
Selamat Membaca..
Hari berikutnya, Amairah sudah mulai bekerja. Baru pertama kerja, Amairah sudah harus lembur, dikarenakan Perusahaan yang dia tempati kerja sedang menangani proyek mega besar. Sehingga Amairah terpaksa meninggalkan baby Ax sampai tengah malam. Amairah jika akan berangkat kerja pasti akan memompa ASInya lalu memasukkan ke dalam lemari pendingin. Jadi jika Baby Axel lapar baby sitter nya tinggal mengambil botol tersebut.
Amairah cukup supel,ramah dan cepat tanggap jika ada temannya yang menjelaskan kepadanya tentang pekerjannya. Amairah saking sibuknya sampai lupa untuk Makan siang. Mereka sibuk karena waktu yang diberikan oleh atasan mereka tinggal hari ini dan Besok semua laporan keuangan sudah ada di Meja atasan mereka.
"Amairah makan dulu, kamu belum makan padahal sudah jam 2 loh, yang sudah makan" ucap Nadia salah satu teman kerjanya Amairah yang ada di divisi keuangan.
Amairah hanya menoleh sekilas dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Makasih Nad, lagi tanggung nih" ucap Amairah yang hanya menyentuh makanan dan minumannya tanpa memakannya.
Mereka kembali bekerja,dan sibuk dengan komputernya masing-masing. Seperti itulah kebiasaan Amairah jika sudah sibuk pasti akan melupakan istiraht dan waktu makannya. Status Amairah yang sudah janda belum ada yang tahu dari rekan kerjanya. Karena mereka tidak pernah bertanya tentang hal itu dan mereka bahkan mengira kalau Amairah itu masih cewek karena dilihat dari postur tubuhnya yang bagus dan cantik.
Tidak terasa Sudah 6 bulan Amairah berkerja di Perusahaan tersebut, dan bertepatan dengan hari lahirnya Baby Axel. Amairah merayakan hari ulang tahun putranya yang cukup sederhana. Amairah hanya membuat kue ulang tahun untuk putranya dan beberapa masakan khas Indonesia.
Rumah tamu disulap dengan beberapa pernak pernik ulang tahun. Balon dari berbagai macam model dan warnanya sudah bergelantungan di dinding. Tulisan ucapan selamat ulang tahun yang berwarna-warni pun ikut menghiasi dinding rumah Amairah.
"Selamat ulang tahun Axel putranya Mommy yang paling cakep dan paling Sholeh" ucap Amairah yang tidak lupa mencium pipi tembem putranya.
"Makasih banyak Moms yang paling Cantik dan Sholehah" ucap Axel yang membalas ucapan Mommynya dan tidak lupa mencium pipi Mommynya juga.
"Selamat ulang tahun untuk Baby Axel" ucap ke dua baby sitter nya.
"Makasih mbak Wati sama mbak Marni, Axel juga sayang kalian" ucap Axel yang mencium ke dua pipi Baby sitter nya dengan bergantian.
Baby Axel selain dekat dengan Mommy nya juga sangat dekat dengan perawatnya.
Mereka menikmati makanan buatan Amairah.
"Masakan ibu sangat lezat loh bahkan mengalahkan masakan Marni" ucap Wati disela makannya walaupun mulutnya penuh makanan.
"Habisin dulu makanan dimulutmu baru bicara" ucap Marni yang ikut bercanda dan berpura-pura marah.
"Bahkan masakan ibu itu lebih lezat dari masakan chef loh Bu" timpal Marni lagi yang tidak hentinya mengunyah makanannya.
__ADS_1
Pintu rumah Amairah tiba-tiba ada yang mengetuk.
"Mbak lanjutkan saja makannya, biar aku saja yang membukanya" ucap Amairah.
Baby sitter Axel tidak ada yang mau dipanggil ibu walaupun usia Amairah terpaut jauh mereka lebih suka dan nyaman dipanggil dengan panggilan Mbak karena mereka belum ada yang menikah.
"Assalamualaikum" ucap Orang tersebut saat pintu sudah terbuka.
"Waalaikum salam Nenek" ucap Amairah yang bahagia melihat kedatangan nenek Masitha.
Amairah langsung meraih tangan nenek Masitha kemudian menciumnya.
"Gimana kabarmu Nak?, kamu semakin cantik saja" ucap Nenek Masitha.
"Alhamdulillah baik Nek, kalau nenek gimana kabarnya, Amairah kangen banget sama nenek" ucap Amairah yang tersenyum bahagia dengan kedatangan nenek Masitha.
Nenek Masitha adalah Nenek yang menjaga rumah yang disewa oleh Amairah.
"Nenek ke sini sendiri atau ada yang mengantar nenek?" tanya Amairah yang celingak-celinguk mencari keberadaan seseorang yang mungkin orang yang mengantar nenek Masitha. Tapi Amairah tidak melihat seseorang pun di sana.
"Oohh gitu yah Nek, mari masuk Nek kebetulan hari ini ulang tahun Putranya Amairah nek" ucap Amairah sambil menggandeng tangan Nenek Masitha.
"Alhamdulillah kamu sudah melahirkan dan selamat kamu melahirkan seorang putra. putramu sudah besar, Maafkan Nenek yang baru bisa datang, karena baru-baru ini Nenek dari Umroh nak dan juga tinggal bersama cucu Nenek di ibu kota" Jelas Nenek Masitha.
Nenek Masitha dan Amairah berjalan masuk ke dalam rumahnya, Baby Axel langsung berlari ke arah nenek Masitha dan langsung memeluk kaki Nenek Masitha.
"Nenek, Nenek" ucap Baby Axel yang bahagia setelah melihat Nenek Masitha yang mungkin mengira Nenek Masitha adalah neneknya sendiri.
Nenek Masitha langsung meraih tubuh Baby Axel dan kemudian menggendongnya. Tapi tiba-tiba ada perasaan Dejavu yang dirasakan oleh nenek Masitha setelah melihat wajah putranya Amairah. Nenek Masitha langsung teringat wajah cucu tunggalnya sewaktu masih kecil. Tapi pikiran itu langsung dibuang jauh-jauh oleh Oleh nenek Masitha karena itu tidak mungkin karena Cucunya belum menikah.
"Putramu sangat ganteng Nak" ucap Nenek Masitha.
Amairah hanya tersenyum menanggapi pujian dari Nenek Masitha.
"Silahkan dicicipi Nek Kuenya" ucap Amairah yang menyodorkan minuman dan kue kehadapan nenek Masitha.
__ADS_1
"Makasih banyak Nak, sepertinya enak" ucap Nenek Masitha.
"Pasti enak lah Nek, itu buatan ibu Amairah loh Nek" ucap Wati yang ceplas-ceplos saja.
Wati langsung dicubit oleh Marni karena sudah lancang ikut berbicara. Nenek Masitha dan Amairah langsung tertawa melihat tingkah lakunya Marni dan Wati.
Hingga malam hari, Nenek Masitha masih betah di rumah Amairah karena Jika dirinya pulang ke rumahnya pasti Nenek Masitha akan kesepian. Kedatangannya ke Kota S hanya sementara waktu saja, jika cucunya sudah kembali lagi ke ibu kota, Nenek Masitha pun akan kembali ke Ibu kota.
Sekitar jam 9 malam, Nenek Masitha sudah pamit pulang karena jemputannya sudah datang.
"Kalau gitu nenek pamit pulang dulu Nak, Kalau Nenek ke kota S pasti nenek akan jalan-jalan ke Sini lagi, sekali lagi makasih atas makananmu yang sangat lezat itu, Nenek sangat senang i puji tulus Nenek Masitha.
"Sama-sama Nek, pintu rumahku selalu terbuka untuk menyambut nenek.
Mobil yang dipakai Nenek Masitha pun perlahan meninggalkan depan rumah Amairah.
"Tolong cari informasi tentang perempuan yang menyewa rumahku yang di kota S, nanti aku kirim fotonya" ucap Nenek Masitha.
Nenek Masitha tidak percaya dengan sesuatu yang berbau kebetulan. Nenek Masitha membuka dompetnya yang berisi foto cucunya sewaktu masih kecil dan wajahnya sangat mirip dengan Anaknya Amairah.
Foto Baby Axel Muhammad El Rumi Waktu ulang tahun pertamanya.
Bersambung...
Typo Mohon untuk dimaklumi Yah 🙏
Makasih banyak FANIA Ucapkan Kepada Kakak Readers yang telah memberikan dukungannya kepada CYT🙏..
Jangan Lupa untuk tetap mendukung CYT dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan jika ingin memberikan Gift silahkan FANIA ikhlas kok ✌️🙏.
Visualnya siapa yah yang Cocok tapi gak pasaran, FANIA gak Mau visualnya mirip dengan punya tetangga 🤣✌️.
Bingung mau pilih Visual siapa 🤔🤔✌️🤣
__ADS_1