Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 65. Shopping Day


__ADS_3

Selamat Membaca...


Di dalam sebuah ruangan yang di desain dengan begitu elegan sesuai karakter dan keinginan dari yang punya kamar. Seseorang yang sedang menelpon ke anak buahnya.


"Ingat awasi Dia dengan baik, jangan sampai lengah dan apa pun yang terjadi berikan informasi kepadaku secuil pun yang dia lakukan dan kerjakan semua sesuai rencana kita jangan biarkan ada kesalahan sedikit pun oke".


Orang itu langsung menutup telponnya setelah selesai memberikan arahan kepada anak buah kepercayaannya yang menjadi stalker dadakan.


Martin masih terbayang-bayang dengan cincin yang dipakai oleh Amairah. Cincin itu sangat cantik dan pas di jari manisnya Amairah seakan-akan Amairah lah pemilik dari cincin itu dan sekaligus hanya didesain khusus untuk dia seorang saja, cincin itu sengaja didesain khusus untuk Nikita seorang.


"Kenapa bisa cincin itu berada di jari manisnya Amairah padahal kami saling kenal saat saya ada di Kota S?."


Martin termenung di ruang tunggu penumpang sambil menunggu keberangkatannya. Martin tidak henti-hentinya memikirkan hal tersebut. Hingga seorang Security menepuk pundaknya untuk menginformasikan kepadanya tentang pesawat yang akan ke Lombok akan segera berangkat.



"Maaf pak, Pesawat yang sedari tadi Bapak tunggu akan segera berangkat silahkan masuk pak ke pintu keberangkatan" terang Pak Security tersebut.


Martin yang ditepuk pundaknya terkejut dengan tepukan tersebut dan tidak menyangka jika ada seseorang yang akan membuatnya kaget.


"Maaf ada apa yah pak??." tanya Martin yang sudah pikun kalau dirinya akan ke Lombok.


"Pesawat bapak tinggal 15 menit lagi akan berangkat jadi tolong bapak segera ke ruangan keberangkatan" jawab bapak tersebut.


"Makasih banyak Pak atas informasinya" ucap Martin yang berterima kasih kepada Pak Security tersebut.


Martin langsung berdiri dari tempat duduknyadan segera berjalan ke arah ruangan keberangkatan.


Pesawat Boeing 774422 dan sekian dengan nomor penerbangan sesuai pilihan Readers saja dengan logo burung paling perkasa yang ada di Indonesia telah berhasil lepas landas dari bandara internasional Kota Surabaya yaitu Bandara internasional Juanda menuju Bandara internasional Lombok BIL.


"Semoga keberangkatan aku ke Lombok membuahkan hasil yang baik dan aku bisa bertemu atau setidaknya mengetahui siapa perempuan itu yang menemaniku dan cewek yang berbaik hati sudah membantuku dan mengantarku hingga ke kamar Hotel".


Pesawat yang ditumpanginya Martin hanya pesawat komersial kelas ekonomi saja. Martin melakukan hal itu agar mata-mata Neneknya yang selama ini mengikutinya tidak mengetahui keberadaannya setelah informan yang dia tugaskan untuk mencari informasi mengabarkan kepada Dia kalau sejak tadi ada yang menguntitnya. Sehingga Martin pun memutuskan untuk tidak menghubungi dan meminta bantuan kepada Dion dan memilih untuk terjun langsung ke lapangan. Martin pun sudah mendapatkan informasi bahwa di kamar mana perempuan itu menginap.


Martin bersyukur karena orang yang dua tugaskan dapat dipercaya dan diandalkan dan cara kerjanya lebih cepat dibandingkan ekspetasinya. Martin baru saja ingin duduk dengan tenang. Tiba-tiba ada yang tidak sengaja saling bertabrakan. Martin pun menolehkan kepalanya ke arah pusat suara itu. Martin bukannya kepo tapi hanya sekedar kaget dan penasaran dengan apa yang terjadi. Iihh Mas kepo dengan penasaran bersaudara loh hehehe.


Martin memperhatikan dari jauh interaksi antara dua orang itu, seorang perempuan dengan penampilan sederhananya dan cantik kalau diperhatikan dengan seksama dan seorang cowok yang cukup tampan dengan stelan jasnya yang cukup rapi terpasang di badannya dengan pas. Martin seakan-akan dejavu dengan peristiwa tersebut.


"Aku baru ingat waktu itu, ada cewek yang penampilannya sama seperti Dia yang kebetulan menabrakku saat Dia menyimpan tasnya dan tanpa sengaja menjatuhkan hpku".


Martin buru-buru hpnya karena teringat dengan sesuatu yang mungkin bisa memberikan kepadanya petunjuk siapa perempuan yang menolongnya malam itu. Ada bayangan seorang cewek yang terlintas di kepala Martin. Tapi sayangnya hpnya ternyata kehabisan daya baterai. Martin menghembuskan nafasnya dengan agak kasar. Martin memeriksa charger hpnya ternyata Dia lupa membawanya lagi dan seingatnya charger hpnya ketinggalan di rumah Amairah.


Martin ngomel-ngomel di depan hpnya yang tidak bisa diajak kompromi.


"Disaat sudah setitik petunjuk hpku tidak mendukungku, apa kamu tidak ingin mengetahui siapa perempuan itu haaaa".


...----------------...


Sedangkan di dalam Mall tepatnya di sebuah Supermarket terbesar dan terlengkap yang ada di negara tercinta yang bertuliskan logo CF itu, Amairah sedang sibuk mencari barang-barang yang stoknya habis di rumahnya untuk persediaan satu bulan ke depan. Mbak Wati sudah mengirimkan daftar barang belanjaan yang harus Amairah beli. Amairah bersyukur karena Martin telah mengirimkan uang belanja bulanan untuknya yang kebetulan uang ditabungannya sudah sangat menipis. Kebetulan bulan ini dia belum gajian.


Uang belanja 100 juta bagi Amairah sangatlah banyak walaupun selama ini dia sudah bisa menghidupi dirinya sendiri walau pun dengan gaji yang pas-pasan. Amairah sibuk mengecek kandungan dan komposisi dari bahan-bahan perlengkapan mandi yang akan dia ambil, Amairah memeriksa apa kah sesuai dengan anaknya atau tidak dan tentunya memeriksa segala macam lainnya seperti juga dengan tanggal kadaluarsa dari barang tersebut.

__ADS_1


Amairah tidak pernah mempersoalkan harganya mau mahal atau pun murah yang penting dia cocok dan aman untuk keluarganya pasti di beli dan pastinya sesuai yang dia butuhkan. Amairah termasuk tipe Emak-emak yang sangat selektif jika berbelanja dan dua selalu berfikir untuk berbelanja sesuai kebutuhannya saja bukan karena keinginan. Berbagai barang memenuhi rak yang tersusun dengan rapi, mulai dari merek terkenal dan ternama hingga yang tidak punya nama yang cukup terkenal tapi masyarakat sering memakai barang tersebut yang tentunya sudah terjamin kualitasnya.


Amairah telah menyelesaikan belanjaannya di bagian perlengkapan mandi atau kebersihan badan atau pun rumahnya seperti sabun mandi, detergen dan kawan-kawannya. Amairah pun berjalan ke arah Rak yang ada di sebelah tapi langkahnya terhenti setelah melihat ada sikat gigi yang lucu yang menurutnya pasti disukai oleh Putranya Axel. Sikat gigi tersebut bermotif mainan anak-anak yang paling disukai oleh Axel yaitu robot yang bisa berubah menjadi mobil begitu pun sebaliknya. Warnanya merah dan biru sesuai dengan yang ada di film Transformers yaitu Optimus prime Sang pemimpin auto bot.


"Axel pasti sangat senang melihat sikat gigi ini jadi Axel bisa semakin bersemangat dan suka dengan menyikat giginya".


Amairah pun memutuskan untuk mengambil sikat gigi tersebut tapi-tapi, tiba-tiba sikat gigi tersebut langsung beralih ke tangan orang lain yang tidak dia kenali sama sekali. Amairah langsung menatap pemilik tangan yang halus lembut dan putih itu yang berhasil merebut sikat gigi dari tangannya.


"Maaf Bu, sepertinya Saya yang terlebih dahulu mengambil sikat gigi ini dari pada ibu" ucap Amairah dengan penuh keramahan dan kelembutan.


"Maaf Mbak siapa pun berhak atas sikat gigi ini jika dia belum membayar sejumlah uang di kasir" ucap ibu.


"Benar sekali kata ibu, siapa pun berhak untuk memiliki sikat gigi itu selama dirinya mampu dan sanggup untuk membayar sejumlah uang sesuai dengan harganya, tapi kan Saya yang duluan loh Bu mengambilnya dan sudah berada di dalam troli belanjaan saya loh Bu" ucap Amairah yang juga tidak mau mengalah.


"Kalau bisa mbak cari sikat gigi seperti ini saja yah, mungkin stoknya masih ada" timpal Ibu tersebut.


Amairah tertawa saja menanggapi perkataan dari ibu-ibu yang cantik dan cukup glamor itu yang kalau diperhatikan pasti dari kalangan atas kaum jetset.


"Tapi sayangnya sikat gigi ini adalah permintaan putra saya dan tidak mau menyikat giginya jika bukan menggunakan sikat gigi sesuai keinginannya Bu". jawab Amairah lagi yang pasti memikirkan putranya Axel.


"Ibu mohon dengan sangat, tolonglah kabulkan keinginan ibu yah Mbak, insya Allah putra kamu mengerti jika kamu jelaskan dengan baik kepadanya, karena ibu yakin anak kamu itu tidak seperti kepadanya cucuku" ucap ibu itu dengan wajah yang murung.


Amairah terkejut dengan reaksi dari ibu itu yang menurutnya, ibu itu menyimpan sejuta duka untuk cucunya tersebut. Amairah pun tidak sampai hati untuk membuat kecewa dan sedih seorang anak kecil dan neneknya sehingga Amairah pun memutuskan untuk menyerahkan sikat gigi itu dan tidak ingin berdebat lagi. Amairah yakin putranya mengerti jika dijelaskan dengan baik.


"Baiklah itu untuk cucu ibu saja, insya Allah anak Saya bisa mengerti dan maaf yah Bu Amairah sudah mengajak ibu berdebat" ucap permohonan maaf dari Amairah kepada Ibu itu yang kelihatannya baik dan pastinya Horang kaya.


"Makasih banyak yah Nak atas pengertiannya dan semoga kamu dapat sikat gigi yang disukai oleh putramu, Amin" ucap tulus ibu itu.


Ibu itu memperhatikan Amairah dari atas kepala hingga ujung kaki dan tersenyum dalam hatinya tanpa sepengetahuan dari Amairah.


"Amin, Makasih banyak yah Bu, Amairah pamit kalau gitu, Amairah banyak yang Amairah mau cari soalnya" ucap Amairah yang tersenyum manis ke arah ibu itu sambil mendorong trolinya yang sudah terisi setengah barang belanjaan.


"Makasih banyak Nak, hati-hati yah dan semoga kita bisa bertemu lagi di lain Waktu, Ibu ingin membalas kebaikan kamu" ucap Ibu itu yang sedikit berteriak karena Amairah sudah berjalan agak mengjauh dari hadapannya.


"Seorang orang tua akan melakukan apa pun demi buah hatinya walaupun kadang hal itu bertentangan dengan hati nuraninya karena anak lah yang menjadi prioritas dalam hidup seorang orang tua".


Amairah berjalan ke arah Rak yang berisi segala macam merek minyak goreng yang sekarang menjadi primadona di kalangan emak-emak. Amairah kaget melihat harga dari minyak goreng tersebut setiap kemasannya.


"Pantesan emak-emak Readers banyak yang protes dengan harganya minyak goreng ternyata mehong juga, harganya dua kali lipat dari harga tahun lalu, ya Allah semakin tersiksa lah kita yang hanya orang biasa, Tapi kalau seperti ini terus bisa-bisa gorengan yang ada di langgananku harganya juga pasti mereka naikkan, oooh jangan othor suka makan tahu isi sama pisang moleng cokelat pisang loh kalau harganya semakin naik kasihan othor ".


Amairah kembali berjalan ke arah Rak yang berisi bumbu dapur, Amairah kembali melihat, memperhatikan dengan seksama dan memeriksa kandungan dari bahan-bahan bumbu tersebut dan Amairah tidak ingin salah memberikan nutrisi makanan kepada putranya. Walaupun murah yang penting tidak berbahaya dan baik untuk anaknya beserta anggota keluarganya yang lain. Menurut Amairah murah belum tentu kualitasnya juga murahan.


Seperti itulah kebiasaan Amairah jika berbelanja pasti akan sangat teliti dan lama jika dia sendiri yang berbelanja. Amairah pun menerapkan hal tersebut kepada du'os Baby sitternya. Mereka sudah mengerti bagaimana Amairah jika sedang berbelanja.


Amairah melihat ada kemasan bumbu dapur yang baru dan tidak pernah dia lihat sebelumnya. Amairah kembali ingin meraih kemasan bumbu tersebut tapi lagi-lagi digagalkan oleh tangan yang halus dan lembut milik seseorang yang berhasil merebut kemasan bumbu itu padahal stoknya di Rak banyak bukan hanya satu saja.


Amairah baru ingin menegur ibu-ibu itu, tapi reaksi Amairah malahan tidak seperti orang yang akan protes langsung memeluk tubuh perempuan itu. Amairah sangat merindukan sosok perempuan itu.


"Tante Hernita" teriak Amairah kegirangan.


Ibu Hernita pun langsung membalas pelukan dari Amairah. Ibu Hernita pun merasakan hal sama rindunya kepada Amairah. Terlebih lagi Ibu Hernita sudah mengetahui jika Amairah adalah keponakannya yang 25 tahun lalu hilang.

__ADS_1


Hermita memeluk tubuh keponakannya dengan erat dan merasakan kerinduan yang sangat dalam,


"Ayana maafkan bibi sayang, gara-gara bibi kamu mengalami banyak cobaan dalam hidupmu".


"Bibi juga sangat merindukan dirimu Nak, Maafkan bibi yang beberapa bulan ini tidak pernah menjengukmu dan jangan panggil Tante panggil saja bibi, entar dikira Tante girang lagi hehehe" ucap Hermita yang walaupun tersenyum tetapi nampak ada guratan kesedihan dari wajahnya yang tampak masih cantik diusianya yang sudah senja.


"Bagaimana kabar bibi, apa bibi baik-baik saja kan kalau paman sama anak bibi gimana?." tanya Amairah secara beruntun yang sudah memberondong bibi Hernita dengan segala macam pertanyaan.


"Alhamdulillah baik dan yang lainnya pun dalam keadaan sehat juga, oiy kita cari tempat yuk untuk beristirahat sejenak sambil berbincang-bincang" ucap Bibi Hermita yang mengajak Amairah untuk mencari tempat yang nyaman untuk bersantai.


"Aku selesain dulu belanjaannya Bibi gak apa-apa kan Bi? lagian tanggung nih sisa dikit yang mau aku beli" ucap Amairah agar dia diberikan kesempatan untuk menyelesaikan belanjanya terlebih dahulu.


Bibi Hermita pun menganggukkan kepalanya dan membantu Amairah untuk berbelanja sedangkan Bibi Hernita menyerahkan kepada ARTnya untuk berbelanja. Mereka berjalan menyusuri lorong Supermarket tersebut untuk memilih barang yang mereka butuhkan sambil berbincang-bincang santai.


"Amai kok Axel gak diajak yah Nak?? Bibi kangen banget sama Axel" Ucap bibi Her.


Amairah tetap melanjutkan belanjaannya sambil membalas perkataan dari bibi Her.


"Axel sekolah Bi, jadi dia tidak ingin ikut katanya ibu gurunya marah-marah kalau terlalu banyak ijinnya" ucap Amairah yang tersenyum mengingat tingkahnya Axel saat berbicara tentang menirukan gaya ibu gurunya.


"Amai nanti kalau keponakannya Bibi jadi nikah mau gak Bibi undang ke acara akad nikah sama Pestanya" tutur Bibi Her lagi.


Amairah menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Bibi Her,


"Emangnya kapan acaranya Bi dan siapa keponakan bibi yang mau nikah?" tanya Amairah.


"Ada keponakannya Bibi cowok cakep rencananya tiga bulan lagi akan menikah tapi kalau calon istrinya gak main kabur-kaburan lagi" jawab Bibi Her yang langsung tersenyum mengingat calon istri keponakannya sudah dua kali kabur dari acara pertunangannya.


"Alhamdulillah kalau Dia mau nikah, tapi kok bisa calon istrinya kabur, ceritanya gimana dih kok sampai nekat?" Tanya Amairah yang bingung dengan sikap calon istri dari keponakannya Bibi Her.


"Panjang ceritanya Nak, dan katanya sih itu cewek belum ada niat untuk Nikah gara-gara takut malam pertama" ucap Hermita yang membisikkan kata-kata tersebut.


Amairah kaget dengan penuturan bibi Hermita dan langsung tertawa terbahak-bahak. Amairah tidak habis pikir ada saja orang yang menjadikan alasan malam pertama sehingga tidak ingin menikah.


"Coba aku kenal itu cewek aku yang akan membantu bibi" ucap Amairah yang masih tersenyum mendengar perkataan bibi Her.


"Kamu sangat mengenalnya tapi kamu tidak perlu tahu nak, cukup bibi saja yang tahu dan suatu saat nanti juga Kamu pasti akan mengetahuinya".


Bibi Hermita ikut tertawa terbahak-bahak bersama Amairah. Ibu Hermita senang dan bahagia karena bisa bertemu kembali dengan keponakannya walaupun emang sudah ada niat dan rencana untuk mengunjungi rumah Amairah.


Perbincangan mereka berlanjut hingga mereka sama-sama sudah selesai belanja dan mengamankan belanjaan mereka ke atas mobil masing-masing. Mereka pun berjalan mencari restoran untuk mengisi perut mereka yang sudah berdendang ria ingin diisi dengan asupan makanan.


...******** Bersambung ********...


FANIA Ucapkan Makasih Banyak Kepada Readers yang Telah sudi dan ikhlas Untuk mampir membaca Novel Receh Fania🙏🥰✌️.


Tetap Dukung Cinta Yang Tulus yah akak dengan Cara Tekan Tulisan Like, Rate Bintang 5 dan FAVORITKAN Yah 🙏.


Maaf untuk beberapa hari ke depan FANIA kemungkinan besar hanya bisa Update 1 bab perharinya dikarenakan kondisi Mataku Yang agak perih dan Kesibukan di bulan Ramadhan yang cukup berbeda dengan hari biasanya 🙏✌️.


☪️Met menjalankan ibadah puasa untuk Readers yang menjalankan ☪️

__ADS_1


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, 20 April 2022


__ADS_2