Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 136. Memenuhi Kewajiban


__ADS_3

Selamat Membaca..


Hidup ini tak akan indah


Tanpa kau ada di hati


Cerita ini takkan ada


Tanpa kau ada di sisi


Kekasihku, kau bunga mimpiku


Tiada yang lain hanya dirimu


Yang ku sayang dan selalu kukenang


'kan selalu bersama dalam suka dan duka


Dirimu satu yang kumau


Takkan lagi ada selain dirimu


Cinta suci hanyalah untukmu


Dengarlah kasih, kau dambaanku


Walau kan selalu bersama


Tetap satu dalam cinta


Tiada yang mampu merubah


Perlakuan kecil yang dilakukan oleh Martin untuk Amairah membuat hati keduanya berbunga-bunga layaknya bunga yang bermekaran di musim semi. Hanya mencium kening saja menimbulkan semburat merah di wajahnya Amairah. Martin pun tersenyum bahagia melihat wajah istrinya yang merona kemerahan seperti buah tomat.


Martin dan Amairah berpisah setelah mereka makan pagi bersama, mereka kembali berangkat kerja dan berjanji untuk pulang ke rumah Amairah yang ada di Seoul, Korea Selatan.


Martin menjalani pekerjaannya dan rutinitasnya hari ini dengan lancar dan penuh semangat. Martin tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya. Lebih tidak sabar lagi menunggu malam dan sudah punya ide dan taktik untuk mengamankan Baby Del yang memungkinkannya akan merengek untuk tidur bareng bersama mereka.


Martin lega dan bersyukur karena kerja sama mereka dengan Perusahaan X berhasil mendapatkan tanda tangan kontrak yang sangat menggiurkan dan keuntungan laba yang besar yang nantinya mereka akan peroleh.


Martin dan Dion pun pamit kepada Pimpinan tertinggi Perusahaan itu. Dan mengucapkan selamat dan syukur, karena mereka bisa meraih kesepakatan bersama.


Martin sudah duduk di kursi jok belakang mobilnya dan segera mengaktifkan layar hpnya. Martin mencari nomor hp istrinya lalu segera menelponnya.


Martin sudah berkali-kali menghubungi nomor handphone Amairah tapi selalu berada di luar jangkauan dan hanya operator seluler yang menjawabnya.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi setelah nada bit berikut ini."


Martin bersungut-sungut kesal karena apa yang dilakukannya tidak membuahkan hasil yang baik. Martin bahkan ngomel-ngomel yang membuat Dion yang duduk di kursi depan mobilnya pun tersenyum melihat tingkah bosnya yang melebihi anak SMA labil yang sedang jatuh cinta saja. Dion kembali menggelengkan kepalanya seakan-akan tidak percaya dengan tingkah absurnya Presdir tempatnya bekerja.


"Amairah kok hpmu tidak aktif yah?" tanya Martin yang langsung mendapatkan jawaban spontan dari Dion.


"Mungkin Mbak Amairah masih sibuk Bos jadi gak sempat untuk aktifkan hpnya," timpal Dion.


"Iya itu hal yang wajar, tapi ini sudah banyak kali aku coba untuk hubungin tapi hasilnya masih sama tetap tidak aktif padahal ini sudah jam 5 sore," jawabnya dengan kesal.

__ADS_1


Pikiran Martin sudah mengembara ke mana-mana bahkan sudah negatif thinking saja.


"Coba hubungi nomor ponsel asisten pribadinya Bos, si wajah kaku itu," ucap Dion.


Martin langsung menjalankan perintah dari Dion dan menghubungi nomor hp Aisyah Akyurek, tapi hpnya pun sama tidak aktif awalnya aktif dan telponnya masuk tapi tidak diangkat dan percobaan selanjutnya pun tetap sama hingga ke sekian kalinya dan akhirnya nomornya Aisyah pun tidak aktif. Hal tersebut semakin membuat Martin jengkel dan wajahnya sudah kemerahan menahan amarahnya.


"Dion kita ke Perusahaan Xx saja," titah Martin.


Di dalam hatinya Martin ada rasa takut dan cemburu serta curiga jika Amairah sedang bersama dengan seseorang yang istimewa sehingga membuat nomor hpnya tidak aktif. Rasa cemburunya langsung membutakan mata batin dan akal pikirannya sehingga sudah tidak mampu menahan cemburunya yang bergejolak di dalam dadanya.


"Semoga saja Mbak Amairah baik-baik saja, karena ini tidak pernah terjadi padanya, nomor hpnya yang selalu aktif walaupun sibuk bagaimana pun juga."


Dion mempercepat laju mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, untungnya jalan di Korsel tidak seperti di tanah air tercinta yang selalu saja macet padat merayap.


Mobilnya sudah memasuki area Perusahaan Xx dan terparkir langsung di depan lobi Perusahaan tersebut. Martin tidak langsung turun, tapi hanya berdiam diri di dalam mobilnya sambil menunggu sang istri keluar dari sana.


Pucuk dicinta wulan pun tiba, orang yang ditunggu-tunggu pun berjalan ke arah luar dengan menggandeng tangan imut putrinya sedangkan Aisyah dan dua asistennya mengekor di belakang mereka. Martin langsung bisa bernafas lega dan tersenyum melihat kedatangan istrinya.


Martin memperbaiki pakaiannya dan penampilannya terlebih dahulu sebelum turun dari mobilnya. Tidak lupa untuk bercermin sepintas di kaca spion mobilnya.


Martin pun berjalan ke arah mereka. Amairah yang melihat kedatangan Martin tidak menyangka jika suaminya datang menjemputnya. Amairah menampilkan senyuman manisnya yang paling terbaik yang di miliki.


Senyuman itu mampu meluluh lantakkan perasaan cemburu dan curiga yang dia rasakan barusan. Martin bisa bernafas teratur tanpa ada emosi yang bergejolak. Martin menyambut kedatangan Istrinya dan berjalan ke arah rombongan Amairah.


"Sayang," ucap Martin yang sengaja berkata seperti itu agar tidak ada seorang pun yang berniat untuk berani mendekati miliknya.


Amairah seperti biasa akan meraih tangan suaminya untuk dia cium punggung tangannya. Martin pun mengecup sepintas kening Amairah.


"Kok datang ke sini sih Mas?" tanya Amairah yang keheranan dengan kedatangan suaminya.


"Aku hubungi nomor Kamu, tapi gak aktif-aktif padahal sudah banyak kali Mas hubungi," jawabnya.


Amairah tahu jika Martin datang ke sini karena ada rasa cemburu dan khawatir dengan keadaannya. Amairah pun bersikap manis agar Martin bisa melupakan prasangka jeleknya.


"Mas sangat khawatir loh dengan keadaan kalian," tutur Martin yang menutupi kecemburuannya yang tidak beralasan itu.


"Tadi dia itu marah-marah Mbak saking cemburunya dia ngomel-ngomel gak jelas."


Ucapan Dion tertahan dibibirnya mana berani Dion berkata seperti itu bisa saja bonusnya semuanya dipotong habis.


"Dion Kamu pakai mobilku saja bersama Aisyah dan aku yang akan menyetir sendiri mobilnya Amairah," titah Martin.


Aisyah menatap ke arah Amairah untuk meminta persetujuan dari Nona Mudanya sebelum mengiyakan permintaan dari Martin.


Martin duduk dibelakang kemudi mobilnya Amairah sedangkan istri dan putrinya duduk di sampingnya di bagian depan.


Aisyah dan Dion satu mobil sedangkan dua pengawal pribadinya masih memakai mobil yang sama. Mobil mereka meninggalkan lobi Perusahaan Xx.


"Sayangnya kamu sudah memiliki suami dan anak, sepertinya aku lambat mengenal kamu cantik."


Seseorang dari balik mobilnya memperhatikan sedari tadi apa yang Martin dan rombongannya lakukan.


Hanya butuh waktu sekitar 20 menit mobil mereka sudah terparkir rapi di dalam garasi rumahnya Amairah yang cukup megah dan besar yang ada di jantung Kota Seoul. Dengan model yang bernuansa Eropa dan dipadukan dengan desain khas Korsel mampu membuat pemiliknya akan betah berlama-lama di dalam rumahnya.


Amairah menggandeng tangan Martin yang menggendong tubuh kecil putrinya yang sudah terlelap dalam gendongannya. Martin pun tersenyum licik setelah melihat Delisha sudah tertidur, rencana Martin bisa berjalan mulus kalau seperti ini keadaannya.

__ADS_1


"Delisha tidur di mana sayang?" tanya Martin saat mereka sudah berada di dalam ruangan tamu.


"Aisyah tolong gendong Delisha ke dalam kamarnya sendiri dan Saya mohon untuk dijaga sampai terbangun dari tidurnya," titah Amairah.


Perkataan Amairah disambut senyuman penuh arti dari Martin.


"Mas kamar kita ada di lantai atas, yuk," ucap Amairah yang sedari tadi tidak melepaskan pegangan tangan suaminya.


Amairah melihat ke dalam mata suaminya yang menginginkan sesuatu pada dirinya sehingga Amairah berinisiatif untuk mengabulkan keinginan yang belum diutarakan secara gamblang oleh Martin.


Martin dengan senang hati menyambut baik perlakuan dari istrinya.


"Malam ini Aku harus puas untuk menikmati dan melahap habis milik istriku, hitung-hitungan untuk menebus waktu hampir empat tahun itu."


Mereka sudah berada di dalam kamar Amairah yang mewah suasana dan desain dari kamar itu seakan-akan dibuat khusus untuk pasangan yang selalu dimabuk asmara setiap saatnya.


Martin menutup dan mengunci rapat pintu tersebut. Sedangkan Amairah berjalan ke dalam kamar mandi lalu membuka pintu ruangan khusus untuk berganti pakaian. Amairah meraih satu stel pakaian lingerie yang sangat seksi yang nantinya akan membuat Martin cenat cenut sendiri.


Lingerie itu berbahan katun, dengan warna pink shof yang menjadi pilihan Amairah yang akan dia pakai. Ada sebuah pita yang menjuntai pas di tengah belahan dadanya. Tonjolan dari puncak gunung mount Everest sangat terpampang nyata dan jelas seakan-akan siap untuk melompat keluar.


Amairah hari ini ingin melayani suaminya dengan sepenuh hati dan jiwanya. Amairah berkeyakinan membuat suami bahagia jaminannya adalah surga, karena itu lah Amairah di sore hari itu ingin Melayani Martin dengan baik dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Amairah berniat untuk menebus waktu yang terbuang bersama dengan suaminya.


Amairah merasa sangat berdosa telah egois untuk tidak pulang menemui suaminya. Maka dari itu lah Amairah memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya.


Amairah sebenarnya malu dengan penampilannya sendiri saat ini. Bahkan Amairah refleks menutup ke dua aset terpentingnya saat dia bercermin. Amairah tersenyum menutup mulutnya saking tidak percayanya melihat bentuk tubuhnya yang dibalut dengan kain yang sangat tipis. Hingga tembus pandang.


Amairah membuka pintu dengan sangat pelan karena tidak ingin Martin langsung melihat ke arahnya yang nantinya pasti membuatnya tersipu malu. Amairah berjalan dengan mengendap-endap menuju ranjang king size-nya. Martin yang duduk bersandar ke kepala ranjangnya tidak menyadari kedatangan Amairah saking seriusnya membalas chat dari rekan bisnisnya.


Ranjang bergoyang membuat Martin menolehkan kepalanya ke arah Amairah. Martin hanya melihat sekilas ke arah istrinya yang belum menyadari dengan baik apa yang dipakai nya. Amairah melihat tidak respon dari Martin langsung menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya hingga ke lehernya itu.


Martin menatap lagi ke arah Amairah karena melihat tadi Amairah memakai pakaian yang membuat benda pusakanya langsung berkibar dengan tegaknya. Martin menyunggingkan senyumnya.


Martin menaruh hpnya di atas meja nakas lalu membuka sebagian pakaiannya sehingga hanya meninggalkan celana boxernya saja sedangkan Amairah berbaring memunggungi Martin jadi apa yang dilakukan oleh Martin dia tidak sadari.


Martin ikut berbaring ke dalam selimut Amairah dan memeluk erat tubuh seksi nan molek serta montok milik Amairah..


............


Hari ini cukup itu dulu, esok dilanjut lagi openingnya yah he-he-he 🤭


Alhamdulillah hari ini Fania UpDate dua bab, Mohon biasakan jika selesai membaca untuk menekan tombol Likenya yah ✌️


Fania ucapkan Makasih banyak untuk semua Kakak Readers yang sudah meluangkan waktunya untuk mampir Membaca novel recehan Fania 🥰😘.


Jangan Lupa untuk mampir juga ke Novelku yg judulnya:


Bertahan Dalam Penantian


Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar


bahagianya dapat komentar seperti ini ✌️🥰😘



...********Bersambung********...

__ADS_1


by Fania Mikaila Azzahrah


Takalar, Sulsel, Sabtu, 04 Juni 2022


__ADS_2