
Selamat Membaca..
"Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun karena yang menyukaimu Tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu."
Martin mencium kening istrinya lalu berkata, "Kamu selalu bisa membuatku bahagia dan sudah mampu untuk mengimbangi permainanku sayang."
Amairah membersihkan seluruh tubuhnya Martin sisa-sisa dari penyatuan mereka hingga bersih, begitupun sebaliknya yang dilakukan oleh martin dengan telaten tanpa ada rasa risih membersihkan seluruh tubuh Amairah.
Martin lalu menggendong istrinya masuk ke dalam kamar mandi dan mendudukkan tubuh Amairah ke dalam bathtub yang masih kosong belum terisi air hangat, lalu Martin memutar kerang air hangat tersebut untuk mengisi ke dalamnya. Martin lalu menuang sabun aromaterapi yang mampu membuat mereka tenang dan rileks setelah melakukan olahraga malam.
"Sayang besok sore kita balik ke Indonesia, bersama dengan kedua anak kembar kita," tutur Amairah lalu mengolesi seluruh tubuhnya dengan sabun.
Martin hanya menatap Amairah dengan tidak percaya setelah mendengar perkataan dari Amairah.
" Seriusly?" tanya Martin yang ingin memastikan bahwa pendengarannya tidak keliru dan perkataan dari amarah bukan sekadar isapan jempol saja
Amairah menganggukkan kepalanya dengan tersenyum manis.
"Alhamdulillah akhirnya kita akan kembali ke Tanah Air dan akan berkumpul kembali dengan keluarga lagi seperti dahulu," jelas Martin.
Martin kemudian memeluk tubuh istrinya, "Makasih Istriku."
Malam semakin larut semua penghuni isi bumi telah mengistirahatkan raga dan jiwanya untuk bertemu dengan alam mimpinya. Burung hantu pun sudah saling bersahutan, Kelelawar pun bertengger di dahan pohon mencari mangsa buah yang segar di atas pohonnya. Serta bunyi kodok tidak mau kalah saling bersahutan untuk menghiasai suasana malam gelap gulita itu. Cahaya rembulan menyinari seluruh jagad raya tanpa ada rasa lelah sedikit pun.
Keesokan harinya, fajar telah menyingsing menggantikan keelokan paras dari sinar rembulan, Sang Raja Siang pun sudah menampakkan dirinya yang siap untuk menghangatkan seluruh alam semesta dengan cahayanya.
Martin masih memeluk tubuh istrinya dengan penuh kemesraan dan perlahan mengendus harum dari tubuhnya Amairah yang akhir-akhir ini membuatnya candu untuk menikmatinya. Punggung yang terekspos dan terpanpang jelas di hadapannya semakin membuatnya leluasa untuk mencium punggung mulus, putih bersih dan wangi itu.
Sehingga mengusik tidur cantiknya Amairah. Amairah yang diperlakukan seperti itu sangat mengerti dengan keadaan suaminya. Amairah tidak ingin mengganggu aktifitas rutinitas suaminya di pagi hari buta itu.
Martin semakin gencar untuk melakukan hal tersebut karena tidak ada pergerakan atau pun perlawanan dan penolakan dari Amairah. Hingga lingerie seksi yang berwarna merah menyala dan mencolok itu perlahan dibuka oleh Martin.
Tangan kekarnya langsung membalik perlahan tubuh istrinya sehingga sudah berbaring menghadap ke arah suaminya. Amairah hanya tersenyum manis dan rela melayani suaminya sepenuh jiwa. Melayani suami dengan baik di atas ranjang adalah sebagai bukti pengabdian seorang istri terhadap suaminya dan sebagai bentuk ibadah yang wajib dia kerjakan.
__ADS_1
Martin melucuti seluruh pakaian istrinya dengan perlahan tapi pasti lalu gilirannya juga ikut polos di hadapan Amairah. Mungkin karena sudah terbiasa perlahan Martin sudah tidak ragu untuk melancarkan aksinya dan mengekspansi seluruh wilayah tubuh istrinya.
Pelan tapi pasti gerakan demi gerakan, sentuhan demi sentuhan Martin lakukan.
"Subuh ini kita harus berolahraga sayang sebelum kembali ke Indonesia," dengan suara yang seraknya yang sudah berkabut gairah terdengar begitu sensual dan menggoda di telinganya Amairah hingga deru nafas hangatnya mampu menghangatkan hingga ke leher jenjangnya Amairah.
Perkataan dari Martin yang begitu mendayu-dayu membuat Amairah menggelinjang kegelian dan meminta segera agar Martin segera memulai permainannya. Martin tersenyum penuh arti melihat keadaan istrinya yang sudah tidak tahan dengan gairah nafsunya.
Martin tidak memenuhi isyarat permintaan dari Istrinya yang masih bermain di area aset kebanggaan Amairah. Puncak mount Everest menjadi tempat destinasi yang pertama kalinya Martin lakukan.
Lenguhan kecil hingga ******* demi ******* sudah tercipta dari bibirnya Amairah yang tidak kuasa lagi untuk membendung gairahnya yang semakin memuncak hingga ke puncak yang paling tertinggi.
Martin kembali tersenyum licik melihat istrinya yang tidak tahan dengan apa yang dilakukannya. Satu persatu puncaknya dia mainkan hingga tujuan selanjutnya beralih ke arah bagian inti pusat dari Amairah. Cantik dengan pesonanya sendiri yang membuat Martin dibuat kelimpungan dan mabuk kepayang melihat miliknya Amairah yang begitu menggodanya.
Martin yang awalnya ingin bermain-main beberapa saat di area itu, tapi ternyata masuk ke dalam perangkap permainannya sendiri.
"Sayang bersiap yah, Mas akan pelan-pelan kok, ingat suaranya tidak usah ditahan lepaskan dan keluarkan saja hingga suara seksi Kamu memenuhi ruangan ini," lalu mulai melakukan sesuatu yang sedari tadi Amairah inginkan.
Martin memompa dan memacu dirinya seirama dengan hentakan nan lembutnya. Amairah menarik tengkuk suaminya dengan kuat dan sesekali menggigit kecil bibirnya untuk mencegah agar suara erotisnya tidak meluncur begitu saja.
Hingga pergulatan mereka berlangsung hingga beberapa jam dengan metode,cara dan gaya yang beraneka ragam bentuknya. Hingga Martin dan Amairah sama-sama mengerang saat mencapai puncak ******* kenikmatan surga dunia yang tiada taranya..
"Punyamu semakin menggigit sayang, Aku semakin suka," ucapnya saat sudah tumbang di samping Amairah sambil memeluk erat dengan penuh kemesraan tubuh istrinya.
Amairah hanya tersenyum sekilas lalu menciumi bibir seksi milik Martin sepintas. Peluh keringat yang membasahi seluruh wajah dan tubuhnya pertanda bahwa mereka benar-benar menggenjot tubuh mereka untuk saling memberikan kepuasan dan kenikmatan indahnya mahligai rumah tangga yang dibina atas dasar cinta yang tulus tanpa pamrih yang mengharapkan imbalan apa pun itu.
"I love you Martin Muhamamd Al-ayyubi Lee."
"I Love u to Amairah Horne Tan Perkasa."
Karena sudah jam 5 subuh mereka bergegas ke dalam kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuh mereka karena sudah bersiap ingin menunaikan kewajibannya sebagai seorang hamba Allah.
Martin membantu Amairah mandi dan membersihkan seluruh tubuhnya begitu pun sebaliknya Amairah juga menggosok dengan pelan seluruh tubuhnya Martin dengan sabun herbal aromaterapi yang cukup bagus yang diperuntukkan khusus bagi pasutri yang telah menjalankan ibadahnya.
__ADS_1
Amairah menyiapkan perlengkapan shalat mereka di dalam ruangan khusus untuk shalat. Martin mengumandangkan adzan subuh dengan penuh takzim dan penghayatan yang sangat bagus. Suaranya yang serak basah tidak mengurangi sedikit pun kemerduan lantunan suci itu.
Hingga tanpa ia sadari air matanya menetes membasahi pipinya dikala suaminya mengundangkan adzan, hatinya tersentuh hingga ke relung hati terdalamnya.
Martin yang melihat tetesan buliran air mata Amairah segera menghapusnya dengan jari tangannya.
"Ayok kita shalat berjamaah subuh," ucap Martin yang mengajak istrinya.
Mereka shalat subuh dengan penuh takzim dan khusyuk mereka berserah diri di hadapan Allah SWT. Mereka berpasrah atas takdir dan jalan hidup mereka selama ini. Dan senantiasa untuk mengucap syukur Alhamdulillah atas segala nikmat dan karunia yang Allah berikan kepadanya dan untuk seluruh keluarganya.
"*Ya Allah Makasih banyak engkau telah mengabulkan segala doa dan harapanku selama ini, Semoga aku segera dipertemukan kembali dengan putra sulung ku Axel."
"Ya Allah Makasih banyak Engkau masih memberikan aku kesempatan dan waktu untuk bertemu dan berkumpul dengan istri dan putraku Denis yang selama ini sudah Kami anggap meninggal dunia*."
Kebahagiaan tidak selamanya dilihat dari segi banyaknya materi dan harta yang Kamu miliki, tapi bagaimana Kamu bisa membuat dan melihat senyuman yang tercipta dari orang-orang yang Kamu sayangi.
Fania mengucapkan Makasih Banyak atas Dukungannya kepada Cinta Yang Tulus FANIA ucapkan khusus untuk Kakak Readers yang masih setia memberikan dukungannya dalam bentuk apapun dan Maaf Fania tidak bisa mengucapkan satu persatu nama Kakak 🙏🥰
...Tetap Dukung CYT dengan cara:...
...Like Setiap Episodenya👍...
...Favoritkan♥️...
...GIFT Poin atau Koin seikhlasnya 🎁...
...Rate bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐...
...********Bersambung********...
by Fania Mikaila Azzahrah
Takalar, SulSel, Jumat, 10 Juni 2022
__ADS_1