
Ruangan pribadi yang cukup luas itu menjadi saksi bisu dari rasa sedih, kecewa sekaligus rasa tidak percaya jika wanita yang beberapa bulan ini menjadi pengisi relung hatinya di kala kesendirian yang menderanya.
Bukan salahnya cinta atau pun waktu yang mempertemukan mereka berdua. Tapi, keinginan dan niatlah yang seharusnya tidak dia miliki sebelum Dia mengetahui asal usul dan identitas, siapa orang yang menjadi pujaan hatinya itu.
Martin segera menelpon Aisyah Akyurek yang kebetulan sedang di jalan setelah menjemput di kembar.
Martin meminta mereka segera menyusul menuju tempat di mana mereka sekarang berada.
"Aku tunggu yah, tidak pake lama, Aku akan sharelock lokasi Kami," ucapnya.
"Baik Tuan Muda," jawab singkat Aisyah.
Seperti itulah gaya bahasa dan bicaranya Aisyah yang sangat simple, apa adanya dan selalu irit bicara. Berbicara sesuai dengan kebutuhan saja.
Amairah dengan sabarnya mengantri di dalam antrian yang cukup panjang yang bagaikan ular saja. Tapi, dengan sabarnya Amairah berdesakan dan menunggu hingga gilirannya disebut oleh pramusaji Restoran tersebut.
"Dad, Alif nyusul Mommy yah?" rengek Alif yang ingin menyusul Mommynya itu.
"Boleh sayang tapi, cium dulu dong pipinya Daddy," pinta Martin.
Permintaan Martin langsung dipenuhi oleh Alif tanpa banyak pikir atau adegan penolakan. Alif mendekatkan wajahnya ke arah pipi Daddy-nya yang sudah membungkukkan sedikit tubuhnya ke arah Alif.
"Alif sayang Daddy Martin," ucapnya setelah berhasil mendaratkan bibirnya yang sangat mirip dengan Amairah di pipi kanan Martin.
"Makasih banyak Boys," ucap Martin lalu mengelus kepala putranya dengan penuh kasih sayang.
"Sama-sama Daddy," ucap Alif lalu berlarian ke arah Amairah berada.
Beberapa saat kemudian, Amairah kembali dan berjalan menuju tempat mereka berada dengan nampang yang berisikan banyak potongan ayam goreng dengan berbagai macam varian rasanya.
Amairah menata makanan itu ke atas meja mereka. Ada beberapa jenis rasa ayam goreng yang biasa dulu mereka makan. Alif memesan ayam goreng itu seperti dahulu, sebelum kejadian yang memilukan yang memaksa mereka harus berpisah.
"Sayang aku nelpon Aisyah sekalian antar duo kembar ikut gabung dengan Kita, katanya kebetulan mobil mereka tidak terlalu jauh dari sini," jelasnya.
"Itu ide yang bagus loh Mas, aku gak kepikiran ke situ loh tapi, untungnya aku pesan banyak sih makanan dan cukuplah untuk kita semua," jelasnya.
"Alif bisa tunggu dede Denis dengan Delisha gak sebentar sebelum kita makan?" tanya Amairah yang berharap Alif mengabulkan keinginannya.
Ke dua bola matanya Alif bersinar terang setelah mengetahui jika adik kembarnya juga akan segera bergabung dengannya.
"Serius Mommy adiknya Alif akan ke sini?" tanya Alif yang sangat bahagia dan antusias saat mengetahui jika adiknya juga akan datang.
Antusias dan kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya sangat tidak dipercaya oleh Amairah. Awalnya Amairah mengira jika Alif akan marah atau merajuk dan menolak kehadiran adik kembarnya tersebut.
Ternyata Alif malahan sangat antusias dan bersemangat setelah mengetahui informasi itu.
"Iya sayang Adik Delisha dan Denis akan datang, mereka akan bergabung bersama kita," jawabnya.
__ADS_1
"Itu mereka sudah datang," ucap Martin lalu menunjuk ke arah mereka berada.
Aisyah dan duo bocil kembar sudah datang, mereka berlarian ke dalam Restoran dan tidak perduli dengan banyaknya dan padatnya orang di dalam sana.
Mereka masih memakai seragam sekolahnya. Aisyah mengikuti langkah kaki panjang nan lebar keduanya.
"Maafkan Kami agak lama Non, jalan yang kami lewati cukup padat tapi, untungnya tidak macet," ucapnya yang menyesal karena menurutnya lama.
"Tidak apa-apa kok Aisyah, Kami juga baru beberapa menit kedatangan Kami di sini," balasnya Martin.
"Kalau gitu kita cuci tangan dahulu di sana yah sayang," ucap Amairah kepada ke tiga anaknya.
Mereka langsung manut dan patuh dengan perintah Amairah tanpa ada adegan penolakan dari mereka.
Martin dan keluarga kecilnya menikmati makanan yang tersaji di depannya mereka. Aisyah pun ikut bergabung dengan mereka.
Suasana keakraban benar sangat tercipta dengan penuh kasih sayang dan kebersamaan. Tidak ada jurang pemisah yang mereka ciptakan antara Aisyah dengan mereka. Di mana Aisyah adalah asisten pribadinya sekaligus pengawalnya semenjak Amairah tinggal di USA, New York City.
Sesibuk apapun, sejauh apapun pergi, keluarga merupakan tempat pulang'. Uang dan popularitas tak mampu membayar kebersamaan dengan keluarga.
No matter how busy you are, no matter how far you go, your family is your home'. Money and popularity can't afford to be with family.
"Aisyah boleh Aku minta tolong?" tanya Martin setelah mereka selesai dan menghabiskan makanan yang ada di hadapannya.
Aisyah menolehkan kepalanya ke arah Martin.
"Boleh Tuan Muda,"jawabnya.
Martin baru mengingat jika besok ada rapat penting dengan jajaran direksi di Perusahaannya. Sehingga Dia harus membatalkan niatnya ke Rumah Sakit.
"Bisa Tuan Muda, Saya akan laksanakan sesuai dengan perintah Tuan Martin," ujarnya
"Makasih banyak Aisyah," tutur Martin yang tersenyum bahagia karena jika Aisyah berada bersama mereka selalu ada solusi atau jalan keluar yang terbaik yang dia dapatkan untuk permasalahan mereka.
Mereka tidak akan berbincang-bincang apa pun kondisinya walau sangat urgent dan penting, jika mereka sedang makan apa lagi ada Alif di tengah-tengah mereka. Situasi dan kondisi akan berbeda bahkan Alif akan marah dan menegur mereka dengan sangat keras seperti seorang bapak-bapak saja.
Setelah mereka menghabiskan makanannya, mereka pun meninggalkan Resto siap saji itu. Martin bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah anak dan istrinya.
Kebahagiaan terbesarnya saat ini adalah melihat senyuman dan mendengar canda tawa dari orang-orang terkasihnya. Terutama dari anak-anaknya serta wanita pujaan hatinya yang telah memberikan dan melahirkan tiga buah hatinya.
"*Syukur Alhamdulillah, Makasih banyak ya Allah Engkau masih memberiku kesempatan untuk bertemu dan berkumpul dengan istri dan anak-anakku."
"Kebahagiaanku sudah lengkap disaat putra sulung ku Axel Muhammad Lee berkumpul di tengah-tengah Kami*."
Keesokan harinya, mereka kembali beraktifitas dengan rutinitasnya sehari-hari seperti biasanya.
Sore harinya, Aisyah menjalankan amanah sekaligus perintah dari Martin selaku Tuan mudanya saat ini.
__ADS_1
Rumah Sakit DA adalah tempat tes DNA yang dilakukan oleh Martin kepada Alif. Aisyah berjalan cepat ke arah dalam rumah sakit hingga ke depan pintu ruangan Laboratorium tempat tes tersebut berada.
Aisyah tanpa banyak pikir panjang lalu menarik dan memutar kenop pintu itu. Pintu pun terbuka dan seseorang yang berjalan dari dalam yaitu ingin keluar pintu dengan banyaknya dokumen dan berkas pasien rekam medis harus berjatuhan dan berceceran di lantai gara-gara Pria itu menabrak tubuh Aisyah.
Aisyah yang menabrak orang itu segera refleks membantu pria tersebut. Aisyah sudah jongkok di hadapan pria tersebut dan mereka sama-sama memungut beberapa kertas yang berserakan di atas lantai.
"Maafkan Saya Pak, Saya tidak sengaja," ucap Aisyah dengan tangannya yang masih setia memunguti lembaran demi lembar kertas itu hingga lantai menjadi bersih lagi seperti semula.
"Makanya kalau jalan itu harus hati-hati jangan main nyelonong saja," ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari lantai.
Aisyah tidak menanggapi perkataan dari orang tersebut karena memang dia lah yang salah di sini.
Hingga kertas terakhir Aisyah berikan tapi, ke dua bola matanya membulat sempurna setelah melihat siapa pria yang ada dalam depannya ini.
Pria itu pun terkejut dan tidak menduga jika dia akan bertemu lagi dengan cewek pernah ribut dengannya.
"Kamu!!!" ucap mereka bersamaan.
"I used to think that love at first sight was some kind of urban myth-then, you smiled at me."
"People tell me that love will find me when I least expect it. You suddenly entered my life, and I felt like I would never be the same again."
Syukur Alhamdulillah Fania ucapkan kepada semua Kakak Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada Cinta Ya
ng Tulus, Fania minta maaf karena tidak bisa sebut satu persatu nama kakak 🙏🥰
...Tetap Dukung CYT dengan:...
...Cara Like setiap Babnya...
...Rate bintang lima...
...Gift Poin atau Koin...
...Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya....
...Silahkan ramaikan juga novel Lainku dong Kakak, yang masih sepi sesepi hatiku ini 👌✌️....
...Judulnya:...
...1. Sang Penakluk...
...2. Bertahan Dalam Penantian...
...3. Tidak ada Jodoh yang Tertukar...
...********Bersambung********...
__ADS_1
...by Fania Mikaila AzZahrah...
...Takalar, Sulawesi Selatan, Jum'at, 24 Juni 2022...