Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 113. Air Mata Maya


__ADS_3

Selamat Membaca..


"I Swear i'll Love you in a different way"


"Aku bersumpah akan mencintaimu dengan cara yang berbeda"


Pesawat pribadi yang dipakai oleh Dion dan Maya telah berhasil mendarat dengan selamat di Bandara internasional Heathrow airport serial view London, UK, England. Perjalanan bisnis mereka kali ini adalah ke negara Ratu Elisabet. Keberangkatannya kali ini bukan hanya sekedar perjalanan bisnis semata, tapi Dion ingin melaksanakan acara pertunangannya bersama dengan Maya yang sudah dua kali gagal.



"Ya Allah mudahkanlah semua urusan dan pekerjaanku, dan semoga Maya bilang Yes untuk menikah denganku, amin ya rabbal alamin".


Maya dan Dion saling tarik ulur, Mereka sama-sama masih mendalami perasaan masing-masing sebelum memutuskan yang terbaik untuk kehidupan mereka.


Dion tanpa basa-basi langsung melenggang berjalan ke arah tangga tanpa memperdulikan Maya yang sedang sibuk dengan barang-barang bawaannya. Sedikit pun Dion tidak membantu Maya, padahal biasanya Dion akan selalu gercep untuk membantunya dalam segala hal, tapi kali ini Maya dibiarkan begitu saja, melirik pun tidak apa lagi untuk sekedar basa-basi saja.


"Dasar manusia batu, orang sudah kerepotan dengan barang-barang ini, tapi tega banget biarin aku yang ngurus semua ini, padahal kan biasanya dia yang selalu laju untuk menolongku, dia hanya sibuk dengan ponselnya, apa dia berubah karena kehadiran perempuan yang ada di hpnya yang sedari tadi dia temani chatingan?".



Maya kembali menampilkan wajah keselnya, dan sudah ngomel-ngomel gak jelas dan hanya Maya sendiri yang mampu mendengar jelas omelannya itu, karena volume suaranya yang begitu kecil, sehingga terdengar samar-samar hingga ke gendang telinga Dion.


Dion semakin merasa di atas angin saja, karena rencananya berhasil juga, walaupun Maya Erlene Kheysya belum mengungkapkan secara gamblang perasannya, tapi Dion sudah sedikit bisa tersenyum lega.


"Susahnya untuk bilang i love you mas Dion, Tapi aku akan menunggu waktu itu agar kamu berlari ke dalam pelukanku tanpa perintah dari siapapun".


Maya menghentakkan kakinya ke lantai di saat dirinya melewati Dion yang berjalan sambil menelpon, Dion malah sengaja mengecilkan sedikit suaranya dan lebih akrab dan lebih mendayu-dayu seakan-akan seseorang yang diam-diam menelpon dengan selingkuhannya.


Maya yang melewati Dion dengan berpura-pura berjalan melewatinya,tapi Maya dengan jeli memasang antena telinganya untuk mencuri dengar percakapan Dion dengan seseorng melalui ponselnya.


"Dasar buaya, dasar cowok keganjengan, apa sih maksudnya berbicara seperti itu di hadapanku, mesra banget lagi, pake Sayang-sayang segala"


Maya melewati Dion dan sengaja menabrakkan kopernya ke tubuh Dion, tujuannya agar Dion tidak melanjutkan perbincangannya.


"Maya! apaan sih Kamu, apa Kamu tidak lihat jalan ha!!, lihat jalan yang begitu lebar juga kenapa meski bisa menyenggol dan menginjak kakiku segala" tutur Dion yang sengaja berkata seperti itu dengan mimik wajah yang dibuat marah.


"Makanya kalau telponan itu jangan di jalan, kan akibatnya gitu, kalau mau bebas telponan nanti saja kalau sudah sampai di Rumah" jawab Maya yang tersenyum licik ke arah Dion.


"Yes berhasil, ayok keluarkan dan tunjukkan semua kemarahan yang mengganjal di hatimu gadisku".


Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah yang selalu menjadi bascamnya jika datang berkunjung ke London dengan tujuan urusan pekerjaan.


Maya sudah beristirahat sejenak di dalam kamarnya, sedangkan Dion berada di dalam ruangan yang dekat dari kamar Maya. Dion sengaja mengeraskan suaranya saat sedang berbicara dengan lawan bicaranya di telponnya.


"Gimana caranya mau tidur kalau gini, ya ampun suaranya kok semakin besar saja"


Maya sudah menutup ke dua telinganya dengan headset bahkan dengan bantal pun sudah, tapi suara Dion semakin terasa jelas besarnya hingga ke dalam kamarnya. Maya dengan jengkelnya menyibak selimutnya yang sudah siap untuk tidur malam, tapi terusik oleh kebisingan suara Dion.


"Aku akan merebut hp Kamu dan membantingnya ke lantai, biar tahu rasa, gimana gak enaknya terbakar api Cemburu uuppss salah, gimana kabarnya rasanya susah tidur gara-gara suara cemprengnya".


Maya berjalan ke arah luar kamarnya, dan melupakan jika dirinya hanya memakai tentop dan hotpants saja. Saking marahnya karena tidak bisa tidur dengan tenang dan nyaman.


Maya yang awalnya membuka lebar pintu itu dan ingin memaki-maki Dion, tapi langsung dibuat terkesima setelah mendengar suara merdu dari Dion sambil memainkan gitarnya.


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Akhirnya ku menemukanmu

__ADS_1


Saat raga ini ingin berlabuh


Ku berharap engkau lah


Jawaban segala risau hatiku


Dan biarkan diriku


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti ku sanding dirimu


Miliki aku dengan segala kelemahan ku


Jangan pernah letih tuk mencintaiku


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Akhirnya ku menemukanmu


Saat raga ini ingin berlabuh


Ku berharap engkau lah


Jawaban segala risau hatiku


Dan biarkan diriku


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti ku sanding dirimu


Miliki aku dengan segala kelemahan ku


Jangan pernah letih tuk mencintaiku


Maya terpaku dan terbawa suasana setelah menghayati lagu yang berhasil dibawakan oleh Dion.


"Ternyata Kamu romantis juga, so sweetnya, hati ini klepek-klepek bang mendengar suaramu itu".


Maya memegang dadanya yang tiba-tiba berdesir dan berdebar dengan kencang. Maya mematung mendengarkan nyanyian dari Dion. Lagu yang sempat dipopulerkan oleh band Naff berhasil menyihir Maya yang tanpa dia sadari langkahnya semakin mendekat ke arah Dion. Sedangkan Dion sedari tadi sudah mengetahui kedatangan Maya. Dan busana yang dipakai oleh Maya mampu membuat cenat cenut hati dan pikiran Dion sendiri.


Maya tanpa sadar langsung bertepuk tangan setelah Dion berhenti bernyanyi sambil memainkan gitarnya. Serasa berada di puncak gedung tertinggi, Maya Langsung dihempaskan ke dasar tanah dengan perkataan dari mulut Dion yang berhasil menohok perasaan Maya.


"Gimana sayang, apa Kamu suka dengan lagu yang kupersembahkan untukmu?, semoga kamu suka" ucap Dion.


Perkataan Dion itu membuat Maya mematung dan salah tingkah, karena sudah sangat yakin dan percaya diri kalau lagu itu dipersembahkan oleh Dion khusus untuknya. Tanpa Maya sadari air matanya menetes membasahi pipinya dan langsung berbalik dan berlari ke dalam kamarnya.


Maya menutup pintu kamarnya dengan sekuat tenaga. Dan tubuhnya luruh ke lantai di balik pintu kayu jati itu. Maya menangis tersedu-sedu.


"Kamu tega banget bang, kenapa kamu lakukan ini semua padaku, apa salahku bang? Dion aku mencintaimu, sangat mencintaimu".


Sayangnya ucapan dan teriakan itu tertutup oleh bantal sehingga Dion yang sedari tadi mengikuti langkah kakinya, tidak mendengar dengan dan jelas perkataan dari Maya.


"Ya elah ampun aku nih, kalau mereka masih seperti ini hubungannya, aku gak tanggung jawab yah Readers hehehehe".


"Bagaimana bang, apa berhasil rencana kita kali ini?" tanya adik bungsunya Dion yaitu Cheryl Vania Aiden perkasa.

__ADS_1


"Alhamdulillah rencana kita kali hampir saja membuat pertahanannya runtuh, tapi sayang masih belum mau jujur juga" ucap Dion Asher Tan perkasa.


"Jadi rencana kita ini berlanjut atau gimana bang?" yang Cheryl yang sedari tadi memandang Foto artis Thailand yang sekarang sedang digandrungi oleh remaja-remaja Indonesia.


"Tunggu aba-aba langsung dari Abang, kamu jangan pernah non aktifkan hp Kamu ok" ucap Dion.


"ok bang, udah dulu mau lanjut kerja tugas entar kena omelannya Mami lagi kalau tugas dari kampus gak kelar juga, assalamu alaikum Tut.. Tut.." ucap Cheryl.


"Waalaikum salam" jawab Dion.


Dion tersenyum sambil menciumi hpnya, karena kali ini sukses dan berjalan mulus rencananya.


"Andai kamu tahu, lagu itu aku persembahkan khusus untuk bidadari ku, Maya Erlene Keysha, tapi sayangnya untuk saat ini cukuplah Aku yang tahu".


Selama beberapa hari ini yang menjadi lawan bicara Dion untuk memanas-manasi Maya adalah adik bungsunya sendiri. Cheryl dengan senang hati membantu untuk menyukseskan program dan rencana kakak sulungnya itu.


Hp Maya sedari tadi berdering, tapi Maya sama sekali tidak menggubrisnya, bahkan masih asyik menangis tersedu-sedu dan duduk bersandar di balik pintu itu. Maya tidak tahu harus berbuat apa, hatinya mengatakan ingin bersama dengan Dion, tetapi kenyataannya dirinya sudah bertunangan dengan pria lain, bahkan sudah dua kali kabur dari acara pertunangannya, hanya alasan yang sepele, yaitu takut menghadapi malam pertama saja.


Maya dengan malas bangkit dari duduknya dan segera mengangkat telponnya itu.


"Assalamu alaikum Mi" ucap malas Maya.


"Waalaikum salam, Kamu kenapa sayang, kok suaranya serak dan Kamu loyo banget, ada apa putriku, kamu baik-baik saja kan sayang?" tanya Ibu Anne Husnah yang sudah memberondong pertanyaan putri tunggalnya itu.


"Alhamdulillah Maya baik-baik saja kok Mi, cuma Maya tadi ketiduran dan ini baru bangun" ucap Maya yang sengaja berbohong untuk menutupi keadaannya sekarang.


"Ohh gitu yah sayang, oiy kamu datang ke rumah besok malam, karena kami ingin mempertemukan Kamu dengan calon tunangan kamu yang selalu gagal itu" jelas maminya tersebut.


"Besok malam yah, insya Allah Maya akan datang" jawab Maya.


"jangan cuma bilang insya Allah Maya Erlene Keysha Prawita, ingat Mami tidak ingin tahu dan mendengar berbagai macam alasan dari bibirmu, Mami ingin pertunangan Kamu kali ini berhasil kalau tidak kamu, Mami akan membuat kamu akan menyesali seumur hidup keputusanmu itu" ucap Ibu Anne Husnah dengan tegas dan tidak ingin dibantah lagi.


Sambungan telpon pun terputus, Maya kembali menangis dan kali ini tangisannya semakin kencang saja.


"Aku tidak mampu dan tidak akan bisa menjalani pernikahan ini, jika aku harus menikah dengan pria lain, tapi aku tidak ingin membuat sedih dan menghancurkan harapan ke dua orang tuaku dan keluarga besarku,"


Dilema sedang melanda Maya, padahal hanya dia yang bodoh yang tidak pernah ada niat untuk bertanya kepada keluarga atau pun kepada orang tuanya, tentang foto calon tunangannya sekaligus calon suaminya itu.


Pasti Maya tidak akan perlu repot-repot untuk membuang waktunya hanya untuk menangisi hal yang tidak perlu dilakukan. Air mata yang terbuang percuma dan sia-sia belaka.


......................


MAKASIH BANYAK KEPADA SEMUA ALL READERS YG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGANNYA KEPADA CINTA YANG TULUS DALAM BENTUK APAPUN 🥰.


Kata-kata ini yang akan selalu FANIA Ucapkan sebagai bentuk terimakasiku 🙏.


Mohon maaf jika ada beberapa kesalahan atau typo dalam pengetikan ceritanya ✌️.


Jangan Lupa untuk selalu mendukung CYT, Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN.


Mampir juga dong di Novelku yg lain, Judulnya:


Bertahan Dalam Penantian dan


Tidak ada Jodoh Yang Tertukar, dalam novel ini ada beberapa dialog yang menggunakan bahasa Makassar.


...********Bersambung********...


by Fania Mikaila Azzahrah

__ADS_1


Makassar, Jum'at, 20 Mei 2022


__ADS_2