
Selamat Membaca..
Suasana ramai di Dufan membuat Axel bahagia, dan Axel semakin girang melihat banyaknya wahana permainan dan pengunjung yang memadati area Dunia Fantasi Ancol. Tetapi Axel sempat kecewa karena banyaknya wahana yang tidak boleh Axel coba naiki.
Amairah membawa anaknya ke tempat khusus untuk anak-anak yang sesuai usianya. Axel bahagia karena masih dapat bermain. Mbak Marni dan Mbak Wati sangat bahagia karena mencoba semua permainan walaupun mereka sering berteriak kencang karena takutnya disaat permainan tersebut berlangsung.
Suasana semakin sore semakin ramai dan semakin seru. Hingga Amairah meminta ijin kepada anaknya untuk ke toilet.
"Axel moms ijin yah nak, Moms mau ke Toilet dulu yah nak, tapi ingat jangan kemana-mana tetap disini, kalau moms lama telpon moms yah sayang ingat ada hp di dalam tas Axel." perintah Amairah kepada putranya.
"Oke moms" ucap singkat Axel yang memberikan jempolnya tanda setuju dengan permintaan Moms dan duduk di kursi tunggu.
Amairah berjalan ke arah WC umum. Sedangkan Axel duduk anteng di kursi tunggu hingga ke dua matanya menangkap sosok orang yang mirip dengan pria yang ada di dalam mimpinya semalam. Axel penasaran dan ingin mengejar orang tersebut dan langsung lupa dengan janjinya kepada Mommynya untuk tidak ke mana-mana. Axel berdiri dan berjalan ke arah orang tersebut dan terus mengikuti langkahnya, Axel mencoba untuk memanggilnya tetapi tidak berguna karena padat dan banyaknya orang sehingga suara Axel yang memangil orang tersebut tidak terdengar.
Sedangkan Amairah yang sudah selesai dari toilet umum heran sekaligus terkejut setelah melihat bangku panjang yang diduduki putranya sudah kosong. Amairah sudah mulai khawatir dan cemas tetapi tidak ingin berfikiran yang macam-macam. Amairah pun menelpon mbak Marni untuk membantunya mencari Axel.
"Mbak Axel ada bersama Mbak yah?." tanya Amairah yang sudah tidak tenang memikirkan putranya.
"Axel gak ada bersama kami kok Bu, emang Axel di mana??." tanya balik Mbak Marni.
"Tadi aku ke toilet niatnya cuma sebentar saja tapi karena banyak orang sehingga aku agak lama, pas aku balik kok Axel sudah tidak ada yah" ucap Amairah yang sudah meneteskan air matanya.
"Kalau begitu kita cari bersama Bu, dan semoga Axel gak kenapa-kenapa yah Bu" ucap Mbak Marni yang berusaha menenangkan majikannya agar tidak menangis dan tidak terlalu khawatir.
Mereka pun mulai berpencar dan mengelilingi Dunia Fantasi Ancol tersebut untuk mencari keberadaan dari Axel, Sedangkan Amairah sambil mencari anaknya juga mengubungi bagian informasi untuk meminta bantuan. pihak Dufan tanpa banyak tanya langsung mencari dan mengumumkan bahwa Ada berita kehilangan seseorang anak kecil yang memakai baju biru yang bergambar robot dan memakai tas yang berwarna cokelat, usianya kurang lebih hampir 4 tahun.
"Makasih banyak pak atas bantuannya" ucap Amairah setelah menjelaskan kronologis kejadian tersebut dan memperlihatkan fotonya Axel untuk mempermudah pencarian.
"Makasih banyak, kami akan mengerahkan seluruh anak buah kami untuk mencari anak ibu" ucap bapak Security tersebut.
Sedangkan Axel semakin mempercepat langkahnya karena tidak ingin kehilangan jejak Orang tersebut. Tetapi langkahnya terhenti ketika tanpa sengaja ada yang menyenggol tubuh kecilnya. Axel terjatuh ke lantai dan merasakan sakit dibagian tubuh belakangnya dan sebagian pakaiannya sudah kotor terkena debu.
"Auuh sakit" keluh Axel yang sudah terduduk di lantai sambil memegang bagian tubuhnya yang sakit.
Axel baru mencoba untuk berdiri kembali tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya lagi hingga tubuhnya terbanting kebelakang.
"Aaaaahhhh" teriak Axel yang sudah menutup matanya karena takut.
Ternyata ada seseorang yang sigap langsung menolong Axel dengan menggendong tubuh kecilnya. Axel masih menutup matanya karena ketakutan dan masih memeluk tubuh pria tersebut. Orang itu mengamankan Axel ke tempat yang lebih aman.
Beberapa menit kemudian, Axel sudah didudukkan di kursi tetapi masih merem dan gemetaran karena masih takut jika dirinya akan kembali terjatuh lagi.
"Buka matanya kamu sudah aman" perintah orang tersebut.
Axel perlahan-lahan mulai membuka matanya dengan gayanya yang cukup lucu membuat orang tersebut tersenyum.
"Uncle" teriak Axel yang refleks memeluk tubuh orang dia panggil uncle.
"Stop jangan nangis yah, masa cowok ganteng harus nangis, Anak laki-laki itu tidak boleh cengeng" ucap Orang tersebut yang membalas pelukan dari Axel.
Axel semakin mengeratkan pelukannya dan tidak ingin melepaskan pegangannya dari pinggang pria itu.
"Kenapa ada perasaan aneh yang aku rasakan disaat bocah ini memeluk tubuhku" monolog Pria itu.
"Uncle Axel takut hihihihi" ucap Axel yang masih betah memeluk tubuh Pria itu.
"Axel aman kok bersama uncle, jadi stop Nangisnya" ucap Pria tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian, Axel sudah tenang dan luka lecet di bagian kakinya pun sudah diobati.
__ADS_1
"Makasih banyak uncle" ucap Axel saat pria tersebut sudah berhasil mengobati luka Axel.
"Ingat kalau jalan apa lagi di tempat ramai harus selalu hati-hati" ucapnya lagi.
"Oke uncle" ucap Axel dan memberikan kode dengan menggunakan jari tangannya.
"Anak pintar" ucap pria itu yang langsung mengelus kepala Axel.
Axel yang diperlakukan seperti itu merasa senang karena selama ini hanya pak Heri saja yang sering memperlakukan dirinya seperti itu.
"Suka ice cream gak?." tanya pria itu yang menawari Axel.
"Suka sangat, tapi Axel takut nanti Mommy Adele marah kalau Axel makan" ucap Axel yang sudah murung.
"Mommy Axel kan gak ada sekali ini saja Axel makan es krim tanpa Mommy Axel tahu, boleh??." tutur Pria itu.
Axel pun menganggukkan kepalanya. Pria tersebut menggendong kembali tubuh kecil Axel dan mereka berjalan ke arah stank yang menjual aneka macam ice cream. Pria tersebut membelikan Axel es krim. Mereka mencari tempat duduk yang nyaman dan menikmati es krim nya.
"Gimana rasanya enak gak?." tanya Pria tersebut setelah Axel mencicipi es krim nya.
"Enak banget kok uncle, Axel suka sangat" ucap Axel yang mulutnya penuh dengan es krim rasa cokelat stroberi dan alpukat.
"Uncle senang kalau Axel suka dengan es krimnya" ucap pria itu yang juga sudah menikmati ice cream nya.
Setelah es krimnya habis uncle membersikan sisa ice cream tersebut menggunakan jarinya Karen gak ada tissue di Meja tersebut.
"Axel masih mau temani Uncle jalan gak?." tanya pria tersebut dan berharap Axel masih betah bersamanya karena ada perasaan aneh lagi yang dua rasakan yaitu tidak ingin berpisah dengan Axel.
Axel pun menganggukkan kepalanya tanpa pikir panjang dan melupakan keberadaan mommy nya.
"Kalau gitu let's go Boy" ucap Pria tersebut yang kembali menggendong tubuh Axel di atas pundaknya.
"Nama Uncle siapa sih? sedari tadi Axel belum tahu namanya uncle". ucap polos Axel.
"Nama Uncle Martin Muhammad Al-ayyubi Lee " ucap Martin.
"Panjang yah nama uncle" Jawab polos Axel.
"Kalau kamu namanya siapa?." tanya balik Martin.
"Aku Axel Muhammad putra" jawab Axel.
"Jadi mulai sekarang kita berteman yah Nak" ucap Martin.
"Siap uncle, sekarang kita teman" ucap Axel.
"Axel suka boneka gak?." tanya Martin saat sudah berdiri di depan Toko yang menjual aneka mainan anak-anak.
"Suka sangat uncle Martin, Axel suka mainan mobil-mobilan yang bisa berubah jadi robot" ucap Axel lagi.
"Mainan itu kan?." tunjuk Martin.
"Yes, Uncle" ucap Axel.
"Axel tunggu di sini, Uncle Martin mau cariin Axel mainan" Ucay Martin sambil mendudukkan Axel.
Axel memperhatikan gerak gerik tubuh Martin yang membuatnya selalu tersenyum bahagia. Martin membeli mainan Transformers dengan berbagai model dan tipe. Axel bersorak gembira Setelah Martin memberikan kepadanya banyak mainan Transformer.
"Ini semua untuk Axel" ucap Martin.
__ADS_1
"Serius uncle Martin ini semua bisa Axel bawa pulang?." tanya Axel.
"Ini Semua Axel yang punya oke" ucap Martin.
"Alhamdulillah Makasih Banyak uncle Martin" ucap Axel.
"Axel" Teriak seseorang perempuan
Tiba-tiba dari arah samping kanan mereka ada yang berteriak memanggil namanya Axel. Axel dan Martin pun menoleh ke arah sumber suara tersebut.
Axel melambaikan tangannya karena ingin berlari tetapi langkahnya terhenti saat kakinya tiba-tiba sakit.
"Gak usah berdiri tunggu Mommy kamu disini saja" cegah Martin yang melarang Axel berdiri.
Axel langsung menurut saja perkataan dari Martin. Dan kembali duduk ke kursinya.
"Itu bukan Mommy nya Axel uncle tetapi mbak Wati" jelas Axel.
"Alhamdulillah Axel kamu baik-baik saja kan Sayang, dan pria ini tidak ngapain-pain kamu Axel?." tanya Mbak Wati yang memutar tubuhnya Axel untuk mengecek tubuh Axel.
"Alhamdulillah Axel baik-baik saja kok Mbak" ucap Axel yang tidak suka badannya diputar seperti Boneka manekin saja.
"Mbak bahagia kalau kamu baik-baik saja, Ayok kita pulang nak kasihan Mami kamu yang sudah khawatir dan mencari kamu kemana-mana," jelas Mbak Wati.
"Axel pamit dulu sama teman Axel yah Mbak" ucap Axel.
"Baik tapi jangan lama kasihan Mommy" ucap Mbak Wati lagi.
"Uncle Martin. Axel pamit pulang dulu yah, kasihan Mommy Axel kalau Axel gak ikut Mbak Wati pulang, tapi uncle harus janji tidak akan membocorkan rahasia antara kita" ucap Axel yang memajukan jari kelingkingnya ke hadapan Martin.
Martin langsung mengangguk sambil mengaitkan jarinya ke jari Axel.
"Janji dan ini janji antar laki-laki" ucap Martin lalu tersenyum.
Senyuman Martin membuat Mbak Wati meleleh.
"Ya Allah ini orang manis banget tanpa gula padahal orang tuanya bukan penjual gula hehehe" Monolog Mbak Wati.
"Kalau gitu Axel pamit pulang dulu yah uncle kapan-kapan kita bermain lagi" ucap Axel yang sudah menggendong mainannya.
Tetapi sebelum pergi dari situ Axel langsung meraih tangannya Martin untuk Axel cium.
"Assalamu alaikum uncle Martin" ucap salam sekaligus berpamitan kepada Martin.
Hal itu membuat Hati Martin menghangat seketika diperlakukan seperti itu oleh bocah kecil yang baru beberapa jam mereka saling kenal.
"Waalaikum salam" jawab Martin.
Mbak Marni menggendong tubuh Axel dan pamit pulang. Mereka perlahan-lahan meninggalkan Martin yang masih tersenyum manis dan tidak menyangka hari ini akan mendapatkan teman kecil yang membuatnya bahagia.
Martin merasakan kehilangan saat tubuh Axel tidak terlihat lagi. Dan Martin menyesal Karena lupa bertanya tentang alamat dan nomor hpnya Axel.
Bersambung..
Maafkan kekhilafan Fania disaat mengetik yang sering ada Typonya 🙏✌️
Makasih banyak atas dukungannya terhadap karya receh Fania 🙏
By Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, 07 April 2022.