Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 140. Air Mata Bahagia


__ADS_3

Selamat Membaca..


Perjalanan yang membutuhkan waktu yang cukup lama membuat Baby Del kelelahan. Selama ini perjalanan yang dilakukannya paling jauh adalah ke Korea Selatan.


Amairah dengan telaten merawat dan menjaga putri tunggalnya itu. Amairah menyelimuti seluruh tubuh putrinya dengan selimut yang cukup tebal. Kondisi cuaca yang sangat dingin membuat Delisha Annira Elshanum kedinginan.


Beberapa jam kemudian, pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Harstfield Jackson Atalanta, Amerika Serikat.



"Kita bangunin saja Del yah sayang," ucap Amairah.


"Tidak perlu diganggu tidurnya, biar Mas saja yang gendong hingga ke mobil," jawab Martin.


Amairah tersenyum menanggapi perkataan dari suaminya. Mereka pun menuruni tangga Pesawat pribadinya Amairah.


"Aisyah apa Kamu sudah mengabari supir yang akan menjemput kita?" tanya Amairah yang berjalan beriringan sambil bergandengan tangan dengan Martin


"Iya Nona Muda," jawab singkat Aisyah yang berjalan mengekor di belakang mereka.


Mobil Lamborghini Gallardo Superleggera sudah terparkir cantik di depan pintu masuk Bandara. Sang supir sudah menunggu lama kedatangan mereka. Bahkan Amairah tidak menyangka jika kakeknya Tuan Besar Luis menyempatkan waktunya untuk menjemput cucu, cucu menantu dan Cicitnya.


Amairah mempercepat langkahnya ketika sudah menyadari kedatangan kakeknya.


"Mas itu kakekku," ucap Amairah yang melepaskan pegangan tangannya dari genggaman tangan Martin suaminya.


Martin pun tersenyum ke arah Tuan Luis. Martin juga mempercepat langkahnya pas di hadapan Tuan besar Luis, Martin segera meraih tangan Kakek tua itu yang sudah lanjut usia, tapi wajah dan postur tubuhnya masih Sehat segar bugar layaknya pria yang baru berusia 40an.


Tuan Luis yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum dan mengulurkan tangannya. Tuan Luis menepuk pundak Martin.


"Selamat datang di USA nak," ucap Tuan Luis.


"Makasih banyak Kek, Kakek sudah meluangkan waktu Kakek untuk menjemput Kami," ucap Martin.


"Tidak perlu sungkan pada Kakek, hal ini wajar saja Kakek lakukan untuk kalian," jawabnya.


Tuan Luis tanpa aba-aba langsung menggantikan posisi Martin untuk menggendong cicitnya.


"Ka-kek," ucapan Martin terpotong karena langsung dicegah oleh Amairah dengan menggelengkan kepalanya.


Martin pun melihat ke arah Amairah dan meminta jawaban. Amairah hanya memberikan isyarat dengan menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya. Martin segera diam dan tidak banyak bicara atau pun pertanyaan.


"Kamu tidak perlu Khawatir, aku masih kuat loh, kalau hanya untuk menggendong cicitku ini," tutur Tuan Besar Luis dengan kelakar khasnya.


Mereka pun berjalan mengikuti langkah kakeknya menuju mobilnya. Baby Del bersama tuan besar Luis sedangkan Martin dan Amairah ada di mobil belakang.


Mobil mereka beriringan menuju ke istana megah milik Tuan Besar Luis. Martin tidak menyangka jika kakeknya Amairah adalah salah satu orang yang paling terkaya di Negara Adi daya tersebut.

__ADS_1


Martin memuji dan mengakui bahwa Tuan Besar Luis adalah orang yang tidak mudah untuk diganggu. Pagar tinggi mengjulang itu terbuka lebar dan masuklah iringan mobil mereka. Tuan Luis masuk ke dalam istananya sedangkan para pengawal mereka pun selalu berjaga-jaga di sekeliling mereka.


Pintu istana itu terbuka dengan lebar dan terdengarlah langkah kecil seorang anak laki-laki yang berlarian menuruni undakan tangga. Cahaya kilatan matanya memancarkan kebahagiaan setelah mengetahui jika Mommy dan adik kembarnya sudah datang.


Denis Arfathan tidak sengaja mendengar percakapan Kakek buyutnya yang berbincang-bincang dengan anak buahnya yang mengatakan jika Daddy dan saudara kembarnya akan berkunjung ke Istana Kakeknya.


Tuan Besar Luis sudah berjalan ke arah kamar tidur yang sudah Beliau siapkan untuk Delisha. Tanpa perduli dengan wajah penasaran dan penuh semangat pertanyaan Martin. Tuan Luis hanya menyunggingkan senyumnya.


"Moms...." teriaknya.


Denis berlarian ke arah rombongan itu setelah melihat kedatangan Mommy nya. Denis langsung memeluk tubuh Amairah dengan sangat erat.


"Denis kangen banget sama Mommy," ucapnya lalu mengulurkan tangannya untuk segera digendong.


Wajah Martin sangat shock dan terkejut melihat sosok anak laki-laki itu yang wajahnya sangat mirip dengan Axel putra sulungnya.


"Dia itu siapa, kenapa wajahnya sangat mirip dengan Axel putraku, apa jangan-jangan Amairah menikah lagi dengan pria lain?"


Martin menatap tajam ke arah Amairah dan meminta penjelasan tentang siapa sebenarnya anak kecil itu. Amairah baru ingin membuka mulutnya dan menjelaskan kepada Martin siapa anak kecil itu.


Denis langsung beralih ke dalam gendongan Denis seketika itu juga karena posisi antara Amairah dan Martin sangat dekat sehingga memudahkan untuk dijangkau oleh Denis.


"Daddy Martin," sapanya.


Denis sangat bahagia karena akhirnya bisa bertemu dengan Ayah kandungnya. Walau pun selama ini Denis tidak pernah sedikit pun mengalami kekurangan kasih sayang. Bahkan limpahan kasih sayang Denis dapatkan dari semua orang yang tinggal di dalam istana itu. Tapi, tetap saja Denis merasakan kekurangan kasih sayang yang bukan berasal dari Martin Ayah kandungnya.


"Daddy apa tidak merindukan Dennis?" tanya Dennis pada Martin sambil menangkupkan tangan kecilnya ke dagu Martin.


Martin refleks membalas perkataan Dennis Ritchie Arfathan.


"Daddy juga sangat merindukan Denis, bahkan Daddy tidak bisa tidur dengan tenang selama ini," ucap Martin.


"Denis putranya Mommy apa sudah tidur sayang?" tanya Amairah kepada putranya itu.


"Sudah kok Moms, semua tugas Denis juga sudah selesai," tuturnya.


"Alhamdulillah kalau gitu," ucap Amairah.


Martin masih bertanya-tanya tentang siapa sosok Denis itu. Tapi Perasaannya mengatakan kalau Denis sangat lah dekat dengannya walaupun baru pertama kali ini mereka bertemu. Martin tiba-tiba meneteskan air matanya tanpa dia tahu sendiri apa yang terjadi padanya.


Hanya melihat ke dalam bola matanya Denis membuatnya bersedih. Ada perasaan hangat yang langsung menjalar dari dalam lubuk hatinya yang paling terdalam. Amairah pun ikut meneteskan air matanya tanpa aba-aba.


"Ya Allah apa kah Dennis adalah putraku yang telah dianggap meninggal dunia?"


Sekelebat bayangan muncul di dalam pikirannya kembali mengingat kejadian saat Amairah terpaksa melahirkan dengan cara Cesar dikarenakan oleh ulahnya sendiri. Martin mengingat waktu itu tim dokter yang menangani operasi Amairah tidak mengijinkan Martin untuk melihat jasad tubuh bayinya yang dinyatakan telah meninggal dunia dengan berbagai macam alasan yang tidak pernah sama sekali Martin curigai.


Martin memeluk erat tubuh putra kecilnya itu.

__ADS_1


"Kamu Kakaknya Delisha putra Daddy kan?" tanya Martin yang memeluk tubuh putranya dalam gendongannya.


"Ya Allah makasih banyak Engkau memberikan waktu dan kesempatan kepadaku untuk berkumpul dan bertemu dengan putraku yang lain, semoga Axel pun segera diketahui keberadaannya."


Amairah mengelus punggung lebar suaminya dan menganggukkan kepalanya bahwa Denis adalah putra mereka.


"Amairah sayang, Mas sangat bahagia mengetahui kenyataan jika putra kita yang dinyatakan sudah meninggal dunia ternyata masih hidup, Mas tidak tahu harus berkata apa lagi saking bahagianya diriku," terang Martin.


Mereka lalu berpelukan saling menyalurkan rasa bahagia yang meletup-letup di dalam dada mereka. Martin tidak hentinya menciumi seluruh wajah Denis. Denis yang mendapatkan perlakuan seperti hanya tertawa kegelian. Mereka berdiri sedari tadi di dalam ruangan tamu Istana itu. Tidak ada yang berniat untuk mengganggu kebersamaan mereka.


Anak buahnya hanya berdiri mematung dan menundukkan kepalanya tanpa ada yang berani untuk menatap apa yang mereka lakukan. Kebahagiaan yang mereka rasakan saat pertemuan mereka kembali setelah beberapa tahun lamanya.


Tuan Besar Luis yang melihat kejadian itu tersenyum lega dan bahagia.


"Tetap lah bahagia apa yang terjadi dan jangan biarkan apa pun yang bisa menghalangi kebahagiaan kalian, Kakek akan membantu Kalian untuk mendapatkan restu dari si Tua Bangka itu."


Kalau yang ini Alif Faturahman anaknya Ibu Sumartini yah



Bonus Visualnya Denis Richie Arfathan



Kalau yang ini adik kembarnya Delisha Annira Elshanum



..........


Alhamdulillah hari ini masih bisa update disela kesibukan Fania yang sangat padat dua hari ini.


Jangan Lupa untuk selalu memberikan dukungannya kepada Cinta Yang Tulus dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan 🙏


Makasih banyak kepada kakak Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada CYT 🥰.


Mohon maaf jika ada beberapa typonya ✌️


Senyam senyum baca komentar kakak 🤭✌️



...*********Bersambung*******...


by Fania Mikaila AzZahrah


Takalar, Selasa, 07 Juni 2022

__ADS_1


__ADS_2