Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 81. Hanya Satu Yang Selamat


__ADS_3

Selamat Membaca..


"Maaf Saya datang terlambat soalnya Saya mampir ke rumah sebentar untuk menitipkan Axel putra Oak Martin kepada istri Saya yang kebetulan ada di rumah dan Saya mengambil keputusan tersebut tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan dari pak Martin Karena saya berfikir tidak baik mengajak Anak sekecil Axel berkunjung ke Rumah Sakit yang tentunya banyak penyakit yang bisa menggangu kesehatan anak-anak" tutur Pak Aril setelah berada di hadapan Martin.


"Makasih banyak Pak, Saya sangat bersyukur karena Bapak telah Sudi membantu Saya untuk menjaga Axel" ucap Martin yang senang karena masih ada orang yang bisa membantunya untuk menjaga putranya itu.


"Tidak masalah kok Pak Martin, kita sesama manusia kan harus saling tolong menolong lagian Amairah adalah sepupunya Istri saya" ucap Pak Aril yang membuat Martin melongok tidak percaya apa yang barusan di dengarnya.


Martin tidak percaya dengan apa yang barusan terdengar oleh telinganya dan menatap ke arah Pak Aril yang seolah-olah meminta penjelasan dari maksud perkataannya barusan. Pak Aril yang mengerti dengan maksud dari tatapan mata Martin pun hanya tersenyum.


"Kalau Pak Martin ingin tahu lebih jelasnya silahkan hubungi Pak Heri paman saya insya Allah beliau akan menjelaskan semuanya secara detail kepada Pak Martin" ucap Pak Aril.


Martin tidak menyangka jika ternyata rekan bisnisnya adalah salah satu anggota keluarga dari Istrinya Amairah.


Sedangkan di ruangan yang ada di belahan bumi lainnya, Seseorang yang awalnya duduk santai di kursi ruangan tamunya tiba-tiba langsung berdiri dan wajahnya sangat khawatir setelah mendapat informasi dan kabar terakhir tentang cucunya. Orang tersebut ingin segera ke Sana untuk mendampingi cucunya tapi itu tidak mungkin dia lakukan untuk saat ini.


"Jaga dan lindungilah cucu menantu dan cicitku ya Allah, Jangan biarkan terjadi sesuatu kepada mereka, jika ada apa-apanya maka Saya tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri".


Orang tersebut jalan mondar-mandir ke sana kemari seperti orang yang kebakaran jenggot saja. Bahkan orang tersebut sudah tidak memperdulikan imagenya di depan ARTnya karena sudah seperti orang linglung saja yang tidak tahu harus berbuat apa lagi.


Kondisi Amairah semakin parah dan sudah sedikit demam dan wajahnya semakin pucat pasi. Martin semakin khawatir dengan keadaan dan kondisi dari istrinya. Martin takut jika terjadi sesuatu kepada Amairah. Dan pastinya Martin akan sangat menyesal dengan apa yang telah dia lakukan karena gara-gara dirinya lah sehingga Amairah seperti sekarang ini.


"Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendu jika terjadi sesuatu kepada Amairah ya Allah, Aku mohon jaga dan lindungilah Amairah istriku".


Pintu ruangan operasi terbuka dan keluarlah dari sana salah satu perawat yang membantu dokter untuk menangani Amairah. Martin pun segera berdiri dan mendekati perawat tersebut untuk bertanya tentang keadaan istrinya.


"Maaf Sus apa yang terjadi dengan istri Saya?" tanya Martin yang masih Khawatir.


"Maafkan kami pak tapi kami tidak bisa menyelamatkan salah seorang dari putra bapak dan putri bapak pun dalam kondisi yang tidak baik, dan kami butuh donor darah tapi kebetulan donor darah yang sama seperti Ibu Amairah sedang kosong dan stoknya baru saja habis Pak" jelas Suster yang membuat langkah Martin mundur selangkah ke belakang.

__ADS_1


"Itu tidak mungkin dokter, pasti dokter salah?" ucap Martin yang tidak ingin menerima kenyataan yang ada.


Aril yang melihat hal tersebut segera berjalan ke arah Martin dan suster untuk membantu Martin.


"Kalau boleh tahu Sus, golongan darahnya Istri dari teman saya apa? sempat Saya bisa membantunya" tanya Aril.


"Golongan darahnya A Pak" jawab Suster tersebut.


"Kalau gitu Kami akan cari di luar dan segera membawa darah tersebut" ucap Aril yang kebetulan tahu Golongan darah Pamannya pak Heri dan kebetulan pak Heri ada di Lombok pagi tadi baru sampai karena ada kliennya di Lombok yang memintanya untuk datang. Aril pun segera menghubungi nomor handphone Pamannya agar segera datang ke rumah sakit sebelum terlambat. Tapi nomor hp oak Heri tidak aktif dan Aril segera terus mencoba untuk menghubungi nomor hp Pamannya, tapi hasilnya masih sama hanya operator yang menjawabnya.


"Maaf nomor yang anda hubungi sedang berada di luar jangkauan, tinggalkan pesan setelah nada bits berikut ini" jawaban operator seluler milik Pak Heri paman dari istrinya Alena.


"Ya Allah paman kok tumben nomor hpnya tidak aktif?, gak biasanya seperti ini" ucap Aril yang memandang hpnya dan tidak percaya.


"Ada informasi penting yang baru saya terima Pak, mereka sudah mencoba menghubungi nomor hp bapak tapi katanya mereka nomor bapak tidak aktif"


"Informasi apa yang kamu dapatkan?'.


"Apa yang kamu katakan? jangan sampai kamu salah?".


"Mereka tidak salah Pak dan mereka juga mengirimkan bukti-bukti kalau Nona Amairah sedang dioperasi dan butuh donor darah B". jelas asisten pribadinya.


"Putriku pasti baik-baik saja dan ayok kita segera ke Rumah sakit sebelum terlambat". ucap pria tersebut.


Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai ke rumah sakit dan berjalan terburu-buru ke arah ruangan operasi dan segera menghubungi orang yang bisa membantunya untuk mendonorkan darahnya sebelum terlambat dan putrinya semakin parah keadaannya.


"Lindungilah putriku dan calon bayinya Ya Allah, Aku tidak sanggup hidup lagi jika terjadi sesuatu kepada putriku".


Orang tersebut adalah tidak lain Pak Heri Tan Perkasa Ayu kandung dari Amairah. Kebetulan Pak Heri memiliki jadwal untuk bertemu dan meeting dengan kliennya yang memilih bertemu di Lombok sehingga Pak Heri pun tadi pagi berangkat ke Lombok. Dan sekarang pak Heri sudah berbaring di atas ranjang dan sudah terpasang di lengannya.

__ADS_1


Aril yang sedari tadi menghubungi nomor handphone Pamannya mendapatkan chat kalau Pamannya sudah berada di rumah sakit sedang mendonorkan darahnya. Suster segera berlari keruangan sebelah untuk mengambil kantong darah yang sudah terisi karena kondisi Amairah Semakin parah karena kehabisan stok darah. Sedangkan bayinya sudah berhasil diselamatkan walau pun dalam kondisi yang tidak baik karena belum waktunya harus dilahirkan ke dunia ini, karena belum saatnya untuk melahirkan, tapi karena kondisi Amairah yang mengharuskan untuk melahirkan anaknya secara prematur dan cesar. Usia kandungan Amairah baru berusia 8 bulan.


Bayi yang seharusnya lahir kembar, tapi karena adanya tekanan batin dan banyak pikiran dari Amairah sendiri sehingga membuat kondisi kehamilannya terganggu dan ketubannya pecah sebelum waktunya. Tapi sangat disayangkan salah satu bayi kembarnya yang berjenis kelamin laki-laki harus meninggal dunia. Martin sangat terpukul mendengar kabar tersebut dan sangat menyesali keputusannya selama ini yang tidak jujur kepada istrinya.


Martin berjalan ke arah ruangan tempat seseorang sedang mendonorkan darahnya, tapi Martin kembali dibuat terkejut setelah melihat siapa orang yang telah berjasa menolong anak dan istrinya. Amairah sudah selesai dioperasi tetapi Kondisi Amairah sekarang masih belum sadarkan diri dan masih koma.


"*Informasi apa yang kamu dapatkan?".


"Nona Muda Amairah sudah melahirkan Tuan Besar".


"Itu tidak mungkin, Kamu bilang tempo hari kalau usia kandungannya baru 8 bulan?".


"Nona Muda melahirkan dengan cara operasi sesar dan harus melahirkan bayinya dengan secara prematur Tuan besar".


"Anaknya perempuan atau laki-laki?".


"Anaknya kembar tapi sayangnya yang laki-laki harus meninggal dunia Tuan besar".


"Kalau gitu laksanakan rencana awal kita tapi ingat lakukan dengan sangat rapi jangan tinggalkan bukti apa pun kalau kita yang melakukan semua itu dan awasi terus mereka jangan sampai kalian lengah".


"Tapi tuan besar Ayah dari Nona Muda juga menerjunkan tim anak buahnya untuk menjaga Nona muda dan cicit tuan besar yang menggangu pergerakan kami".


"Lakukan yang terbaik dan ingat jangan buat mereka curiga dengan apa yang akan kita lakukan dan kalian akan mendapatkan jaminan kehidupan yang mewah seumur hidup kalian, jika kalian berhasil melakukan semuanya*".


Orang tersebut pun meninggalkan ruangan tersebut dan tersenyum licik ke arah anak buahnya.


...********Bersambung********...


Makasih banyak atas dukungan 🙏.

__ADS_1


Jangan Lupa untuk Masukan dan Sarannya Kakak Readers dan jangan lupa untuk membiasakan untuk menekan tombol Like, Favorit dan Rate Bintang 5 nya juga.


Makassar, 30 April 2022


__ADS_2