
Hari ini keberangkatan dari Delisha serta Abimanyu berbulan madu ke Dubai Uni Emirat Arab. Pasangan pengantin baru itu ingin menikmati suasana bulan madu mereka dengan penuh keromantisan dan Dubai lah yang menjadi pilihannya mereka.
Tiket honeymoon mereka dapatkan khusus hadiah dari kakeknya Tuan Besar Mark Prin Atmadja. Mereka sebenarnya sudah merencanakan bulan madu di Labuan Bajo di dalam negeri saja. Tetapi mereka tidak ingin membuat kecewa kakeknya dengan menolak keinginannya beliau.
"Hati-hati yah sayang, jaga kesehatannya baik-baik dan apa di dalam tasmu sudah tersedia beberapa obat yang nantinya bisa membantumu," Tanya Amairah yang memeriksa persiapan barang-barang yang akan dibawa oleh putrinya.
"Alhamdulillah Moms, semuanya sudah beres, Moms siapa sih yang masukin semua pakaian yang kurang bahan itu ke dalam lemari pakaiannya Delisha?" Tanyanya yang kebingungan dengan banyaknya lingerie seksi yang terpajang di dalam lemarinya dengan sedikit berbicara berbisik di telinga Mommynya.
Amairah tersenyum mendengar pertanyaan dari Delisha sembari berkata,"itu semua ulah Aunty kamu Maya, dia yang menganjurkan dan mengganti semuanya dengan memesan lingerie seksi yang super mewah dan mahal," jawabnya.
"Aunty Maya ada-ada saja, padahal aku sempat terkejut loh Moms," ujarnya lagi.
"Tapi, kamu senang kan dengan semua itu?"tanya balik Amairah dengan tersenyum simpul.
"Suka sih Moms, tapi malu gitu berpakaian seperti itu di hadapan Abang Abi," balasnya lagi.
Amairah kemudian duduk di samping Delisha duo atas ranjang king size-nya. Dia membantu putrinya melipat beberapa pakaian yang akan dibawanya ke Dubai.
"Ingat Nak, melayani suami dengan sepenuh hati dan memberikan yang terbaik adalah salah satu bentuk ibadah dan kewajiban seorang istri pada suaminya sendiri," tutur Amairah yang tangannya masih melipat beberapa pakaian yang tersisa.
"Makasih banyak Moms, Delisha sangat sayang sama Mommy," ucapnya dengan memeluk tubuh Amairah.
"Sama-sama sayang, itu kewajibannya Mommy untuk bahagiakan kalian," jawabnya yang berubah sendu karena mengingat Axel yang belum menikah dan Dennis yang dia ketahui saling menyukai dengan gadis cucu dari musuh keluarganya dan berharap cucunya segera ditemukan anak dari Dennis.
Delisha yang melihat perubahan wajahnya dari Mommynya tidak ingin banyak tanya karena tidak ingin merusak apa yang sedang dipikirkan oleh Amairah mommynya.
"Sepertinya Abang sudah datang, sudah waktunya juga berangkat," terang Delisha lalu melerai pelukannya.
"Sini Mommy bantuin bawa koper kamu," pinta Amairah yang langsung meraih koper tersebut.
__ADS_1
Amairah tidak sengaja mendengar percakapan antara Aisyah dengan seseorang lewat telepon beberapa hari yang lalu. Tapi, dia tidak tahu harus berbuat apa dengan masalah tersebut. Dia hanya berharap dan berdoa semoga apa yang dihadapi oleh putranya segera terselesaikan dengan baik.
Dia sama sekali tidak mempermasalahkan masalah Liora yang cucu dari orang yang telah mengacaukan kehidupan keluarganya karena baginya itu semua sudah menjadi bagian dari masa lalunya. Yang paling penting adalah mereka bahagia dengan siapapun pilihan yang dijatuhkan pasangannya bagi Amairah dan Martin tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut.
Mbak Marni dan Mbak Wati yang melihat mereka membawa koper segera menggantikan posisi mereka. Delisha dan Amairah kemudian berjalan di depan Mbak Marni dan Mbak Wati menuju garasi rumahnya.
"Apa kamu sudah mau berangkat ke Bandara?" Tanyanya Dennis yang menuruni undakan tangga saat melihat adik kembarnya berjalan ke arah pintu keluar.
Delisha menolehkan kepalanya ke arah Dennis," iya kak," ucapnya dengan singkat.
"Lee ada di mana? Kok aku gak lihat?"tanyanya Dennis yang mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.
"Lee ada bersama papinya di depan, dia dari mengurus sesuatu bersama putranya," jawabnya dengan seulas senyumannya.
"Hati-hati dan selalu waspada saja karena cuaca di Dubai sepertinya tidak menentu kadang panas kadang dingin," ujarnya lalu meraih kunci mobilnya yang ada di gantungan kunci mobil.
"Moms aku pamit dulu, ada urusan dikit di luar," ucapnya yang berpamitan pada Mommy nya.
"Moms aku pamit dulu, ada urusan dikit di luar," ucapnya yang berpamitan pada Mommy nya.
"Jangan lama-lama, kalau sudah selesai segeralah pulang," ucap Amairah yang sedikit merasa tidak enak saat putranya berpamitan kepadanya.
"Oke moms," jawabnya dengan tidak lupa mengecup pipi Amairah.
Amairah menatap ke arah anaknya dan merasa sedih saat Dennis sudah pergi dan melajukan mobilnya.
"Ya Allah… lindungilah anak-anakku dari segala marabahaya."
"Ingat kalau pesawatnya sudah sampai di sana tolong hubungi Mommy," ucapnya yang mewanti-wanti anaknya.
__ADS_1
"Tanya Daddy kalau aku sudah berangkat, tidak sempat untuk berpamitan kepada Daddy," ujarnya dengan meminta pada Mommynya.
"Baik sayang, Daddy pasti mengerti dan kamu berangkat tidak perlu merisaukan apa pun yang ada di sini," terangnya yang meminta pada anaknya.
"Lee, Mommy berangkat dulu sayang, kamu jangan nakal dan ingat tugasnya," ujar Delisha yang memeluk tubuh putra tunggalnya itu.
"Hati-hati Mami, jangan lupa pulangnya nanti harus bawa pulang adek bayi," balasnya yang sangat berharap agar dia segera diberikan adik oleh kedua orang tuanya.
"Insya Allah, doakan saja Mami dan Papi sayang," ucapnya sembari mencium kening putranya.
Abimanyu pun menciumi punggung tangan Ibu mertuanya sebelum pergi. Lee dan Amairah belum masuk ke dalam rumahnya, mereka ingin melihat mobilnya menghilang dari pandangan matanya. Amairah berjalan masuk ke dalam kediamannya Sambil merangkul pundak cucu pertamanya itu.
Sedangkan di tempat lain, Dennis mendatangi kembali rumah orang yang mengadopsi putrinya bersama dengan Liora.
"Ya Allah… semoga sesampainya di sana aku segera mendapatkan informasi mengenai keberadaan putri kecilku," dengan melajukan mobilnya ke arah alamat yang pernah dikunjungi olehnya bersama dengan Liora satu minggu yang lalu.
Dennis segera mematikan mesin mobilnya. Lalu memperhatikan ke sekeliling rumah itu dari depan hingga ke belakang.
"Katanya orang tadi, pemilik rumah ini hanya pergi bekerja selama satu bulan dan akan kembali kira-kira hari ini," tangannya memegang setia setir mobilnya.
Dennis terus melihat ke arah pintu pagar rumah minimalis itu. Dia sangat berharap agar apa yang dia cari hari ini terkabul. Hingga berselang beberapa jam kemudian, sedikit pun tidak ada tanda-tanda jika akan datang tuan rumahnya. Hingga matanya mengantuk dan tanpa dia sadari matanya sudah terpejam saking lelahnya menunggu berjam-jam.
Pintu pagar besi itu berdecit dengan cukup bising. Membuat tidurnya terusik. Dia mengucek matanya dan mempertajam jarak pandangannya ke arah pagar itu. Seulas senyum terbit dari wajahnya dan segera buru-buru berjalan ke arah pemilik rumah tersebut. Tapi, langkahnya terhenti saat melihat siapa sosok orang itu.
...Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus, jangan lupa untuk mampir juga ke novel terbaruku dengan judul:...
...Pesona Perawan...
...Dilema diantara dua pilihan...
__ADS_1
...by Fania Mikaila Azzahrah...
...Makassar, Kamis, 28 Juli 2022...