Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 21. Tingkah Lucu Baby Axel


__ADS_3

Selamat Membaca..


Kicauan burung mewarnai pagi hari, Kupu-kupu beterbangan di atas bunga yang sedang mekar untuk menghisap sari madu. Sejuknya udara pagi hari yang belum terkontaminasi dengan asap knalpot dari kendaraan, bau tanah yang baru tersiram air hujan masih terasa.


Suara teriakan dari Baby sitter Axel menggema di seluruh pojok rumah minimalis yang bercat hijau itu.


"Baby Ax jangan lari dong, entar jatuh" ucap Mbak Wati yang berlari sambil menenteng celana Axel.


"Ayo kejar Axel mbak" teriak Axel yang berputar keliling kamarnya.


Sekarang Axel berlari ke luar ruangan dan menjatuhkan dan menghamburkan semua mainannya ke lantai serta menarik taplak meja. Untung saja rata-rata barang-barang hiasan rumahnya terbuat dari plastik sehingga tidak mudah rusak dan pecah.


"Ayo dong Axel pakai celananya entar masuk angin loh klo gak mau pake celananya" ucap Mbak Wati yang sudah ngos-ngosan mengejar Axel.


Amairah dan Mbak Mirna yang baru pulang dari pasar heran melihat seisi rumahnya yang sudah seperti kapal pecah. Amairah tersenyum melihat putranya yang berlarian ke sana kemari hanya memakai panpersnya saja. Hari ini hari minggu jadi Amairah libur dari pekerjaannya.


"Axel Sto....op" teriak Amairah.


Sedangkan mbak Mirna langsung memungut barang-barang yang sudah tercecer di lantai. Setelah mendengar suara teriakan dari Mommy nya, Axel langsung kabur ke dalam kamarnya dan segera memakai pakaiannya dengan tergesa-gesa padahal Axel belum bisa memakai pakaian dengan baik. Tingkahnya Axel membuat tersenyum siapa pun yang melihatnya. Axel berhasil memakai pakaiannya tapi celana dan bajunya terbalik yang seharusnya di depan malah di belakang.


Kemudian memungut mainannya yang tercecer dan menyimpannya kembali ke tempatnya semula.


Amairah berjalan ke arah Axel dan langsung mensejajarkan tingginya dengan tinggi Axel.


"Axelnya Mommy semakin pintar" puji Amairah kepada putranya.


"Maafkan Axel Mom" ucap Axel sambil memegang ke ditelinganya.


Amairah langsung menitikkan air matanya melihat tingkah anaknya yang lucu dan menggemaskan.


"Axel sayang Mom" ucap Axel langsung mencium pipi Ibunya.


Pak Heri yang tidak sengaja melihat hal tersebut ikut terharu melihat interaksi antara Amairah dan baby Axel. Axel kemudian berlari ke arah Pak Heri setelah dirinya melihat pak Heri berjalan masuk ke dalam rumahnya.


"Granfa" teriak Axel yang berlari ke arah pak Heri dan langsung melompat ke dalam gendongan pak Heri yang sudah berjongkok untuk menanti Axel.


Baru jalan dua tahun usia Axel tapi cara pengucapannya sudah lancar tidak seperti kebanyakan anak seusianya yang masih cadel dalam berbicara. Bahkan tingkah lakunya juga sudah lebih cepat dewasa dari usianya.


"Axel kangen loh sama Granfa" ucap Axel.


"Grandfa juga kangen sama Axel, Axel gak nakal kan?". tanya Pak Heri.


"Gak kok Granfa, Axel cuma lari-larian saja kok sama mbak Wati, iya kan Mbak?." ujar Axel yang menatap kearah Mbak Wati.

__ADS_1


"Granfa senang mendengarnya kalau Axel gak nakal, Granfa bawa hadiah untuk Axel karena Axel tidak nakal" ucap Pak Heri sambil memperlihatkan sebuah kotak besar ke pangkuan Axel.


Axel dan pak Heri sudah duduk di kursi dan membuka bungkusan kotak tersebut. Betapa girangnya Axel mendapatkan hadiah mobil yang bisa berubah jadi robot yang berwarna kuning.


"Hore Axel dapat hadiah dari granfa mobil Bumblebee" teriak Axel yang lompat-lompat.


Amairah sibuk di dapur karena sudah hampir jam makan siang. Amairah ingin makan siang bersama dengan pak Heri. Baru saja Amairah menyimpan apronnya di tempatnya semula, pintu bel rumahnya berbunyi.


Mirna segera ke arah depan untuk membuka pintu. Dan ternyata Nadia yang datang.


"Amairah nya ada mbak?." tanya Nadia saat dirinya sudah duduk di kursi tamu Amairah.


"ibu Amairah ada di dapur sepertinya ibu sedang menyiapkan makanan untuk makan siang" jawab Mbak Mirna.


Nadia langsung masuk ke dalam dapur.


"Huuuum aromanya wangi banget pasti rasanya juga enak" ucap Nadia setelah mencium dan melihat makanan yang sudah dimasak oleh Amairah.


"Yuk kita makan bersama kebetulan Pak Heri juga ada di sini" ajak Amairah.


"Bapak yang kamu bilang membantu kamu waktu melahirkan kan?." tanya Nadia sambil mencicipi sedikit makanan.


"Iya" jawab singkat Amairah sambil berjalan ke arah kamar Axel.


"Axel yuk kita makan nak, panggil juga granpa yah" ucap Amairah.


Mereka sudah duduk di kursi masing-masing. Mereka menyantap makanan yang tersaji. Tidak ada suara dari mereka yang ada hanya suara dentingan sendok yang terdengar.


Axel tidak suka jika dia makan ada yang ribut. Sehingga mereka tidak akan ada yang berbicara disaat makan.


"Maaf yah Nadia, kalau kita makan sama Axel tidak boleh ada yang berbicara" ucap Amairah yang heran dengan putranya karena kebiasaan di keluarga angkatnya tidak seperti itu.


Pak Heri yang mendengar hal tersebut bengong dan mengingat kebiasaan dari Ayah mertuanya dulu yang tidak suka berbicara jika sedang berada di hadapan makanan.


"Oohh gitu yah, oiy Amai Aku boleh minta tolong gak?." ucap Nadia yang ragu-ragu untuk menyampaikan permohonannya.


"Minta tolong apa sih, sepertinya ada yang penting?". tanya Amairah yang memperhatikan mimik wajah Nadia.


"Tolong temani Aku yah ke rumah sakit, Aku ingin memeriksa kandunganku" ucap Nadia yang malu-malu.


"Kalau masalah itu gampang, aku tanya Pak Heri dulu katanya Ingin mengajak Axel ke luar jalan-jalan" ucap Amairah yang berjalan ke arah kamar Axel.


"Amairah Bapak Ingin mengajak Axel jalan-jalan ke rumah teman Bapak boleh kan?." tanya Pak Heri.

__ADS_1


"Silahkan Pak, kebetulan aku juga ingin menemani Nadia ke suatu tempat" jawab Amairah.


"Makasih banyak nak" ucap Oak Heri yang bahagia karena diijinkan membawa Axel keluar.


Axel dan pak Heri sudah ke luar dan menuju ke dalam mobilnya.


"Aku akan bawa Axel ke rumah temannya kakek" ucap Pak Heri sambil memasangkan sabuk pengaman kepada Axel di atas kursi yang khusus dibuat untuk anak kecil.


"Hore Axel senang karena mau jalan-jalan" ucap Axel yang bahagia karena akan diajak jalan-jalan.


Mobil pak Heri sudah membelah jalan ibu kota S. Hari itu cahaya matahari lumayan terik dan membuat banyak orang yang mengeluh dengan cuaca yang panas.


Tidak berapa lama, Amairah dan Nadia pun sudah berangkat ke Rumah Sakit untuk memeriksa kandungannya. Amairah sudah mendaftarkan nama Nadia dan tinggal menunggu gilirannya dipanggil.


Nadia sudah berbaring di atas ranjang rumah sakit yang sedang diperiksa oleh dokter.


USG 4D yang dilakukan oleh dokter sangat jelas kelihatan jenis kelamin dari anak yang dikandungnya.


"lihat ke layar Ibu, putri ibu sangat sehat dan semuanya normal, ukurannya, jumlah air ketubannya semuanya normal dan baik" ucap ibu Dokter.


"Makasih banyak Dok" ucap Nadia yang bangun dan berjalan ke arah meja yang ada di depan dokter.


"Ini resep vitamin dan beberapa obat yang bagus untuk ibu, tolong tebus di apotek" ucap ibu dokter.


"Makasih banyak Dok" ucap Nadia kemudian berjalan ke arah luar bersama Amairah.


"Sama-sama ibu" jawab dokter yang tersenyum ke arah Nadia dan Amairah.


Amairah dan Nadia sudah mendapatkan obat dan bersiap pulang. Tapi Nadia melihat Bram yang sedang duduk di dalam kafe rumah sakit.


Mereka mendatangi Bram, tapi Bram malah pergi setelah melihat kedatangan Nadia dan Amairah.


Axel mau jelon-jelon dulu yah bareng Grandfa



Bersambung..


Typo mohon dimaklumi readers 🙏.


Makasih banyak atas dukungannya 🙏✌️


Dukung Cinta Yang Tulus dengan Cara Like, Favoritkan, Rate Bintang 5 🙏🙏.

__ADS_1


by Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, 28 Maret 2022.


__ADS_2