Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 135. Rasa Syukur


__ADS_3

Selamat Membaca..


*Banyak yang sibuk mengejar harta hingga melupakan Keluarga. Padahal tanpa kita sadari, keluarga ialah harta yang tak ternilai indahnya kebersamaan.


Jika kita ikhlas berupaya untuk mengejar kebahagiaan kehidupan keluarga, Tuhan pasti akan memudahkan dan menunjukkan jalan*.


Keras kepala, sifat egois dan sikap merajuk yang sering ditujukkan oleh Baby Del selama ini bisa diredam oleh rasa sayang dan perhatian yang diberikan oleh Amairah kepada putri kecilnya walaupun mereka baru hitungan hari mereka bertemu.


Martin tak segan tersenyum bahkan tertawa melihat kedekatan puterinya dengan istrinya. Martin juga masih teringat dengan jelas apa yang semalam dia lakukan bersama Amairah. Jika Martin mengingat hal itu akan membuat sesuatu di bawah sana ikut terbawa arus dari pikirannya.


"Sayang aku mau ke Perusahaan X untuk bertemu dengan pimpinannya, kemungkinannya agak sore aku baliknya," ucap Martin.


Mereka sekarang berada di dalam restoran yang ada di Rumah Sakit, Mereka tidak pulang ke Rumah karena rumah Amairah yang ada di Seoul lebih jauh jaraknya dari RS, sedangkan untuk pulang ke Rumah Martin pun kendala jarak dari perusahaan yang akan dia datangi. Jika dari RS lebih cepat sampainya.


Amairah menatap sekilas ke arah suaminya dan kembali melanjutkan makannya tanpa menjawab sepatah kata pun dari ucapan Martin.


"Mommy Del ikut Mommy yah? Del gak mau ikut sama Daddy," ucap Delisha Annira Elshanum.


Delisha memegang tangan Amairah sambil merengek. Amairah pun mengehentikan suapannya ketika melihat putri kecilnya merengek ikut bersamanya. Sebelum mengucapkan kata-kata Amairah tersenyum terlebih dahulu kepada putrinya dan menangkup ke dua pipi chubby putrinya itu.


"Delisha boleh ikut sama Mommy ke mana pun Mommy pergi," tutur Amairah yang mampu membuat Delisha tersenyum kegirangan.


"Serius Mommy? Delisha boleh ikut?" tanya Delisha dengan mimik lucunya yang bertanya balik kepada Amairah.


"Tentu boleh saja sayang, tapi Delisha gak boleh ganggu kerjaan Mommy nantinya," terang Amairah.


Delisha tanpa ragu menganggukkan kepalanya di hadapan Amairah mommynya. Amairah pun bangga melihat putrinya yang baru berumur 4 tahun lebih, tapi perkembangan dan pertumbuhannya lebih cepat dari anak seusianya.


"Alhamdulillah, Martin mampu mendidik dan membesarkan putri kami dengan baik."


Kegembiraan Delisha terpancar dari bola matanya yang bersinar, selalu menyunggingkan senyumnya.


"Hore! Del bisa ikut bareng Mommy," teriak Delisha yang kegirangan karena diijinkan ikut kemanapun Mommynya.


Martin sangat bahagia melihat ke dua perempuan yang sangat berarti dalam hidupnya bisa tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Aku tidak berhenti bersyukur atas kesempatan dan kebersamaan kami saat ini, tapi masih ada yang kurang di antara kami, putraku Axel sampai detik ini aku belum tahu keberadaannya."


Makanan khas Indonesia yang menjadi pilihan mereka saat ini. Mereka sudah terbiasa dengan makanan Korea Selatan sehingga memutuskan lebih memilih makanan asli dari negara mereka sendiri. Kebetulan Resto tersebut adalah milik orang Indonesia asli. Jadi mereka memanfaatkan kesempatan menikmati kuliner asli Indonesia di Negara orang lain.


Martin pun sudah selesai makan bahkan makanan yang ada di atas piringnya tandas tak tersisa. Dalam kurun waktu tiga tahun lebih ini, selera makannya tidak pernah seperti sekarang ini yang jika dilihat seperti orang yang berhari-hari belum makan saja, Amairah dan Dion yang melihat hal tersebut tersenyum bahagia, karena mood Martin sudah kembali seperti dahulu lagi.


Dion geleng-geleng kepala saja melihat Martin yang menambah porsi makannya.


"Ya Allah ini orang lapar apa doyan sih."


Mas, Amai boleh minta sesuatu gak sama Mas?" tanya Amairah yang sudah menyelesaikan makanannya.


Martin melirik sekilas ke arah Amairah sebelum menjawabnya.


"Boleh sayang, emangnya mau minta apa, minta seisi dunia pun Mas akan berikan," tutur Martin yang tersenyum sangat manis ke istrinya.


Dion dan Aisyah Akyurek seperti menjadi pihak penonton live streaming mereka saja.


Perkataan Martin yang sederhana mampu membuat wajah Amairah bersemu merah. Mereka seperti pasangan anak abg saja yang baru mengenal cinta. Mereka sering memperlihatkan sikap untuk menanggapi perhatian satu sama lain dengan sikap yang seperti anak remaja yang sedang dimabuk asmara.


"Boleh, tapi kapan Kamu akan kembali ke Indonesia dan tinggal dengan Mas? Mas tidak ingin kesepian lagi, dingin sayang kalau harus tidur sendirian tanpa pelukanmu lagi," ucap Martin tersenyum lebay, yang langsung mendapat cubitan kecil dari Amairah.


Dion tertawa terbahak-bahak melihat wajah Martin menahan sakit akibat cubitan dari jari lentik nan halus Amairah. Martin menatap tajam ke arah Dion.


"Kenapa Kamu ketawa, gak ada yang lucu," ucap Martin yang salah tingkah.


"Gak apa-apa kok, aku hanya tertawa saja kok," jawab Dion yang menutupi mulutnya agar suara tawanya bisa berhenti.


"Bonus Kamu bulan ini aku potong 50% ok," ucap Martin yang wajahnya sudah bersemu merah menahan malu.


Amairah pun tersenyum melihat kondisi suaminya.


"Mommy kita akan ke Amerika besok?" tanya Delisha yang sudah duduk di pangkuan Amairah sambil memainkan rambut panjang mommynya.


"Iya sayang, besok kita akan berangkat ke Amerika ke rumahnya Kakek buyutnya Delisha," jawab Amairah.

__ADS_1


"Serius Moms, berarti Kakek Delisha bertambah banyak, pasti boneka dan mainan Delisha juga akan bertambah," jawabnya polos.


Delisha berfikiran jika ia memiliki lagi seorang Kakek itu sama saja akan menambah koleksi bonekanya, karena semua kakeknya akan memberikan hadiah boneka untuknya.


"Iya sayang, Delisha punya banyak Kakek, jadi pasti Delisha akan dapat hadiah yang banyak juga, benar kan Daddy?" ucapnya.


"Benar sekali apa yang dikatakan oleh Mommy Kamu, jadi Delisha mulai sekarang jadi anak yang penurut jangan suka merajuk lagi," ucap Martin yang mengelus rambut panjang putrinya.


"Iya Daddy, Delisha akan janji untuk jadi anak yang baik yang nurut sama Daddy dan Mommy," jawab Delisha yang semakin bahagia.


"Kalau gitu Amairah pamit dulu yah Mas, nanti sore Mas pulangnya ke rumahku saja, kita makan malam dan nginap di sana, jadi esoknya kita langsung berangkat ke Amerika," terang Amairah.


"Oke sayang, hati-hati," ucap Martin lalu berdiri dan tanpa aba-aba mencium kening Amairah di depan umum.


Perlakuan manis tersebut selalu membuat semburat merah di kedua pipinya Amairah. Seperti itulah sikap seseorang yang mencintai dengan tulus tanpa ada embel-embel dibelakangnya. Cinta yang tulus mampu mempersatukan dan mendamaikan dua pihak yang pernah terpisah dikarenakan keegoisan masing-masing.


Amairah pun tidak segan meraih tangan kanan suaminya untuk dia cium punggung tangan suaminya. Delisha yang melihat apa yang dilakukan oleh Mommynya pun ikut mencontoh apa yang dilakukan oleh Amairah. Delisha juga langsung menarik tangan Daddy-nya untuk dia cium. Kebiasaan kecil yang baik usahakan untuk memperlihatkan kepada orang lain terutama orang yang berada satu atap dengan kita.


Perubahan sekecil apapun jika itu berdampak baik maka jangan segan dan tunggu waktu baik untuk melakukannya.


Mereka pun berjalan ke arah Parkiran dan masuk ke dalam mobilnya masing-masing dan akan berangkat bekerja. Martin sudah memikirkan apa yang akan dia lakukan nanti malam bersama istrinya tersayang. Martin membayangkan dan mengingat dengan baik suara dan mimik wajahnya Amairah disaat men de sah. Martin bersemangat untuk segera mempercepat pekerjaannya agar segera pulang bertemu dengan Amairah yang hari ini membuatnya candu dan selalu ingin didekat Amairah.


Suami-suami takut istri itu sebenarnya bukannya suami takut kepada istrinya dalam hal kekerasan fisik tapi lebih karena suami itu mencintai dan menghargai istrinya bahkan saking sayang dan menghormati istrinya sehingga tidak mampu untuk menentang Istrinya.


............


Kata yang terucap dari Fania tidak lain adalah ucapan Makasih pada Readers yang masih setia dengan akur dan cerita Cinta Yang Tulus.


Makasih Banyak atas dukungannya terhadap CYT , FANIA Ucapkan Makasih Banyak Kakak Readers yang masih betah dan setia dengan novel recehan Fania ini 🙏😘 Dukungan Kalian sangat berarti walaupun hanya sekedar numpang Like saja itu sudah Sangat membantu 🙏😘.


...********Bersambung********...


by Fania Mikaila AzZahrah


Takalar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 04 Juni 2022

__ADS_1


__ADS_2