Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 96. Hampir Saja Menabrak


__ADS_3

Selamat Membaca..


Waktu terus berlalu dan tidak terasa sudah sebulan kepergian Amairah dari sisi hidupnya Martin tanpa ada yang tahu di mana Amairah sekarang berada. Martin setiap hari bertanya kepada detektif yang disewanya tetapi hasilnya masih sama Nihil. Sedangkan Bryan Regan yang baru saja dipekerjakan oleh Martin pun tidak bisa melacak keberadaan Amairah tetapi sudah memulai melatih Martin beberapa teknik bela diri.


Sepulangnya dari kediaman pak Heri papa mertuanya, Martin memilih mendatangi toko perhiasan yang khusus Jual-beli perhiasan antik dan langka. Martin tidak ingin menunda lagi dan jika menunggu kedatangan Pak Heri yang tidak tahu kapan pasti kedatangannya membuatnya lebih memilih jalan alternatif yaitu Martin sendiri yang mencari informasi tentang siapa pemilik Kalung itu.


Martin memasuki area Mall dan langsung berjalan ke arah lift untuk sampai ke lantai khusus tempat penjualan Emas dan perhiasan lainnya. Martin memasuki Toko perhiasan tersebut dan langsung mencari pemilik Toko itu. Ternyata pemilik Toko tersebut sudah mengenal siapa Martin sehingga membuat apa yang diinginkan oleh Martin segera kesampaian.


"Selamat datang Pak Martin di Toko perhiasan ku yang kecil ini" sambutan Ibu Natalie selaku pemilik Toko perhiasan yang dikunjungi oleh Martin.


"Makasih banyak, Saya ke sini karena ada hal penting yang Saya ingin tanyakan dan semoga Ibu bisa membantu saya" Martin duduk dihadapan Ibu Natalie dan langsung menyodorkan sebuah kalung.


Ibu Natalie mengernyitkan dahinya di saat Dia sudah memegang Kalung tersebut.


"Kalung ini adalah milik putri Tuan Besar Mark Prin Atmadja yang bernama Mia Horne Atmadja dan kebetulan Saya adalah desainer yang membuat kalung indah ini" terang Ibu Natalie.


"Pasti ibu Natalie salah dan itu tidak mungkin bisa terjadi, Aku yakin ada kekeliruan di Sini".


"Apa yang terjadi dengan Tuan Martin setelah mendengar perkataanku tentang siapa pemilik kalung itu, ada hubungan apa Tuan Martin dengan Tuan Besar Mark Prin?".


"Makasih banyak atas informasinya Bu, Saya pamit pulang dulu" Ucap Martin yang sedikit lesu dan tidak bersemangat seperti awal kedatangannya.


Martin berjalan lunglai ke Arah basmen tempat parkiran berada. Martin tidak menyangka jika Amairah adalah cucu dari Pria yang telah tega memenjarakan Kakeknya.


"Aku harus gimana ya Allah, Amairah adalah istriku sedangkan Tuan besar Mark Prin Orang yang tega menjebloskan Kakekku ke dalam ruangan penjara padahal Kakekku tidak bersalah sedikit pun".


Martin kemudian duduk di belakang kemudi mobilnya, lalu memukulkan kepalanya ke atas setir mobilnya hingga beberapa kali dan berharap setelah ini apa yang barusan Dia ketahui dan dengar langsung dari mulut ibu Natalie adalah hanya salah dengar dan itu mimpi saja. Tapi kenyataannya apa pun yang dia lakukan fakta yang ada akan tetap seperti itu hingga akhir waktu.


"Aku tidak sanggup ya Allah, Do mana Amairah adalah Istriku sekaligus wanita yang sangat kucintai dan kusayangi bahkan Aku tidak bisa bernafas dengan baik tanpa cintanya, sedangkan di sisi lain adalah Kakekku yang harus aku perjuangan kebenaran yang selama ini ditutupi oleh seseorang yang membuat kakekku harus menderita dan menjalani hukuman yang bukan kesalahannya sendiri".


"Aaaaaaaahhhhhhhhhhh" teriak Martin yang berusaha menumpahkan segala gunda gulananya.


Martin memakai kalung tersebut ke lehernya sebelum mengemudikan mobilnya. Martin melajukan mobilnya tanpa arah dan tujuan yang jelas. Hanya mengikuti alur jalan saja ke mana jalan itu membawanya. Hpnya yang sedari tadi berdering tidak dihiraukannya. Martin saking galaunya dan bimbang hingga air matanya menetes membasahi pipinya. Martin melirik kalung yang sudah terpasang indah di dalam lehernya.

__ADS_1


Martin terus menatap kalung itu hingga Martin tidak menyadari jika ada seseorang yang tiba-tiba menyebrang jalan di depan mobilnya. Martin langsung menghentikan mobilnya dan merem mendadak hingga menimbulkan suara decitan Bank yang bergesekan dengan aspal sangat nyaring bunyinya yang membuat masyarakat yang berada di sekitar jalan tersebut langsung menoleh ke sumber suara.


Martin buru-buru turun dari mobilnya karena menghawatirkan keadaan dari orang yang hampir saja dia tabrak. Martin pun mendatangi Pria tersebut.


"Maafkan Saya Pak yang tidak berhati-hati membawa mobil ini" permohonan maaf Martin.


Orang tersebut membersihkan pakaianya yang sempat terkena debu dan kotoran karena sempat terduduk di atas aspal yang cukup panas terkena sinar matahari siang terik itu.


"Tidak apa-apa kok, lagian Aku juga salah karena disaat berjalan tidak berhati-hati dan tidak menoleh kiri dan kanan" ucap pria tersebut.


"*Sepertinya Aku pernah melihat orang ini, tapi di mana yah?".


"Apa Aku pernah bertemu dengan pria ini sebelumnya, kok wajahnya seperti yang tidak asing gitu*".


Mereka bertatapan saling mengingat kejadian yang pernah mereka lalui sebelumnya.


"Kamu kan orang waktu itu" ucap keduanya Secara kompak.


Dan mereka secara bersamaan langsung menunju ke arah dada masing-masing.


"Kamu Adam yang pernah aku pukuli gara-gara memaksakan kehendak kamu kepada mantan istri kamu itu?" tanya balik Martin.


"Iya Saya Adam" jawabnya yang tersenyum malu-malu jika mengingat kejadian beberapa bulan lalu.


"Tapi Mas Adam tidak apa-apa kan kalau ada yang sakit gimana kalau kita ke Rumah Sakit untuk periksa keadaan Mas Adam" tawar Martin.


"Ahhh tidak apa-apa kok, ini hanya lecet dan luka ringan saja dan tidak perlu repot-repot harus mengantar segala ke rumah sakit" ucap Adam.


"Kalau gitu, Aku traktir makan siang saja sebagai gantinya dan kebetulan Aku juga belum sempat makan siang nih" ucap Martin yang menawarkan makan bersama kepada Adam.


"Itu ide yang bagus juga, aku juga belum makan siang karena masih sibuk dengan urusan yang tidak tahu kapan berakhir" ucap sendu Adam.


"Kebetulan di depan sana ada Restoran, kita ke Sana yuk" ucap Martin yang berjalan lebih dahulu sedangkan Adam berjalan di belakang Martin.

__ADS_1


Martin dan Adam sudah duduk di dalam restoran tersebut dan Martin pun sudah memesan beberapa makanan dan sudah tersaji di hadapan keduanya.


"Silahkan dinikmati mas dan tidak perlu sungkan" ucap Martin.


Kalau ada yang memperhatikan mereka pasti mengira mereka adalah sahabat lama dan sudah akrab padahal kenyataannya mereka pernah bersitegang karena perempuan yang tidak lain adalah Amairah yang menjadi pemicu ketegangan mereka.


"Apa kamu masih berhubungan dengan Amairah? tanya Adam sambil sesekali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


Martin tidak langsung menjawab pertanyaan dari Adam, tetapi karena tidak tahu harus mulai penjelasannya dari mana dulu.


"Saya sudah menikah dengan Amairah dan kami sudah punya anak tiga dan sayangnya salah satu dari Anak kami yang kembar sudah meninggal dunia saat dilahirkan" jelas Martin Muhamamd Al-ayyubi Lee.


Adam terkejut mendengar perkataan dari Martin yang mengatakan bahwa dia adalah suaminya Amairah sekarang dan sudah punya anak tiga.


"Alhamdulillah kalau kalian sudah menikah dan wajar saja kalau Amairah mendapatkan pria sebaik dan bertanggung jawab seperti kamu, karena selama Saya menikahi nya Saya tidak pernah buat Amairah bahagia bahkan hanya memberikan dia kesedihan dan kekecewaan saja" tutur Adam.


"Alhamdulillah kami sangat bahagia walaupun pertemuan kami hanya di akhir pekan saja karena kesibukan Aku yang tidak bisa aku tinggalkan sehingga kami terpisah Amairah menetap di Kota S sedangkan saya di Sini di ibu kota" ucap Martin lagi.


"Kalau kalian bahagia Kau sangat senang mendengarnya setidaknya Amairah sudah bahagia dan Amairah pantas bahagia karena Amairah wanita yang sholeha" ucap Adam.


Mereka berbincang-bincang hingga sore hari, dan Adam tidak percaya dengan apa yang dikatakan barusan Martin tentang Amairah yang membuatnya langsung berdiri di hadapan Martin dengan wajah yang sudah memerah.


...********Bersambung********...


Kira-kira Apa yang sedang terjadi yah antara Martin dan Adam?? Apa yang dikatakan Martin sehingga membuat Adam langsung seketika berdiri dari posisi duduknya??🤔🤔.


Yang penasaran pantengin terus kelanjutan kisah mereka tapi jangan bosan Yah karena ceritanya Cinta Yang Tulus kurang lebih seperti kisah sinetron ikan terbang 🤭✌️.


Maaf jika ada kesalahan dalam proses pengetikannya 🙏


Makasih banyak Atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus dan jika ada yang punya Poin kasih sedikit lah Setangkai Bunga Mawar Merah untuk GIFT CYT biar Author semakin semangat Untuk nulisnya ✌️🤭.


by Fania Mikaila AzZahrah

__ADS_1


Makassar, Senin, 09 Mei 2022


__ADS_2