
Selamat Membaca..
Tawa riang terdengar jelas dari dalam rumah minimalis milik Amairah. Axel tertawa terbahak-bahak ketika Ibu Her menggeletik tubuhnya.
"Sepertinya mereka sedang kedatangan tamu" ucap Pak Heri yang tersenyum dan kembali menjalankan mobilnya menuju rumahnya setelah melihat ada mobil mewah yang terparkir di depan pagar Amairah.
Karena sudah larut malam ibu Her pamit pulang.
"Sepertinya sudah terlalu malam, ibu ingin pamit tapi ibu janji kalau ada waktu Ibu akan ke sini lagi, gak apa-apa kan nak?." tanya Ibu Hernita sambil melihat hpnya.
"Silahkan ibu datang ke sini kapan pun ibu mau" ucap Amairah.
"Makasih banyak atas jamuan makan malamnya, ibu sangat suka dengan masakan kamu, kapan-kapan ajari ibu yah Amairah" ucap Ibu Her sambil memeluk tubuh Amairah.
"Besok Grandma datang lagi kan?." tanya Axel yang digendong oleh ibu Her.
"Insya Allah, Grandma akan datang kalau ibu dari jenguk saudara dan orang tua Grandma" jawab Ibu Her kepada Axel.
"Ok Grandma" ucap Axel yang merosot kan tubuhnya dari gendongan Ibu Her dan sebelum turun Axel mencium pipi ibu Hermita.
"Hati-hati Ibu" ucap Amairah lagi.
Ibu Hernita pun pamit dan sudah duduk di dalam kursi mobilnya. Amairah dan Axel sudah kembali ke dalam rumahnya dan sudah bersiap Ingin mengistirahatkan tubuh mereka.
Ayam berkokok saling bersahutan dan kicauan burung pun tidak mau kalah yang membuat pagi hari itu menjadi ramai. Ibu Hernita dan suaminya sudah duduk menikah sarapan mereka.
"Mas hari ini aku ingin ke pemakaman ibu sama bapak, boleh yah?." tanya Ibu Her dihadapan suaminya sambil mengoleskan selesai ke atas roti tawar untuk suaminya.
"Silahkan selama kamu ada di Sini kamu boleh mengunjungi semua saudara maupun teman kamu yang kamu ingin datangi" ucap Pak Agung Wijaya.
"Makasih banyak Pa" ucap Ibu Her yang bahagia bisa diijinkan untuk pergi.
Sebenarnya tanpa meminta ijin pun Ibu Hernita tetap bisa keluar rumah dan oak Agung sudah tahu karakter dari istrinya yang bisa dipercaya dalam segala hal.
Pak Agung teringat ketika dirinya pertama kali bertemu dengan Hernita istrinya.
__ADS_1
Flashback on..
Waktu itu Agung baru berusia 15 tahun sedangkan Hernita 11 tahun karena baru tamat sekolah dasar. Agung dan ke dua orang tuanya mendatangi rumah sakit karena kebetulan ada Keluarganya yang masuk rumah sakit. Dan di saat mereka akan pulang tanpa sengaja melihat Hernita yang sedang duduk di halaman parkiran rumah sakit dan menangis tersedu-sedu. Ibu Agung pun mendekati Hernita kecil.
"Maaf Adek kenapa kok menangis di sini??." tanya ibunya Agung ibu Nany Wijaya.
Hernita hanya menatap wajah Ibu Nani Wijaya tanpa ada niat untuk menjawab.
"Adek kamu baik-baik saja kan?, ibu bukan orang jahat kok, ibu cuma mau tahu kenapa kamu nangis?." tanya ibu Nani Wijaya lagi.
"Iya jawab saja pertanyaan ibuku kamu tidak perlu takut" ucap Agung kecil.
Hernita bukannya menjawab malah semakin menangis saja. Mereka pun heran dengan sikap Hernita yang menurut mereka aneh.
"Kok nambah nangis sih, bukannya menjawab malah semakin mengeraskan suara tangisanmu" ucap Agung yang sudah jengah melihat Renita.
Karena Renita kecil sudah takut akhirnya dia pun membuka suaranya.
"Adek bayi Ayana hilang, dan aku sudah mencarinya tapi tidak ketemu, aku tidak tahu harus bilang apa kalau kakak Heri datang mencari kami." Jawab Hernita.
Ibunya agung langsung memeluk tubuh ringkih Hernita yang cumal dengan pakaian yang lusuh dan nampak seperti gelandangan saja. Tapi ibu Nani Wijaya sama sekali tidak jijik dan tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Iya Nak kami akan membantu kamu mencari keluargamu tapi tidak sekarang, besok yah ini sudah tengah malam" ucap oak Wijaya Ayahnya Agung.
"Kamu tidak usah khawatir dan takut dengan kami, kami ini bukan penjahat" ucap agung yang menekan kata penjahat.
Karena Agun melihat reaksi Renita yang sudah mulai ketakutan dan gemetaran. Karena lapar dan sudah mengantuk akhirnya Hernita pun menuruti perkataan dari mereka. Hernita diajak untuk sementara tinggal di rumah mereka hingga Hernita menemukan kembali saudaranya. Tetapi hingga satu bulan mereka melakukan pencarian tapi hasilnya tetap nihil. Setiap hari Hermita mencari kakaknya diantar oleh supir pribadi keluarga Wijaya tetapi hasilnya masih sama dan tidak membuahkan hasil.
Hingga suatu hari karena pak Wijaya sudah membuka Perusahaan barunya di kota M sehingga mereka memutuskan untuk pindah ke sana. Hernita pun sudah diangkat menjadi anak oleh mereka.
"Boleh ibu bicara Nak?." tanya ibu Nani Wijaya saat dirinya duduk di samping Hernita yang sedang mengerjakan tugas sekolahnya.
Hernita sudah melanjutkan sekolahnya ke sekolah menengah pertama SMP. Hernita yang sedang menulis pun langsung mengehentikan tulisannya dan menatap ibu Nani Wijaya.
"Boleh, ibu mau bicara apa?." tanya Hernita.
__ADS_1
"Dua hari lagi, kami akan pindah ke kota M, ibu mau tanya ia kamu bersedia ikut dengan kami atau kamu tetap tinggal di rumah ini??." tanya Ibu Nani Wijaya dengan hati-hati.
Ibu Nani Wijaya tidak ingin membuat Hernita tersinggung dan merasa dirinya tidak dianggap. Hernita sebenarnya berat meninggalkan kota S karena dia masih ingin mencari keberadaan kakaknya. Walaupun sampai detik ini tidak ada titik terang dari keberadaan saudaranya. Bahkan belum ada sedikit pun tanda-tanda di mana mereka berada.
"Hernita akan ikut ke manapun ibu pergi" jawab Her.
"Alhamdulillah mkasih nak, ibu sangat senang karena kamu juga ikut bersama kami" jawab Ibu Nani Wijaya.
Dua hari kemudian mereka meninggalkan kota S menuju kota M. 10 tahun kemudian Hernita da Agung sudah menyelesaikan pendidikannya. Agung yang kuliah di luar negeri pun sudah tamat sedangkan Hernita yang hanya di kota M juga sudah menjadi Sarjana. Sebenarnya Hernita disruh oleh ke dua orang tua angkatnya untuk kuliah di luar negeri tetapi Hernita menolak dengan halus dan lebih memilih kuliah di dalam negeri di kota M dan ingin menjaga orang tua angkatnya yang sudah tua.
Beberapa bulan kemudian, Agung sudah menggantikan posisi Ayahnya untuk menggantikan Ayahnya mengelola perusahaan mereka. Dan Satu bulan kemudian Pak Wijaya jatuh sakit dan permintaan terakhirnya adalah beliau menginginkan Agung menikah dengan Hernita. Hernita sebenarnya ingin menolak dan memberitahukan kepada mereka bahwa Dia memiliki kekasih tetapi Her tidak ingin membuat kecewa ke Dua orang tua angkatnya yang sangat besar pengorbanan dan jasa-jasanya kepada Hernita.
"Bukannya saya menolak keinginan Ayah, tapi apa Ayah sudah bertanya kepada mas Agung, jangan sampai dia memiliki seorang kekasih." ucap Hernita yang tidak berani menatap ke arah orang tuanya terlebih ke arah Agung.
Sedangkan Agung malah sangat bahagia karena dijodohkan oleh orang tuanya dengan perempuan yang selama ini dia sukai dalam diam. Awalnya Agun tidak ingin mencintai Her karena status mereka sebagai Saudara angkat sedangkan hati dan pikirannya selalu untuk Hermita seorang. Hingga ke Luar negeri pun Agung tidak memiliki pacar karena baginya hanya Hernita yang akan menjadi pacarnya sekaligus istrinya kelak. Pak Wijaya pun menatap wajah putranya.
"Agung apa Kamu nak bersedia memenuhi permintaan Ayah yang terakhir kalinya?." tanya Pak Wijaya.
Agung menatap wajah Hernita sebelum menjawab pertanyaan Ayahnya.
"kalau Hernita siap dan mau, Agung pun bersedia menikah sesuai permintaan Ayah" ucap Agung yang tersipu malu.
"Alhamdulillah kalau kalian mau memenuhi permintaan dari Ayah tapi Ibu tidak ingin kalian melakukan ini semua karena terpaksa" ucap Ibu Nani Wijaya dengan memeluk tubuh putri angkatnya.
Satu bulan kemudian, pernikahan mereka pun dilangsungkan dengan meriah. Agung sangat bahagia karena Akhirnya bersanding dengan perempuan yang dicintainya sejak mereka duduk di bangku sekolah menengah atas SMA. Hingga mereka memiliki dua anak dan anak pertama mereka seorang putri dan yang kedua anak laki-laki. Mereka berbahagia walau pun awal pernikahan mereka Hernita belum bisa mencintai Agung tetapi tetap melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri.
Flashback off..
Pak agung tersenyum dikala mengingat 25 tahun Lalu. Kebahagiaan mereka semakin lengkap saat putri tunggal mereka menikah dan memiliki seorang anak laki-laki. Keharmonisan pasangan suami istri itu berlangsung hingga sekarang.
Bersambung...
Typo Mohon dimaklumi 🙏
Fania mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya dan semoga amal ibadah kalian diterima oleh Allah SWT.
__ADS_1
Amin yra 🙏.
Makasih banyak Kakak Readers 🙏🥰