
"Axel apa yang terjadi padamu?" Tanya Aisyah dengan wajahnya yang nampak khawatir.
Nathan pun melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh calon istrinya. Nathan langsung memeluk tubuh Axel lalu sedikit menekan lukanya Axel agar ia berteriak dan mengeluh kesakitan.
"Aaahhh sakit!!" Teriak Axel yang menatap tajam ke Nathan sedang yang ditatap hanya tersenyum licik ke arahnya.
Kamelia yang mendengar teriakannya Axel segera berlari ke arah Axel berada.
"Apa yang terjadi Tuan Axel?" Tanyanya dengan raut wajahnya yang ketakutan.
Reaksi yang diberikan oleh Camelia pun tidak menyadarinya jika dia melakukan hal tersebut.
"Nathan memajukan wajahnya ke telinga Axel lalu berkata, "Kamu harus terus mengalah agar dia berada di sampingmu terus."
Nathan ingin tertawa melihat ketidak berdayaaan nya Axel hanya demi mendekati Suster cantik yang ada di antara mereka sehingga memutuskan cara seperti itu.
Axel hanya membalas menatap jengah kearah Nathan, "Awas loh yah, kalau aku keluar dari sini aku akan membalasnya," tatapannya tajam ke arah Nathan sedangkan yang ditatap hanya tersenyum licik saja.
Kamelia segera memeriksa seluruh tubuhnya Axel yang kemungkinannya sakit.
"Mungkin Tuan tidak sengaja menyentuh luka Tuan Axel sehingga Anda berteriak kesakitan, kalau gitu saya periksa dulu jangan sampai ada infeksi," jelasnya dengan wajah teduhnya yang cantik alami itu.
Axel yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Suster pujaannya.
Aisyah dan Nathaniel tersenyum melihat Axel si beruang kutub Utara itu yang akhirnya jatuh cinta juga. Mereka bahagia karena selama ini mereka sudah salah kaprah jika, Axel memiliki kepribadian yang menyimpan yaitu menyukai sesama jenis.
Ternyata dugaan mereka salah besar dan bersyukur karena hal itu hanya isapan jempol belaka.
"Suster bagian ini juga sakit," ujar Axel dengan melembutkan suaranya agar aktingnya terkesan alami dan natural.
Aisyah dan Nathan kemudian keluar dari ruangan tersebut tanpa pamit, mereka tidak ingin mengganggu kebahagiaan Axel yang untuk pertama kalinya jatuh cinta.
__ADS_1
Mereka yang ada di dalam ruangan melupakan keberadaan orang-orang yang berada di luar yang sedang mengkhawatirkan mereka.
Delisha sudah mondar mandir di depan ruangan ICU. Dia ingin masuk tetapi hanya dua orang yang bisa menemani pasien dengan secara bergantian.
"Kenapa mereka lama sekali sih di dalam?" Tanyanya yang semakin khawatir saja.
Abimanyu yang melihat hal itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Abi dan Dennis sudah mendapatkan informasi jika Axel hanya terluka ringan dan tidak perlu cemas dan khawatir yang berlebihan.
Abimanyu bisa saja memberitahukan Delisha tentang keadaan adiknya tetapi dia tidak ingin Delisha mengacaukan pedekate yang dilakukan oleh Axel kakaknya.
Pintu ICU terbuka dan keluarlah Nathan dan Aisyah. Mereka berdua tertawa terbahak-bahak tapi langsung mendapat tatapan tajam dari beberapa perawat.
"Maaf Pak jangan ribut kasihan pasien yang sedang istirahat," tegur perawat itu.
Nathan langsung menghentikan tawanya, sedangkan Aisyah mencubit lengan Nathan agar segera berhenti.
"Aisyah dan Pak Nathan datang-datang malah tertawa bukannya bicara bagaimana dengan kondisi Kak Axel," ujar Delisha yang kebingungan melihat tingkah laku Nathan.
"Maaf Nona Muda, saya hanya mengingat kejadian yang barusan saya alami yang sangat lucu," ujarnya.
"Alhamdulillah, Axel baik-baik saja Del, jadi kamu tidak perlu khawatir sedikitpun dengan dia," terang Aisyah.
"Syukur Alhamdulillah kalau gitu, apa saya boleh masuk menjenguknya?" Tanya Delisha tetapi langsung dicegah oleh Aisyah lagi.
"Nona nanti saja, Tuan Muda lagi pendekatan dengan seorang suster cantik di dalam, makanya tadi kami lama di dalam karena membantu Axel," tuturnya dengan tersenyum mengingat Axel yang menahan sakitnya saat Nathan menekan lukanya.
Delisha refleks menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dan langsung tertawa bahagia.
"Alhamdulillah, akhirnya kakakku yang satu itu menunjukkan bahwa dirinya masih normal, semoga pedekatenya berhasil kalau perlu kita bantuin agar mereka bisa saling mencintai," ucap Delisha dengan wajahnya yang berseri bahagia.
Delisha kembali duduk di sampingnya Abimanyu, hingga ujung pelupuk matanya menangkap ada noda darah di pergelangan tangannya Abimanyu. Delisha kembali dibuat cemas dan ketakutan melihat hal tersebut.
__ADS_1
Delisha segera memeriksa kondisi tangannya Abimanyu dengan menggulung keatas lengan ujung pakaian dari Abi. Dia menutup mulutnya melihat luka tersebut lumayan besar dan menganga. Delisha berlari ke arah suster untuk segera membantu Abi mengobati luka tersebut.
"Abang ayo kedalam, lukanya Abang harus segera diobati kalau begini, takutnya infeksi Bang," ujar Delisha kembali nampak di wajahnya yang ketakutan.
Abi hanya terdiam mengikut instruksi dari Delisha. Dia malahan bersyukur karena calon istrinya sangat peduli dan perhatian padanya.
Abi sudah terbaring di atas bangkar rumah sakit. Seorang perawat pria yang menangani lukanya. Awalnya perempuan yang ingin melakukan hal tersebut, tapi langsung dicegah oleh Abi sendiri. Sedari dulu dia tidak ingin kontak fisik dengan wanita lain setelah waktu itu dirinya dan Delisha berhubungan badan malam itu.
Abi sudah memantapkan hatinya jika hanya gadis kecilnya saja yang pantas dan boleh menyentuhnya hingga kelak.
"Tahan yah pak,saya akan menjahit tangan bapak yang terluka terkena goresan timah panas," ujarnya.
"Oke lanjut saja,"balasnya Abi.
Delisha benar-benar bisa menempatkan dirinya sebagai calon istrinya Abimanyu. Malam itu bertambah pasien yang harus mereka jaga baik-baik. Axel dan Abimanyu.
Dennis dan yang lainnya pamitan kepada mereka karena ingin kembali ke rumah untuk beristirahat. Mereka lakukan itu agar ke dua orang tuanya dan neneknya tidak mencurigai apa yang terjadi.
Sebelum pulang, Aisyah mendekati Camelia dan memohon kepadanya agar bisa menjadi perawat pribadinya Axel selama sakit.
"Mbak,Saya mohon bantu jaga keponakanku, kasihan ke dua orang tuanya berada jauh dari sini sedangkan adiknya calon suaminya juga sedang sakit, jadi please untuk membantuku," pinta Aisyah di depan Camelia yang awalnya sudah ingin meninggalkan mereka.
"Mbak tidak perlu khawatir dengan masalah gaji, Insya Allah,kami pasti berikan gaji yang sesuai permintaan Anda," terang Aisyah lagi.
Delisa menggenggam tangannya Abi seolah-olah dia memberikan dan menyalurkan rasa tenang kepada Abi. Karena Delisha melihat raut wajahnya Abi Thalib meringis kesakitan saat perawat itu membersihkan lukanya dan menjahit luka itu.
"Tapi!!" Ucap Camelia dengan memikirkan beberapa pertimbangan mengingat ada orang yang dirumahnya menunggu kepulangannya sekarang.
"Maaf bukannya aku tidak mau tapi, putriku sudah lama menungguku untuk pulang," jawabnya yang membuat wajahnya Axel seketika lesu dan tidak bersemangat.
Wajahnya yang sedari tadi sumringah sekarang tergantikan dengan wajahnya yang sedih mendengar perkataan dari Camelia.
__ADS_1
"Ternyata dia sudah punya suami dan anak, aku harus gimana lagi kalau kenyatannya harus berakhir seperti ini."
Aisyah dan Nathan serta Dennis menatap iba ke arah Axel. Untuk pertama kalinya jatuh cinta tapi diwaktu yang bersamaan harus terhempas rasa yang sudah perlahan muncul di dalam dadanya.