Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 164. Berbagi Kebahagiaan


__ADS_3

Selamat Membaca.


Kebahagiaan tidak menghampiri mereka yang memiliki segalanya, namun kebahagiaan akan menghampiri mereka yang berterus bersyukur atas nikmatnya.


Happiness does not come to those who have everything, but happiness will come to those who continue to be grateful for the blessings.


You will not find happiness if you continue to demand perfection. Be grateful for what you have, then there you will find happiness.


Kamu tidak akan menemukan kebahagiaan jika terus menuntut kesempurnaan. Syukuri apa yang kamu miliki, maka di sana akan kau temukan kebahagiaan.


Sore itu, Ibu Nurmala jadi pembicara setia sedangkan yang lainnya jadi pengamat dan tukang kepoin apa yang dibicarakan oleh Ibu Nurmala.


Mereka sangat bangga dengan sikap, tingkah laku dan karakternya ibu Nurmala. Pendidikan hanya tamatan SD saja, tetapi perilakunya melebihi orang yang berpendidikan tinggi.


Seorang ibu yang rela bertaruh dan berkorban nyawa, demi seorang anak kecil yang tidak dis ketahui asal usul anak itu.


Dia hanya menolong anak kecil itu karena kasihan dan tergerak hatinya untuk membantu anak itu keluar dari kemalangan yang hampir saja merenggut nyawanya.


Pertolongan Ibu Nurmala sangatlah berarti dan penting, tanpa bantuan dari Ibu Nurmala, mungkin Alif Faturahman sudah meninggal dalam mobil berbak itu bersama dua supirnya.


Satu persatu mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada Ibu Nurmala. Martin bahkan berjanji akan memberikan hadiah khusus untuk ibu Nurmala atas jasa-jasanya dan pengorbanannya menolong Alif, jika Alif adalah Axel putra sulungnya, maka Martin akan memberikan banyak hadiah sebagai ucapan terima kasihnya kepada ibu Nirmala.


Apa yang diberikan oleh Martin dan keluarganya nanti untuk Ibu Nurmala, tidak akan sebanding dengan apa yang sudah diperjuangkan dan diperbuat oleh Ibu Nurmala demi menyelamatkan nyawa putra sulungnya.


"Makasih banyak Bu, Ibu sudah menyelamatkan putraku," ucap Amairah yang sudah sangat yakin jika Alif itu adalah putranya walaupun mereka belum melakukan tes DNA.


"Non Amairah tidak perlu berterima kasih kepada Saya, Saya lakukan semua ini sebagai panggilan hati dan jiwa Saya sebagai sesama umat manusia, wajarlah melakukan itu disaat melihat ada orang yang membutuhkan bantuan, pasti akan sekuat tenaga menolongnya sesuai dengan kapasitas dan kemampuan saya Non,"


"Syukur Alhamdulillah Nurmala jasa-jasa dan pertolongan Kamu ini, kami serasa tidak mampu memberikan apa pun yang sesuai dengan pemberian Kamu yang sangat luar biasa itu," timpal Nenek Masitha.


"Apa yang nenek katakan benar adanya, bantuan dan keridhaan Ibu Nurmala mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan nyawa Alif sungguh terpuji," tutur Maya.


Berbagai ucapan syukur atas nikmat keselamatan yang diberikan untuk Alif oleh Allah tidak terkira dan tidak bisa terhitung jumlahnya.


Semua orang yang ada di dalam sana tersenyum bahagia dan lega setelah mendengar penjelasan dari Bu Nurmala. Martin sudah mengkonfirmasi kepada beberapa tim dokter yang akan nantinya menangani tes yang akan dilakukan pada Alif.


"Kalau seperti ini sudah, Saya akan segera melakukan prosedur tesnya,hal ini untuk memastikan apa kah Alif adalah Axel atau orang lain," jelas Martin.


"Betul sekali Martin, Kamu jangan tunda-tunda lagi, Papa juga tidak sabar untuk mengetahuinya," tutur Pak Heri.


Amairah memegang ke dua tangannya ibu Nurmala lalu berkata,"Ibu kalau pun Kami sudah mengecek dan hasil tesnya adalah Alif itu putraku yang sudah hampir lima tahun menghilang, Ibu akan tetap menjadi emaknya Alif sampai kapan pun, dan emak juga bisa tinggal bersama Kami nantinya."

__ADS_1


Amairah mengatakan hal itu dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan serta kelembutannya dalam bertutur kata.


"Iya apa yang diungkapkan oleh Amai, Kamu bisa tetap menjadi Emaknya Alif sampai kapan pun, jadi Kamu tidak perlu merisaukannya apa pun lagi," timpal Nenek Masitha.


"Alhamdulillaah,makasih banyak kalau Tuan Muda dan Nona Amairah mengijinkan Saya untuk tetap berada di sampingnya Alif," balasnya yang tersenyum lebar setelah apa yang ditakutinya selama ini tidak terbukti sedikit pun.


Matanya berkaca-kaca, hingga tidak kuasa lagi menahan bendungan air matanya. Air mata itu pun tanpa aba-aba terjatuh, menetes membasahi wajahnya yang sudah ada tanda-tanda kerutan di wajahnya.


Tidak ada seorang pun yang berada di dalam sana yang tidak memiliki rasa bahagia yang membuncah di dalam dada masing-masing.


Mereka menikmati suguhan kue dan makanan ringan yang berhasil tadi dibuat oleh Amairah. Dia membuat beberapa macam kue, spesial dan khusus untuk menemani acara bincang-bincang mereka disore itu. Minumannya pun masih mengepul asapnya.


Suasana keakraban dan kebahagiaan terpancar dari pembicaraan mereka Sore itu. Tidak ada jurang pemisah antara Tuan Rumah dengan ARTnya.


Ibu Nurmala diperlakukan layaknya saudara jauh yang memutuskan untuk tinggal bersama mereka. Mereka menyambut dengan tangan terbuka dan menerima kehadiran Emaknya Alif seperti layaknya suadara sendiri.


Nenek Masitha memandang ke arah Dion secara bergantian dengan Maya. Sedangkan yang ditatap tidak mengerti dengan maksud dari tatapan Neneknya yang menelisik itu.


"Dion, Nenek ingin mengetahui rencana Kamu setelah ini, karena Axel sudah ditemukan, Amairah juga sudah berkumpul di tengah-tengah kita sesuai janji kalian empat tahun lalu, kapan kamu ingin melangsungkan pernikahan kalian yang sudah lama tertunda?" tanya Nenek Masitha yang sesekali menikmati seduhan teh hijau khusus untuknya.


"Insya Allah, setelah hasil tesnya keluar Kami akan melangsungkan pernikahan Kami Nek," jawabnya Dion.


"Iya, kalian harus secepatnya melangsungkan pernikahan kalian, Mami dan Mama kalian setiap hari mendesak Nenek agar kalian segera melangsungkannya," ujarnya.


"Wajarlah mereka sudah tidak sabar menunggu kehadiran cucu pertama mereka, kalian kan sama-sama anak pertama," balas Pak Heri.


"Maafkan Mbak yah, ini semua gara-gara masalah rumah tangga Mbak, sehingga Kamu terpaksa harus menunda hingga bertahun-tahun lamanya akad nikah kalian," ucap Amairah dengan wajah sendunya.


Amairah meneteskan air matanya lalu membalas memeluk tubuh Maya. Sahabat terbaik yang dimilikinya saat ini sekaligus sepupu dari suaminya yang nantinya akan menjadi istri dari adik sepupunya juga.


"Alhamdulillah Makasih banyak ya Allah, satu persatu Engkau telah membuka permasalahan dan cobaan yang kami lalui selama ini dengan begitu baik dan dengan cara yang sangat luar biasa elegannya."


"Jadi,apa kita perlu melaporkan kejahatan Nurman Pa?" tanya Martin dengan wajah yang sangat serius.


"Papa akan atur semuanya disaat kita ajukan banding ke Pengadilan serta akan membuat laporan semua bukti-bukti kejahatannya selama ini," jawab Papa mertuaku.


"Kita harus melaporkan semua kejahatannya apa pun tanpa terkecuali, Nenek tidak ingin dikemudian hari, dia akan bertindak dan melakukan hal-hal yang akan nantinya dan kedepannya akan mengganggu kesalamatan dan keamanan anak cucu kita kelak," jelas Nenek Masitha dengan panjang lebar.


"Iya Pa, kita harus melakukan segala cara apa pun itu, untuk menjebloskan ke dalam Penjara Nurman agar dia berhenti untuk berbuat kejahatan lagi," ucap Amairah dengan wajah dan matanya yang berkilat dan berapi-api.


"Papa akan berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk kalian semua dan demi memperjuangkan kebenaran dan keadilan kita tidak boleh gentar menghadapinya,"

__ADS_1


Hingga magrib mereka masih berada di dalam ruangan itu. Mereka memutuskan untuk makan malam bersama Suasana kekeluargaan semakin kental saja. Mereka saling berbagi dan menyalurkan rasa bahagianya kepada yang lainnya.


Begitu juga dengan penyesalan hidup, kita bisa memperbaiki kesalahan yang membuat kita menyesal. Kita juga bisa menjadikan penyesalan itu sebagai pelajaran hidup agar di masa depan kita lebih berhati-hati dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Penyesalan tidak dapat mengubah masa lalu, begitu pula kekhawatiran tidak dapat mengubah masa depan.


*Kesenangan bermula dari kebersamaan bersama orang-orang terdekat, terutama keluarga.


Fun starts from being together with the closest people, especially family*.


Syukur Alhamdulillah Fania ucapkan kepada semua Kakak Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada Cinta Ya


ng Tulus, Fania minta maaf karena tidak bisa sebut satu persatu nama kakak 🙏🥰


Tetap Dukung CYT dengan:


Cara Like setiap Babnya


Rate bintang lima


Gift Poin atau Koin


Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya.


Silahkan ramaikan juga novel Lainku dong Kakak, yang masih sepi sesepi hatiku ini 👌✌️.


Judulnya:



Sang Penakluk


Bertahan Dalam Penantian


Tidak ada Jodoh yang Tertukar



...********Bersambung********...


...by Fania Mikaila AzZahrah...

__ADS_1


...Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu, 22 Juni 2022...


__ADS_2