
Selamat Membaca..
Suasana kota Lombok siang hari itu cukup panas dan terbilang ramai. Mobil yang ditumpangi oleh Amairah dan Axel dari Bandara menuju hotel sudah terparkir rapi di depan lobby hotel. Amairah kemudian langsung mendapatkan kunci Kamar Hotel yang pernah sebelumnya Dia sewa sewaktu dirinya untuk pertama kali datang bersama mantan suaminya dan sepupunya dulu yaitu Adam dan Meeta.
"Alhamdulillah akhirnya sampai juga, semoga apa yang Aku cari bisa mendapat titik terang".
Amairah pun berjalan ke lift sambil menggandeng tangan kecil putranya. Amairah sangat berharap kedatangannya kali ini Dia mendapatkan hasil yang baik dan pria yang menjadi Ayah biologis Axel pun diketahui sosoknya.
Amairah membuka kunci kenop pintu kamar hotel tersebut dengan perasaan yang bercampur aduk antara takut, khawatir dan bimbang dengan hasil dari apa yang dia inginkan. Amairah diliputi rasa takut akan kecewa dengan hasil pencariannya tapi Amairah harus tetap melakukan hal tersebut agar segera mengetahui siapa sosok pria yang telah menanamkan benihnya di dalam rahimnya sehingga Axel pun hadir di Dunia ini. Tapi jika pria tersebut menuntut haknya sebagai Ayahnya pasti Amairah akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan putranya.
"Kamarnya sangat luas yah Moms, tapi kok ranjangnya cuma satu saja, jadi Axel tidurnya bareng sama Mommy yah?". tanya Axel.
"Tidak apa-apa kan sayang Kalau Axel tidur sama Mommy dulu" ucap Amairah agar putranya mau dan setuju dengan permintaan Amairah.
Biasanya mereka akan menyewa kamar yang Ranjangnya double tapi kamar hotel ini single.
Amairah meletakkan barang-barang bawaannya ke dalam lemari lalu berjalan ke arah jendela kamar untuk menarik tirai penutup jendela tersebut. Dan tanpa sengaja sudut matanya melihat cincin yang selama ini dua pakai dan melupakan keberadaan cincin tersebut. Amairah pun berniat untuk melepas cincin tersebut tetapi hal tersebut tidak berhasil karena cincin sudah terpasang sangat pas di jarinya.
Amairah pun mencari sabun dan hand body lotion yang katanya orang bisa mempermudah cincin tersebut untuk lepas dari jarinya. Tapi hasilnya masih sama dan tidak berhasil. Axel yang melihat Amairah langsung berjalan ke arah Mommy nya.
"Moms lagi pain kok naruh sabun mandi yang banyak ke tangan Mommy?". tanya Axel yang bingung dengan apa yang dilakukan oleh Amairah.
"Mommy ingin melepas cincin ini, tapi kok susah yah untuk lepas padahal Mommy sudah pakai sabun handbody juga tapi masih tidak mau" ucap Amairah yang heran padahal seingatnya cincin itu pernah terlepas saat dirinya mencuci tangannya dan terlepas hingga terjatuh ke lantai kamar mandi tapi sekarang kok gak bisa.
"Apa karena badanku yang tambah naik sehingga jariku bertambah besar juga yah?".
"Axel sini bantu Mommy sempat Axel bisa" ucap Axel yang wajahnya sudah serius seperti orang dewasa saja.
Axel pun membantu Mommynya dan menyuruh Amairah untuk duduk setelah itu Axel mencoba untuk menarik perlahan cincin tersebut agar tidak menyakiti jari Mommy nya. Axel pun menyerah karena cincin tersebut tidak goyang sedikit pun dari jari manis Amairah. Amairah memeluk tubuh putranya agar Axel tidak kecewa dengan apa yang dia lakukan karena tidak berhasil.
"Tidak apa-apa sayang akun kali kita coba lagi mungkin besok cincinnya akan lepas" ucap Amairah.
"Oke Moms" ucap Axel lalu membalas pelukan dari mommy nya.
"Gimana kalau kita ke luar jalan-jalan cari makanan sepertinya Dedenya lapar" ucap Amairah sambil mengelus perut buncitnya.
"Dede lapar yah Moms, kasihan Dede Moms, kalau gitu yuk Moms kita cari makanan yang paling enak" ucap Axel yang sudah bersiap untuk berangkat mencari restoran.
Amairah akan memulai pencariannya setelah dia makan dan sudah teringat dengan sejarah cincin yang sudah lama dia pakai. Amairah kembali memesan Ojol untuk mengantarnya ke Restoran yang terkenal masakannya lezat, enak, bersih dan murah meriah.
"Bukannya cincin ini berada di samping bantalku waktu itu yah dan terbungkus rapi di dalam sebuah kotak buludru warna biru muda dan sepertinya kotak itu ada di dalam laci lemari ku, Aku harus menelpon Mbak Marni".
__ADS_1
Amairah langsung merogoh hpnya yang ada di dalam tasnya. Amairah lalu mencari nomor hp Mbak Marni dan langsung menelponnya. Beberapa kali Amairah mencoba tapi tidak diangkat oleh Mbak Marni. Lalu Amairah mencoba untuk menghubungi nomor hpnya Mbak Wati. Dan cukup sekali saja telponnya berhasil tersambung.
"assalamu alaikum Mbak" ucap salam Amairah.
"Waalaikum salam Bu, gimana kabarnya Bu apa ibu dan Axel baik-baik saja?." tanya Mbak Wati.
"Alhamdulillah kami baik-baik saja, oiya Mbak apa Saya bisa minta tolong?" tanya Amairah.
"Boleh kok Bu, kayak saya ini Orang lain saja" ucap Mbak Wati sambil tersenyum.
"Mbak Tolong masuk ke dalam kamarku dan tolong periksa laci lemari ku apa ada Kotak buludru yang berwarna biru muda? tolong Sekarang yah Mbak" perintah Amairah yang tidak sabar untuk menunggu.
"Baik bu, perintah siap dilaksanakan" ucap Mbak Wati yang seperti seorang prajurit saja.
Tidak butuh waktu lama, Mbak Wati pun sudah menemukan kotak yang dimaksud oleh Amairah.
"Alhamdulillah mbak sudah mendapatkan kotak tersebut terus kotaknya mau diapakan Bu?" tanya Mbak Wati.
"Tolong Mbak foto semua sisi Kotak tersebut hingga bagian terdalamnya" titah Amairah.
Mbak Wati pun melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Amairah bahkan menvideo kotak tersebut agar lebih jelas dan nampak dimatanya Amairah.
"Makasih banyak yah Mbak, Aku titip salam sama Mbak Marni yah dan jaga rumah, oiya kalau bahan dapur dan lainnya habis Mbak pergi belanja yah entar aku transfer uang untuk mbak" ucap Amairah sebelum menutup sambungan telponnya.
"Makasih Mbak, insya Allah yah" ucap Amairah yang belum sempat mematikan telponnya karena Mbak Wati masih berbicara.
Amairah segera memeriksa Kotak tersebut yang sudah ada di dalam galeri fotonya.
"Ini kan termasuk cincin yang khusus dibuat oleh seseorang dan harganya lumayan fantastis dan pastinya sangat mahal".
Amairah lalu mencari informasi toko tempat cincin itu dibuat melalui Mbah Google dan tidak butuh waktu lama semua tentang informasi cincin tersebut sudah berada di dalam genggaman Amairah. Amairah pun mengambil nomor hp toko tersebut.
Beberapa saat kemudian, Mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di depan Resto yang akan Amairah datangi.
"Makasih banyak yah pak" ucap Amairah setelah berhasil menginjakkan kakinya tepat di depan Resto tersebut.
Mereka berjalan ke arah pintu masuk dan melihat ke sekeliling apa masih ada kursi yang kosong.
"Selamat Datang Bu, silahkan masuk dan ada yang bisa kami bantu?" tanya pegawai Restoran tersebut yang berdiri di dekat pintu masuk untuk menyambut ssmu tamu yang datang.
"Saya mencari tempat duduk yang nyaman dan cocok dengan putra saya" ucap Amairah.
__ADS_1
"Kalau gitu silahkan ikuti saya Bu" ucap Pegawai tersebut bername tag Asmirah.
Amairah mengikuti langkah kaki pegawai tersebut hingga ke depan meja.
"Silahkan Bu dan tunggu teman kami akan membawa membantu Bu" ucap pegawai tersebut sebelum meninggalkan Amairah bersama Axel.
"Silahkan iBu memilih dan ini daftar menu makanan yang bisa Ibu pilih" ucap Pelayan tersebut sambil menyodorkan daftar menu kehadapan Amairah.
Tidak butuh waktu lama makanan yang dipesan oleh Amairah pun sudah tersaji di atas meja. Semua makanan yang ada adalah makanan khas Lombok yang membuat selera makan Axel dan Amairah langsung meningkat hanya melihat dan mencium aromanya saja sudah ketahuan kelezatannya.
"Makanannya enak yah Mommy Axel sangat suka" ucap Axel setelah menghabiskan makanannya.
"Alhamdulillah kalau Axel suka" ucap Amairah yang bahagia karena putranya termasuk anak yang tidak pilih-pilih makanan yang penting mengenyangkan perut, bersih dan sehat pasti Axel suka.
"Kalau gitu kita pulang yah Moms, Axel sudah ngantuk" ucap Axel sambil menguap.
"Tunggu Mommy di sini yah jangan ke mana-mana, Mommy mau bayar billnya dulu" ucap Amairah sambil menunjukkan bill makanan yang mereka pesan tadi.
"Siap Mommy tapi jangan lama lama yah" ucap Axel.
Amairah pun berjalan ke arah kasir dan membayar sejumlah uang kepada kasir tersebut. Sambil menunggu kasir tersebut menyelesaikan pekerjaannya, Amairah juga memesan Ojol lagi.
"Ayok kita pulang nak" ucap Amairah yang sudah berdiri di hadapan putranya.
Mereka pun sudah berada di dalam mobil dan akan menuju hotel. Tidak lama kemudian mereka sudah sampai dan Amairah meminta tolong kepada pegawai hotel untuk menggendong putranya yang tertidur pulas di dalam mobil.
"Makasih banyak Mas dan ini sedikit tips untuk Mas" ucap Amairah sambil menyodorkan uang merah beberapa lembar ke dalam tangan Mas Tersebut.
"Makasih banyak Bu" ucap OB tersebut dan merasa bahagia atas pemberian dari Amairah.
Amairah lalu membersihkan seluruh tubuh putranya dan mengganti pakaiannya Axel dengan pakaian tidur dan menyelimuti putranya. Setelah memeriksa keadaan putranya Amairah lalu mengambil hpnya lalu menelpon nomor Toko perhiasan tersebut. Setelah berbincang-bincang beberapa saat dengan pegawai toko perhiasan tersebut dan Amairah memohon agar dia dibantu oleh pegawai itu. Amairah pun mematikan telponnya. Dan langsung memeriksa hpnya dan sungguh mencengangkan apa yang ada di dalam chat dari pegawai toko tersebut. Amairah terduduk di ranjangnya dan tidak menyangka apa yang dilihatnya.
...********Bersambung********...
Makasih Banyak atas Dukungannya Kakak Readers 🙏.
Maaf jika Typo bertebaran ✌️🙏.
Sambil menunggu Updatenya Cinta Yang Tulus Kakak juga bisa singgah di Novelku Yang Judulnya Bertahan Dalam Penantian 🙏
by Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, 28 April 2022