Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 36. Ke Dunia Fantasi Ancol


__ADS_3

Selamat Membaca..


Martin masih tidak mampu untuk melupakan semua kenangan indah bersama dengan Nikita. Walaupun Martin sendiri sudah disakiti begitu dalam oleh kelakuan Nikita. Hingga malam hari Martin masih sibuk dengan pemikirannya sendiri sambil menghabiskan beberapa minuman kaleng yang low alkohol.


Sedangkan Amairah yang sudah terlelap dalam tidurnya bersama putranya. Mbak Marni dan Mbak Wati masih sibuk berselfie dengan berbagai macam gaya dan pose hot yang menurut mereka bagus dan aneh pastinya gaya mereka berbeda dengan gaya orang lain.


Ke Esokan harinya, Amairah menelpon sahabatnya untuk mengabarkan bahwa dirinya sudah berada di Jakarta. Amairah segera meraih hpnya dan segera menelpon Rian perdana Kusuma. Beberapa kali Amairah mencoba untuk menghubungi nomor handphone Rian hingga telponnya pun diangkat.


"Assalamu alaikum" ucap Rian dari seberang telpon.


"Waalaikum salam" jawab Amairah.


"Amai kamu jadi gak ke Jakarta? ingat Yah Aku tidak mau dengar berbagai alasan dari kamu" ucap Rian perdana Kusuma yang sudah mulai marah.


"Insya Allah, Aku pasti datang ke Acara kamu, benar kan besok pagi akad nikahnya di Mesjid Baiturrahman?." tanya Amairah yang ingin memastikan saja.


"Iya tapi kamu kapan berangkatnya ke Jakarta biar aku jemput yah?." tanya Rian perdana Kusuma.


"Gak perlu repot-repot lah Rian, Aku terlalu sering merepotkan kamu selama ini dan aku sudah di Jakarta kemarin sore aku nyampe nya" ucap Amairah yang berdiri di depan jendela kamarnya.


"Serius loh Amai??." tanya Rian dengan volume suara yang cukup besar membuat Amairah reflek menjauhkan hpnya dari telinganya.


"Mas kita lagi di salon loh kira-kira dong kalau mau berteriak" ucap Calon istrinya Rian.


Semua orang yang berada di dalam salon tersebut langsung menatap ke arah mereka. Sehingga Rian menjadi salah tingkah.


"Maaf" ucap Rian.


"Hallo Rian kamu masih di sana kan?." tanya Amairah yang tersenyum karena mendengar calon pengantin perempuannya ngomel-ngomel kepada Rian.


"Jadi besok kamu datang kan ke mesjid Baiturrahman dan ingat harus cantik dan tunjukkan pesonamu Amai biar banyak cowok yang memandang ke arah kamu dan kalau bisa taklukkan Pria tersebut". ucap Rian yang kebiasaannya masih seperti dulu sewaktu mereka kuliah.


Amairah tersenyum manis saat mendengar perkataan Rian yang kembali memutar kaset kenangan mereka waktu Rian pendekatan dengan calon istrinya sekarang dan Rian yang selalu pasang badan jika ada Cowok yang tertarik dengan Amaira yang berniat hanya main-main saja.


"Udah dulu yah soalnya aku mau ke luar nih cuci mata Maklum udah 3 tahun lebih aku gak lihat Kota Jakarta" ucap Amairah.


"Ingat Kamu harus datang besok dan wajib tampil cantik" ucap Rian.


"Assalamu alaikum" ucap Salam Amairah.


"Waalaikum salam" ucap Rian.


Axel sudah terbangun tetapi masih menguap dan mengumpulkan nyawanya. Amairah langsung mendekati putra semata wayangnya.


"Putra Moms sudah bangun yah, gimana nak enak gak tidurnya?." Tanya Amairah kepada putranya.


"Alhamdulillah enak Moms tapi Axel mimpi ketemu sama uncle yang ganteng dan kasih Axel mainan" ucap Axel dengan wajahnya yang polos sambil mengingat mimpinya semalam.


"Mimpi itu adalah bunga tidur jadi itu hanya ada dalam mimpinya Axel, emang Axel bicara sama uncle itu?." Tanya Amairah yang kepo dengan mimpi anaknya.


"Uncle tidak ngomong apa-apa Moms sama Axel tapi Uncle cuma kasih boneka Boba yang sangat besar ukurannya" ucap Axel yang menirukan ukuran dari boneka itu dengan menggunakan tangannya.

__ADS_1


"Axel berdoa sama Allah supaya nanti ada yang akan kasih Axel boneka seperti yang ada di dalam mimpi Axel" ucap Amairah.


Axel langsung menutup matanya dan menengadahkan tangannya ke atas sedangkan mulutnya komat-kamit. Membuat Amairah tersenyum melihat tingkah lucu anaknya. Axel punya membuka matanya dan tersenyum manis ke arah Mommynya.


"Moms Yuk ke Dufan, Axel mau bercerita sama teman Axel kalau nanti pulang ke kota S, Teman-temannya Axel banyak yang bilang kalau di Dunia fantasi itu banyak banget permainannya Moms" ucap Axel sudah berdiri di atas ranjangnya sambil lompat-lompat.


"Ok kalau gitu, sana bangunin Mbak Wati dan Mbak Mirna kalau kita akan jalan-jalan ke Dufan hari ini" perintah Amairah kepada putranya.


"Hore kita mau jalan-jalan ke Dufan' ucap Axel yang berlari ke arah kamar hotel milik Mbak Wati.


Axel langsung mengetuk pintu kamarnya Mbak Wati dan butuh waktu lama untuk membangunkan ke Dua gadis tersebut walaupun usia mereka sudah cukup matang untuk menikah.


"Mbak bangun dong, Axel capek nih ketuk terusan pintunya" ucap Axel yang sudah tidak sabaran.


Tidak lama kemudian pintu pun terbuka lebar dan keluarlah Mbak Wati dengan penampakan yang membuat Axel kaget dan langsung berlari ke dalam kamarnya.


"Ada Hantu Moms" teriak Axel ke dalam kamarnya dan langsung mengambil selimut dan menutup seluruh tubuhnya karena takut.


Amairah yang mendengar anaknya berteriak buru-buru keluar dari kamar mandi dan memakai asal pakaiannya.


"Apa yang terjadi sayang kok kamu menutup seluruh tubuhmu?." tanya Amairah kepada anaknya.


"Ada hantu di kamarnya Mbak Marni Moms". jawab Axel yang menunjuk ke arah kamar Mbak Wati.


"Mana ada hantu di pagi hari sayang, adanya hantu kalau malam hari dan di tempat yang sepi" jelas Amairah.


"Kalau mommy tidak percaya coba ke sana saja moms lihat langsung" ucap Axel.


Amairah pun memperbaiki pakaiannya dan langsung berjalan ke arah kamar Mbak Wati. Amairah sudah mengetuk pintu kamar tersebut yang terbuat dari kayu jati berwarna cokelat. Tidak lama kemudian, pintu berdecit tanda pintunya sudah terbuka dan keluarlah sang pemilik kamar. Amairah pun langsung terkejut dan langsung mengelus dadanya saking kagetnya melihat penampakan wajah Mbak Marni.


"Maaf Bu, tadi lupa bersihkan dulu sebelum buka pintunya habisnya Mbak Wati lama banget di dalam toiletnya" ucap Mbak Marni yang telah tidak ingin sepenuhnya disalahkan.


"Lain kali jangan diulangi lagi yah Mbak dan tolong tanya Mbak Wati dan Mbak untuk bersiap kita akan ke Dufan sekarang". ucap Amairah sambil berjalan meninggalkan Mbak Marni dengan masker Wajahnya yang cukup membuat orang terkejut.


"Hore kita jalan-jalan ke Dufan Readers,aku ikut gak?." ucap Mbak Marni kemudian menutup pintu kamarnya.


Mbak Marni dan Mbak Wati segera mencari pakaiannya yang cocok dia pakai ke dufan. Dunia fantasi sejak dulu mereka ingin kunjungi tapi karena kondisi covid yang melanda Indonesia sehingga rencananya sedari tahun lalu tidak jadi dan dipending sampai hari ini.


Amairah menyewa Mobil untuk dua pakai selama berada di Jakarta. Menurut Amairah lebih repot dan boros jika kemana-mana harus memakai jasa ojek online. Mereka sudah meninggalkan hotel tempat mereka menginap menuju Dufan.



Axel sangat gembira setelah mereka berada di dalam area Dufan. Axel bahkan Ingin menaiki dan mencoba semua permainan yang dia lihat.


"Moms kita naik itu yah?." pinta Axel kepada Mommynya.


"Itu khusus orang besar sayang kita cari wahana yang cocok dengan ukuran tubuhnya Axel dan umur Axel yah." ajak Amairah.


Awalnya Axel ngambek dan tidak ingin menuruti perkataan dari mommynya karena menolak untuk mengajak Axel.


__ADS_1


"Kalau permainan ini khusus untuk orang dewasa sayang seperti Mommy dan Mbak Wati dan Mbak Mirna" ucap Amairah.


"Jadi Kita kita ke mana moms?." Tanya Axel yang sudah murung karena semua wahana permainan yang diinginkan oleh Axel selalu saja Momsnya melarang dirinya untuk naik dan mencobanya.


"Kita ke Family Ride saja yah, khusus tempat anak-anak yang seumuran Axel kalau Axel sudah gede setinggi dadanya moms Axel boleh naik dan mencoba semua permainan yang ada" ucap Amairah.


"Serius Moms, Moms tidak bohong kan dan bukan cuma mau buat Axel tenang?." tanya Axel.


"Moms janji ok" ucap Amairah sambil mengaitkan jari kelingkingnya di jarinya Axel.


"Okey, Axel setuju" jawab Axel.



sedangkan Mbak Wati dan Mbak Mirna mencoba banyak permainan yang belum pernah sekali pun mereka coba. Bahkan Mbak Marni berteriak kencang saking takutnya.


"Axel tunggu sini yah, Mommy mau ke belakang dulu, ingat jangan pergi ke mana-mana, kalau Moms lama Axel bisa nelpon moms kan Axel punya hp di dalam tasnya Axel" ucap Amairah.


Amairah meninggalkan Axel tidak jauh dari tempat WC umum. Axel duduk di bangku panjang sambil melihat-lihat sekitar. Mata Axel menangkap wajah seseorang yang mirip dengan pria yang ada di dalam mimpinya. Axel terus mengucek matanya dan memastikan penglihatannya apa tidak salah.


"Benar itu Uncle yang ada di dalam mimpinya Axel, tapi katanya moms mimpi itu hanyalah bunga tidur untuk memperindah mimpi kita tapi kok Uncle bisa ada di Sini yah?." tanya Axel yang heran dengan penglihatannya sendiri.


Axel pun berdiri dan berjalan mengikuti Uncle yang Mirip dengan pria yang ada di dalam mimpinya. Langkah Axel semakin mengjauh dari tempatnya semula. Axel tidak putus asa dan terus mengikuti arah langkah pria tersebut hingga tempat toilet umum sudah tidak nampak dipandang mata. Axel semakin mempercepat langkahnya. Hingga Axel tidak sengaja menabrak kaki seseorang. Dan tubuh kecil Axel terbanting ke belakang. Dan tubuh kecilnya terduduk di lantai.


"Aahh sakit" ucap Axel sambil menyentuh pantatnya yang sakit.


Axel melihat ke arah atas kepalanya dan melihat seseorang mengulurkan tangannya. Axel ingin meraih tangan tersebut tapi belum sempat ia raih dirinya terdorong oleh seseorang. Sedangkan Amairah sudah selesai pup dan segera ke tempat Axel duduk, Amairah lambat ke luar dari WC umum karena terlalu banyak dan antrian yang panjang. Amairah tidak melihat keberadaan putranya dan mulai menatap ke sekelilingnya. Tetapi Axel tidak nampak batang hidungnya hingga Amairah memutuskan untuk mencari keberadaan putranya sambil mencari keberadaan ruangan informasi untuk mengabarkan Berita kehilangan putranya. Mbak Marni dan Mbak Wati pun sudah membantu Amairah mencari keberadaan Axel tetapi hasilnya sama.


Sedangkan Axel sudah duduk di kursi sambil menikmati es krim kesukaannya.


"Makasih yah teman sudah menolong Axel dan mentraktir Axel es krim, tapi teman tidak boleh memberitahukan kepada Mommy Axel yah" ucap Axel.


"Ok" jawab orang tersebut yang sudah menjadi sahabat baik Axel.


Axel buru-buru menghabiskan es krimnya karena takut jika mommy melihat dia makan es krim.


"Ini boneka untuk Axel" ucap orang tersebut sambil mengarahkan boneka yang cukup besar hampir tingginya sama dengan ukuran tingginya Axel.


"Ini untuk Axel jadi kalau Axel merindukan teman tinggal peluk boneka ini" ucap orang tersebut.


"Axel" panggil orang tersebut.


Axel pun menoleh ke samping ke arah sumber suara yang memanggilnya.


Bersambung..


Typo Mohon dimaklumi 🙏


Othor juga pengen ke Dufan loh Axel ajak aku juga yah ✌️🤣🤣.


Makasih banyak atas dukungannya dan tetap dukung Cinta Yang Tulus yah ✌️🙏

__ADS_1


by Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, 06 April 2022


__ADS_2