Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 56. Melarikan Diri


__ADS_3

Selamat Membaca..


Cobaan yang dihadapi oleh keluarga Bram selama ini sudah menemukan jalan dan solusi yang terbaik. Pak Toni pun digiring ke kantor polisi. Sedangkan Pak Daniel Ayah dari Bram yang selama ini selalu diancam dan dijadikan kambing hitam oleh pak Toni akhirnya bisa bernafas lega. Dan pak Daniel dinaikkan jabatannya sudah diangkat menjadi Direktur menggantikan posisi pak Toni. Kejahatan oak Toni tidak sedikit bahkan uang yang berhasil digelapkan dan dikorupsi oleh pak Toni tidak main-main sedikit jumlahnya. Bahkan hampir mencapai 6 Milliar selama dalam kurung waktu 10 tahun.


Bram segera mengabari Mamanya yang kebetulan berada di rumah Nadia.


"Assalamualaikum Ma" ucap Bram saat telponnya sudah diangkat oleh mamanya ibu Kartika.


"Waalaikum salam" ucap Bram.


"Ada apa Bram, apa kamu masih di Thailand atau sudah di Tanah Air nak??" tanya Mama Kartika kepada putra tunggalnya.


"Alhamdulillah Ma, Bram sudah di Indonesia dan sekarang sudah di kantor Papa dan Bram ingin memberikan kabar baik dan sekaligus kabar bahagia" ucap Bram yang menjeda perkataannya.


"Maksud kamu apa Nak, apa kamu berhasil menemukan bukti kejahatan Pak Toni?." tanya Ibu Kartika kepada putranya.


Sedangkan Nadia mencuri dengar percakapan antara Calon ibu mertuanya dan calon suaminya juga sekaligus ayah dari putri cantiknya.


"Alhamdulillah Pak Toni sudah diamankan oleh pihak kepolisian dan Papa Sekarang sudah menjabat sebagai Direktur Ma" ucap Bram yang sangat bahagia dengan resky yang Allah berikan kepada keluarganya.


"Alhamdulillah Makasih banyak ya Allah, engkau telah mengabulkan do'a-do'a kami selama ini, dan makasih banyak atas resky untuk suamiku yang kenaikan pangkat dan jabatannya di kantornya" ucap Mama Kartika yang sangat bahagia dengan kabar tersebut.


"Ma ada Nadia gak di samping Mama? kalau ada tolong kasih HPnya Mama dulu, Bram mau bicara sama Nadia" titah Bram.


Nadia yang mendengar langsung menengadahkan tangannya ke arah Ibu Kartika.


"Assalamu alaikum Mas Bram, ni Nadia Masa m ada apa?." tanya Nadia.


"Sayang pak Toni sudah ditangkap oleh polisi dan Papa juga jabatannya dinaikkan oleh Pak Mark Prin Atmadja" terang Bram dengan wajah yang sumringah dan terus tersenyum.


"Alhamdulillah Mas, Nadia ikut bahagia mendengar kabar tersebut, berarti Mas bisa segera menceraikan Dea dong jadi Kita akan segera menikah iya kan mas" ucap Nadia yang sedikit manja Saking bahagianya mendengar kabar tersebut.


"Maaf Sayang kalau masalah itu Mas belum bisa pastikan kapan karena kamu tahu kan kondisi Dea yang belum sadar dari komanya yang membuat Mas sulit untuk menceraikan dia dalam waktu dekat ini, tapi terus lah berdo'a bantu Mas yah semoga ada mukjizat dan jalan yang terbaik dan Mas bisa segera menceraikan Dea dan Kuta secepatnya bisa bersatu" ucap Bram.


Nadia kembali murung dan kurang bersemangat tapi Nadia tidak ingin memperlihatkan hal tersebut kepada Ibu Kartika dan Bram. Nadia tidak ingin merusak kebahagiaan mereka atas kabar baik tersebut.


"Kalau gitu Mas tutup dulu telponnya setelah dari sini Mas akan pulang ke rumah kamu sayang" ucap Bram sebelum menutup telponnya.


"Nadia tunggu yah Mas kedatangannya, hati-hati" ucap Nadia.


Ibu Kartika mendekati Nadia ibu dari cucu cantiknya dan mengelus punggung Nadia.


"Kamu yang sabar yah Nak, dan terus kah berdo'a agar Bram bisa terlepas dari jerat Dea dan segera menikahimu" ucap Ibu Kartika dengan nada suara yang sangat lembut dan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Insya Allah ya Ma, Makasih banyak Ma" ucap Nadia yang menyusui putrinya.


...----------------...


Sedangkan di dalam rumah yang cukup besar dengan desain interior ala Eropa moderen. Dengan dilengkapi fasilitas furniture yang mewah dan tentunya harganya mahal tapi sayangnya semua benda tersebut diraih dengan cara yang tidak halal dan tidak baik.


Seorang perempuan yang kira-kira berumur 50 tahun dengan pakaian yang terbilang cukup modis seperti perempuan yang baru berumur 30 tahun dengan tatanan rambut ala artis-artis papan atas sedang berteriak kesal sambil melempar beberapa barang yang ada di dekatnya.


"Ini tidak mungkin, pasti mereka salah paham saja, Aku tidak ingin miskin" teriaknya sambil mengambil pas bunga yang ada di atas meja dan melemparnya ke arah pintu.


prang...prang... bunyi pas bunga yang tidak berdosa itu yang menjadi sasaran empuk kemarahan nyonya Anita.


Semua ART nya tidak ada yang berani mencegah atau pun berkomentar karena mereka takut kena imbasnya dari kemarahan Ibu Anita.


"Aku harus pergi dari rumah ini sebelum pihak kepolisian datang menyita semua harta yang aku punya" ucap Ibu Anita yang bangkit dari duduknya lalu berjalan cepat ke dalam kamarnya.


Ibu Anita mengambil beberapa pakaiannya dan memasukkan ke dalam kopernya yang berwarna biru tua itu.


"Aku tidak boleh ikut miskin dan masuk penjara lagian bukan aku yang korupsi" ucap ibu Anita sambil mengambil semua perhiasannya.


Ibu Anita menyeret dua buah koper, ada yang berukuran kecil dan satunya lagi berukuran sedang. Ibu Anita mengambil kunci mobilnya yang paling mahal dan terburu-buru berjalan.


"Kau harus ke luar daerah yang jauh dari kota S agar aku masih bisa menikmati Semua harta ini" ucapnya lagi yang sudah melajukan mobilnya ke arah jalan raya.


"Sial Toni ini semua gara-gara dia yang tolol tidak berhati-hati saat mengambil uang milik perusahaan pak Mark, Aku tidak peduli dengan nasib Toni sekarang, Masa bodoh dengan nasibnya biarkan saja dia membusuk di dalam jeruji besi aku masih bisa mencari Pria kaya lainnya, kalau Dea dua kan tidak sakit dan Dea bukan cewek bodoh pasti tahu kalau harus mengambil keputusan gimana" ucap Ibu Anita tapi sebelum ke pelabuhan Ibu Anita menjual HPnya untuk mengganti yang baru agar dirinya tidak terlacak keberadaannya dan mengganti dengan Hp yang sedikit murah.


Karena masih harus menjalankan protokol kesehatan yang membuat Rencana dan langkah Ibu Anita terbilang mulus dan lancar tanpa hambatan seperti tol saja. Ibu Anita juga ke salon untuk mengganti warna rambutnya kembali ke warna aslinya yaitu hitam yang awalnya memang hitam tapi diganti dengan berwarna yang agak pirang seperti rambut Orang Eropa saja.


Ibu Anita tersenyum puas setelah melihat penampilan barunya yang sungguh berbeda dan lebih keliatan muda dari umur aslinya. Ibu Anita sudah naik ke kapal peri untuk menyebrang ke pulau B. Ibu Anita tersenyum puas karena berhasil kabur dari rumah dan kejaran polisi.


Rumah yang ditempati oleh Pak Toni dan ibu Anita sudah didatangi oleh beberapa polisi. Tapi mereka hanya menemukan art rumahnya dan sudah menggeledah dan memeriksa seluruh ruangan tapi banyak barang berharga yang sudah raib di gondol oleh Ibu Anita.


"Kita terlambat komandan, Ibu Anita istri dari pak Toni sudah kabur sebelum kita datang ke sini" ucap oak polisi B.


"Kalau gitu lakukan pencarian ke seluruh pelosok Kota B dan periksa semua Bandara, Terminal, pelabuhan dan Hotel yang memungkinkan Ibu Anita mendatangi tempat tersebut dan sebarkan fotonya" perintah pak polisi yang dipanggil Komandan oleh anak buahnya.


"Siap komandan" ucap polisi A dan B.


...----------------...


Sedangkan di dalam ruangan yang serba bercat putih itu, seseorang perempuan dan pria sedang bermain kuda-kudaan dan saling men de sah satu sama lain. Mereka tidak menghiraukan keadaan genting di luar sana yang dialami oleh Ibu dan Ayah tirinya. Dea masa bodoh dengan penyitaan seluruh aset dan harta milik ayah tirinya baginya Masih ada pria yang selalu memuaskannya di ranjang dan memenuhi permintaannya walaupun pria itu Suami Orang.


"Sayang apa kamu tidak khawatir dengan ibu kamu yang menjadi buronan polisi karena telah melarikan diri membawa mobil dan beberapa emas dan berlian milik perusahaan Volkswagen Atmadja??. ucap pria itu yang sering kerap kali dipanggil dengan sebutan Mas Markus yang tetap bercocok tanam dengan tombaknya yang tetap tertangcap

__ADS_1


di dalam lubang.


"Bodoh amat lah Aku sayang dengan urusan mereka, lagian aku tidak pusing dengan masalah mereka kan masih ada kamu yang bisa memenuhi segala keinginanku dan aku sangat bahagia jika si Tua bangka itu mampus di dalam penjara" ucap Dea yang kadang melap keringatnya yang membasahi wajahnya.


"Aku pasti akan memenuhi semua keinginanmu asalkan kamu bisa memuaskan aku jika aku butuh kamu dengan ber-bagai gaya tentunya" ucap Markus.


"Mereka tidak akan mengetahui kalau aku itu tidak sakit sayang jadi aku akan tetap terus berpura-pura koma jadi kita bisa bebas untuk bermain di belakang istrimu yang tua itu" ucap Dea dengan nafas yang memburu dan ngos-ngosan dan sesekali menggigit bibir bawahnya karena tidak tahan dengan perlakuan dari Markus.


Markus adalah seorang pengusaha yang kaya karena berhasil menikahi janda tua yang sudah berumur 45 tahun dengan kekayaan yang banyak. Istri Markus yang sudah tidak mampu untuk memuaskan dan melayani Markus masih muda dengan usia 26 tahun di mana umur yang terbilang masih sangat muda dengan gairah yang pastinya terbilang masih kuat. Bertemu dengan Dea tanpa sengaja di sebuah Mall dari situ lah awal mereka menjalin hubungan sedangkan dea yang baru menikah dengan Bram karena ancaman dari Ayah tirinya yaitu pak Toni Sehingga menikah dengan Bram, Jika Dea tidak menikah dengan Bram maka Pak Toni akan menyebarkan video asusila Dea ke khalayak umum.


...----------------...


Bram segera berjalan ke arah parkiran mobil untuk segera ke rumah sakit dan berharap ada kemajuan dari kondisi Dea.


Moga saja Dea sudah bangun dari komanya dan aku bisa meminta untuk bercerai dengannya.


Senyuman selalu terukir di wajahnya saking bahagianya setelah mendengar kabar bahwa ada kemajuan dengan kesehatan dengan Dea.


Bram melajukan mobilnya hingga ke rumah sakit. Bram menghubungi dokter yang selama ini membantunya untuk mengobati dan merawat Dea. dan meminta dokter tersebut untuk bertemu langsung dengan Bram.


Bram melangkah kakinya yang panjang dan berirama sesuai dengan hentakkan sepatunya ke atas lantai. Bram terus mengumbar senyum ke arah orang yang berpapasan dengannya. Bram sangat berharap dirinya bisa terbebas dari ikatan pernikahan yang hanya di atas kertas saja.


Bram bertemu dengan dokter dan berbicara tentang kemajuan kesehatan dari Dea Istri statusnya.


"Alhamdulillah kalau ada sedikit kemajuan dari perkembangan kesehatan istriku dokter, dan makasih banyak atas bantuannya selama


ini" ucap Bram lalu menjabat tangan pak Dokter.


Bram kembali melangkah kakinya ke arah kamar perawatan Dea. Langkahnya sempat terhenti karena seorang OB yang tidak sengaja menumpahkan air bekas pelnya. Bram memilih alternatif jalan lain karena takut jika menginjak genangan air yang ada di atas lantai dua bisa terjatuh dan cumi tanah air ujungnya.


Sebelum membuka kenop pintu kamarnya Dea, Bram mengucap beberapa doa agar usahanya kali ini sukses dan berhasil sesuai yang dua harapkan. Pintu pun terbuka Bram masuk ke dalam ruangan yang bercat putih tersebut tapi langkahnya terhenti ketika Bram melihat Dea.


Bersambung...


...****************...


Makasih banyak atas dukungannya untuk Cinta Yang Tulus Karena dukungan Kalian sangat berarti untuk Author dan menjadi penyemangat Fania untuk terus Update ✌️🙏🥰.


Maaf jika banyak terdapat typo yang meresahkan 🙏


by Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, 14 April 2022

__ADS_1


__ADS_2