Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 223. Tidak Mungkin


__ADS_3

Dennis semakin melangkahkan kakinya menuju kursi panjang, dimana Ica dengan seorang perempuan berada.


Dia pun berteriak agar Ica menyadari kedatangannya, " Ica!!"


Dua orang itu menoleh ke belakang tepatnya ke arahnya yang sedang berdiri.


Dennis tersenyum melihat Ica yang baik-baik saja tapi senyumannya luntur seketika saat melihat siapa yang bersama dengan Ica. Perempuan itu pun sama terkejutnya dengan yang dirasakan oleh Dennis.


Mereka sama-sama berdiri saling menatap dan tak berkedip. Ica yang menyadari kedatangan Dennis tersenyum kegirangan.


Mereka terdiam dan hanya kilatan dari ke dua bola matanya yang menandakan ada pergolakan batin di dalam sana.


"Uncle ganteng!!!" Teriak Ica yang langsung berlari ke arah Dennis lalu memeluk tubuh Dennis.


Dennis langsung menggendong tubuh kecilnya Ica tanpa mengalihkan pandangannya dari Liora. Dia tidak bisa menampik yang terjadi di dalam hatinya, jika dia selalu merindukan senyuman manis dari perempuan yang terdiam sedari tadi.


"Ya Allah… kenapa kami harus bertemu kembali, ini pertemuanku yang kedua kalinya saat kami berpisah empat tahun lebih."


POV Liora..


Dia marah, rindu dan bahagia yang bercampur satu dalam waktu yang bersamaan. Dia tidak menyangka jika anak kecil yang sudah menarik perhatian dan sudah mulai menyayangi anak itu ternyata adalah keponakan dari pria yang telah dengan sengaja merenggut kehormatannya hanya untuk balas dendam.


Aku kembali bertemu dengan pria yang sudah menanam benih di dalam rahimku. Dia pria yang pertama mampu meruntuhkan egoku dan keangkuhanku, dia ada Pria yang mampu membuatku berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi tapi, dia juga pria yang berhasil membuatku hancur dan kecewa.


Aku sangat mencintainya hingga detik ini, bayangannya selalu menari-nari di pelupuk mataku. Hanya dia Pria yang ada di dalam hatiku. Hanya dia seorang yang mampu membuatku menjadi manusia yang berarti untuk orang lain.


Sedikit pun hati ini tidak pernah bisa membencinya. Bahkan karena dia lah Liora yang jahat sudah tidak ada lagi. Aku akui awalnya aku sangat marah saat dia berhasil mengambil kesucianku dan meninggalkan aku. Tetapi, aku sadari jika dia melakukan hal itu karena amarahnya yang disebabkan oleh kesalahanku sendiri.


Setiap saat aku selalu merindukan kehadirannya, dan selalu berdo'a agar Tuhan mempertemukan kami kembali. Dan hari ini terjawab sudah, kami tanpa sengaja dan direncanakan berjumpa kembali.


Dennis menggendong Ica yang sedari tadi tidak berhenti untuk mengoceh, tapi perhatian Dennis masih tertuju pada sosok perempuan yang selalu hadir dalam mimpinya.


Liora berlari ke arah Dennis lalu tanpa aba-aba memeluk tubuh tinggi tegap itu. Dennis dan Ica terkejut melihat apa yang terjadi. Liora mengeratkan pelukannya ke tubuhnya Dennis dengan deraian air matanya yang menetes membasahi pipinya.

__ADS_1


Hatinya menghangat seketika saat pelukan itu melingkar di tubuhnya. Dia tidak menolak sedikit pun pelukan itu tetapi dia kembali teringat saat kesedihan dan duka yang mendalam yang dirasakan oleh keluarga besarnya gara-gara ulah dari kakek perempuan yang sudah menyita dan mengusik ketenangan hidupnya.


"Abang, apa kamu melupakan aku?" Tanyanya dengan air matanya yang terus membasahi pipinya itu.


Dennis sangat tidak ingin melepaskan pelukannya tetapi dia tidak mungkin egois dan melupakan semua cobaan yang menimpa keluarganya hanya karena perbuatan kotor dari kakeknya Liora.


"Maaf tolong lepaskan pegangan tangannya, kita tidak ada hubungan apapun lagi."


Dennis menghempaskan pegangan tangannya Liora dengan sedikit kasar. Dia tidak ingin apa yang terjadi saat ini menjadi tontonan ataupun konsumsi publik.


Dennis tidak memperdulikan tangisan Liora sedikit pun. Hingga langkahnya terhenti karena perkataan dari Liora.


"Abang, kita punya anak!!"


Tetapi Dennis melangkahkan kembali kakinya sesaat setelah mendengar perkataan itu. Tanpa menoleh sedikitpun kebelakang, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Sedangkan Liora terduduk di atas rumput yang berada di Taman sekolahnya Ica.


Dia semakin sedih saat mengingat putri kecil mereka hingga detik ini tidak ditemukan keberadaannya. Dia masih terus berusaha mencarinya diam-diam


Andai saja dia dibantu oleh kakeknya pasti akan cepat berhasil tapi itu tidak bakalan dia lakukan bisa saja putrinya akan dalam bahaya dan duo akan mendapatkan masalah besar.


Perkataan Liora terngiang-ngiang di telinganya, "pasti dia bohong dan itu tidak mungkin terjadi, aku pasti tidak punya anak lagian aku baru sekali melakukan bersamanya jadi itu sangat mustahil."


Dennis memukuli setir mobilnya untuk menutupi rasa bimbang dan penyesalannya. Ica yang melihat hal tersebut hanya terdiam dan takut jika dia berbicara sedikit pun.


Liora masih berlutut di tempatnya, untungnya hanya tinggal beberapa orang saja di sekolah itu sehingga tidak membuatnya diperhatikan oleh banyak orang lain.


Dennis tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Liora, "Itu pasti hanya akal-akalannya saja, dan aku sangat yakin kalau dia berbohong dan ingin menjebakku."


Beberapa saat kemudian, mobilnya sudah berhenti di dalam garasi rumahnya. Dennis menggendong Ica tanpa ada pembicaraan apa pun. Dia sibuk dengan memikirkan semua kemungkinan yang bisa terjadi dari perkataan Liora.


Amairah yang melihat kedatangan putra keduanya segera menghampirinya. Tetapi langkahnya terhenti saat melihat raut wajah tegang, marah yang diperlihatkan oleh Dennis.

__ADS_1


"Apa yang terjadi padamu Nak? tidak seperti biasanya, sepertinya aku harus menelpon David mungkin ada permasalahan di kantornya yang membuatnya seperti itu."


Amairah membelokkan langkah kakinya menuju kamar pribadinya dan segera mengambil hpnya. Dia mencari nama kontak David di hpnya itu.


Tut.. Tut..


"David kemana, kok tumben tidak mengangkat teleponnya," ujarnya sedikit kesal karena David tidak mengangkat teleponnya.


Hingga berulang kali, telponnya pun tidak tersambung hingga Amairah memutuskan untuk menghentikan upayanya.


"Mungkin kalau sudah tenang baru aku datang ke dalam kamarnya."


Aisyah yang tidak sengaja melihat Amairah tergesa-gesa dan mendengar tidak langsung perkataannya segera menghubungi nomor hp bodyguard yang selalu ditugaskan untuk mengikuti semua anak-anaknya Amairah sesuai dengan amanah dari kakeknya Tuan Besar Luis.


"Apa yang terjadi dengan Tuan Muda Dennis?" Tanyanya saat telepon tersambung.


Orang di seberang telpon pun menjelaskan duduk perkaranya hingga sangat detail tanpa ada yang terlewatkan.


"Itu tidak mungkin!! Apa benar dia punya anak dari hasil hubungan one night stand waktu itu?" Aisyah membatin.


"Halo Bos, apa kamu masih mendengar perkataanku?" Tanya orang di seberang telpon.


"Iya, aku masih dengar perkataanmu, selidiki Liora segera dan cari tahu apa maksud dari perkataannya, aku tunggu informasi sebelum jam delapan malam," dia menutup sambungan teleponnya tanpa basa-basi lagi.


Aisyah berdiri di teras belakang rumah kediaman Utama Keluarga Lee sembari menatap beberapa pohon yang daunnya bergoyang tertiup angin.


"Apa!!! Pasti apa yang aku dengar barusan bukanlah seperti kenyataannya, kalau seperti ini aku takut jika akan menjadi masalah besar di kemudian hari."


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus.


...by Fania Mikaila Azzahrah...


...Makassar, Jumat 22 Juli 2023...

__ADS_1


__ADS_2