
Selamat Membaca..
Keesokan harinya, Abi pagi-pagi sekali datang ke rumah Delisha. Dia datang untuk menjemput Delisha dan Lee. Mereka sudah janjian untuk mengisi waktu libur mereka untuk jalan-jalan.
Delisha yang baru beberapa jam yang lalu baru bisa tertidur. Pikirannya yang tidak tenang sehingga membuatnya untuk kembali insomnia seperti beberapa tahun yang lalu yang pernah menjadi kebiasaannya.
Pikirannya tertuju pada seorang pria yang beberapa hari ini selalu gencar mendekatinya. Entah kenapa pria itu mampu mengusik ketenangan tidurnya beberapa hari ini.
Delisha kembali merapatkan bedcovernya karena cuaca pagi itu sungguh dingin. Dia meraih remote AC nya untuk segera menonaktifkan ac-nya.
Matanya sedari tadi masih terpejam dan sekarang berniat mau tidur kembali, tapi tidurnya tidak bisa nyenyak seperti sebelumnya, karena ada saja ujian dan yang.
Tadi dari dinginnya pendingin ruangan, sekarang dari suara deringan jam wekernya. Tapi, dia hanya menutup kepalanya agar suaranya sedikit bisa diredam.
Mbak Marni yang mendengar suara bel segera berjalan terburu-buru ke arah depan pintu.
"Siapa yah pagi-pagi begini sudah datang bertamu? Padahal baru jam 7," keluhnya sambil melihat ke arah dinding tempat jam berada.
Amairah yang kebetulan melihat hal tersebut hanya menggeleng kepalanya. Mbak Marni dengan sekuat tenaga membuka pintu berdaun dua tersebut. Mbak Marni saja yang terlalu bergaya untuk membuka pintu tersebut padahal tidak perlu segitunya juga.
"Siapa sih pagi-pagi gini sudah datang berta….?"
Perkataannya terhenti saat sudah mengetahui dan melihat siapa yang berdiri di depan pintu rumah.
Senyuman langsung meluncur dari bibirnya Mbak Marni setelah melihat Abimanyu yang berdiri di depannya.
"Eeehh Mas Abi, Mbak Marni kira siapa pagi-pagi gini sudah datang bertamu," jelasnya yang malu-malu karena sudah ngomel-ngomel tidak jelas.
"Maaf Mbak kalau sudah ganggu aktivitas Mbak," ujarnya dengan wajah dingin khasnya.
"Eeehh bukan i-tu maksudnya Mbak loh Mas Abi, Mbak pikir ada yang.." Mbak Marni jadi salah tingkah dan sangat malu dengan kelakuannya sendiri.
Abi hanya tersenyum tipis melihat reaksi heboh dari Mbak Marni. Dia berniat untuk mengerjai Mbak Marni, tapi usahanya gagal karena Lee sudah berlarian ke arahnya.
"Papi Abi!!" Teriaknya.
Lee terus berlari ke arah Abi berada. Setelah sudah berada di depannya Abi, Lee langsung memeluk tubuh Abimanyu.
"Papi sudah datang menjemput Mami dan Lee kan?" Tanyanya yang sudah bahagia.
Sejak semalam saat mengetahui jika pagi hari dia akan dijemput oleh Papinya sudah sangat antusias dan bahagia sehingga tidak sabar menunggu kedatangan Abimanyu untuk menjemputnya.
__ADS_1
"Hey Boys, gimana kabarnya?" Tanyanya Abi sambil menggendong tubuh putranya yang belum diketahui oleh Delisha.
Lee tertawa riang saat tubuhnya sudah di dalam gendongan Abi. Abi yang hanya tinggal menunggu dua minggu sudah menjadi papinya secara resmi.
"Alhamdulillah, Lee sangat baik-baik saja, apa Papi datang untuk jemput Lee dan Mami kan?" Tanyanya yang masih dalam gendongan Abi.
Abi menggendong tubuh Lee hingga ke dalam ruang tamu di dalam kediaman Utama Keluarga Martin.
Abi hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan dari Lee.
Amairah yang mendengar keributan dari perbincangan Lee dengan Abi segera berjalan ke arah depan. Amairah tersenyum bahagia melihat kedekatan antara Lee dan Abimanyu.
"Andai saja Abi adalah Ayah kandungmu, pasti Mommy sangat bahagia melihat kalian, Lee pasti juga akan sangat bahagia."
Amairah tanpa segan meneteskan air matanya. Dia sudah beberapa kali melihat putrinya Delisha meratapi nasibnya yang harus menjadi single parent. Bahkan mereka sudah berusaha untuk mencari keberadaan dari ayah biologisnya Lee. Tetapi, hingga sekarang belum ada tanda-tanda akan segera mengetahui keberadaan pria yang telah menanamkan benih di dalam rahim putri tunggalnya.
"Mommy dan Daddy akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari keberadaan Papi Kamu nak."
Amairah berjalan ke arah mereka dengan memberikan senyumannya kepada kedua pria yang berbeda generasi tersebut.
"Assalamualaikum," ucapnya saat sudah duduk di hadapan mereka.
"Mommy melihat kalian sangat bahagia, memangnya apa yang membuat kalian sebahagia ini?" Tanyanya.
"Hari ini Papi Abi mau ajak Lee dengan Mami jalan-jalan loh Mama," tuturnya.
"Pantesan Lee happy banget sedari tadi, ternyata kalian mau hiling gitu toh," ujarnya.
"Apa Mama Amairah ingin ikut bareng Kami?" Tanya Lee yang menatap ke arah Amairah berada.
"Maaf Mama gak bisa ikut gabung dengan kalian, Mama banyak urusan sayang, kan mau urus acara nikahannya Mami dengan Papimu," menolaknya dengan halus.
"Aku bangunin Mami dulu yah Pi," ucapnya sembari berlari ke arah tangga tanpa menunggu ucapan balasan dari Abi.
Abi hanya tersenyum menanggapi perkataan dari putranya yang sudah berlari meninggalkan mereka.
"Maaf mungkin akan sedikit menunggu lama, begitu lah kebiasaan Delisha kalau hari libur," terangnya Amairah.
"Tidak apa-apa kok Moms, sepertinya saya saja yang terlalu kepagian datangnya," balasnya.
Lee berlari hingga ke depan pintu kamar Maminya. Dia mencoba memutar handle pintu. Dan ternyata pintu itu terbuka tidak terkunci.
__ADS_1
"Alhamdulillah pintunya tidak terkunci, ini kebiasaan Mami sih kalau tidur lupa mengunci rapat pintunya," Lee geleng-geleng kepala dengan kebiasaan Maminya yang belum berubah juga.
Lee semakin menggelengkan kepalanya melihat tubuh Maminya yang tertutupi oleh selimut hingga tubuhnya sedikit pun tidak kelihatan.
Lee langsung melompat ke atas ranjang king size milik Delisha di bagian sisi kirinya.
Lee tersenyum sebelum melancarkan rencananya untuk ngerjain Maminya agar segera bangun.
"Mami ada cecak!! Tolong Mami ada cecak!!" Teriak Lee tepat di telinga Delisha.
Delisha spontan bangun dari tidurnya langsung melompat ke bawah lantai. Dia sangat takut jika ada seekor cicak yang berada di dekatnya.
"Aaaaaaahhhhhhh!!!"
Delisha melompat-lompat ketakutan dan berteriak-teriak saking takutnya jika berhubungan dengan cicak. Delisha lebih memilih untuk menghadapi pencuri tiga orang dari pada seekor cicak.
Abi dan Amairah yang kebetulan berada di lantai bawah mendengar tidak langsung teriakan dari Delisha. Mereka langsung berdiri dan berlari ke arah kamarnya Delisha.
Abi kaget dan khawatir jika terjadi sesuatu kepada kedua orang terpenting dalam hidupnya itu.
Tanpa banyak tanya Abi langsung membuka pintu kamarnya Delisha. Dia melihat Delisha histeris dan melompat di atas ranjangnya. Abi pun maju dan menarik tubuh Delisha ke dalam gendongannya.
Abi menggendong ala bridal style tubuhnya Delisha. Sedangkan Delisha terkejut karena tubuhnya tiba-tiba melayang dan berputar. Saking takutnya dengan cicak dia mengalungkan kedua tangannya ke leher Abi dengan matanya yang terpejam.
"Iiihhh tolong singkirkan cicak itu dari dalam kamarku," teriak Delisha.
Abi melirik ke arah Mbak Marni dan beberapa art untuk segera mencari keberadaan cicak tersebut. Sedangkan Lee sedari tadi hanya tertawa terbahak-bahak melihat reaksi dari perempuan yang telah melahirkannya.
Dia tidak kuasa menahan tawanya sehingga diujung pelupuk matanya meneteskan air mata.
Amairah melihat cucunya bertingkah seperti itu sudah mengetahui jika cucunya lah sumber dari kekacauan pagi hari itu. Dia hanya tersenyum menutup mulutnya karena tidak ingin ada yang melihat jika dia tersenyum disaat putrinya ketakutan.
Abi tersenyum kegirangan karena telah menggendong tubuh kekasihnya sekaligus ibu dari anaknya untuk kedua kalinya walaupun dalam keadaan yang berbeda.
"Aku sangat bahagia bisa menggendong tubuhmu untuk kedua kalinya, dulu Kamu sendiri yang memintaku untuk menggendongmu tapi kali ini aku yakin berinisiatif untuk melakukannya."
...Syukur Alhamdulillah Fania ucapkan Makasih banyak kepada seluruh Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada Cinta Yang Tulus, walaupun semakin menipis setiap hari saja yang baca Novelku....
...By Fania Mikaila Az Zahra...
...Makassar, Kamis 14 Juli 2022...
__ADS_1