Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 75. Ketakutan VS Kejujuran


__ADS_3

Selamat Membaca..


Amairah terlelap dalam tidurnya hingga menjelang magrib. Setelah magrib barulah terbangun dari tidurnya. Tapi Amairah kaget bukan main, karena tiba-tiba ada tangan yang berada di atas perut buncitnya. Amairah ingin berteriak tapi tidak jadi karena dia menolehkan kepalanya ke arah tangan besar yang memeluknya dari samping.


Amairah langsung tersenyum manis ke arah Martin yang juga terlelap dalam tidurnya sedangkan Axel berada di ranjang yang ada di sebelah mereka. Amairah memesan kamar yang double tempat tidurnya. Sehingga Axel bisa tidur tenang tanpa gangguan dari orang lain.


Amairah menatap lekat wajah damai Suaminya yang sedang tertidur. Amairah menyentuh wajah Martin mulai dari rambut, alis, hidung, pipi dan terakhir adalah bibir Seksi milik Martin yang membuat Amairah merasakan sesuatu, ada yang aneh dalam dirinya yang meminta hal yang lebih dari Martin. Martin sebenarnya sedari tadi sudah terbangun dari tidurnya saat Amairah menyentuh bibirnya, tapi Martin berpura-pura masih tertidur. Martin menikmati sentuhan dari suaminya.


"Kalau menginginkan sesuatu dari bibirku kenapa harus nunggu lama dan banyak pikir" ucap Martin yang tersenyum manis ke arah Amairah.


Sedangkan Amairah yang kepergok sedang menyentuh bagian tubuh Martin sangat malu karena kedapatan sedang berfikiran yang tidak-tidak sambil menyentuh bibir Martin. Wajah Amairah semakin memerah dan sudah seperti buah tangan tomat yang sangat merah dan sudah siap dipanen.


"Kamu menginginkan ini kan?" tanya Martin tapi langsung main nyosor saja ke arah bibir Amairah.


Amairah yang mendapatkan serangan yang secara tiba-tiba hanya mampu memejamkan matanya dan menikmati semua sentuhan yang dilakukan oleh Martin.


"Ijinkan Daddy bertemu dengan Dede yah sayang" ucap Martin yang sudah berkabut menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar sentuhan dari bib*** dengan suara yang sangat sensual bahkan terkesan sangat bergairah dan penuh sensual.


Amairah menganggukkan kepalanya dan langsung menundukkan kepalanya tanda dia setuju dengan keinginan Martin.


"Tapi Mas gimana kalau Axel bangun dan lihat kita?" tanya Amairah yang teringat dengan putranya yang tertidur.


"Kalau kita nunda lagi bisa-bisa Axel terbangun dari tidurnya makanya buruan yuk sayang" ucap Martin yang matanya sudah berbinar menandakan Dia sudah menginginkan hal itu.


"Tapi lakuinnya pelan-pelan yah Mas aku takut" ucap Amairah yang khawatir jika mereka main bercocok tanam membuat Bayinya terganggu di dalam sana.


"Kamu tidak usah khawatir Mas pasti akan sangat hati-hati jadi Kamu diam saja biarkanlah Mas yang bekerja" ucap Martin sudah tidak sabaran lagi.


Dan malam yang baru datang menjadi saksi bisu penyatuan mereka. Martin yang sudah berapa bulan menahan segalanya bahkan sudah seringnya berpuasa membuat dirinya tidak puas hanya sekali saja bahkan mereka bercocok tanam hingga jam sembilan malam sedangkan Axel sama sekali tidak terusik dengan apa yang dilakukan oleh ke Dua orang tuanya. Martin pun berbaring di dekatnya Amairah setelah mereka berolah raga malam sambil bercocok tanam dan mereka sudah membersihkan tubuh mereka masing-masing.


"Amairah Mas ingin bicara sesuatu yang cukup penting" ucap Martin sambil mengelus rambut panjang Istrinya dan Amairah yang masih memeluk tubuh setengah polos milik suaminya. Amairah merasakan ketenangan saat Dia memeluk tubuh Martin.


"Mas ingin berbicara apa? dan tidak usah sungkan untuk berbicara sama Amairah" Ucap Amairah yang mengelus dada bidang suaminya entah kenapa perasaan Amairah sangat tenang jika menyentuh bagian tubuh suaminya. Calon jabang bayinya pun tenang dan tidak lagi kram selama Martin ada di dekatnya.

__ADS_1


"Tapi Mas siap menerima apa pun yang akan kamu lakukan karena mas tidak ingin menyimpan dan memendam rahasia ini, Mas juga tidak ingin Readers setianya CYT marah dan ngomel-ngomel" jelas Martin.


"Kalau itu menurut Mas yang terbaik maka katakan saja dan Amairah siap mendengarkan semua perkataan Mas dan Amairah tidak akan menyangkalnya" ucap Amairah yang perasaannya sudah kepikiran yang aneh saja dan tidak seperti biasanya.


"Apa kamu pernah ke Lombok?" tanya Martin.


Amairah sebelum menjawab pertanyaan dari Martin Amairah berfikir sejenak dan sebenarnya sudah tidak ingin membahas tentang semua yang terjadi dengan dirinya hingga memiliki Seorang putra yang pintar, lucu


"Amairah pernah ke sana satu kali dan Waktu itu Amairah sedang honey moon dengan mas Adam mantan suaminya Amairah" jelas Amairah yang memperhatikan mimik wajah Martin yang datar tanpa ekspresi dan Amairah mengira Martin akan marah.


"Bisa kamu jelaskan apa saja yang kamu lakukan di sana, itu pun kalau kamu tidak keberatan" ucap Martin yang ingin mengetahui apa kah benar Amairah adalah perempuan malam itu walau pun Martin sudah mendapatkan bukti yang sangat jelas dan otentik dan detektif Conan yang Dia sewa, Martin menginginkan dia mendengar langsung dari mulut istrinya dan ingin memastikan bahwa Axel itu anaknya atau bukan.


"Baiklah Amairah juga tidak ingin terus menyembunyikan atau pun merahasiakan kebenarannya dari Mas, dan Amairah mohon jangan pernah untuk berubah atau pun berniat untuk ninggalin Amairah jika Saya sudah berkata jujur" jelas Amairah lagi.


"Apa yang akan kamu katakan, Mas akan menerima semua kenyataan itu dan Mas berharap Amairah bisa juga terbuka dengan apa yang terjadi di Lombok dulu" ucap Martin.


Amairah pun mulai bercerita dari awal mulai dia naik pesawat yang tiba-tiba menabrak tubuh seseorang hingga Dia menolong seseorang yang sedang mabuk berat. Hingga karena keteledorannya yang membuat seseorang yang tidak dia kenal masuk ke dalam kamarnya dan mereka melakukan hubungan suami istri yang terlarang.


Martin akhirnya sudah yakin dan percaya dengan apa yang dikatakan oleh Amairah Seperti halnya dengan apa yang dikatakan oleh detektif swasta tersebut. Bahkan Amairah menceritakan semua tentang


Martin bingung harus berbicara dari mana dan takut jika Amairah marah dan pergi mengjauh dari hidupnya Martin*.


"Alhamdulillah ternyata kamu adalah perempuan yang bersama mas malam itu, mas kira itu orang lain, padahal mas sudah takut jika perempuan itu adalah perempuan lain" ucap Martin tapi perkataan itu hanya sekedar seperti angin lalu saja karena ternyata Amairah ketiduran di dalam pelukannya. Martin terlalu lama berperang dengan pemikirannya sendiri dan pas Martin mengucapkan semua kejujuran dan kebenaran itu Amairah sudah mendengkur halus di dalam pelukannya.


Martin hanya tertawa hambar dan berfikir kenapa susah sekali untuk mengucapkan kebenaran itu. Padahal Martin dari awal sejak kedatangannya ke Hotel DA adalah untuk mengungkapkan semuanya apa pun yang terjadi dan resikonya Martin sudah siap untuk menanggungnya. Martin sudah menjelaskan semuanya panjang lebar tapi sayangnya Amairah tidak mendengar apa pun yang dikatakan oleh Martin karena Amairah keburu ketiduran karena kelelahan setelah melakukan aktivitas bercocok tanamnya.


Hingga Martin memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya dan menutup matanya perlahan hingga Martin pun sudah menutup matanya perlahan dan terlelap dalam tidurnya menuju mimpi indahnya dan mengikuti jejak Amairah yang tertidur terlebih dahulu.


Pagi pun menyingsing, Sinar Matahari sudah menyinari seluruh jagad raya. Sang Dewi Malam pun sudah kembali ke peraduannya digantikan oleh sang Raja Siang. Kesibukan di pusat kota J seakan-akan tidak ada habisnya hingga pagi hari menjelang. Lalu lalang dari berbagai jenis kendaraan telah memadati jalan raya.


Sedangkan di dalam kamar Hotel, ada sepasang sejoli pasutri yang masih asyik saling berpelukan di dalam selimut tebalnya. Mereka berpelukan seakan-akan mereka takut terpisah dari hidup masing-masing. Sedangkan putra sulung mereka sudah asyik main game melalui tabnya.


Martin segera bangun dan dengan perlahan menurunkan tangan Amairah dari tubuhnya yang sedari tadi melingkar di pinggangnya. Martin bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena Martin melirik jam di dinding kamar hotel sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Martin pun buru-buru untuk bersiap dan berangkat kerja. Hingga Martin selesai mandi, Amairah belum juga bangun.

__ADS_1


"Tolong bawakan Aku satu set pakaian tapi yang biasa saja jangan pakaian yang bermerk atau pun mahal".


Itu isi pesan Chat yang dikirim Martin ke HPnya Dion. Hanya dalam waktu beberapa menit saja, Dion sudah berdiri di depan pintu Kamar Hotel DA yang disewa oleh Amairah.


"Gak usah masuk kamu di luar saja, Amairah sedang tertidur pulas nanti kedatangan kamu menggangu tidur istri dan anakku" ucap Martin yang mencegah Dion untuk masuk padahal kepala Dion sudah menyembul masuk sebagian ke dalam kamar.


"Kamu takut amat sih aku masuk, emangnya apa yang kalian lakukan dan kamu seperti ada yang ditutupi deh" ucap Dion yang terus mendesak Martin agar dirinya bisa masuk tapi usahanya Dion sia-sia saja karena Martin langsung menutup pintunya dari dalam dengan sekuat tenaga dan langsung mengunci rapat pintu tersebut.


Dion hanya tersenyum melihat tingkah laku Bosnya sekaligus suami dari kakak sepupunya itu.


"Gak mungkin lah aku rebut istrimu dia itu sepupuku dan lagian aku juga sudah punya tunangan"


Dion pun menunggu Martin selesai berpakaian karena kemarin sore Dion lah yang mengantar Martin hingga ke Hotel padahal Martin memiliki banyak mobil yang bisa dua Pilih untuk dipakai ke hotel ini tapi Martin lagi-lagi belum siap untuk mengutarakan siapa dia sebenarnya.


Martin segera berpakaian dan tidak lupa bercermin untuk memeriksa detail penampilannya. Martin tipe cowok yang memakai pakaian apa pun pasti tetap ganteng, cakep, tampan dan pastinya gagah. Martin tipe cowok yang Selalu menjadi incaran dan rebutan para wanita yang haus akan kepuasan dan belaian. Tapi Martin punya prinsip hanya satu perempuan yang ada di dalam hatinya sekarang yaitu Amairah istrinya tercinta.


Martin sudah siap berangkat ke Kantor tapi Amairah baru saja membuka kelopak matanya dan langsung tersenyum ke arah Martin. Martin pun membalas senyuman Istrinya dan langsung bergegas ke arah ranjang king size-nya hotel untuk mencium kening istrinya dan berpamitan.


"Maaf kan Mas yah, mas tidak bisa berlama-lama bersama kamu, soalnya mas sangat sibuk dan akhir-akhir ini Mas sangat banyak pekerjaan" ucap Martin.


"Amairah mengerti kok sayang, Mas yang hati-hati yah dan jangan lupa makan dan istirahat yang cukup" ucap Amairah sambil meraih tangan suaminya untuk dia cium. Sedang Axel masih tertidur walaupun Daddy-nya sudah berangkat lagi ke kantornya.


"Apa kah semalam aku hanya bermimpi yah Allah, dan di dalam mimpiku itu Aku mendengar samar-samar kalau ternyata pria itu yang bersamaku di Hotel Lombok adalah Martin yang mabuk dan tidak sengaja masuk ke dalam kamarku? Kalau gitu Aku bahagia karena ternyata Pria itu adalah pria yang sudah menjadi suamiku sendiri, tapi kalau itu hanya mimpi Apa yang harus aku lakukan jika pria itu datang dan menuntut ingin merebut Axel dari sisiku, Aku mohon jangan sampai itu terjadi ya Allah aku takut dan tidak ingin berpisah dengan putraku Axel".


Mengungkap kejujuran dan kebenaran pasti butuh waktu yang tepat dan proses tidak semudah membalikkan telapak tangan dan pastinya membutuhkan banyak pertimbangan dan memikirkan matang-matang konsekuensinya yang bisa terjadi.


Bersambung..


Maaf jika ada yang mengatakan kok lama banget sih Martin jujur nya dan berterus terang saja tentang jati dirinya yang sesungguhnya??.


Maaf semuanya itu butuh waktu dan akan ada masanya semuanya akan terungkap dengan jelas tapi bukan Sekarang. Dan Maaf alur ceritanya mungkin tidak sesuai seperti yang Kakak Readers inginkan, tapi othor sudah setting dari awal CYT Kalau ceritanya seperti ini 🤭✌️.


Makasih banyak Atas Dukungannya kepada Cinta Yang Tulus dan jangan bosan untuk baca Novel Recehku yah Kak 🥰.

__ADS_1


By Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, 27 April 2022


__ADS_2