Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 163. Terkuak Misteri Tentang Alif


__ADS_3

Selamat Membaca..


A happy marriage is about three things:


Remembering togetherness, Forgiving partner's mistakes and promising to never give up on each other.


Perjuangan yang dilakukan oleh Ibu Nurmala patut diacungi jempol dan diapresiasi luar biasa. Bahkan orang yang seperti ibu Nurmala ini jika kita mencarinya sudah sangat langka.


Orang yang tanpa pamrih menolong orang lain. Orang yang begitu ikhlas menolong anak kecil yang tidak diketahui siapa dan bagaimana asal usul anak itu. Orang yang dengan gigih dan pengorbanan yang sungguh besar berjuang untuk menyelamatkan anak kecil yang hampir meninggal dunia.


"Setelah kecelakaan maut itu, apa yang terjadi lagi dengan ibu dan Alif?" tanya Maya yang keponya sudah melampaui batas maksimal.


Mereka yang ada di sana pun dibuat kepo bukan hanya Maya seorang saja. Ibu Nurmala menatap satu persatu ke arahnya mereka.


"Saya mengikat tubuhnya Alif dipunggung ku, untungnya waktu itu di dalam mobil berbak itu, ada kain yang Alhamdulillah bisa saya pakai untuk mengingat tubuhnya Alif," jelasnya.


"Ibu sangat kuat yah, padahal Ibu juga pasti ngalamin banyak luka di tubuhnya Ibu, tidak mungkin hanya Alif yang terluka," tuturnya Bryan Regan Adams.


Menurutnya Bryan hanya wanita pilihan serta sudah langka di dunia yang mampu berbuat dan bertindak seperti ibu Nurmala.


"Iya, Mbak tidak bisa bayangkan apa yang terjadi sama kalian di saat mobil itu terbalik dan akhirnya berguling-guling ke dalam dasar jurang," ucap Nenek Masitha yang tidak kuasa membayangkan hal itu.


"Betul apa yang dikatakan oleh Nebek pasti Ibu Nurmala waktu itu, tidak memikirkan keselamatan dan kondisi tubuhnya sendiri, mungkin yang ada di dalam pikirannya yang penting Alif bisa selamat," timpal Dion.


"Jadi Ibu Nurmala setelah berhasil keluar dari bak mobil pick up itu, apa Ibu pulang ke rumahnya Abang ibu atau pulang kampung?" tanya Martin.


"Setelah Kami selamat keluar dari mobil itu hanya satu menit kami menginjakkan kaki di atas tanah, mobil yang tadi itu bergoyang dan Jatuh ke dasar jurang dan terbakar," jelasnya Ibu Nurmala yang kembali hatinya teriris sembilu saat mengingat kembali kejadian sekitar empat tahun lebih itu.


Amairah yang berada di antara Martin dan ibu Nirmala segera mengelus lengan kanannya Emaknya Alif, dengan penuh kelembutan dan perhatian.


"Makasih Nona Amairah."


Ibu Nurmala tersenyum ke arah Amairah dan Martin.


"Untung ibu segera keluar dari sana, andai saja gak secepatnya bergerak mungkin ibu tidak akan bertemu dan berkumpul dengan kita di sini," tuturnya Amairah.


"Iya Non, mungkin Allah masih sayang sama saya dan Alif sehingga menyelamatkan Kami hingga bisa berada di sini bersama kalian," balasnya.


"Syukur Alhamdulillah, kita harus bersyukur kepada Allah SWT tanpa campur tangannya ibu tidak bisa menghirup udara bebas dan segar hingga detik ini," ucap Martin.


"Iya den Martin, Ibu sangat bahagia dan selalu bersyukur kehadirat Allah SWT, dan paling istimewa saya dapat anak kecil yang bisa menutupi rasa kesepian yang Aku rasakan selama ini," terangnya.


"Kami ikut bahagia mendengar hal itu Bu, Kami berharap agar Ibu bisa hidup tenang dan tidak lagi dalam tekanan dari siapa pun, kalau pun ada suatu saat nanti tolong bicara sama kami dan jangan dipendam sendiri karena kami adalah bukan orang lain, tapi keluarga Ibu sendiri," terang Pak Heri.

__ADS_1


"Apa yang dikatakan oleh Heri Kamu harus ingat baik-baik, terutama yang ada di sini akan selalu ada di saat Ibu butuh bantuan apa pun, jadi jangan segan berbicara pada kami jika ada yang Ibu inginkan," terang Pak Heri yang tersenyum ramah kepada Ibu Nurmala.


"Lanjut dong Bu Nurmala, ceritanya kan belum selesai tuh," ucap Maya dengan senyuman khasnya.


"Maya Kamu kepo amat," ucap Dion.


"Gak tau ni Mas, Aku kok penasaran amat dengan nasib Alif selanjutnya," jawab Maya.


Mereka tertawa melihat tingkah laku Dion dan Maya yang begitu kompaknya dalam hal kepo tapi sudah akut.


"Mungkin karena waktu itu aku sangat Lelah ditambah dengan kondisi tubuhku yang mengalami banyak luka, seharian juga belum makan lambat laun aku tidak kuasa menahan Sakitnya di sekujur tubuhku hingga aku pingsan," jelas Ibu Nurmala.


Ibu yang tadinya matanya hanya berkaca-kaca sekarang buliran air mata itu satu persatu menetes membasahi pipinya.


"Jadi apa yang terjadi setelah itu, apa ada yang menolong ibu atau Ibu hanya bangun sendiri dan berjuang sendiri pula?" tanya Bryan yang baru kali ini menjadi sangat kepo.


"Alhamdulillah ada beberapa masyarakat yang menolong Kami dan mereka segera mengantar Kami ke RS terdekat, tapi yang paling membuat hatiku sedih dan menderita saat Alif harus menjalani operasi di kepalanya."


"Operasi maksudnya operasi apa dan kenapa harus dioperasi Bu?" tanya Amairah yang shock mendengar perkataan dari Emaknya Alif.


"Operasi dibagian kepalanya beberapa kali, Alhamdulillah operasinya sukses dan berjalan lancar, dan Saya sangat bersyukur karena berkat uluran tangan dari pemerintah setempat dan sebagian masyarakat yang ikhlas menolong dan membantu Kami dalam meringankan bahkan mereka membayar semua biaya pengobatan Kami berdua hingga dinyatakan sembuh total."


"Alhamdulillah begitulah jika anda baik pasti anda akan dikelilingi juga dengan orang baik pula," jawab Dion.


Matanya sudah memerah, hidungnya sembab sedangkan air matanya sedari tadi ikut mengalir mendengar perkataan dari Ibu Nurmala.


"Ibu Nurmala adalah orang baik jadi wajar saja jika orang-orang bersikap sama seperti itu."


"Jadi apa yang terjadi setelah operasi itu, apa keluarga atau orang tuanya Alif mencari Alif atau gimana?" tanya Pak Heri yang sudah tidak sabar ingin mendengarnya jika Alif adalah cucu pertamanya.


"Beberapa hari kemudian, Alif sudah sadar, tapi Alif melupakan semua tentang siapa dia serta asal usulnya, bahkan Ibu sempat bertanya pada Alif tentang siapa namanya, tiba-tiba dia mengeluh sakit di kepalanya yang tidak tertahankan dan mulai saat itu lah Aku tidak pernah bertanya sedikitpun dan apa pun tentang siapa dia."


"Jangan-jangan Alif amnesia lagi?" tanya Bryan.


"Apa Ibu tidak membawa ke dokter Alifhya disaat mengalami peristiwa itu?" tanya Martin.


"Saya sudah hubungin dokter, Lagian kami masih di RS jadi kemungkinannya segera menghubungi dokter yang menangani Alif saat Alif kritis."


Ibu Nurmala menatap Martin dengan seksama dan kembali melanjutkan penjelasannya.


"Dokter pun datang dan secepatnya memeriksa kondisi Alif dan ternyata Alif mengalami hilang ingatan saat itu hingga sekarang,karena itu lah Saya tidak berhasil menemukan siapa kedua orang tua dan di mana mereka berada, Saya setiap saat bertanya-tanya dan berdoa kepada Allah SWT agar segera mempertemukan Alif dengan ke dua orang tuanya."


Amairah menutup ke dua mulutnya dengan tangannya saking tidak sabarnya percayanya dengan apa yang dia dengar dari bibirnya ibu Nurmala.

__ADS_1


"Jadi Ibu hingga sekarang tidak tahu Alif itu siapa dan dari mana asalnya serta asal usulnya?" tanya Pak Heri.


"Iya Pak, Saya sudah berusaha untuk mencarinya tapi apa daya kemampuan dan kuasaku hanya sebatas bisa berharap dan berdoa agar mereka segera dipertemukan."


"Amin," Jawab mereka bersamaan.


"Mas Martin Aku yakin Alif itu putraku, pasti Nurman yang telah menculik putraku dulu Mas," teriak histeris Amairah.


"Kamu harus sabar sayang, Mas akan segera melakukan berbagai tes DNA dan memeriksa keseluruhan kesehatannya Alif, Mas janji besok pasti Mas akan lakukan dan tempuh cara itu satu-satunya," jelas Martin yang berusaha menenangkan istrinya.


"Kalau menurut Papa Alif itu sudah jelas-jelas cucunya Papa, tanpa kita lakukan tes DNA pun Papa sangat yakin, karena hanya Nurman yang punya alasan dan motif yang akan menculik Axel putramu," tutur Pak Heri.


"Walaupun demikian Heri, kita tetap harus ke dokter untuk mengecek keseluruhan kondisi Alif, karena menurut pengamatan saya Alif itu mengalami trauma yang cukup mendalam dan parah, jadi prosedur itu wajib kita jalankan."


"Ya Allah pantesan putraku tidak mengenaliku dan sikapnya kadang aneh."


Amairah kembali tergugu dalam kesedihannya mengingat betapa sungguh malang nasibnya putranya itu.


Kebahagiaan tidak menghampiri mereka yang memiliki segalanya, namun kebahagiaan akan menghampiri mereka yang berterus bersyukur atas nikmatnya.


Happiness does not come to those who have everything, but happiness will come to those who continue to be grateful for the blessings.


You will not find happiness if you continue to demand perfection. Be grateful for what you have, then there you will find happiness.


Kamu tidak akan menemukan kebahagiaan jika terus menuntut kesempurnaan. Syukuri apa yang kamu miliki, maka di sana akan kau temukan kebahagiaan.


Syukur Alhamdulillah Fania ucapkan kepada semua Kakak Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada Cinta Yang Tulus, Fania minta maaf karena tidak bisa sebut satu persatu nama kakak yang sudah rela dan ikhlas membaca novel yang sangat biasa dan recehan ini 🙏🥰


...Tetap Dukung CYT dengan:...


...Cara Like setiap Babnya...


...Rate bintang lima...


...Gift Poin atau Koin...


...Favoritkan...


...********Bersambung********...


...by Fania Mikaila AzZahrah...


...Takalar, SulSel, Senin,20 Juni 2022...

__ADS_1


__ADS_2