Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 35. Tragedi SalMa


__ADS_3

Selamat Membaca..


Dengan berat hati Amairah melangkahkan kakinya menuju Bandara dan akan bertolak ke Ibu kota Indonesia yaitu Jakarta. Amairah masih trauma dengan perlakuan Adam mantan suaminya beserta keluarga angkatnya. Amairah tidak dendam tetapi masih mengingat peristiwa dimana dirinya ditalak dan diusir. Bahkan keluarganya yang Amairah sudah anggap seperti keluarga sendiri ternyata hanya kedok dan baik diluar saja yang terpaksa menerima Amairah menjadi anggota keluarga mereka. Memaafkan sangatlah mudah tetapi untuk melupakan itu yang sangat sulit.


Amairah, baby Axel dan duo baby sitter Baby Axel sudah duduk cantik dan manis di dalam pesawat yang sudah perlahan meninggalkan kota S dan menuju kota Jakarta tempat kelahiran dan tempat Amairah dibesarkan. Tempat yang menyimpan sejuta asa dan lara. Tempat yang akan seumur hidup Amairah ingat dan tidak mungkin Amairah lupakan. Dan sekaligus akan menjadi tempat hidup dengan masa depannya.


Amairah berangkat Siang dan sampai ke Bandara internasional Soekarno Hatta sore harinya. Udara yang cukup panas sudah menyambut kedatangan Amairah dan keluarga kecilnya. Amairah merentangkan kedua tangannya setelah berhasil turun dari Pesawat.


"Setelah Tiga tahun lamanya Aku akhirnya kembali lagi ke Sini" ucap Amairah.


"Wellcome Jakarta." ucap Baby Axel yang mengikuti tingkah laku Mommy nya yang ikut juga merentangkan kedua tangannya.


Sedangkan Mbak Wati dan Mbak Mirna pun ikut menirukan gaya Amairah menurut keduanya hal itu adalah kebiasaan dari orang lain yang datang pertama kali ke Jakarta dan sudah menjadi ritual masyarakat itu tanggapan dari Mbak Mirna dan Mbak Wati. Sedangkan Amairah tidak bisa menahan tawanya setelah mengetahui kalau apa yang dia lakukan ternyata diikuti oleh ke dua baby sitter nya.


"Mbak apa sih yang kalian lakukan? lihat sana orang-orang menatap kalian aneh" ucap Amairah.


"Aneh gimana Bu, apa yang aku lakukan kan kebiasaan dari orang-orang yang datang pertama kali ke Jakarta" jawab Mbak Marni dengan pedenya.


"Betul tuh apa yang dikatakan Marni Bu, kami hanya mengikuti ritual dan kebiasaan masyarakat Indonesia yang pertama kali menginjakkan kakinya di Ibu kota negara tercinta kita" timpal Mbak Wati yang tidak mau kalah dari mbak Marni.


Amairah langsung terbahak-bahak melihat tingkah konyol mereka yang diluar dugaan. Amairah tidak bisa menahan air matanya saking kuatnya tertawa.


"Ya Allah, aku itu cuma sengaja melakukan hal tersebut karena telah lama aku tidak pernah lagi menghirup udara segar di Ibu kota dan itu bukanlah kebiasaan atau pun ritual dari semua orang yang datang" jelas Amairah.


Mbak Marni dan Mbak Wati ikut tertawa menertawai diri mereka sendiri yang malu-malu kucing karena baru menyadari kalau sedari tadi mereka jadi bahan tontonan gratis dari seluruh orang yang ada di dekat mereka.


"Ayok ikut aku kita cari supir pribadi yang dikirim oleh sahabatku" ucap Amairah yang sudah berlalu dari hadapan mereka dan berjalan cepat ke arah pintu keluar.


Beberapa saat mereka sudah berdiri dipinggir jalan depan pintu masuk Bandara sambil menunggu jemputan mereka yang akan langsung membawa mereka ke hotel. Tiba-tiba Amairah ingin buang air kecil sehingga meminta ijin kepada Mbak Wati.


"Mbak Wati tolong jagain Baby Axel yah, Aku ingin kebelakang sebentar saja" ucap Amairah.


"Iya Bu, hati-hati" ucap Mbak Wati.


Amairah terburu-buru berjalan karena sudah kebelet ingin buang air kecil. Sehingga Amairah tidak memperhatikan baik tulisan yang ada di atas toilet umum. Amairah berjalan cepat ke arah pintu dan betapa kagetnya melihat ada seorang laki-laki yang ada di dalam Toilet tersebut.


"Maaf sepertinya Anda salah masuk pak ini, bukan toilet laki-laki loh" ucap Amairah yang menegur pria tersebut.


pria tersebut hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Amairah yang menertawai kekeliruan Amairah.


"Jadi Saya mohon bapak keluar dari sini segera" ucap Amairah yang tidak kuasa untuk menahannya lagi sambil menangkupkan ke dua tangannya didepan dadanya.


"Maaf sepertinya Anda yang salah dan keliru karena ini toilet khusus pria bukan wanita" ucap pria tersebut yang sudah membersihkan tangannya.

__ADS_1


"Waduh anda yang salah malah menyalahkan aku, jelas-jelas anda yang Salma" ucap Amairah yang ngotot dan tidak mau mengalah.


"Salma yah nama kamu" ucap Pria itu


Amairah tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban dari Pria tersebut dan perlahan-lahan perasannya yang ingin buang air kecil langsung menghilang.


"Maaf Salma itu adalah singkatan dari Salah Masuk" ucap Amairah yang tersenyum manis ke arah pria tersebut.


"Cantik" ucap singkat pria tersebut dengan nada suara yang sangat pelan bahkan hanya seperti orang yang bisik-bisik tetapi Amairah masih bisa menangkap perkataan dari pria tersebut.


"Maaf anda bicara apa tadi??." tanya Amairah.


"Aku tidak bicara apa pun, mungkin telingamu yang bermasalah Salma" ucap Pria tersebut yang tersenyum penuh arti ketika melihat senyuman manis dari Amairah.


"Maaf namaku bukan Salma Ok" ucap Amairah yang sudah mulai jengkel dengan sikap pria tampan yang ada di depannya.


"Terus nama kamu siapa cantik" ucap Pria tersebut yang penasaran dengan namanya Amairah yang ingin mengetahui lebih jauh tentang Amairah sehingga menggunakan taktik berpura-pura jadi cowok yang nakal.


"Intinya namaku bukan Salma titik" ucap Amairah yang sudah terlanjur jengah dengan sikap pria tersebut.


"Kalau bukan Salma terus siapa??." tanya orang tersebut yang memajukan langkah kakinya ke arah depan Amairah.


Sedangkan Amairah memundurkan langkahnya kebelakang karena takut jika pria tersebut mendekati Amairah dan akan berbuat jahat.


"Kalau kamu tidak ingin mengatakan kepadaku siapa namamu aku akan melakukan sesuatu" ucap pria tersebut yang sengaja merubah mimik wajahnya seperti pria hidung belang.


Karena terdesak akhirnya Amairah pun jujur dan mengatakan namanya.


"Namaku Amairah" teriak Amairah yang takut diapa-apain jika tidak jujur dan sudah menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Apa sih yang ada dipikiran kamu, kenapa meski kamu tutup wajahmu itu? lagian aku bukan penjahat kok" ucap orang tersebut yang tersenyum licik setelah melihat reaksi dari Amairah yang menurutnya berlebihan.


Amairah perlahan membuka mata indahnya dan melepaskan ke dua tangannya di depan wajahnya. sedangkan pria tersebut langsung membisikkan kata-kata.


"Nama yang cantik sesuai orangnya" ucap pria tersebut dan langsung menunjuk tulisan toilet pria tersebut dan berlalu dari hadapan Amairah yang terus tertawa.


Amairah baru menyadari kalau dirinya salah masuk dan kena jebakan agar dirinya Jujur menyebutkan siapa namanya. Amairah langsung berlari ke arah luar dan mencari pintu toilet khusus wanita. Amairah tidak henti-hentinya tersenyum menertawai dirinya yang bodoh saking kebeletnya ingin pup.


Amairah kembali ke tempat parkiran karena baru tersadar jika dirinya sudah lama ditunggu kehadirannya oleh anaknya dan ke Dua antek-anteknya.


"Maafkan moms yah Nak tadi moms salah masuk toilet dan banyak orang yang antri juga" ucap Amairah setelah dirinya berada di dalam mobil.


Mobil pun sudah meninggalkan parkiran Bandara dan menuju Hotel bintang Lima yang sudah dia pesan sebelum datang ke Jakarta. Baby Axel sudah kembali tertidur lelaps didalam pangkuan ibunya. Amairah tersenyum ketika mengingat kejadian tadi.

__ADS_1


"Cakep tapi sayang licik dan jahil" ucap Amairah tanggapan prtama kali saat dirinya bertemu dengan pria asing yang membuat dirinya tak henti tersenyum.


Mobil yang membawa mereka sudah berada di depan Hotel Farmont Jakarta.



Amairah menggendong putranya yang sudah tertidur di dalam gendongannya. Mbak Marni dan Mbak Wati tak henti-hentinya mengangumi bangunan hotel tersebut. Maklum lah ini yang pertama kalinya mereka masuk ke hotel yang mahal dan mewah.


Amairah memesan dua kamar hotel yang satu untuk dirinya dan anaknya sedangkan untuk Mbak Wati dan Mbak Mirna mereka satu kamar karena mereka yang meminta untuk satu kamar saja padahal Amairah sudah Ingin memesan tiga kamar hotel untuk mereka.


Amairah menidurkan putra semata wayangnya di atas ranjang king size milik hotel.



Amairah duduk di ujung Ranjangnya dan kembali teringat kejadian beberapa tahun silam yang membuatnya harus diceraikan oleh suaminya dan diusir dengan tidak terhormat oleh keluarga angkatnya. Air matanya kembali tumpah membasahi pipinya.


"Ya Allah apa kah ayah dari anakku masih hidup dan apa kah Dia menyadari kehadiran Axel ke dunia?." tanya Amairah sambil menatap pemandangan kota Jakarta di malam hari.


Matanya Amairah menatap indahnya Bintang dan seakan-akan Amairah ingin meraih bintang tersebut dan tanpa sengaja melihat cincin emas yang sangat indah dan cocok dijari manisnya. Amairah kembali teringat dengan kisah dan sejarah sewaktu dirinya mendapatkan cincin tersebut. Air matanya kembali menetes dan kembali sesegukan. Amairah ingin melepas cincin tersebut tetapi tidak bisa bahkan sangat susah untuk melakukan hal itu. Selama ini dirinya lupa kalau dia memakai cincin yang bukan miliknya seingatnya selama 3 tahun adalah cincin emas itu dirinya yang membeli.


Lampu kelap kelip menghiasai Kota Jakarta, hilir mudik berbagai macam kendaraan pun menambah semakin ramai suasana malam itu. Amairah kembali teringat dengan Pria yang sempat dia temui di Bandara. Amairah kembali tersenyum manis.


Sedangkan di dalam Apartemen yang lumayan besar dan megah itu ada seseorang yang sedang berdiri di balkon kamarnya.


"Nikita sudah lebih tiga tahun kamu menghancurkan hidupku tetapi kenapa hati ini belum bisa melupakanmu, apa Aku tidak bisa Bahagia dengan wanita lain" ucap Martin Muhammad Al Ayyubi Lee.


Martin kembali ke dalam kamarnya untuk mengambil beberapa minuman kaleng yang rendah alkohol. Tetapi tanpa sengaja Martin menjatuhkan sebuah benda dari dalam lemari penyimpanan minumannya. Martin kaget dengan benda tersebut karena seingatnya dia tidak memiliki benda tersebut dan juga tidak membelikan seseorang kalung. Martin langsung memungut benda itu yang terjatuh pas di atas sepatunya.


"Apa ini kalung milik Nikita yah, tapi seingat Aku Nikita tidak pernah memakai kalung model seperti ini Lagian ini kalung modelnya seperti kalung antik yang sudah puluhan tahun?." tanya Martin pada dirinya sendiri yang mengangkat kalung tersebut sejajar dengan wajahnya.


Martin kemudian memutuskan untuk memakai kalung tersebut dan tanpa banyak fikir lagi lalu langsung memakaikan ke lehernya dan benda itu sudah terpasang indah. Karena semakin Martin berfikir Siapa pemilik kalung itu dirinya akan semakin pusing saja ditambah dengan pengaruh minuman yang dia minum walau pun low alkohol tapi tetap ada efeknya.


Bersambung...


Typo mohon untuk memaklumi yah Readers 🙏


Makasih banyak atas dukungannya kepada Cinta Yang Tulus🙏


Tetap dukung CYT Yah ✌️🙏.


By Fania Mikaila AzZahrah dg Sayang


Makassar, 06 April 2022.

__ADS_1


__ADS_2