Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
Bab. 208. Kesedihan Delisha


__ADS_3

Suasana dalam Mall terbesar yang ada di ibu Kota Jakarta cukup ramai siang hari itu. Hiruk pikuk keramaian saat itu sama sekali tidak mengusik adu pandang yang terjadi antara Abimanyu dengan Delisha.


Delisha yang ditatap seperti itu kadang salah tingkah dan wajahnya sudah memerah dan tersipu malu.


Mereka untuk pertama kalinya duduk dalam suasana penuh kekeluargaan. Abimanyu ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk berbicara tentang masa depannya mereka.


"Kemarin Abang bilang ada yang ingin dibicarakan makanya mengajak Delisha ke luar?" Tanyanya dengan sesekali mengaduk minumannya.


Abi menatap wajah calon istrinya sebelum menjawab pertanyaan tersebut, "Kamu pernah bilang banyak kekurangan yang ada pada dirimu, apa boleh Abang tahu apa maksud dari perkataanmu itu?"


Delisha terdiam sesaat sebelum menjawab pertanyaan dari Abi. Dia mempertimbangkan segala kemungkinan apa harus jujur atau menutupinya dengan berbagai alasan.


Abi bersabar menanti Delisha membuka mulutnya untuk bisa jujur kepadanya. Delisha meneguk minumannya terlebih dahulu lalu memulai berbicara.


"Status aku saat ini masih single tapi sudah memiliki seorang putra yang berumur hampir 9 tahun tanpa suami," terangnya.


"Ini lah yang aku tunggu dari Kamu gadis kecilku."


Abi hanya terdiam dan kadang tersenyum tipis menanggapi perkataan dari Delisha tanpa ada niat untuk menyanggahnya.


"Aku perempuan yang harus memiliki anak diluar nikah, aku wanita yang tidak pantas untuk Abang nikahi," tuturnya.


"Terus?" Tanyanya Abi.


"Sebaiknya Abang berpikir ulang untuk menikahiku, aku tidak ingin Abang kedepannya menyesal dengan statusku ini," ujarnya.

__ADS_1


"Abang hanya ingin apa alasannya kenapa bisa Lee hadir di dunia, Abang ingin tahu di mana Papinya?" Tatapannya cukup tajam seakan-akan dia ingin menguliti Delisha hingga Delisha berbicara jujur.


Delisha bukannya menjawab pertanyaan malahan hanya terdiam dan matanya sudah berkaca-kaca hingga perlahan tapi pasti air matanya berhasil lolos juga dari ujung pelupuk matanya.


Abi spontan menghapus air matanya Delisha dengan sapu tangannya yang dia ambil dari saku bajunya.


"Maaf Abang hanya ingin mengetahui semuanya, Abang tidak ingin nanti mengetahuinya dari orang lain," jelasnya.


Abi memegang kedua tangannya Delisha. Sebenarnya Abi tidak ingin melakukan hal itu, tetapi dia ingin mengetahui langsung dari mulutnya Delisha. Walaupun dia sudah mengantongi bukti hitam di atas putih. Abi beberapa hari yang lalu sudah melakukan diam-diam tes DNA untuk putranya.


Delisha pun mulai bercerita tentang masa lalunya. Mulai dari saat dia disekap dan direcoki minuman yang sudah dicampur dengan obat perangsang hingga dia jatuh ke dalam pelukan seorang pria yang tidak dikenalnya dan tidak diketahuinya hingga detik ini.


"Maafkan Abang yang sudah mengorek masa lalumu, maafkan Abang," jelasnya dengan ikut meneteskan air matanya.


"Setelah mendengar semuanya, Delisha memberikan kebebasan kepada Abang untuk memilih jalan apa stop saja atau melanjutkan pertunangan kita," sembari melepas cincin yang sudah satu minggu itu bertahta di jari manisnya.


Dia menyodorkan cincin tersebut ke hadapan Abi dengan lelehan air matanya yang masih menetes membasahi wajah ayunya.


Abi segera mengambil cincin tersebut dan menarik tangannya Delisha.


"Abang sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut, Abang akan memperjuangkan cinta Abang sama Kamu dan akan aku buktikan bagaimana pun caranya," jawabnya sembari menyematkan kembali untuk kedua kalinya ke dalam jarinya.


"Apapun yang terjadi cinta Abang hanya untuk Delisha sampai kapan pun hingga akhir waktu, namamu akan selalu terukir di dalam hatinya Abang," tuturnya dengan meletakkan tangannya Delisha tepat di dadanya.


"Tapi Abang.." ucap Delisha yang terdiam sesaat saat Abi meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya Delisha.

__ADS_1


Delisha yang diperlakukan seperti itu semakin menangis saja. Abi pun keheranan dengan apa yang dilakukan oleh Delisha.


Delisha merasa sedih dan tidak pantas untuk bersanding dengan pria sebaik Abimanyu yang bersedia menerimanya dengan setulus hati dan sepenuh jiwa dan raganya.


"Abang heran sama Kamu, bukannya bahagia tetapi malahan menangis dan tambah sedih saja," ucap Abi yang kebingungan dengan sikapnya Delisha.


"Delisha tidak pantas mendampingi hidupnya Abang, apa Abang tidak malu memiliki istri yang seperti Delisha,apa katanya nanti keluarganya Abang kalau mereka tahu kenyataan masa lalunya Delisha," jelas Delisha.


Delisha ketakutan dengan hal tersebut, walaupun selama ini beberapa Pria yang dikenalkan untuknya selalu berkata kasar dan menghinanya, tetapi dia sedikit pun tidak pernah memperdulikannya dan tidak ingin ambil pusing dari omongan orang lain tentang statusnya sebagai perempuan yang hamil di luar nikah.


Mampir yuk di novel terbaruku judulnya:



Pesona Gadis Nelayan


Dilema diantara dua pilihan



Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus.


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Sabtu, 16 Juli 2022

__ADS_1


__ADS_2