
Selamat Membaca..
Ada dua jalan yang bisa dipilih jika dihadapkan pada suatu kenyataan yaitu mengakui kenyataan itu atau kah harus menghindari atau pun menolak mentah-mentah. Martin bukannya tidak ingin menerima kenyataan itu ataupun ingin lari dari kenyataan, tetapi Martin tidak tahu harus bagaimana untuk menyampaikan kepada Amairah bahwa dia adalah Pria yang telah merenggut kehormatannya.
"Aku harus gimana ya Allah, Aku takut jika Amairah membenciku jika dia tahu kalau aku lah pria bajingan yang telah tega melakukan perbuatan bejak itu".
Martin pun mengambil hpnya untuk menghubungi nomor hp Dion agar segera mencari kalung yang pernah dia pakai dan terjatuh di hotel tempat dia digrebek oleh warga masyarakat yang sudah terencana dengan baik.
"Assalamu alaikum Dion" ucap Martin.
"Waalaikum salam" ucap Dion.
"Tolong secepatnya cari keberadaan kalungku yang terjatuh di sekitar hotel tapi ingat jangan tanyakan pada nenek Masitha kalau Aku mencari kalung itu" ucap Martin.
"Ok kalau masalah itu yang penting ada pulusnya" ucap Dion di balik telponnya yang sudah membayangkan akan dapat bonus lagi.
"Aku akan kasih kamu bonus, asalkan kalung itu sudah ada di tanganku" ucap Martin yang menatap pemandangan laut dan sunset sore itu.
"Baik bos, hitung-hitung sebagai tambahan modal untuk nikah" ucap Dion.
Martin pun mematikan telponnya dan kembali berbaring di atas ranjangnya dan kembali mengkhayalkan sosok istrinya. Martin kemudian membuka galeri foto dan mencari foto seorang cewek tersebut. Hingga Martin melihat foto Amairah yang menurutnya jadul banget, tapi tetap cantik dan mengeluarkan aura alaminya. Gaya berpakaiannya seperti seorang ibu-ibu bin emak-emak saja.
"Cantik, apa pun pakaian yang kamu pakai kamu tetap cantik dan sama sekali tidak mengurangi aura kecantikanmu".
Martin masih memandang wajah Amairah yang semakin Martin pandang semakin cantik saja. Martin mengelus wajah cantik Amairah dan terkejut saat hpnya tiba-tiba berdering dan menampilkan wajah wakil kepala direktur bagian keuangan.
"Sore pak, Maaf ganggu aktifitasnya" ucap pak Rudiansyah.
"Sore juga pak Rudiansyah, ada yang penting pak??" tanya Martin yang merasa jengkel karena kesenangannya terganggu.
"Pak Martin apa bapak bisa datang ke Sini pak kebetulan kami sangat membutuhkan kedatangan bapak karena pak Agung Wijaya ingin bertemu langsung dengan bapak dan menolak bertemu dengan perwakilan dari perusahaan kita" jelas pak Rudiansyah.
"Ok besok pagi saya akan langsung datang ke sana dan tolong persiapkan dengan baik semua proposal kerja sama kita lagi dan saya tidak ingin ada kesalahan yang terjadi sedikit pun dan persiapkan dua orang dari divisi Humas untuk menemani saya nantinya untuk bertemu dengan Pak Agung" ucap Martin.
"Siap pak" jawab pak Rudi.
Martin bergegas ke kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya dan bersiap untuk mencari makanan yang cocok dengan perutnya.
...----------------...
Malam pun datang menyapa insan yang masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya. Sang Dewi Malam telah menampakkan kecantikannya untuk menyinari malam hari ini. Bintang pun ikut membantu tugas sang purnama.
Amairah yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuk buah hatinya Axel dengan deringan hpnya membuatnya harus sementara berhenti sejenak.
"Mbak Marni tolong selesain masakan Amairah yah, Aku mau angkat telpon soalnya" ucap Amairah kepada Mbak Marni.
"Tinggal tunggu masakannya mateng kan Bu, semua rasaku padanya sudah ada di dalam masakannya" ucap Mbak Marni yang langsung kena timpukan di lengannya oleh Mbak Wati.
"Iya Mbak, maaf yah ada telpon penting dari kantor" jelas Amairah lagi yang masih tersenyum menanggapi guyonan Mbak Marni sambil berlalu dari hadapan mereka.
Amairah memeriksa siapa yang menelponnya di malam hari. Amairah pun langsung mengangkat telponnya setelah mengetahui kalau yang menelponnya adalah Pak Rudi selaku wakil direktur di perusahaan tempat Dia bekerja.
__ADS_1
"Malam Amairah" ucap pak Rudi.
"Malam pak Rudi" Jawab Amairah.
"Amairah besok kamu sudah bisa masuk kerja kan?" tanya pak Rudi.
"Insya Allah pak, rencananya besok aku akan masuk kerja" ucap Amairah.
"Baguslah kalau begitu, soalnya besok akan datang Pak Agung beserta rombongannya ke Perusahaan untuk membahas rencana kerja sama Perusahaan kita dan Presdir menginginkan dua orang perwakilan dari bagian Humas untuk menemui pak Agung tersebut" jelas Pak Rudi.
"Ooh gitu yah pak, insya Allah Saya akan hadir dan Maaf kalau sudah lama saya tidak masuk kerja karena anak saya yang baru mengalami kecelakaan" Ucap Amairah dengan suara yang seperti biasa lembut tapi bijaksana dan ramah.
"Mohon kerjasamanya yah Amairah, bapak tutup telponnya kalau begitu" ucap pak Rudi lagi.
"Siap Pak" ucap Amairah.
"Setelah dua minggu lebih tidak menginjakkan kaki di kantor, besok harus datang, semoga besok pertemuannya berjalan lancar jaya".
Amairah pun mencari nomor hp ke dua sahabatnya dan langsung menelpon mereka. Amairah menekan nomor hp Maya terlebih dahulu lalu nomor hp Nadia.
"Assalamu alaikum cantik" ucap Nadia.
"Waalaikum salam" ucap Amairah dan Maya bersamaan.
"Besok kalian ngantor kan?" tanya Amairah langsung tanpa ada candaan yang seperti biasanya.
"Insya Allah Amai, aku udah lama nih gak rasakan bonus jadi aku putuskan untuk kembali ngantor lagian princess sudah besar dan bisa ditinggal sementara waktu" tutur Nadia.
"Kalau kamu May, apa besok masuk atau ada halangan yang membuat si cantik yang masih betah dengan kesendiriannya" ucap Amairah karena melihat wajah Maya yang tidak ceria seperti biasanya.
"Halo Maya, kamu baik-baik saja kan atau kamu sakit??" tanya Nadia.
"jangan-jangan Maya sakit atau ada beban pikiran Maya yang terlalu berat sampai-sampai isi kepalanya tidak mampu untuk menampungnya" ucap Amairah.
"Halo Ma.....ya!!" teriak Nadia yang langsung membuat Maya tersadar sedangkan Amairah mengjauhkan hpnya dari telinganya karena tidak ingin mendengar suara cemprengnya Nadia.
"Ma......aaaf" ucap gagap Maya.
"Maya kamu kenapa kalau ada masalah jangan ditanggung sendiri berbagilah, kami siap kok mendengarkannya dan kalau bisa kami akan membantumu" ucap Amairah.
"Iya May, kami khawatir jika kamu seperti ini loh, karena kamu gak biasa seperti ini" timpal Nadia.
"Apa harus aku katakan kepada mereka, tapi mereka pasti akan tertawa terbahak-bahak jika mereka tahu alasanku, tapi jika aku pendam bisa-bisa kepalaku pecah".
Nadia dan Amairah menunggu Maya untuk berbicara karena Maya sampai sekarang masih terdiam seribu bahasa yang masih enggan untuk membuka mulutnya. Nadia dan Amairah pun heran dengan sikap Maya. Mereka sama-sama bertanya-tanya apa yang sudah terjadi dengan Maya selama beberapa hari ini mereka tidak masuk kantor.
"Aku dijodohkan oleh Papi sama Mami Aku dengan anak dari temannya" ucap Maya yang langsung lesuh lunglai dan lemah tak berdaya.
"Apaaaaaaa!! kamu akan menikah Maya" teriak heboh oleh Nadia dan Amairah yang terkejut sekaligus bahagia mendengar sahabatnya akan segera menikah dan menempuh hidup baru.
"Kalian tau baru dengar saja aku akan menikah kalian sudah heboh mengalahkan emak-emak yang lagi antrian menunggu giliran untuk membeli minyak goreng murah" ucap Maya yang selalu heran dengan ke Dua sahabatnya itu.
"Selamat Sayang, kamu akan segera menikah, kami sangat senang mendengarnya dan ikut bahagia" ucap Amairah yang tersenyum bahagia karena Maya temannya akan segera mengakhiri status jomblonya.
__ADS_1
"Congrats yah cantik, Aku jadi sedih nih, Maya menikungku ternyata Maya yang lebih duluan Nikah dari pada Aku" ucap Nadia yang berakting sedih dihadapan Maya.
"Makanya suruh Bram segera melamarmu, kamu duh gak mau denger masukan dari Readers untuk nikah siri dulu nanti kelar perceraian Dea dan Bram baru loh ajukan ke KUA" ucap Maya yang langsung lupa dengan beban pikirannya sendiri.
"Iya aku juga setuju dengan idenya Readers untuk melaksanakan pernikahan siri dulu lah Nadia, kasihan princess semakin besar loh tapi belum diaqiqah" timpal Amairah.
"Rencananya bulan depan Bram dengan ke dua orang tuanya akan datang melamarku dan bulan depannya kami rencananya akan menikah" tutur Nadia.
"Alhamdulillah kalau begitu, Aku sangat senang mendengar kalian akan menikah" ucap tulus Amairah.
"Jadi Maya sudah jawab yes or No nih sama calon suami kamu?" tanya Nadia.
"Aku tidak pernah ngomong siap atau pun menolaknya karena sudah dua kali mereka merencanakan pertunanganku, Tapi aku selalu kabur" ucap lemah dan pasrah Maya yang menunggu reaksi protes dari Sahabatnya.
"Aaaaaapa!! kamu bilang apa tadi May, kamu kabur?" tanya Amairah heran dengan jalan pikiran sahabatnya yang satu ini.
"Ya Allah Maya.. Maya.. Saya saja yang ngotot mau nikah tapi belum punya waktu dan kesempatan yang baik dikarenakan masalah yang dihadapi oleh Bram dan orang tuanya tapi kamu yang sudah jelas-jelas pernikahan kamu di depan mata malahan menolak dan main kabur-kaburan" ucap Nadia yang tidak mengerti apa yang terjadi kepada sahabatnya itu yang menolak sesuatu yang baik.
"Hehehehe" Maya hanya cengengesan dengan melihat reaksi kedua sahabatnya itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Apa yang terjadi padamu May? Apa kami perlu membawa kamu ke psikiater atau Dokter saraf mungkin May" ucap Amairah yang sudah tidak mengerti setan apa yang merasuki sahabatnya sehingga harus main kabur dari pertunangannya sampai dua kali lagi.
"Bukannya saya tidak suka atau pun tidak ada niat untuk menikah, tapi..." ucapannya terpotong karena malu untuk mengungkapkan alasannya dihadapan ke dua sahabatnya karena alasannya takut untuk menikah.
"Terus tapi apa loh Maya??" tanya Nadia yang menerka alasan dibalik kaburnya Maya.
"Apa karena kamu tidak suka dengan cowok itu karena dia jelek atau tidak punya kerjaan??" tanya Amairah yang menebak alasan dibalik kaburnya Maya.
"Bukan, katanya dia itu cakep dan berkharisma dan juga punya kerjaan yang bagus tapi...." ucapan Maya kembali terpotong.
"Tapi apa lagi yang kamu tunggu May? sudah cakep, tampan dan punya kerjaan yang baik terus kamu tunggu apa lagi coba??" tanya Nadia.
"Alhamdulillah kalau dia cowok yang cakep dan punya masa depan yang bagus juga terus kamu nunggu apa lagi?" tanya Amairah yang sudah dongkol dengan jalan pikiran Maya yang cukup mencengangkan.
"Aku takut malam pertama" ucap Maya yang sengaja mengecilkan suaranya dan mengjauhkan telponnya dari telinga dan mulutnya agar suaranya terdengar samar-samar.
"Apaaaaaaa!!" ucap Amairah dan Nadia kompak terkejut dengan perkataan dari Maya.
Mereka pun tertawa terbahak-bahak setelah mendengar penjelasan dari Maya. Sampai-sampai princess terganggu tidurnya. Persahabatan bagai kepompong berubah ulat menjadi kupu-kupu. Persahabatan akan langgeng jika diantara mereka ada yang namanya saling berbagi apa pun itu dalam keadaan suka maupun duka dan selalu siap dan setia disaat dalam kondisi apa pun.
Kisah perjalanan percintaan mereka akan penuh lika-liku dan sedikit bertele-tele yah dan agak panjang.
...******** Bersambung ********...
Mohon maaf jika ada Readers yang tidak berkenan dengan alur cerita Cinta Yang Tulus 🙏. CYT adalah Novel yang berisi tentang kisah cinta dan hubungan rumah tangga anak manusia yang tidak selamanya berjalan dengan mulus pasti ada rintangan dan ujian dalam hidup mereka. CYT alurnya kurang lebih sama dengan sinetron ikan terbang jadi yang gak Suka dengan alur cerita yang paaaanjang Mohon untuk melipir saja 🙏✌️. Semakin panjang cerita Novel yang sudah kontrak maka semakin besar kesempatan Resky dari othor 🙏✌️.
CYT Itu Tokoh atau MCnya itu bukan cuma Martin dan Amairah, tapi ada yang lainnya makanya Aku tidak memilih Judul Novel yang memakai nama Pemerannya. Dan sedikit informasi kalau alurnya CYT adalah maju mundur syantik yang kadang akan muncul Flashback dari kisah para Tokohnya. Dan Fania dalam satu Bab atau Episode itu tidak berfokus pada satu tokoh saja tapi akan mencampur aduk dengan kisah salah satu dari mereka yaitu Amairah dengan Martin, Maya dengan Dion dan juga Nadia dengan Bram serta pemain pendukung lainnya. Semoga Reader tidak ada yang pusing disaat baca Novelku ini 🙏🙏🤣.
Fania ucapkan kepada Readers yang telah ikhlas memberikan dukungannya kepada CYT Makasih Banyak atas dukungannya 🙏🙏 karena Dukungan Kalian sangatlah berarti 🤗🥰.
Sambil nunggu update CYT Kakak juga bisa mampir baca novelku yang judulnya Bertahan Dalam Penantian.
by Fania Mikaila Azzahrah
__ADS_1
Makassar, 22 April 2022