Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 137. Meraih Kebahagiaan Bersama


__ADS_3

Selamat Membaca...


Ranjang segitiga bergoyang membuat Martin menoleh kan kepalanya ke arah Amairah. Martin hanya menoleh sekilas ke are istrinya yang belum menyadari dengan baik pakaian apa yang dipakai oleh istrinya. Amairah melihat tidak ada respon sedikitpun dari martin sehingga langsung menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya tinggal sebatas lehernya saja.


Martin menatap lagi ke arah Amairah, karena melihat tadi Amairah memakai pakaian yang membuat benda pusakanya tlangsung berkibar dengan tegaknya, martin menyunggingkan senyumnya.


Martin menaruh hpnya di atas meja nakas, lalu membuka sebagian pakainya sehingga hanya meninggalkan celana boxer nya saja. Sedangkan Amairah berbaring memunggungi Martin, jadi sedikitpun tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Martin.


Martin mulai membelai punggung mulus nan putih milik Amairah. Hal itu membuat tubuh Amairah menggelinjang hebat di dalam selimut tebalnya. Ada sensasi aneh yang tiba-tiba dirasakan oleh Amairah dengan perlakuan dari suaminya.


Lingerie pink shof yang dipakai oleh Amairah membuat gairah Martin seketika memuncak tanpa terkendali lagi. Martin menyibak selimut itu dan membuangnya ke sembarang arah sehingga selimut tak berdosa itu teronggok di lantai keramik kamar mereka.


Amairah refleks menutupi semua aset pentingnya menggunakan ke dua tangannya. Martin membalik tubuh Amairah sehingga mereka berhadapan. Martin mengurung tubuh Amairah dengan ke dua tangan besarnya. Martin tersenyum melihat semburat rona merah di wajah cantiknya Amairah.


"Sore ini Kamu sangat cantik sayang, Kamu sangat mengerti dengan apa yang Mas inginkan pada tubuhmu," ucap Martin dengan suara yang sedikit serak, matanya memancarkan kilatan penuh gairah nafsu yang tidak tertahankan lagi.


Amairah hanya tersenyum menanggapi perkataan dari suaminya. Martin membelai pipi mulusnya Amairah dengan jari tangannya. Hingga ke atas bibir kenyal nan merah itu semerah buah delima. Martin berbisik di telinga Amairah yang mampu membuat Amairah kegelian dengan deru nafas Martin yang mengenai lehernya.


"Aku ingin melakukannya sayang, Mas ingin mengambil apa Mas lewatkan beberapa tahun ini, apa Kamu siap?" tanya Martin dan tanpa menunggu persetujuan dari Amairah langsung menjilati leher jenjang Amairah.


De sa han dan lenguhan lembut meluncur dari bibirnya tanpa dia sadari. Suara itu membuat gairah Martin semakin meninggi hingga tak tertahankan lagi. Martin mulai menjilati seluruh tubuh Amairah mulai dari leher hingga berhenti di puncak mount Everest. Amairah hanya bisa pasrah dengan perlakuan suaminya dan sangat menikmati segala sentuhan di atas tubuhnya.


Martin menarik tali lingerie seksi yang dipakai oleh Amairah sehingga terpampang jelas lah benda montok dan kemerahan itu di depan matanya Martin. Tanpa menunggu lama, Martin mengecup puncak mount Everest itu satu persatu sedangkan jari satunya memelintir pelan sangat berhati-hati yang membuat Amairah berteriak kencang saking terbuai dalam sentuhan suaminya.


Martin tersenyum melihat tingkah istrinya. Martin sangat menyukai inisiatif istrinya di sore hari itu. Setelah puas dengan mount Everest Martin beralih ke lembah yang terdalam dan Martin terdiam sesaat sebelum melucuti pakaiannya sendiri. Amairah hanya mampu menutup matanya dan tidak kuasa melihat apa yang akan dilakukan oleh Martin selajutnya.


"Amai sayang, Kamu tahan yah, Mas akan mulai, tidak usah ditahan sayang, keluarkan saja suara seksi Kamu, Mas sangat senang mendengarnya," ucap Martin yang sudah diselimuti kabut gairah.


Amairah kembali menganggukkan kepalanya dan tersenyum malu-malu.


"Aku semakin mencintaimu Amairah Putri Horne Tan Perkasa," ucap Martin lalu mendaratkan ciuman sekilas di keningnya Amairah sebelum menenggelamkan miliknya ke dasar lembah.


Martin dan Amairah mulai memacu seirama hentakan demi hentakan lembut yang mereka lakukan. Amairah mulai pintar dan mampu untuk mengimbangi permainan suaminya. Amairah sudah bertekad dan berjanji untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri dan mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk suami dan anak-anaknya. Amairah ingin meraih pundi-pundi pahala untuk bekalnya kelak nanti dengan cara bentuk ketaatan dan pengabdiannya.

__ADS_1


Martin melakukannya berulang-ulang kali, hingga mereka tidak mampu menghitungnya lagi. Martin bangga dan bahagia karena istrinya mampu mengimbangi permainannya. Mereka berpacu seiring waktu yang terus berjalan.


Mereka seringkali berganti posisi dengan berbagai gaya hingga mereka akhirnya mencapai puncak kenikmatan surga dunia yang barusan mereka raup, tubuh Martin tumbang di samping Amairah.


Peluh membasahi seluruh tubuhnya hingga buliran bening keringat itu bercahaya terkena sinar cahaya lampu. Nafas mereka terengah-engah dan ngos-ngosan. Martin masih dalam keadaan polos begitu pun dengan Amairah. Martin meraih tissue untuk membasuh peluh yang bercucuran di kening Amairah. Amairah yang mendapatkan perlakuan seperti itu tersenyum manis ke arah Martin.


Martin dengan telaten membersihkan keringat dan sisa percintaan mereka. Martin tidak merasa risih atau keberatan dengan apa yang dia lakukan pada tubuh istrinya. Amairah ingin menolak atau pun mencegah apa yang dilakukan oleh Martin, tapi hal itu percuma saja dia lakukan pasti ujung-ujungnya akan berakhir dengan sanggahan dan larangan dari Martin sendiri.


Mereka bahkan sudah melewatkan waktu makan malamnya. Hingga pukul 9 mereka masih di dalam kamar membuat Aisyah dan yang lainnya hanya geleng-geleng kepala saja.


Martin menggendong tubuh istrinya ke dalam kamar mandi. Martin membantu Amairah untuk mandi, Martin mengisi bathub dengan air hangat. Lalu mendudukkan tubuh Amairah terlebih dahulu sebelum dirinya ikut masuk ke dalam rendaman air yang sudah berisi sabun aroma terapi yang sangat cocok untuk pasangan yang baru saja beraktifitas ranjang.


"Mas sini Amai bantuin gosok punggung Mas," ucap Amairah.


Amairah mengambil sabun dan menggosok pelan punggung Martin hingga membuat sesuatu di bawah sana bereaksi kembali. Martin tersenyum melihat hal itu. Martin meraih tangan istrinya dan mengarahkan tangannya ke arah bawahnya.


Amairah terkejut setelah berhasil menyentuh milik Martin yang kembali siap untuk bertempur kembali. Martin pun menatap Amairah tanpa sepatah kata pun, tapi bola matanya mengisyarakatkan menginginkan sesuatu yang lebih lagi seperti yang telah lalu mereka lakukan.



Amairah tanpa banyak protes dan tanpa suara apa pun yang meluncur dari bibirnya hanya mampu menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permintaan dari suaminya.


Martin kembali memborbardir pertahanan dari Amairah. Kamar mandi menjadi saksi kembali penyatuan mereka yang penuh dengan gairah dan suara sensual yang lolos dari bibir mereka tanpa tertahankan lagi. Kamar mandi seharusnya menjadi tempat untuk mandi, tapi harus beralih fungsi untuk sementara waktu.


Martin benar-benar menebus semua waktu yang terbuang selama ini dengan baik. Martin memanfaatkan kesempatan dan kebersamaan mereka. Jarang sekali mereka mendapatkan waktu yang seperti saat ini, jika anak-anak mereka telah berkumpul. Otomatis waktu akan terbagi antara anak dan pekerjaan.


Martin menyudahi sesi mandi barengnya dengan Amairah lalu melilitkan handuk ke seluruh tubuh Amairah dan pada tubuhnya juga. Martin menggendong istrinya bagaikan bridal style. Amairah mengalungkan tangannya leher Martin. Senyuman tidak pernah luntur dari wajah Martin selalu berseri-seri sepanjang malam itu.


Amairah membuka lemarinya lalu mengambil pakaian santai untuk suaminya. Pagi tadi Amairah sudah memerintahkan kepada anak buahnya untuk mengambil sebagian pakaian suaminya yang ada di rumahnya Martin tanpa sepengetahuan Martin. Amairah meminta tolong pada Dion untuk melakukan hal tersebut.



Martin heran melihat pakaian yang sudah disiapkan oleh Amairah dan memandang penuh tanya ke arah istrinya. Amairah yang mengerti dengan maksud dari tatapan Martin langsung menjawab pertanyaan yang belum diucapkan oleh suaminya.

__ADS_1


"Tadi pagi Amairah meminta tolong sama Dion untuk mengantar sebagian pakaian Mas ke sini, Amairah gak ada waktu untuk membeli pakaian baru untuk Mas," jelas Amairah dengan wajah sendu yang tidak bisa memberikan pakaian baru untuk Martin.


Amairah bisa saja memesannya tapi takut jika ukuran yang dipakai Martin tidak seperti dulu lagi. Daripada takut salah beli ukuran terpaksa Dion diminta untuk membawa sebagian pakaian dari rumahnya Martin untuk dipindahkan ke rumah Amairah yang ada di Seoul Korea Selatan.


Martin memeluk tubuh Amairah, "Tidak apa-apa kok sayang, Mas malahan sangat senang dengan semua yang Kamu lakukan untuk Mas, jujur semua sakit, kecewa, sedih rasa penyesalan yang Mas rasakan hancur lebur terbawa bersama aliran air," ucap Martin yang menangkupkan dagunya di atas pundak polos Amairah yang belum sempat memakai pakaian satu pun.


Amairah membalik tubuhnya menghadap ke arah Martin sehingga mereka langsung berhadapan. Amairah mengalungkan kedua tangannya ke leher Martin.


"Amairah yang seharusnya minta maaf karena setelah Amairah sembuh dan bangun dari sakitnya Amairah marah dan kecewa dengan sikap Mas yang sudah menutupi kenyataan yang ada sehingga Amairah memutuskan untuk tinggal bersama Kakekku di USA," terang Amairah.


"Bukan salah Kamu sayang, wajar saja Kamu bersikap seperti itu pada Mas, karena kesalahan dan ulahnya Mas sendiri lah, Mas memang wajar diperlakukan seperti itu," ucap Martin yang melingkarkan tangan kekarnya di pinggang Amairah.


Amairah meletakkan jarinya di atas bibir seksi Martin, "Jangan berkata seperti itu sayang, lebih baik kita mengisi dan memperbaiki waktu yang sudah terbuang beberapa tahun ini dengan hal-hal yang lebih baik lagi, mari kita tatap masa depan kita yang lebih baik lagi, masih ada anak-anak kita yang menunggu kita dan mengharapakan perhatian dari kita berdua," tutur Amairah panjang lebar.


Masalah apa pun itu dan sebesar apa jika dikomunikasikan dengan baik dan dengan kepala dingin insya Allah akan berakhir dengan tawa senyum kebahagiaan dan tidak akan ada lagi kesalah pahaman yang tercipta jika saling jujur dan terbuka.


..............


Kembali hari ini dengan sedikit bumbu percintaan pasangan dari pengantin lama rasa pengantin baru ini.


Makasih banyak Fania ucapkan kepada Kakak Readers yang telah setia memberikan dukungannya kepada Cinta Yang Tulus.


Tetap Dukung CYY yah dengan cara:


Like setiap Babnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan 🙏


Maaf jika banyak kesalahan dalam pengetikan cerita ini 🙏


...********Bersambung********...


by Fania Mikaila AzZahrah


Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu, 05 2022

__ADS_1


__ADS_2