
Selamat Membaca..
Hingga sore hari, Ibu Hernita dan Amairah masih asyik berbincang-bincang hingga perbincangan mereka menjalar hingga ke ranah pribadi Amairah.
"Amairah boleh nanya sesuatu gak sama kamu, tapi ini agak pribadi dan mungkin bibi sedikit kepo dengan kehidupan pribadi kamu, tapi maafkan ibu Nak Ibu sedari dulu ingin bertanya, tapi ibu selalu menahan hasrat ibu untuk bertanya dan selalu menganggap bahwa belum saatnya saya mengetahui hal itu" ucap Ibu Her sambil mengaduk isi minumannya setelah semua makanan sea food mereka habiskan.
Amairah mengerti dengan maksud dan arah tujuan pertanyaan dari ibu Hermita.
"Mungkin sekarang saatnya aku mengutarakan tentang hubungan dan rumah tanggaku kepada orang lain karena selama ini aku tidak pernah memberitahu siapa pun tentang kehidupan pribadiku termasuk kepada duo's Baby sitterku".
"Maaf kalau ibu sudah lancang dan kamu tersinggung dan percaya lah pada ibu kalau ibu tidak ada niat sedikit pun untuk mencampuri kehidupan pribadi kamu tapi apa salahnya kamu Berbagi sama kamu Ibu jangan dipendam sendirian, gak baik Loh jika ada masalah tapi gak ada tempat yang cocok dan baik untuk tempat kita berkeluh kesah" tutur Ibu Hernita yang memegang tangan Amairah agar Amairah yakin dan percaya kepadanya kalau dia layak untuk dia jadikan tempat untuk berbagi suka maupun duka.
Amairah menarik nafas dalam dan menghembuskan nafasnya perlahan-lahan.
"Kalau kisah hidup Amairah itu sangat panjang dan cukup membuat semua orang akan menganggap saya ini perempuan sekaligus Istri yang tidak baik Bi, kenapa Orang akan beranggapan begitu karena harus melewati malam pertama bersama pria asing yang sama Sekali Saya tidak kenali bahkan wajahnya pun sampai sekarang tidak saya ketahui apa kah hidungnya pesek seperti author atau mancung, Saya menikahi seorang pria atas dasar perjodohan dari kakek angkat saya karena saya tidak ingin membuat kakek dan juga keluarga angkat saya kecewa dan murka makanya saya menerima perjodohan itu, singkat cerita suamiku itu sama sekali tidak mencintaiku tapi mencintai perempuan lain yaitu sepupu angkatku sendiri hingga pernikahan kami masuk bulan ke 6 saya belum juga disentuh oleh Adam Suamiku, melirik saja tidak pernah apa lagi menyentuhku itu sama sekali tidak dia lakukan hingga Adam membawa pacarnya ke rumah kami dan bersamaan dengan kehadiran ke dua mertuaku di rumah kami di situlah aku mengetahui kebusukan mereka yang ternyata selama ini bermain di belakangku hingga tragedi itu terjadi saat kami berbulan madu deh bukan saya, tapi mereka yang berbulan madu aku hanya ikut untuk menutupi kejelekan mereka saja" ucap Amairah yang sesekali mengusap air matanya.
"Terus gimana dengan kamu apa Kamu marah atau berontak dengan ketidak Adilan yang kamu dapatkan?" tanya Bibi Her yang masih memegang tangan keponakannya.
"Hingga malam terakhir kami di Lombok, tragedi itu terjadi, awalnya Aku kira pria yang masuk ke dalam kamarku dalam keadaan mabuk adalah suamiku sendiri yaitu Adam sehingga Aku hanya menuruti keinginan dari pria itu hingga kami melewati malam yang begitu panjang hingga Axel pun hadir ke dunia karena kesalahpahaman dan keteledoran aku yang lupa mengunci rapat pintu kamarku akhirnya Aku hamil dan aku ditalak oleh Adam disaat Aku menyadari kalau ternyata aku hamil anak dari pria lain" jelas Amairah yang sedari tadi menahan Air matanya.
"Menangis lah nak jika menangis akan membuat kamu menjadi lebih baik dan keluarkan semua beban pikiran kamu yang selama ini mengganjal di kepalamu" ucap Bibi Hernita yang terus memberikan semangat dan dukungan moril untuk Amairah.
"Makasih banyak Bi, tapi baku takut Bi, gimana jika suatu saat nanti pria itu mencari kami dan mengetahui kalau dia mempunyai seorang putra apa yang harus aku lakukan Bi?" tanya Amairah yang bingung dengan sikap apa yang harus dia lakukan jika hal itu jadi kenyataan.
"Andai kamu tahu kalau Ayah dari putramu adalah suami kamu yang Sekarang mungkin Kamu kaan bahagia atau entahlah".
"Tapi kalau pria itu benar-benar datang dan ingin bertanggung jawab apa yang akan kamu lakukan dan katakan kepadanya?.' tanya Bibi Her yang ingin mengetahui sikap dan reaksi Amairah nantinya.
Bibi Her menatap ke dalam kelopak mata Amairah dan mencari kebohongan dari balik pembicaraan Amairah.
"Aku pasti tidak akan menerimanya dan Aku meminta maaf kepadanya karena aku sudah menikah dan mulai mencintai suamiku dan aku hanya ingin hidup bersamanya bukan dengan pria lain selain suamiku walau pun dia adalah Ayah biologis dari putraku Axel" jawab Amairah.
"Apa kamu sudah yakin dengan apa yang kamu putuskan dan kamu memilih suami kamu yang sekarang ini dan menolak kehadiran pria yang telah merenggut kehormatan kamu itu?" tanya lagi Ibu Her.
"Aku sudah memantapkan segenap dan seluruh hatiku aku hanya mengabdi kepada suamiku seorang, walaupun Aku belum tahu tentang perasaan Dia kepadaku" ucap Amairah yang membayangkan wajah Martin suaminya dan tiba-tiba tersenyum saat dia kembali mengingat apa yang mereka lakukan semalam.
"Ya Allah kasihan sekali nasibmu Nak, Bibi meminta maaf karena tidak bisa membantu kamu untuk mencari tahu siapa sosok pria itu Ayah biologis dari Axel, biarlah waktu yang menjawab semua itu".
"Kamu sudah lama menikah dengan suami kamu atau baru nak?" tanya Bibi Her.
"Alhamdulillah kami menikah sudah jalan tiga bulan Bi" jawab Amairah yang masih tersenyum manis jika mengingat perlakuan istimewa dari Martin suaminya.
"Alhamdulillah kalau begitu, Bibi ikut bahagia kalau begitu nak, dan Bibi do'akan semoga pernikahan kamu langgeng hingga kakek nenek dan sakinah mawadah warahmah, satu hal lagi Axel segera diberikan adik cewek yang cantik" ucap Bu Her sambil tersenyum penuh arti ke arah Amairah.
"Amin ya rabbal alamin" ucap singkat Amairah yang sebenarnya sudah mendamba seorang bayi hadir di tengah-tengah pernikahan mereka.
Amairah melihat jam yang ada dihpnya dan langsung ingin pamit pulang kebetulan Amairah ingin masak resep makanan yang sempat dia lihat di YouTube.
"Maafkan Amairah BI kebetulan Amairah sudah terlambat pulang, kasihan dengan Axel yang sudah sejak tadi pagi aku tinggal, kalau Bibi ada waktu jalan-jalan ke rumah dong Axel kangen loh sama Oma cantiknya" ucap Amairah sebelum mereka berpisah.
__ADS_1
"Insya Allah Bibir akan secepatnya berkunjung ke rumahmu, Bibi juga sudah rindu sangat dengan cucu Oma yang ganteng dan pinter itu, Aku titip salam untuk Axel dan Duos baby sitter nya yah" sambil menyodorkan sebuah paper bag yang berisi oleh-oleh dari Inggris sewaktu dia baru-baru ini berkunjung ke London. Ibu Hermita membelikan oleh-oleh berupa barang khusus untuk keponakan dan cucunya serta untuk Baby sitter Axel.
"Maaf yah tadi keasyikan bercuap-cuap hingga hampir saja lupa kasih ke kamu ini" ucap Bibi Her sambil menyodorkan sebuah paper bag ke tangan Amairah yang kembali duduk padahal, tadi sudah meninggalkan tempat duduknya.
"Alhamdulillah, Makasih banyak Bi" ucap syukur Amairah.
Mereka saling cipika cipiki sebelum berpisah tapi Bibi Hermita membisikkan sesuatu kata di telinga Amairah yang membuat Amairah menjadi tersenyum malu dan wajahnya langsung memerah seperti tomat matang.
"Aura pengantin baru kamu semakin terpancar, jangan kasih kendor kalau suami kamu datang mengunjungimu" ucap Hermita yang berlalu dari hadapan Amairah yang terdiam terpaku mendengar perkataan dari bibinya.
Amairah masih duduk dan tersenyum malu-malu jika mengingat kembali kejadian yang terjadi antara dia dan suaminya Martin. Amairah berharap dia segera diberikan momongan.
...----------------...
Pesawat Boeing 772233 dengan penerbangan pesawat dari Kota S ke Kota Lombok telah berhasil mendarat dengan sempurna. Martin buru-buru menghubungi nomor handphone anak buahnya dengan menggunakan HP Orang yang kebetulan lewat di dekatnya. Martin sudah bertanya kepada siapa pun yang lewat untuk meminta meminjam charger hp yang kebetulan hpnya yang lowbet total.
Martin prustasi karena Dia ingin sekali memeriksa hpnya dan mengetahui siapa sosok cewek yang tanpa sengaja terekam gambarnya melalui kamera hpnya. Tapi upaya yang dia lakukan tidak membuahkan hasil hingga Supir pribadinya sudah datang untuk menjemputnya.
"Pak Bustam sudah menunggu tuan muda di hotel" ucap supir pribadinya.
"Ok, kita langsung ke Sana saja, tapi kita singgah di Toko yang menjual perlengkapan hp terlebih dahulu" ucap Martin yang sudah duduk di kursi penumpang.
Martin kembali memikirkan tentang cincin yang dipakai oleh Amairah. Martin masih belum menemukan jawaban atas pertanyaan yang selalu muncul dibenaknya.
"Maaf tuan, kita sudah sampai di counter yang menjual aksesoris hp" ucap Pak Joni.
Pak Bustam langsung berdiri dari duduknya dan langsung menjabat tangan Martin.
"Welcome back di Lombok Tuan" ucap pak Bustam.
"Makasih banyak atas sambutannya, dan kita langsung ke intinya saja, Saya Ingin tahu sejauh mana penyelidikan bapak dan apa kah sudah ada tanda-tanda siapa perempuan itu dan asalnya dari mana?" Tanya Martin yang sudah tidak sabaran ingin mengetahui siapa perempuan itu.
Pak Bustam hanya tersenyum menanggapi berbagai macam pertanyaan yang dilontarkan oleh Martin terhadapnya. Pak Bustam langsung membuka sebuah map yang sudah berisi dengan data-data tentang siapa sih perempuan yang sudah menemaninya melepaskan masa lajangnya dan malam pertamanya. Martin meraih map itu tapi muncul keraguan dalam dirinya untuk membuka map tersebut. Martin takut jika perempuan itu adalah perempuan yang tidak bener dan nantinya akan membuat masalah untuk dirinya dan keluarga besarnya.
Martin pun khawatir jika perempuan tersebut adalah istri dari orang lain. Dan perempuan tersebut meminta pertanggungjawaban kepadanya sedangkan dirinya sudah menikah dan mulai membuka hatinya untuk Amairah istrinya. Pak Bustan mengerutkan keningnya dan tidak mengerti dengan jalan pikiran tuan Martin yang sebelumnya sangat antusias ingin mengetahui kebenarannya dan sekarang nampak ragu dan bimbang. Hal tersebut nampak jelas di wajah Martin.
"Maaf Tuan apa yang terjadi, apa Saya melakukan kesalahan?" tanya Pak Bustan yang takut jika dia melakukan kesalahan dan untuk mendapatkan informasi itu sangat lah susah dan penuh tantangan dan rintangan serta membutuhkan biaya yang tidak sedikit terutama saat ingin mengecek langsung Cctv-nya.
"Oohh tidak apa-apa kok pak, Saya hanya sedikit ragu saja" jawab Martin dan langsung membuka map tersebut yang berisi beberapa lembar kertas.
Halaman pertama tentang sosok perempuan yang menolongnya. Martin dibuat tidak percaya dan membuatnya mengerti akan pepatah yang mengatakan dunia ini tak selebar daun kelor. Dan Map yang terakhir yang membuatnya tercengang bahkan menjatuhkan map tersebut ke atas meja adalah, sosok perempuan yang masih perawan dan Dia yang telah merenggut keperawanan perempuan tersebut dan lengkap dengan fotonya serta seprei yang ada noda merahnya.
"Ini tidak mungkin pasti ada kesalahan dalam pencarian bukti tersebut" ucap Martin yang tidak percaya jika perempuan tersebut adalah Amairah putri Tan perkasa.
Amairah yang sudah sah menjadi istrinya yang sudah mulai dua sayangi ternyata perempuan itu juga yang dia perawanin.
"Apa yang terjadi dengan tuan, apa tuan baik-baik saja?" tanya oak Bustam detektif swasta yang asli anak Jakarta tapi sudah menikah dengan wanita pribumi Lombok.
__ADS_1
"Makasih banyak atas bantuannya dan tunggu gaji bapak serta bonus bapak akan Saya transfer" ucap Martin lalu berjalan tergesa-gesa ke dalam Lift untuk naik ke kamar yang pernah di pakai untuk menghabiskan waktunya bersama Amairah. Martin tidak tahu harus bahagia atau bagaimana dengan kenyataan yang ada.
Langkah Martin yang lebar sehingga dirinya terbilang cepat untuk sampai ke kamar tersebut. Martin membuka kenop pintu kamar hotel yang pernah disewa oleh Amairah. Martin berusaha untuk mengingat kejadian kurang lebih empat tahun lalu. Martin duduk di ranjang king size hotel itu. Dan meraba seprei yang motifnya dan warnanya sama waktu Amairah menginap. Bukan hanya itu yang Martin dapatkan tapi tentang pernikahan dan alasan Amairah berlibur ke Lombok.
Martin pun sudah teringat dengan kejadian saat dirinya menjatuhkan sebuah kotak buludru warna biru tua di ranjang ini.
"Mungkinkah Amairah mengira kalau cincin itu adalah pemberian dari suaminya dan apa Amairah sudah tahu kalau malam itu adalah malam dia bersama denganku bukan bersama Adam mantan suaminya, tapi bagaimana jika Amairah menyangka pria itu adalah Adam suaminya dan Axel berarti putraku yang selama sudah dekat denganku tapi aku sama sekali tidak menyadari kehadirannya dan alergi Axel ternyata sama denganku".
Martin sibuk memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi sehingga membuatnya lelah hayati dan tanpa dia sadari akhirnya tertidur pulas di ranjang tersebut dengan senyuman yang masih terukir di wajah tampannya. Martin tertidur pulas hingga sore hari, Matahari sudah perlahan meninggalkan peraduan dan singga sananya menuju tempat peristirahatannya.
Handphone Martin berdering hingga banyak kali, tapi Martin masih asyik dalam mimpi indahnya. Hp Martin tidak berhenti berdering hingga yang punya hp pun terbangun dari tidurnya. Martin meraba meja nakas untuk mencari hpnya yang sedari tadi berdering dan mengganggu tidur siangnya. Martin tidak mengecek hpnya dan langsung mengangkatnya.
"Halo" ucap Martin setelah telpon tersambung.
"Halo saja, apa kamu sangat sulit untuk mengucapkan kata salam haa bocah tengik" ucap Nenek Masitha yang sudah ngomel-ngomel dengan tingkah cucu tunggalnya.
"Assalamu alaikum Nenek, ada apa" ucap Martin sambil menguap.
"Kapan kamu ingin menikah? kalau kamu tidak ingin segera menikah maka Nenek akan memaksa kamu untuk menikahi putri dari teman Nenek yaitu Elsa si cewek cupu dengan kepangan rambutnya yang selalu bersamanya setiap saat serta kaca mata hitam yang tebal". ucap nenek Masitha.
"Apa yang benar saja Nek, masa cucu Nenek yang super ganteng ini melebihi Le Ming ho harus menikah dengan perempuan modelan seperti itu, amit-amit lha Nek" ucap Martin yang langsung terduduk di atas ranjangnya setelah mendengar perkataan dari neneknya.
"Kalau kamu tidak mau maka segera lah menikah dan bawa istrimu ke sini secepatnya dan Nenek kasih kamu waktu 1 Minggu dari sekarang" ucap Nenek Masitha yang langsung mematikan sambungan telponnya secara sepihak dan tertawa terbahak-bahak membayangkan wajah cucunya.
"Rasain loh emangnya enak, punya istri yang cantik kok gak dipublis apa sih kurangnya Amairah lagian sudah punya anak juga masih gitu kelakuannya".
Martin masih belum move on memikirkan bagaimana nanti jika Amairah menganggap bahwa bukan dia Ayah kandung Axel dan menganggap bahwa itu anaknya Adam mantan suaminya dan masih belum menemukan caranya untuk menyampaikan kepada Amairah untuk meminta maaf atas perbuatannya yang gara-gara dia yang telah merenggut mahkotanya sekarang dihadapkan lagi dengan permintaan neneknya untuk membawa Amairah ke hadapan keluarga besarnya. Martin semakin dibuat pusing saja dan Martin lebih memilih untuk menghadapi tender proyek kerjasama yang sulit dari pada harus menghadapi masalah seperti sekarang ini.
...******** Bersambung ********...
Makasih banyak atas dukungannya Kakak Readers terhadap Cinta Yang Tulus.ππ₯°
Dukungannya kalian sangat kah berarti dan membantu novel receh Fania πβοΈ.
Tetap Dukung Cinta Yang Tulus dengan CARA:
LIKE setiap Babnya π
Favoritkan β₯οΈ
RATE Bintang 5 β
Maaf jika ada banyak typo didalam penulisannya π.
Maaf jika dalam CYT Ceritanya agak panjang dan muter-muter maklum lah othor pengen dapat plus2 KK so Novel cepat End itu pundi-pundi othor juga sudah END π€£βοΈ Jadi makasih banyak yang sudah Sudi untuk baca novelku yang berputar-putar ceritanya katanya π€§π€βοΈ.
βͺοΈMET Menjalankan Ibadah Puasa βͺοΈ
by fania mikaila azzahrah
__ADS_1
Makassar, 21 April 2022