Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 54. Perjuangan Bram


__ADS_3

Selamat Membaca..


Amairah kembali ke rumahnya setelah merasa agak baikan, Walaupun kadang masih ngilu dan agak perih.


"Kok sakitnya masih terasa yah padahal ini bukan yang pertama dan aku juga sudah melahirkan?." tanya Amairah pada dirinya sendiri.


Amairah mengemudikan mobilnya dengan sangat pelan, bahkan tidak seperti biasanya. Amairah tersenyum manis mengingat kejadian tadi pagi sebelum suaminya Martin pamit pulang ke ibu kota.


"Seperti ini kah rasanya jika kita dicium oleh suami kita sendiri, rasanya tidak mau hilang seakan-akan bibir mereka masih menempel di dahi ini" Monolog Amairah yang memegang. dahinya.


Lampu merah menyala sehingga Amairah terpaksa mematikan mesin mobilnya. Amairah membuka kaca mobilnya karena ingin melihat situasi yang ada di jalan raya. Amairah menolehkan kepalanya ke arah sebelah kanan dan tiba-tiba melihat seseorang yang mirip dengan suaminya Martin dengan berpakaian Lengkap dan rapi seperti seseorang yang ingin berangkat kerja dan seperti eksekutif Muda.


Amairah mengucek matanya dan ingin memastikan bahwa apa yang dilihatnya benar adanya atau hanya salah lihat saja, Amairah kembali menatap orang tersebut tapi sayangnya sudah terlambat karena kaca mobil Orang yang mirip Dengan Martin sudah tertutup. Amairah kembali melajukan mobilnya Karena lampu hijau sudah menyala.


Amairah sampai ke rumahnya ketika jam dinding di rumahnya menunjukkan pukul 12 siang. Axel yang mendengar mesin mobil Amairah langsung berlari ke arah depan rumahnya dan menyambut moms nya yang sudah datang. Axel langsung melompat ke dalam pelukannya.


"Mommy Axel kangen sama Mommy" ucap Axel yang menciumi seluruh wajah Amairah.


"Mommy juga kangen sama Axel" ucap Amairah.


"Selamat datang Nyonya" ucap duo's baby sitter Axel yang tersenyum penuh arti ke arah Amairah.


"Iiih apaan sih Mbak, kayak aku nyonya besar saja yang dari melakukan perjalanan ke luar negeri saja" ucap Amairah yang heran melihat reaksi ke duanya yang menurut Amairah tidak biasa.


"Gimana Nyonya dengan bulan madunya apa sudah hemmm anu gitu?." tanya Mbak Wati dengan senyuman genitnya.


Tapi Amairah tidak ingin menanggapi perkataan dari Mbak Wati karena kalau diladenin bisa ngelantur ngidul dan akan merembet ke mana-mana. Jadi Amairah memilih bungkam saja dan berlalu dari hadapan ke dua antek-anteknya.


"Aits ada yang malu-malu nih readers" ucap Mbak Marni ikut meramaikan suasana bahkan ingin memanasi keadaan tapi Amairah sudah berada di dalam kamarnya dan mengunci rapat pintu kamarnya.


Satu Minggu kemudian, Bram meminta ijin kepada Nadia untuk berangkat ke Thailand karena ingin mendatangi langsung pimpinan tertinggi sekaligus pemilik perusahaan Volkswagen Atmadja corp. Bram berangkat karena ingin segera mendapatkan bukti kejahatan Pak Toni dan Dea. Bram tidak ingin menunda lebih lama lagi. Bram kasihan kepada Nadia dan putrinya yang sudah sebulan tapi belum diaqiqah juga.


"Aku pamit yah sayang, tolong jaga princess kita dengan baik dan kamu juga jaga kondisi kesehatan kamu jangan tidur Mulu" ucap Bram saat berpamitan dengan Nadia di rumah pribadi Nadia.


"Ok papa, hati-hati yah papa, semoga papa lekas pulang dan bawa berita yang baik" ucap Nadia yang sangat berharap mereka segera menikah.

__ADS_1


"Amin ya robbal alamin" Jawab Bram lalu berjalan meninggalkan rumah Pribadi Nadia.


Beberapa saat kemudian, Bram sudah sampai dengan selamat di negara dengan julukan gajah putih yaitu Thailand yang beribukota kan Bangkok. Bram berdoa dan berharap apa yang dilakukannya kali ini bisa mendapatkan solusi dan jalan keluar yang terbaik dari permasalahan yang dia alami.


Bram mendatangi rumah pribadi Mark prin Atmadja selaku pemilik perusahaan Volkswagen corp. Tapi Security tidak mengijinkan Bram bertemu dengan Pak Mark.


"Maaf ada yang bisa kamu bantu pak?." tanya Security rumah Pak Mark Prin Atmadja karena sedari tadi Bram mondar-mandir di depan pintu pagar Kediaman pak Mark yang menimbulkan kecurigaan.


"Maaf apa saya bisa bertemu dengan Pak Mark?." tanya Bram.


"Maaf pak apa sebelumnya bapak sudah buat janji atau oak Mark sendiri yang mengijinkan bapak datang ke sini?." ucap Pak Security dengan bahasa Inggris karena Bram tidak tahu bahasa Thailand jadi dia memakai bahasa Inggris saja.


"Belum pak karena saya sulit sekali untuk bertemu dengan pak Mark apa lagi untuk membuat sekedar janji temu" ucap Bram lagi yang sudah nampak murung.


"Maaf kalau bapak belum punya janji sebaiknya bapak pulang saja karena pak Mark sangat sibuk dan tidak punya waktu untuk meladeni pria seperti Anda" jelas pak Security itu yang meremehkan Bram.


"Saya karyawan di cabang perusahaan Pak Mark yang dari Indonesia Pak dan saya ingin bertemu langsung dengan pak Mark dan ini sangat penting dan darurat" teriak mark saat dirinya diusir dari pintu karena ada mobil yang akan masuk.


Bram langsung bersembunyi dan lari kencang untuk segera masuk ke dalam area rumahnya pak Mark dengan diam-diam. Dan bersembunyi dibalik Taman yang tumbuhannya cukup tinggi dan luas itu sehingga memudahkan untuk Bram bersembunyi. Tanpa ada yang curiga untung Bram mengambil jurus seribu bayangan untuk berlari sekencang mungkin.


"Pak Mark" teriak Bram yang ngos-ngosan dan sedikit membungkukkan badannya.


Pak Mark yang mendengar namanya dipanggil segera menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Karena selama ini Orang itu yang berani memanggil namanya dengan suara yang lantang dan keras. Pengawal serta anak buahnya yang berada di sekitar lokasi langsung melindungi oak Mark dan ada juga yang menegang ke dua lengan Bram. Mereka menganggap Bram adalah pengacau yang akan mengganggu kesalamatan pak Mark.


"Pak Mark aku mohon dengarkan Aku" ucap Bram yang meronta saat dirinya diamankan oleh ke dua pengawal pribadi oak Mark.


"Bawa perusuh ini keluar dari sini dan jangan biarkan dai muncul dihadapan pak Mark lagi" perintah kepala pengawal pak Mark.


"Aku mohon dengarkan aku pak, aku jauh-jauh datang dari Indonesia hanya untuk bertemu dengan bapak, aku mohon dengarkan aku pak walaupun hanya sementara saja" ratap Bram yang sudah diseret oleh beberapa Security dan pengawal pribadinya.


Tapi pak Mark sama sekali tidak memperhatikan dan menghiraukan ucapan dari Bram. Menurutnya itu sudah biasa ada yang bertindak seperti Bram yang ingin bertemu dengan Pak Mark yang kaya raya tajir melintir.


Bram bahkan langsung dilempar begitu saja ke atas aspal panas yang terkena sinar matahari siang hari itu. Bagaikan karung yang berisi sampah saja perlakuan yang diperoleh Bram dari anak buahnya pak Mark.


"Kalau hari ini aku tidak bisa bertemu besok aku akan langsung mendatangi Perusahaannya" ucap Bram lagi dan memungut tas ranselnya yang berisi beberapa lembar pakaian dan barang-barang pribadinya.

__ADS_1


Bram mencari hotel yang murah dan terdekat dari kediaman maupun perusahaan pak Mark. Keesokan harinya Bram kembali mendatangi Perusahaan Volkswagen Atmadja corp tapi Bram belum bertanya kepada resepsionis Perusahaan tersebut, Bram sudah diamankan kembali oleh pihak Security. Karena sejak kemarin gerak gerik Bram sangat mencurigakan dan mereka juga mendapat kabar dan informasi untuk segera mengamankan orang yang ada di dalam foto tersebut.


Bram dibawah ke dalam ruangan khusus untuk diinterogasi lebih lanjut untuk mendapatkan informasi tentang apa motif Bram selalu mendatangi kantor dan Kediaman Pak Mark.


"Aku mohon dengan sangat kepada bapak, tolong ijinkan saya untuk bertemu dengan oak Mark sebentar saja karena nyawa ayah Saya menjadi taruhannya jika Saya tidak bertemu dengan pak Mark secepatnya." ucap Bram sambil berlutut di hadapan para Security tersebut.


Dan ada beberapa orang yang sudah iba melihat Perjuangan Bram untuk bertemu dengan pak Mark, tapi ada juga yang sama sekali tidak percaya dengan perkataan dari Bram yang menurut mereka itu hanya bualan dan alibinya saja yang ingin mengganggu keselamatan pak Mark.


"Apa kita menghubungi asisten pribadinya oak Mark atau biarkan saja dua berlutut terus di Sini?." tanya Security yang nampak paling tua dari yang lainnya.


"Biarkan saja dia begitu dalam posisi berlutut terus kalau dia capek pasti akan bangkit dan pulang" timpal pak Security yang agak lebih muda.


Mereka meninggalkan Bram dalam posisi yang masih berlutut hingga beberapa jam kedepan. Tidak ada yang menghiraukan Bram. Lelah dan sakit itu yang dirasakan oleh Bram hingga sore hari Bram masih dalam posisi yang sama.


"Kasihan dia, sudah hampir 4 jam terus berlutut apa sebaiknya kita menelpon pak Sebastian untuk menginformasikan hal ini dan biarlah dia yang memutuskan dan menentukan kita apakan dia" ucap Security yang lebih tua tadi yang merasa kasihan dan simpatik kepada Bram.


"Kalau gitu telpon pak Sebastian saya tidak ingin terjadi sesuatu kepada keselamatan Pria itu yang nantinya akan berakibat fatal dan tidak baik untuk Perusahaan" ucap nya.


Mereka pun menelpon pak Sebastian selaku kaki tangan kepercayaan oak Mark dan oak Sebastian yang akan menelpon asisten pribadinya pak Mark. Bram kemudian dibawah menghadap asisten pribadinya pak Mark yaitu Pak Antonio. Bram sangat lelah dan lapar karena sejak siang tadi sampai malam hari belum makan. Tapi Bram tetap berusaha untuk bertahan karena sudah ada titik terang dari usahanya.


Bram kemudian dibawah masuk ke dalam ruangan yang besar dilengkapi dengan fasilitas yang super mewah dan canggih. Dan duduklah seseorang di Kursi kebesarannya dengan wajah yang nampak keriput dan masih bisa duduk tegak.



Di usianya yang sudah senja tapi masih menunjukkan taringnya di dunia bisnis bahkan semua klien bisnisnya sangat menghormati dan segan terhadapnya. Ya dia lah pimpinan tertinggi Sekaligus pemilik perusahaan Volkswagen Atmadja. Tapi sayang harus hidup dalam kesepian tanpa adanya buah cintanya yang meninggalkannya sekitar 25 tahun lalu. Dia sekarang hanya hidup berdua dengan Istrinya tercinta sedangkan istrinya sudah divonis tidak bisa hamil lagi.


Bram langsung tersungkur di lantai dihadapan pak Mark karena sudah tidak sanggup untuk berdiri dan tubuhnya langsung tumbang saat dia melihat wajah pak Mark akibat kelelahan dan menahan lapar.


Bersambung..


Tetap dukung Cinta Yang Tulus dengan cara Like, Favoritkan Rate Bintang 5 dan Share yah kak 🙏


Makasih banyak atas dukungannya yah gaes 🥰✌️


Fania Mikaila AzZahrah daeng Sayang

__ADS_1


Makassar 12 April 2022


__ADS_2