
Apa yang harus aku lakukan
Untuk membuat kau mencintaiku
Segala upaya telah kulakukan untukmu
Apa yang harus aku temukan
Untuk membuat kau menyayangiku
Inilah aku yang memilih kau untukku
Karna aku mencintaimu
Dan hatiku hanya untukmu
Tak akan menyerah
Dan takkan berhenti mencintaimu
Ku berjuang dalam hidupku
Untuk selalu memilikimu
Seumur hidupku, setulus hatiku
Hanya untukmu
Karena aku mencintaimu
Dan hatiku hanya untukmu
Tak akan menyerah
Dan takkan berhenti mencintaimu
Seumur hidupku, setulus hatiku..
oooohhh..
Selama janur kuning belum melengkung dan melambai di depan rumah wanita yang engkau sayangi, maka siapa pun punya kesempatan yang sama untuk berjuang mendapatkan hati wanita pujaan kalian.
Sudah berapa bulan terakhir ini Dion mengejar dan mendekati Maya dengan identitas aslinya yaitu disembunyikan, Maya sama sekali tidak mengetahui jika Dion adalah calon tunangannya yang selalu dia tinggalkan di saat acara penting tersebut. Dion pun sudah berjanji pada dirinya sendiri akan meruntuhkan tembok besar nan tinggi yang ada di dalam hatinya Maya. Dion pun meminta kepada keluarga besarnya dan ke dua orang tuanya untuk tidak memberitahukan kepada Maya siapa dia sebenarnya.
Dion yang awalnya selalu gercep dan ngebet untuk mendekati Maya dan mendapatkan hatinya. Tapi kali ini Dion ingin mengetahui apa kah di dalam hatinya Maya, sudah bercokol kah namanya atau belum. Karena itu lah Dion merubah strateginya. Dengan cara yang lebih selow dan lebih taktis lagi.
"Aku harus tahu siapa cewek itu yang dia temani chatingan, Aku harus bisa dapat info itu".
Maya bercermin dan memperbaiki penampilannya, sebenarnya Maya masuk ke toilet karena hanya membuang rasa kesal dan jengkelnya saja dan Maya tidak ingin Dion sampai mengetahui hal tersebut.
"Cemburu, tapi tidak mau jujur dan pura-pura baik-baik saja".
__ADS_1
Dion setelah melihat kedatangan Maya, langsung pura-pura tidur dan menutup matanya. Dion ingin melihat sejauh mana upaya yang dua lakukan berhasil.
"Sok kegantengan banget sih jadi orang, sok cakepan menebar pesona ke semua cewek, aku lebih cantik dari pada itu cewek" Omelan Maya membuat Dion tersenyum dalam kepura-puraannnya.
"Ayok terus ngomel-ngomel dan keluarkan semua yang ada di dalam hatimu".
Maya ngomel-ngomel hingga membuat dirinya lelah hingga tertidur saking capeknya berperang dengan perasaannya sendiri.
"Apa sih susahnya untuk jujur dengan perasaanmu? Aku sudah sekian lama menunggu kata-kata itu meluncur dari mulutmu, tapi aku akan tetap sabar sampai kamu bilang i love you Mas Dion".
Pesawat terpaksa belum berangkat dari tanah air tercinta menuju London Inggris, dikarenakan ada beberapa hal kesalahan teknis yang terjadi. Harapan Dion sudah terbuka lebar dan sudah ada sinyal-sinyal cinta dari Maya hanya menunggu waktu saja Maya akan mengutarakan perasaannya itu.
"Maya Erlene Khesya Aku sangat mencintaimu, Mas akan sabar menunggu sampai hari itu datang, di saat kamu berlarian ke dalam pelukanku sambil bilang Aku sangat mencintaimu Mas Dion".
Maya sudah tertidur pulas di samping Dion. Dion yang melihat hal tersebut langsung mengambil hpnya untuk segera menghubungi ke dua orang tuanya. Untuk segera mempersiapkan segala sesuatu yang mereka sudah rencanakan sebelumnya.
"Assalamu alaikum Mi"
"Waalaikum salam sayang, gimana kabarnya?" tanya mami Dion ibu Marissa.
"Alhamdulillah Dion baik-baik saja Mi, oiya Mi Persiapkan acara pertunangan saya dengan Maya, insya Allah kali ini Maya tidak akan lari lagi bahkan untuk menolak pun tidak akan bisa menghindar" Ucap Dion yang mengelus rambut panjang Maya.
Maya bagaikan anak bayi saja yang tidak bisa tertidur jika rambutnya tidak dielus oleh bundanya. Dan Dion setiap kali mereka melakukan perjalanan bisnis dan Maya tertidur pasti Dion akan melakukan hal itu walaupun di dalam pesawat Komersial.
Dion seperti mendapatkan hobby dan kebiasaan baru. Maya yang tidak tahu hal tersebut hanya bisa menikmati hal tersebut bahkan Maya tersenyum dalam tidurnya. Seakan-akan itu hal yang paling disukai oleh Maya saat ini.
"Alhamdulillah Mami sangat senang mendengarnya kalau gitu, Mami akan persiapkan semuanya sebaik mungkin dan kali ini acaranya akan lebih mewah dari sebelumnya" tutur Mami Marissa.
"Kalau bisa Mami telpon Nenek Masitha sama Paman Hery dan yang lainnya juga untuk hadir di acara aku nanti, dan Dion ingin semua keluargaku menyaksikan hari bahagiaku itu Mi" jelas Dion.
"Sampai detik ini belum ditemukan, tapi Martin dan Nenek Masitha tetap melakukan pencarian dan sampai detik ini mereka masih berupaya, tapi sepertinya itu sulit Mi karena menurutnya Dion ada seseorang yang sengaja menyembunyikan mereka, tapi kami tidak tahu siapa itu" ucap Dion.
"Tetaplah yakin nak dan banyak berdo'a semoga Kakakmu dan putranya segera ditemukan dalam keadaan sehat selamat" ucap Mami Marissa yang ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Kakak iparnya yaitu Heri Tan Perkasa.
"Amin, Makasih Mi, oiy sudah dulu Mi, pesawatnya sudah mau take off nih, dan jangan lupa untuk mengabari mereka semua". Ucap Dion sebelum menutup sambungan teleponnya.
"Hati-hati sayang, kabari Mami kalau kamu sudah sampai di London" ucap Mami Marissa.
"Ok Mi, assalamu alaikum" ucap Salam Dion.
"Waalaikum salam".
"Semoga apa yang kamu rencanakan kali ini berhasil, dan Maya sudah membuka hatinya untuk dirimu Nak, Mami harap kalian segera menikah, Mami ingin segera memiliki cucu, hanya Mami yang sampai sekarang belum menggendong cucu sedangkan teman-teman arisan Mami pada heboh kalau mereka sudah bahas menantu dan cucu mereka semua".
Dion ikut mengistirahatkan tubuhnya di samping Maya. Pesawat mereka sudah berhasil meninggalkan Bandara Soekarno Hatta menuju London Inggris, negara tempat Ratu Elisabet bernaung.
Persiapan segera dilaksanakan oleh Mami Marissa sesuai petunjuk dan arahan yang diberikan oleh Dion putra tunggalnya itu. Mami Marissa adalah istri dari Herman Aiden Tan Perkasa, adik ke dua dari Heri Aimar Tan Perkasa, Ayah dari Amairah Horne Perkasa.
Semua keluarga besar dan kerabat pun sudah diinfokan tentang rencana itu. Tapi Papa Maya menolak keinginan calon besannya untuk mengadakan pesta pertunangan jilid ke tiga antara Dion dan Maya, karena khawatir dengan keadaan yang kemungkinannya akan terjadi seperti yang telah lalu. Papa dan Mama Maya trauma dengan kejadian tempo lalu. Mereka berharap kesempatan kali ini adalah akan berhasil dan sukses sesuai harapan mereka.
Setelah mematikan sambungan teleponnya bersama putra sulungnya, ibu Marissa Tunjung segera menelpon calon besan sekaligus sahabat baiknya itu yaitu ibu Anne Husna untuk membicarakan rencana mereka.
__ADS_1
"Halo Assalamu alaikum jeng Anne" ucap ibu Marissa dengan penuh antusias dan semangat.
"Waalaikum salam jeng Marissa, sepertinya ada yang sesuatu yang membuat jeng Marissa bahagia, dari suara jeng Marissa yang menandakan seperti itu" tutur Ibu Anne Husnah.
"Tau ja ni jeng Anne, sepertinya jeng Anne sudah pintar menerawang yah" canda Ibu Marissa yang berdiri di balkon kamarnya menikmati sejuknya angin sepoi-sepoi Kota London yang terasa dingin.
"Aaahh bisa saja nih jeng Marissa hehaha" balas Ibu Anne.
"Barusan putraku Dion menelpon katanya ada kemajuan dari perkembangan hubungnya bersama putrimu, dan meminta padaku untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk pertunangan mereka" timpal Ibu Marissa.
"Serius nih Jeng Marissa? tapi Aku sangat Khawatir dan takut jika rencana kita kali ini menuai kegagalan lagi" ucap sendu ibu Anne.
"Kali ini Saya sangat yakin dan percaya pada putraku loh, gimana kalau kita rayakan dengan meriah pesta pertunangan mereka kali ini" tanya Ibu Marissa.
"Kalau menurut Aku sih jeng, sederhana takutnya nanti terulang kembali seperti yang lalu Kalau putriku akan berulah lagi dan kabur dan ujung-ujungnya buat kita malu dan mencoreng nama baik kita semua" ucap Ibu Anne yang menolak permintaan dari Ibu Marissa.
"Ada benarnya juga, kalau gitu yang hadir hanya keluarga dan kerabat dekat kita saja yah, dan apa pun aku akan lakukan untuk mengjaga Maya agar tidak kabur lagi" terang ibu Anne.
"Sepertinya itu tidak perlu jeng, karena sesuai yang dikatakan oleh Dion, Maya sudah membuka hatinya untuk Dion hanya saja malu-malu meong garong saja sepertinya" tutur Ibu Marissa
"Kita perlu dukung mereka dan doakan yang terbaik untuk mereka dan semoga mereka segera menikah dan memberikan kita cucu yah jeng" Harap ibu Anne.
"Kalau gitu sampai ketemu nanti yah jeng di butik Andreas kita pilihkan gaun paling terbaik dan yang tidak ada duanya di dunia ini" ucap Ibu Marissa Lagi.
"Siap jeng, assalamu alaikum" ucap Ibu Anne.
"Waalaikum salam".
Ke dua emak-emak itu sangat bahagia karena rencana mereka untuk menjodohkan anak-anak mereka akhirnya akan menjadi kenyataan juga.
Mami Marissa melakukan gerakan cepat dan melakukan segala persiapan yang dibutuhkan untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Sedangkan Dion menjalankan taktiknya untuk mengetes sejauh mana sudah rasa sayangnya Maya kepada dirinya. Dion hanya harus cukup bersabar dalam menghadapi sikap maju mundurnya Maya.
..............
Othor hanya bisa berdoa semoga kali ini berhasil yes yah Mami hehehe.
FANIA UCAPKAN TERIMA KASIH BANYAK KEPADA KAKAK READERS YG MASIH SETIA MEMBERIKAN DUKUNGANNYA KEPADA CINTA YANG TULUS 🥰😘.
Dukung Terus CYT dengan Cara Like, Favoritkan dan Rate Bintang 5.
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisannya bin Typonya 🙏.
Silahkan ramaikan novelku yg lain dong kk:
Tidak ada Jodoh yang Tertukar
Bertahan Dalam Penantian
...********Bersambung********...
__ADS_1
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Kamis 19 Mei 2022