Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 76. Kembali Ke Tempat Awal Bertemu


__ADS_3

Selamat Membaca..


Amairah hari ini akan membawa putranya ke salah satu Mall yang ada di Kota J. Karena sebelumnya Amairah sudah berjanji untuk membawa putranya bermain di Time Zo**. Amairah pun memesan ojek online untuk mengantar mereka ke Mall tersebut.


"Axel sudah siap?" tanya Amairah yang melihat anaknya yang sedang berdiri di depan cermin.


"Siap dong Mommy, apa Mommy gak lihat Axel sudah ganteng dan rapi seperti ini" jawab Axel sambil berjalan ke arah Amairah dan memutar tubuhnya tepat dihadapan mommynya.


"Anak Mommy semakin ganteng saja" ucap Amairah yang menciumi wajah putranya.


"Tentu ganteng lah Moms, siapa dulu dong kan anaknya Daddy Martin" jawab Axel yang membalas ciuman Amairah tepat diwajahnya Mommy nya.


Sedangkan Amairah yang mendengar perkataan dari putranya dibuat terenyuh dengan penuturan puteranya yang membuatnya berfikir untuk membandingkan wajahnya anaknya dengan suaminya yang semakin hari semakin kemiripannya semakin banyak.


"Kalau Axel dan Martin wajah mereka kebetulan mirip karena mereka anak dan ayah sambung sepertinya itu tidak mungkin, apa aku harus ke Lombok dan mencari tahu siapa Pria yang bersamaku malam itu? mungkin akan kejawab semuanya jika aku ke kembali ke Hotel tersebut".


"Mommy" ucap Axel yang setengah teriak di telinga mommynya karena Amairah tiba-tiba terdiam dan seperti orang kebingungan saja.


Axel terus menggoyang tubuh Mommy nya hingga Amairah tersadar dari lamunannya.


"Mommy baik-baik saja kan? jawab Axel dong Mommy" ucap Axel yang masih menggoyang tubuh Amairah tapi wajahnya sudah khawatir karena Amairah yang masih melamun dan terdiam.


"Aku harus segera ke Lombok kalau bisa hari ini juga aku harus segera berangkat ke sana, Aku tidak bisa hidup seperti ini terus tanpa mengetahui siapa Ayah kandungnya Axel dan aku tidak ingin suatu saat nanti pria itu datang dan merebut putraku dari sisiku".


Axel sudah ingin menangis untung saja Amairah segera tersadar dari lamunannya.


"Maafkan Mommy yah Sayang, Mommy banyak fikiran" ucap Amairah yang masih memikirkan rencananya.


"Axel takut Mommy kenapa-kenapa, kalau terjadi sesuatu sama Mommy, Axel pasti akan sangat sedih" ucap Axel lalu memeluk tubuh Amairah yang semakin besar saja karena usia kandungannya juga semakin bertambah.


"Alhamdulillah mommy baik-baik saja kok sayang, oiya kalau kita liburan ke Lombok apa Axel setuju dengan rencana Mommy gak?" tanya Amairah yang ingin melihat reaksi putranya.


"Ke Lombok Mommy?" tanya balik Axel.


"Iya sayang, apa Axel gak suka?" tanya lagi Amairah.


"Axel mau dong Mommy, kan Axel belum pernah ke sana dan ada teman Axel yang pernah bilang kalau Lombok itu cantik Mommy". jelas Axel dengan gaya polosnya tapi rasa ingin tahunya tinggi.


"Jadi Axel mau kalau kita ke Lombok hari ini sayang?" tanya Amairah yang sudah duduk di ranjangnya sedangkan Axel masih berdiri di depan Amairah.

__ADS_1


"Axel mau lah Mommy, jadi main gamenya nanti saja yah Mommy?" tanya Axel.


"Iya nanti kita main ke TZ kalau sudah balik dari Lombok" jawab Amairah.


Amairah pun mengemasi barang-barangnya dan tidak lupa memesan tiket pesawat ke Lombok. Amairah tidak akan pulang sebelum menemukan bukti dan siapa orang yang telah menemaninya malam itu sehingga lahirlah Axel ke dunia ini.


"Mas hari ini aku sudah balik ke Kota S, maaf kalau Amairah pamitnya lewat pesan chat saja, Makasih banyak Transferannya dan Mas tidak perlu repot-repot karena Amairah masih punya uang belanja yang mas bulan lalu kirimkan lagian mas juga pasti butuh biaya yang banyak, i love you mas Martin 🥰".


Amairah mengirimkan Chat tersebut setelah dia sudah chek out dari hotel dan sudah menuju Bandara Soekarno Hatta. Amairah sudah membulatkan tekadnya dan jika Dia sudah tahu siapa pria itu maka Amairah akan memutuskan untuk memberitahukan kepada pria tersebut dan memohon agar Pria tersebut tidak merebut Axel dari sisinya.


"*Ibu Nyonya Muda sudah berada di Bandara, dia bersama tuan muda dan mereka akan ke Lombok".


"Oke berikan informasi apa pun itu yang mereka lakukan dan ingat permudah jalannya untuk mendapatkan informasi tentang siapa sosok pria tersebut, kasihan Dia itu sedang hamil besar".


"Siap dan kami akan melaksanakan Sesuai perintah Anda*".


Amairah sudah duduk di Bangku tunggu. Amairah diliputi rasa khawatir dan takut jika seandainya pria itu menuntut haknya sebagai Ayah biologis Axel. Amairah pasti akan memperjuangkan putranya apa pun yang terjadi.


"Ya Allah semoga pria itu tidak mengambil Axel dariku dan permudahkan lah jalanku untuk mengetahui siapa Ayahnya Axel".


Beberapa saat kemudian, Amairah dan Axel sudah duduk manis di dalam pesawat yang akan membawa mereka ke Lombok. Axel tertidur karena kelelahan.


"Apa Pak apa harus hari ini, apa pertemuannya tidak bisa ditunda besok saja?"


"Maaf pak sepertinya itu tidak bisa dikarenakan bos kami besok akan berangkat ke Jerman dan menginginkan pertemuannya hari ini juga di Lombok dan Bos kami tidak menginginkan Anda datang digantikan oleh perwakilan dari anak buah anda".


"Kalau gitu Makasih banyak atas informasinya, Saya akan berangkat secepatnya ke Lombok".


Orang tersebut kembali duduk di kursi kebesarannya, padahal Dia sudah merencanakan akan mengajak istri dan anaknya bertemu dengan keluarga besarnya. Tapi semuanya harus dipending sampai urusan pekerjannya selesai ditangani dengan baik. Dia ingin membatalkan ke berangkatannya ke Lombok, tetapi ini proyek Mega besar ke dua yang perusahannya tangani bulan ini dan bukan kerugian yang sedikit jika dia batalkan. Setelah mempertimbangkan panjang lebar, akhirnya dia menghubungi asistennya kepercayaannya untuk memesan satu tiket ke Lombok dan mengirim pesan Chat ke nomor istrinya.


"Maaf hari ini aku tidak bisa menemui kamu karena aku harus berangkat ke luar kota ada pekerjaan yang tidak bisa saya tunda"


Sedangkan Amairah sudah sampai di Kota Lombok. Amairah menyewa hotel yang pernah Dia tempati waktu bersama dengan Adam dan Meeta. Amairah memantapkan hatinya dan berharap ada hal baik yang dia dapatkan dari kedatangannya kali ini ke Lombok.


Axel pun terbangun dari tidurnya setelah pesawat berhasil mendarat dengan selamat.


"Mommy apa kita sudah sampai di Lombok?" tanya Axel Kepada mommynya sambil mengucek ke Dua matanya dan melihat ke arah luar ke Jendela kaca pesawat.


"Alhamdulillah kita sudah sampai Sayang, oiya kamu sudah siap untuk turun?". tanya Amairah yang bertanya kepada putra semata wayangnya.

__ADS_1


"Axel sudah siap" jawab Axel sambil melompat dari atas kursi penumpang.


Amairah langsung menggapai tangan putranya dan berjalan beriringan ke pintu keluar pesawat. Amairah berjalan hati-hati karena dalam keadaan yang sedang hamil besar. Amairah menunggu Ojol yang akan mengantarnya hingga ke Hotel terlebih dahulu sebelum mencari makanan yang pas dengan lidahnya untuk mengisi perutnya yang sudah sedikit lapar.


Amairah memilih Ojol mobil karena kondisinya yang tidak mungkin memakai jasa Ojol motor.


"Maaf Bu kita akan ke Hotel xx yah?" tanya Pak Driver ojol tersebut untuk memastikan sesuai titik tempat yang akan dituju oleh Amairah.


"Benar sekali pak" jawab singkat Amairah yang sudah duduk di kursi belakang penumpang bersama dengan putranya.


Axel memandangi apa yang ada di jalan raya dan jika ada bangunan yang dia tidak mengerti dan tahu pasti akan bertanya kepada Momsnya ataupun kepada supir tersebut. Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di Lobby Hotel yang sudah dia sewa sebelumnya.


"Maaf ini kunci kamar hotel yang ibu Amairah pesan" ucap pegawai hotel tersebut setelah melihat bukti transaksi yang dilakukan oleh Amairah lewat online.


"Makasih banyak Mbak" ucap Amairah dan menyerahkan barang bawaannya kepada pegawai hotel tersebut.


Kebetulan kamar hotel yang pernah dia tempati saat itu kosong sehingga dia meminta khusus untuk kembali menyewa kamar tersebut dan hal itu disetujui oleh pegawai hotel dengan mudahnya tanpa ada perdebatan alot yang terjadi.


"Kamar ini lah yang menjadi tempat Aku waktu itu bersama dengan pria yang bukan suamiku, aku tidak ingin terpuruk dalam penyesalan atas keteledoran ku sendiri sehingga mengakibatkan lahirnya Axel tapi Aku bersyukur karena dari hal itu aku dikaruniai seorang anak kecil yang baik, pintar dan tampan".


Amairah membuka tirai penutup jendela kamar hotel tersebut dan tanpa sengaja melihat ada cincin yang tersematkan di jari manisnya. Amairah langsung mengarahkan jarinya ke wajahnya untuk memeriksa dan melihat detail cincin tersebut. Amairah pun memperhatikan dengan seksama cincin itu dan ingin melepas cincin tersebut untuk dia periksa jangan sampai ada sesuatu petunjuk yang bisa dia ketahui. Tetapi hal tersebut tidak berhasil bahkan cincinnya sulit untuk terlepas dari jari manisnya walaupun Amairah sudah memaksa untuk melepas cincin tersebut. Amairah pun sudah memakai handbody lotion dan sabun tapi hasilnya masih sama tidak berhasil sedikit pun.


*Bersambung*...


Fania Ucapkan Kepada semua Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir dan membaca Novel Receh FANIA 🙏🙏.


Jangan Bosan yah Kakak Readers untuk memberikan dukungan kalian kepada Cinta Yang Tulus karena Dukungan Kalian sangat lah berarti.


Maafkan jika sering Kakak Readers menemukan adanya kesalahan dalam pengetikan ✌️


Jangan Lupa untuk Like Setiap Episodenya 🙏.


A


Kalau ada yang punya Poin atau Koin lebih bolehlah kasih GIFT untuk CYT ✌️👌.


by fania mikaila Azzahrah


Makassar, 28 April 2022

__ADS_1


__ADS_2