersyukur jika Novel yang Fania buat ada Readers yang Suka Kalau tidak ada Fania tetap syukur, Tapi Fania tidak akan Paksa siapa pun untuk baca ataupun menyukai semua Novel Fania karena Fania nyadar jika Novel Fania hanyalah bagaikan butiran debu dibandingkan dengan Novel Othor yang sudah lama dan sudah Femes 🙏🙏🤭.


Bagi yang Suka Fania tunggu masukannya dan kritikannya ✌️.


Mohon maaf jika selalu saja ada Typo dalam Pengetikan novel Recehku ini.🙏.


Jangan Lupa untuk selalu mendukung Cinta Yang Tulus dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5, FAVORITKAN DAN GIFTNYA Setangkai Bunga Mawar Merah Bolehlah 🤭🙏.


by Fania Mikaila AzZahrah

__ADS_1


Makassar, Kamis 12 Mei 2022


__ADS_2