
Selamat Membaca...
Amairah merasa sangat lega disaat dirinya selamat dan sehat disaat dirinya melahirkan putranya. Amairah bersyukur dan bahagia karena ada yang rela dengan ikhlas membantunya untuk melantunkan suara adzan ditelinga anaknya. Padahal sebelumnya Amairah sudah khawatir dengan siapa sosok laki-laki yang akan dia mintai pertolongan. Selama tinggal di Kota S tidak seorang pun pria yang dekat dengannya atau pun ada kenalannya.
Dua hari kemudian, Amairah sudah diijinkan pulang ke rumah karena kondisi kesehatannya dan juga putranya sudah membaik. Amairah bingung untuk mengisi nama anaknya karena dirinya tidak tahu siapa sosok pria yang telah menanamkan benih ke dalam rahimnya. Wajahnya saja dia tidak kenali apa lagi namanya.
Amairah pun tidak mungkin memberikan nama belakang keluarga angkatnya karena mereka pun tidak ada hubungan darah. Amairah pun memutuskan untuk mengosongkan bagian nama Ayah kandung putranya dari akte lahir putranya.
"Apa yang akan aku katakan jika besok dia bertanya tentang Ayahnya?' ucap Amairah yang gusar memikirkan hal tersebut.
Suara mesin mobil yang berhenti di depan rumahnya membuyarkan lamunannya. Amairah berdiri dan memeriksa siapa yang datang bertamu ke rumahnya. Amairah tersenyum melihat kedatangan pak Heri. Pak Heri membawa banyak barang khusus untuk putranya Amairah.
Kepala pak Heri menyembul dari balik barang yang dia bawa. Saking banyaknya barang yang pak Heri bawa membuatnya tidak kelihatan, Hanya barang bawaannya yang nampak di mata Amairah.
"Bapak kok repot-repot bawa barang sebanyak ini untuk Axel" ucap Amairah yang langsung membantu Pak Heri membawa sebagian barang yang Pak Heri bawa.
"Karena Putramu layak untuk mendapatkan ini semua" ucap Pak Heri.
Pak Heri sudah menganggap Amairah putrinya sendiri begitu pun sebaliknya dengan Amairah yang menganggap Pak Heri Ayahnya yang sudah membantunya selama ini.
"Bapak juga menyewakan Baby sitter untuk Baby Ax, Karena kamu itu sendiri jadi Bapak mengambil keputusan tersebut tanpa meminta persetujuan dari kamu sebelumnya, bapak minta maaf sudah lancang" ucap Pak Heri.
Baby Sitter yang disewa oleh Pak Heri tidak seperti kebanyakan baby sitter lainnya yang masih muda, cantik tapi yang dipilih oleh Pak Heri seorang ibu yang umurnya 40 tahun dan Satu ART yang umurnya sama dengan Baby sitter tersebut.
"Makasih banyak pak, Amairah sangat senang karena bapak sudah banyak membantu Amairah" ucap Amairah yang senang dan bahagia dengan bantuan pak Heri.
"Tolong atur barang-barang ini di kamar Baby Ax yah" ucap Pak Heri.
"Baik pak" jawab Mirna dan Wati.
"Kapan kamu adakan Aqiqahan untuk baby Ax?" tanya pak Heri yang sudah duduk sambil menikmati minuman dan kue buatan Amairah.
__ADS_1
"Rencananya hari Jum'at jam 3 sore Pak, Saya ingin mengundang beberapa ibu-ibu pengajian dan anak panti asuhan yang dekat dari sini" jawab Amairah.
"Jadi nama Baby kamu Axel tua nak?? tanya Pak Heri.
"Iya Pak Axel Muhammad" jawab Amairah.
Amairah dan Pak Heri menikmati suguhan yang ada di atas Meja. Mereka berbincang sampai malam hari. Amairah senang selama mengenal pak Heri. Bahkan Amairah merasa nyaman dan sudah menganggap pak Heri seperti ayah kandungnya sendiri. Walaupun Amairah sudah sebatang kara dan tidak memiliki keluarga lainnya tapi berkat kehadiran pak Heri semuanya terasa berbeda.
Beberapa hari kemudian, Amairah mengadakan Syukuran Aqiqahan Baby Ax. Rumah Amairah tampak ramai dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibaca oleh Ibu-ibu pengajian dan anak panti asuhan. Baby Ax sangat tenang dalam pangkuan Mommy nya seakan-akan Baby Ax menikmati Nyanyian Kalam ilahi tersebut.
Acara tersebut berlangsung hingga sore hari, dan acara ditutup dengan pemberian bingkisan kepada ibu-ibu pengajian dan anak panti asuhan.
"Makasih banyak Bu dan pak, semoga Baby Ax menjadi Anak Sholeh dan membawa keberkahan dalam kehidupan orang tuanya" ucap doa salah satu ibu pengajian.
"Amin, makasih banyak Bu" ucap Amairah.
"Sini Kakek gendong cucu Kakek yang ganteng" ucap pak Heri yang menggantikan Amairah untuk menggendong Baby Ax.
Waktu terus berjalan hingga baby Ax sudah berumur 6 bulan. Amairah memutuskan untuk mencari pekerjaan.
"Axel Kalau Mommy cari kerja Axel gak akan rewel dan nakal kan?" tanya Amairah kepada putranya yang sedang duduk menikmati biskuit baby.
Baby Ax pun membalas Amairah dengan celotehan dan reaksi yang membuat Amairah tersenyum dan semakin gemes melihat anaknya. Pertumbuhan dan perkembangan Baby Ax terbilang cukup cepat dibandingkan dengan Bayu seumurannya. Di usianya yang baru 6 bulan sudah bisa merangkak, duduk berdiri sebentar.
Amairah bahkan sudah melupakan tentang siapa Ayah biologis dari Anaknya. Amairah senang karena Baby Ax tumbuh kembangnya bagus dan Amairah tidak terlalu merepotkan dan juga tidak rewel. Bahkan baby sitter nya suka dengan bekerja sama dengan Amairah.
Hari Senin, Amairah mencari kerjaan, Amairah tidak ingin bergantung terus dari uluran tangan Pak Heri terus, Amairah selama ini sudah merepotkan pak Heri. Amairah juga bosan jika tidak bekerja. Semenjak menikah dengan Adam mantan suaminya dulu Amairah sampai sekarang belum bekerja.
"Baby Ax hari ini Mom mau cari kerjaan, do'akan mom yah Nak, Moga Mom diterima" ucap Amairah disaat mengganti popok putranya.
Seperti biasa Baby Ax akan berceloteh dan menjawab perkataan Mommy nya.
__ADS_1
"Mbak Tolong jaga Axel yah" ucap Amairah kepada Mbak Wati.
"Baik Bu" jawab Wati yang mengambil alih Baby Ax.
"Mom pamit yah sayang, ingat Baby Ax tidak boleh nakal yah" ucap Amairah disaat Dia mencium pipi gembul putranya.
"yayaya" celoteh Baby Ax.
Amairah pun berangkat ke perusahaan yang Amairah pilih untuk dijadikan Perusahaan pertama. Amairah naik Ojol ke perusahaan tersebut.
"Ya Allah semoga saya diterima" ucap Amairah saat dirinya sudah menunggu di depan ruangan HRD.
Amairah sudah melakukan berbagai macam tes dan juga sudah interview, sekarang Amairah menunggu hasil tes terakhir. Banyak yang sudah was-was menanti hasil tes tersebut. Beberapa saat kemudian, Pegawai dibagian HRD mengumumkan kepada mereka siapa-siapa yang lulus. Dan dari sekian banyak Nama yang disebut ternyata nama Amairah pun ada. Amairah sangat bahagia karena dirinya diterima bekerja.
"Besok kamu sudah bisa mulai bekerja, dan kamu bekerja di bagian divisi keuangan" ucap HRD tersebut.
"Makasih banyak Bu" ucap Amairah.
"Sama-sama dan berikan yang terbaik untuk Perusahaan" ucap Ibu Margaretha sesuai yang tertulis di Name tagnya.
Amairah tidak berhenti mengucapkan syukur Alhamdulillah setelah dirinya dinyatakan diterima. Amairah menatap gedung pencakar langit tersebut. Amairah bekerja di Perusahaan yang bergerak di bidang Manufaktur yang memproduksi barang garmen dan tekstil. Dan Perusahaan tersebut cukup besar dan sudah terkenal ke luar negri. Dan yang ditempati oleh Amairah adalah hanya cabangnya yang ada di Kota S. Sedangkan pusat Perusahaan tersebut ada di Ibu kota.
Bersambung...
Typo Mohon dimaklumi 🙏🙏
Maaf Visualnya Martin dan Adam belum Nemu yang pas dengan karakter mereka.🙏
Makasih banyak Fania Ucapkan Kepada Readers yang telah meluangkan waktunya untuk membaca Novel baru Fania..
Semoga kalian suka ✌️🙏🥰.
__ADS_1
Ditunggu Masukan maupun kritikannya 🙏🙏