
Selamat Membaca..
Resto yang dipilih oleh Pimpinan cabang perusahaan PT Eratex desain interior sangat bagus untuk dijadikan spot foto. Dan sangat instagramable. Hal ini dimanfaatkan baik oleh Para karyawan PT. Eratex. Banyak yang berselfi maupun berfoto bareng untuk mengabadikan moment tersebut.
Acara makan malam bersama yang diselenggarakan oleh Perusahaan tempat kerja Amairah di Restoran Seafood menjadi sarana silaturahmi antara para karyawan dan karyawati. Kesempatan ini pun dimanfaatkan oleh Amairah untuk bertemu langsung dengan Bram.
Amairah sengaja memilih kursi yang ada di dekat Bram agar Amairah leluasa untuk berbicara dengan Bram. Bram yang tidak menyadari niat dari Amairah santai saja dan tidak ada reaksi dari Bram sendiri.
Mereka menikmati makanan yang disediakan oleh Resto tersebut. Canda tawa mewarnai acara itu. Jam di dinding Resto sudah menunjukkan pukul 10 Malam satu persatu meninggalkan restoran. Bram ingin berdiri, tapi Amairah langsung memegang tangan Bram dengan cukup keras. Bram langsung menatap ke arah Amairah sedangkan yang ditatap malah memberikan kode kepada Bram untuk kembali duduk. Bram menurut perintah Amairah.
"Apa maksudnya dari semua ini?" tanya Bram kepada Nadia yang duduk di hadapan Bram.
Nadia tidak menjawab pertanyaan dari Bram dan hanya menyodorkan sebuah amplop putih.
"Bukalah, segala pertanyaan
yang muncul dibenakmu akan terjawab". ucap Amairah.
Bram hanya menatap Nadia dan langsung membuka Amplop tersebut dan alat tes kehamilan lah yang terjatuh. Bram kembali melihat ke arah Nadia sedangkan yang ditatap hanya bisa menunduk sambil meremas bagian ujung bajunya.
"Maaf Saya tidak mengerti dengan alat ini dan apa tujuan kalian memperlihatkan ini semua kepada Saya?." tanya Bram yang sebenarnya sudah tahu arah pembicaraan mereka tapi pura-pura bodoh.
"Hee! jangan munafik loh, kamu tidak mungkin amnesia kan dan langsung melupakan apa yang sudah kamu lakukan bersama Nadia?" ucap Maya yang sudah tersulut emosinya sambil menarik kerah baju Bram.
"Maya jangan emosi, ingat kita ini di tempat umum loh, jangan sampai kita ingin menyelesaikan masalah mereka malah kita semakin perparah saja" ucap Amairah yang menenangkan Maya.
"Tolong kerja samanya, Apa kamu sama sekali tidak ingin bertanggung jawab terhadap apa yang kamu lakukan, dan tidak mungkin Nadia bisa seperti ini jika kalian tidak sama-sama menginginkan hal tersebut" ucap Amairah.
"Maaf Aku tidak bisa" Ucap Bram dan langsung berdiri untuk meninggalkan mereka.
Amairah tiba-tiba teringat dengan Ayah biologis Axel, Amairah takut dan khawatir jika apa yang dikatakan oleh Bram akan dikatakan juga oleh Pria tersebut yang akan menolak kehadiran Axel. Rasa takut itu menghantui Amairah. Ke dua temannya heran dengan sikap Amairah yang tiba-tiba diam.
"Amai, woi Amairah" ucap Maya yang menggoyang tubuh Amairah agar Amairah sadar dari lamunannya.
Tidak lama Amairah pun tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Maaf tadi aku tidak dengar apa yang kalian katakan" tanya Amairah.
"Tidak apa-apa, kita pulang saja, nanti kita cari tempat yang baik untuk membicarakan hal ini lagi dengan Bram" ucap Maya.
"Apa kalian mau nginep di rumahku atau gimana?." tanya Amairah.
"Lain kali saja, Kami tidak bawa pakaian ganti" ucap Maya.
Mereka pun berpisah dan kembali ke rumah masing-masing. Amairah masih berdiri di depan Resto karena Ojol yang dia pesan belum datang. Amairah menelpon ke rumahnya untuk menanyakan keadaan Baby Axel.
"Assalamu alaikum Mbak, apa Axel sudah tidur?." tanya Amairah pada Mbak Mirna.
"Alhamdulillah sudah tidur Bu" jawab Mbak Mirna.
"Alhamdulillah kalau gitu, oiya Aku mungkin terlambat pulang Mbak, Ojol yang aku pesan belum datang juga" ucap Amairah.
"Hati-hati yah Bu" ucap Mbak Mirna.
"Makasih banyak Mbak" ucap Amairah.
"Amairah" panggil orang tersebut.
Amairah pun menolehkan kepalanya ke belakang karena ada seseorang yang memanggilnya.
Amairah tersenyum melihat orang tersebut. Dan tidak melanjutkan langkahnya.
"Assalamu alaikum Amai" ucap pria tersebut.
"Waalaikum salam Rian" jawab salam Amairah.
"Aku kira kamu sudah lupa dengan saya" tanya Rian.
"Tidak Mungkin lah aku lupa dengan satu-satunya sahabat aku waktu kuliah dulu" Jawab Amairah.
"Gimana kabarmu Amai?, kamu semakin cantik saja" ucap Rian.
__ADS_1
"Alhamdulillah Aku baik, Kalau kamu gimana??" Tanya balik Amairah.
"Aku Alhamdulillah baik juga, oiya ngomong-ngomong kamu mau kemana ini sudah larut malam loh?." Tanya Rian yang melihat jam tangannya.
"Aku nunggu Ojol, tapi gak tahu sudah setengah Jam aku tunggu tapi gak muncul juga" jelas Amairah.
"Cancel saja biar aku yang antar kamu" ucap Rian.
Amairah pun menganggukkan kepalanya tandanya setuju. Mereka pun berjalan ke arah mobil Rian.
"Wooi Rian kamu ternyata sudah sukses yah, kalau gini aku bisa minta ditraktir makan atau ditraktir shopping di mall" ucap Amairah yang bercanda dengan Rian.
Seperti itulah kebiasaan yang mereka lakukan saat mereka masih duduk di bangku kuliah.
"Tadi aku mau menegur kamu loh, tapi aku takut salah orang" ucap Rian.
Amairah menolehkan kepalanya ke arah Rian.
"Maksudnya?". tanya Amairah.
"Aku orang yang berdiri di samping kamu tadi pagi di bawah emperan toko loh" ucap Rian.
"Ooh kamu yang ikut terkena cipratan air hujan" ucap Amairah tertawa terbahak-bahak ketika teringat kejadian tadi pagi.
"Stop tertawanya, Kita sama dan senasib kok, oiya aku mau undang kamu ke acara pernikahan aku yang insya Allah hari Minggu ini" ucap Rian.
"Pasti cewek itu si tetanggaku idolaku kan?." ucap Amairah yang tersenyum mengingat kisah cinta Rian dengan Nafizah.
Mereka tertawa bersama mengingat masa-masa mereka waktu kuliah dulu. Rian adalah satu-satunya cowok yang dekat dengan Amairah. Rian lah yang selalu menjadi teman jalan Amairah.
"Insya Allah, Aku akan datang" ucap Amairah walaupun sebenarnya Amairah sudah tidak ingin menginjakkan kakinya ke Ibu kota.
"Makasih banyak atas bantuanmu" ucap Amairah disaat dirinya sudah turun dari mobilnya.
Bersambung..
__ADS_1
Makasih banyak atas dukungannya 🙏.