
Selamat Membaca..
Amairah menikmati kuliner khas Jakarta yaitu soto Betawi. Sejak dulu Amairah sangat suka dengan soto Betawi lengkap dengan perkedelnya. Amairah termasuk tipe cewek yang suka dengan kuliner khas Indonesia hingga berbagai makanan dari seluruh pelosok tanah air tercinta.
Amairah orangnya tidak terlalu pilih-pilih makanan yang penting cocok dilidahnya khususnya makanan asli Nusantara pasti Amairah akan doyang makan. Amairah kalau dalam hal makan makanan terbilang kuat untuk menghabiskan beberapa porsi makanan tetapi badannya tetap terjaga bahkan berat badannya masih sangat ideal dan tidak sesuai dengan dirinya yang suka makan. Amairah bersyukur dengan bentuk tubuhnya yang tetap langsing walaupun kuat makan dan waktu dirinya hamil pun berat badannya masih terbilang langsing dan normal. Tidak seperti kebanyakan ibu-ibu yang sudah hamil pasti bobot tubuhnya akan drastis melonjak naik.
Ke Esokan Harinya, Amairah sudah bersiap untuk menghadiri pesta pernikahan Rian perdana Kusuma dan Michel Pratiwi Lukman di Mesjid Baiturahman. Untung saja Mesjid tersebut lokasinya tidak terlalu jauh dari Hotel tempat Amairah menginap. Jadi tidak membuat Amairah kerepotan. Amairah ke acara tersebut hanya seorang diri. Menurut Amairah belum saatnya Axel diperkenalkan ke khalayak umum. Amairah belum siap untuk membuka rahasia pernikahan dan kehidupan pribadinya di depan orang lain.
Amairah sudah bersiap untuk berangkat ke Mesjid tersebut dengan pakaian yang cukup terbuka dan seksi. Penampilan Amairah yang sekarang dengan saat dirinya masih berstatus istri dari Adam sangatlah berbeda. Amairah tidak ingin bercermin pada masa lalu kelamnya. Amairah mengikat rambutnya asal saja sehingga ada beberapa anak rambut yang jatuh dan terurai. Amairah memakai gaun pesta yang banyak taburan manik-maniknya yang bagian punggungnya sedikit terbuka dan mengekspos punggung putih mulusnya yang berwarna kuning dengan anting senada dengan warna gaunnya.
Siapa pun yang memandang Amairah pasti Akan terkesima dan terpesona dengan penampilan Amairah. Othor saja nih andai cowok pasti akan tergoda sayangnya aku seorang perempuan hehehe.
Amairah pun pamit kepada anaknya dan Mbak Wati.
"Aku pergi dulu yah Mbak tolong dijaga Axel tapi kalau Axel mau jalan-jalan silahkan diantar tapi jangan terlalu jauh dari sini" ucap Amairah yang mengambil dompetnya.
"Baik Bu, Mbak Wati siap menjalankan perintah" ucap canda Mbak Wati.
"Tapi jangan lupa bawa dompetnya Mbak entar Axel mau jajan lagi" timpal Amairah lagi.
Axel yang masih tidur sehingga Axel tidak melihat Mommynya berangkat. Amairah memperhatikan wajah dan penampilannya lebih detail lagi karena takut jika ada kesalahan atau apa pun yang akan membuat dirinya malu.
Amairah melujukan mobilnya menuju mesjid Baiturrahman. Amairah berulang memeriksa penampilannya. Bahkan Amairah kadang nerfes dan tidak pede dengan gaya dan stilenya dalam berbusana.
Amairah baru turun dari mobilnya sudah menjadi sorotan dan menjadi bahan empuk bagi para pria hidung belang. Bahkan sudah banyak dari mereka yang meneteskan ilernya. Tapi Amairah tidak memperdulikan hal itu. Amairah berpakaian seperti ini karena permintaan dari Sang calon mempelai pria yaitu Rian perdana Kusuma yang khusus meminta kepadanya.
Para buaya darat, buaya buntun dan buaya air laut pun mulai beraksi untuk mendekati Amairah. Tak terkecuali orang yang duduk di pojok mesjid. Orang tersebut sudah marah karena banyaknya tatapan mata yang memandang ke arah Amairah. Dia ingin bangkit dari duduknya untuk melindungi Amairah dari pandangan mata pria hidung belang tetapi tidak punya hak lagi untuk melakukan hal itu.
"Andai saja, aku tidak menceraikanmu dulu mungkin aku tidak akan hancur dan terpuruk seperti ini, aku baru menyesal membuang berlian dan memungut batu dari comberan" ucap Adam mantan suami dari Amairah.
Mas Adam dari mana saja sih loh, Ada istri cantik dan Sholehah kok lebih milih istri yang kepuasaannya ada sama pria lain. Kasihan bingits sama Loh dan penyesalan Anda sudah terlambat iya kan Thor hehehe.
Amairah duduk di samping ke dua orang tua Rian. Orang tua Rian sudah mengenal Amairah sejak dulu jadi mereka langsung akrab.
"Assalamu alaikum Tante dan om" ucap Amairah yang langsung mengambil tangan Ayah dan ibunya Rian.
"Waalaikum salam" ucap ke dua orang tua Rian secara bersamaan.
__ADS_1
"Gimana kabarnya tante dan Om Sehat kan?." tanya Amairah.
"Maaf kamu siapa sepertinya kami tidak mengenal kamu?." ucap Ibunya Rian yang merasa tidak mengenal dengan perempuan yang ada di dekatnya.
"Aku Amairah Tante temannya Rian yang sering datang ke rumah Tante kalau Rian ingin mengerjakan tugas kuliah kami dulu" jelas Amairah.
"Kamu Amairah ya Allah Tante tidak mengenal kamu Nak, soalnya kamu cantik banget dan penampilan kamu sungguh berubah dan tidak seperti dulu lagi" ucap ibunya Rian dengan tulus dan jujur.
"iya Tante dan makasih atas pujiannya" ucap Amairah yang malu-malu.
Beberapa saat kemudian acara akad nikah pun berlangsung tampak wajah Rian agak tegang menghadapi pernikahannya. Rian tampak gugup. Amairah pun menyenggol lengan Rian agar tidak grogi dan percaya diri untuk mengucapkan ijab kabul. Tidak berapa lama kemudian kata Sah sudah menggema di seluruh penjuru Mesjid walau pun Rian sempat mengulangi untuk melakukan ijab qobul karena yang pertama sempat salah sebut. Mereka tertawa bahagia dan bersyukur karena Akhirnya Rian sah menjadi suami Michelle yang sudah lama menjalin hubungan asmara yang hampir 10 tahun lamanya. Tapi tidak menyurutkan niat Rian untuk mempersunting cewek yang menjadi pujaan hatinya.
Semua ikut berbahagia dengan pernikahan mereka. Bahkan Rian tidak henti-hentinya tersenyum karena Akhirnya bisa melafalkan kata ijab qobul dengan baik, benar dan lancar walaupun harus mengulang dua kali baru lah sukses. Pak penghulu membaca beberapa do'a sang pengantin baru dan memberikan beberapa petuah pernikahan dan beberapa tips untuk menjalani pernikahan dan mengarungi bahtera rumah tangga. Semua tamu dan keluarga yang hadir di sana satu persatu mendatangi pengantin baru dan mengucapakan selamat dan tak lupa mereka mendoakan Sang pengantin baru.
"Selamat yah Rian semoga pernikahan kalian langgeng sampai kakek nenek dan saqina mawadah warahmah" ucap Amairah sambil memeluk tubuh Michelle.
Adam ingin mendekati Amairah tapi tidak memiliki keberanian yang cukup dan kuat. Adam terlalu Malu dan tidak percaya diri. Adam sangat menyesali keputusannya dulu dan setelah sekian lama barulah Adam menyadari kalau menceraikan Amairah dan menikahi Meeta adalah kesalahan yang paling terbesar dan terburuk dalam hidupnya.
"Maafkan Mas Amairah, Aku baru menyadari kalau menceraikam kamu dan berselingkuh dengan Meeta adalah kebodohanku bahkan dulu aku tega melakukan pengkhianatan itu langsung di depan matamu" monolog Adam yang tidak berhenti menatap wajah Amairah.
Sedangkan Axel baru terbangun dari tidurnya dan mencari keberadaan Mommynya, Untung Mbak Wati segera tanggap dan mendekati Axel.
"Mommy ke acara temannya, apa Axel lupa?." ucap Mbak Wati yang menggendong Baby Axel.
"Maaf Axel lupa" ucap Axel yang tersenyum manis ke arah Mbak Marni.
Mbak Marni langsung teringat dengan wajah dan senyuman orang yang menemani Axel waktu di Dufan.
"Kok senyuman mereka sama yah, wajah dan hidung hingga matanya sama dengan baby Axel Apa mungkin itu dadynya Axel yah tapi itu tidak mungkin kan Daddy-nya Axel sudah bercerai dengan Ibu Amairah dan tidak mungkin ibu Amairah tidak memperlihatkan fotonya, sayangnya aku lupa mengambil gambar pria tersebut kalau Aku berjumpa lagi dengannya Aku pasti akan memfotonya dan memamerkan kepada Wati" ucap Marni yang tersenyum gak jelas dan membuat Axel merinding takut.
"Mbak gimana kalau kita jalan-jalan di sekitar Hotel kemarin kalau Axel gak salah lihat ada taman yang cantik dan banyak tempat bermain khusus untuk mainan anak-anak" ucap Axek yang menampilkan wajah gemesnya agar Mbak Mirna memoloskan permintaannya.
"Mbak penuhi permintaan Axel tapi ada syaratnya." ucap Mbak Marni yang ingin bernego dengan Axel tujuannya agar Axel tidak hilang dan kabur lagi sehingga kejadian kemarin tidak terulang lagi.
Axek berfikir sejenak dan tersenyum manis.
"Ok" ucap singkat Axel sambil menganggukkan kepalanya.
"Ya Allah kok senyumannya Axel semakin aku perhatiin semakin mirip dengan teman barunya Axel yah?." tanya Mbak Marni kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
"gimana Mbak apa syaratnya tapi jangan yang sudah yah Axel nanti gak mampu penuhi". ucap Axel yang kembali murung.
"Gampang kok Axel ganteng, Axel kalau Mbak ajak ke Taman itu tidak boleh nakal dan main kabur-kaburan lagi kalau butuh sesuatu harus beritahu Mbak yah" ucap Mbak Marni.
"Axel janji tidak akan nakal lagi dan kalau mau jalan Axel akan minta ijin sama Mbak Marni atau mbak Wati" ucap Axel sambil mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari Mbak Marni.
"Let's go kita mandi kalau begitu" ucap Mbak Marni setelah mereka sepakat untuk berjalan-jalan mengelilingi kompleks dan area Hotel.
Axel, Duos Baby sutternya sudah berada di lobby hotel. Mbak Marni tanpa sengaja melihat pria yang mirip dengan Teman baru Axel. Mbak Marni ingin mengejar orang tersebut tapi langkahnya terhenti karena tarikan tangan Axel yang cukup kuat.
"Mbak Marni kok jalannya muter sih, kita kan mau ke Taman terus kalau muter berarti kita kembali ke dalam kamar" ucap Axel yang heran dengan sikap Mbak Marni.
"Iya nih Mbak Marni jangan-jangan Mbak lupa ngunci kamar atau lupa Dompetnya?." tanya Mbak Wati yang ikut bingung dengan sikap Mbak Marni.
"Maaf tadi Mbak pikir mbak lupa bawa kunci kamar ternyata kuncinya sudah ada di dalam tas Mbak, maaf yah Axel ganteng" ucap Mbak Marni agar mereka tidak curiga dengan tingkah lakunya.
Mereka pun berjalan menuju taman yang katanya bagus dan fasilitas bermainnya juga lengkap. Taman tersebut adalah Taman yang sengaja dibuat oleh pemilik Hotel untuk Tamu yang memiliki dan membawa serta anak-anaknya untuk menginap di hotel Mereka.
Axel melompat-lompat kegirangan karena Taman tersebut sangat indah dan bagus, banyak aneka permainan dan gratis tentunya tetapi tidak terbuka untuk umum dan hanya bagi tamu hotel yang bisa datang ke Sana dengan menunjukkan kunci kamar mereka saja dan mereka sudah bisa masuk dan menikmati permainan hingga puas dan capek.
Satu jam Axel sudah bermain di Taman itu, tapi belum berniat untuk berhenti bermain. Sedangkan mbak Mirna dan Mbak Wati sedang asyik berselfi ria. Mereka berpose dan berfoto mengelilingi Taman tersebut bahkan mereka melakukan siaran langsung.
Axel tiba-tiba berlari dan Mbak Mirna melihatnya dan langsung mengehentikan aksinya dan ikut mengejar Axel yang sudah berlari kencang.
"Axel kamu mau kemana?." teriak Mbak Marni dan Mbak Wati pun ikut mengejar Axel.
"Axel jangan lari sayang entar jatuh loh kalau jatuh kan sakit loh kalau sakit Axel bisa Nangis" ucap Mbak Wati yang ngomel-ngomel sambil berlari mengikuti langkah Axel.
Mbak Marni dan Mbak Wati sudah ngos-ngosan setelah berlari.
"Ya Allah ini Anak kok kuat banget yah berlari jangan-jangan ibu Amairah waktu ngidam ngidam berlari lagi atau Daddy-nya Axel atlet lari yah" ucap Mbak Wati yang sudah ngaco.
Axel smakin mempercepat langkahnya dan berhenti tepat dibelakang beberapa orang yang sedang berdiri sambil berbincang-bincang. Axel tanpa ba-bi-bu langsung memeluk kaki seseorang yang berdiri di dekat parkiran mobil tersebut.
Bersambung..
FANIA tidak akan bosan untuk mengingatkan untuk memahami dan memaklumi typo dalam pengetikan naskahnya ✌️🙏.
FANIA Ucapkan Makasih Banyak kepada kakak Readers yang telah Sudi memberikan dukungannya kepada Cinta Yang Tulus ✌️🙏
__ADS_1
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, 07 April 2022.