
Selamat Membaca..
Amairah sangat terguncang dengan perlakuan yang dia dapatkan dari Adam. Karena pengaruh minuman alkohol membuat Adam lupa daratan. Amairah tidak menyangka jika Adam akan nekat melakukan hal yang tidak pantas untuk lagi dia lakukan. Hubungannya dengan Amairah sudah berakhir. Yang jadi pertanyaan kenapa baru sekarang Adam mantan suaminya ingin menyentuh Amairah dengan cara yang tidak sopan dan tidak pantas.
Amairah sudah berusaha untuk menghindari perbuatan Adam kepadanya tetapi karena kekuatan seorang pria lebih besar dan kuat dari seorang perempuan sehingga Amairah tidak berdaya. Adam terus ingin menci*** bibir Amairah bahkan sudah merobek gaun yang dipakai oleh Amairah. Amairah sudah mengemis untuk meminta tolong tetapi tidak dihiraukan oleh Adam.
"Mas Amairah mohon jangan seperti ini, tolong lepaskan Amairah Mas" ucap Amairah yang sudah banjir air mata dan sangat takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Aku mencintaimu Amairah jadi wajarlah aku melakukan hal ini kepadamu, sampai kapan pun aku tidak akan lepaskan kamu, Kita itu baru bercerai secara agama dan baru jatuh talak satu berarti aku masih punya hak atas dirimu Amairah" ucap Adam yang sudah ingin menjam*** bagian sensitif Amairah Tapi Amairah terus melawan karena Adam sudah diluar batas.
Martin yang memperhatikan Gerak gerik mereka belum bisa berbuat apa-apa karena Martin tidak ingin salah langkah. Dugaan Martin adalah Amairah dan Adam adalah pasangan suami istri.
"Mas Amairah mohon jangan lakukan ini, Apa mas tidak kasihan sama Amairah, tolong lepaskan Amairah" ucap ratap Amairah.
Amairah semakin menutup akses ke daerah sensitifnya tetapi Adam terus memaksa dan tiba-tiba Adam terlempar dan Martin langsung memukuli seluruh wajah Adam hingga babak belur dan tidak berdaya. Adam pun sempat membalas dan berhasil beberapa kali memukul wajah dari Martin. Perkelahian pun tidak terelakan. Hingga pihak keamanan datang untuk melerai dan memisahkan mereka.
Kejadian ini terjadi di tempat yang minim cahaya sehingga jika ada orang yang ingin memanfaatkan keadaan pasti akan lebih mudah. Pak Security sudah membantu Ad dan membawanya ke dalam hotel untuk diobati sedangkan Martin sang pemilik hotel bebas karena sudah memberikan alasan mengapa dirinya melakukan hal itu. Martin langsung melepaskan jaketnya dan memakaikan jaket kulitnya ke tubuh Amairah yang sudah hampir tidak memakai pakaian. Amairah pun berusaha untuk menutupi dengan tangannya.
Dan disaat Martin memakaikan jaketnya ke tubuh Amairah kalau dilihat dari arah belakang pasti orang akan menyangka sedang memeluk tubuh Amairah dan ada seseorang yang langsung memotret kejadian tersebut.
"Ayo ikut Saya" ucap Martin.
Amairah menurut saja tanpa pikir panjang lagi. Martin membawa Amairah ke dalam kamar hotel pribadinya. Mereka tidak menyangka jika ke depannya gara-gara hal ini yang akan membawa mereka untuk mengambil keputusan yang tepat. Seseorang yang sedari tadi mengambil gambar mereka melalui lensa kamera setelah mendapatkan hasilnya yang dia inginkan sesuai perintah langsung mengirim ke temannya.
Martin dan Amairah berjalan ke dalam hotel hingga sekarang sudah berada di dalam kamar hotel yang super mewah dilengkapi dengan fasilitas yang woooow juga.
"Ini baju ganti untuk kamu dan bersihkan badanmu di dalam kamar mandi" perintah Martin. Amairah tanpa bicara langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Martin baru merasakan sakit dibagian wajahnya sehingga Martin memutuskan untuk segera ke arah cermin untuk melihat langsung kondisi wajahnya. Martin memegang bagian wajahnya yang sudah memar dan melihat pakaiannya yang sudah sangat kotor. Martin pun membuka bajunya dan tanpa sengaja melihat ke arah lehernya kalung yang belakangan ini sering dia pakai bahkan belum pernah dia lepaskan ternyata sudah tidak ada dilehernya.
"Mungkin kalungnya jatuh di tempat tadi sewaktu aku berkelahi dengan pria breng** itu" ucap Martin.
Martin mengambil baju ganti di dalam lemarinya dengan asal dan segera memakainya. Martin memutuskan untuk mencari kalung itu yang menurutnya punya Nikita mantan pacarnya.
"Gimana kalau Nikita mencari kalungnya dan mengetahui kalau kalungnya hilang pasti aku yang jadi sasaran lagi" ucap Martin yang sampai detik ini masih memikirkan Nikita padahal sekitar 4 tahun lalu dirinya dibuat kecewa dan hancur.
Martin baru ingin memegang kenop pintu tiba-tiba pintu tersebut terbuka sendiri dari arah luar. Martin heran karena seingatnya pintu itu sudah dia kunci rapat jadi tidak mungkin bisa terbuka otomatis dari luar dan bersamaan dengan keluarnya Amairah dari dalam kamar mandi dalam keadaan yang baru saja selesai mandi yang rambutnya basah dan masih mengalir air dari ujung rambut panjangnya.
Amairah dan Martin terkejut dengan banyaknya bapak-bapak dan ibu-ibu yang mendatangi kamarnya padahal sebelumnya Martin tidak memanggil seseorang untuk datang ke kamarnya.
"Maaf Anda semua ini datang ke kamarku untuk mencari siapa dan apa kepentingan Anda semua? karena kalau boleh jujur Saya tidak mengenal satu pun dari anda." ucap Martin dengan gay coolnya yang cuek bebek.
__ADS_1
"Kami ke sini ingin mengetahui apa yang Anda lakukan bersama dengan seorang perempuan di dalam kamar hotel di tengah malam." ucap seorang bapak.
Karena tidak sedikit yang mendatangi kamarnya sehingga banyak sekali suara yang memojokkan dan menuduh mereka melakukan sesuatu yang tidak pantas.
"Apa anda lupa jika untuk bisa menginap di hotel ini haruslah pasangan resmi sedangkan anda apa sudah menikah?". ucap bapak yang kurus.
"Apa anda ingin merusak citra dan nama baik hotel ini?." timpal ibu yang memakai jilbab besar.
"Apa pun yang kalian katakan kami sama sekali tidak melakukan apa pun yang tidak pantas dan saya hanya menolongnya dari tindakan seorang pria yang ingin melecehkan harga dirinya" argumen Martin.
Tiba-tiba ada yang datang dan langsung menyodorkan amplop putih ke arah Martin. Martin pun ingin membuka amplop tersebut tapi langsung direbut oleh pak Security.
"Sebaiknya saya saja yang buka pak" ucap Security itu.
Dan langsung menyerahkan dan memperlihatkan isi dari amplop tersebut. Mereka yang melihat foto tersebut saling berpandangan saja.
"Semua bukti sudah ada dan alasan apa lagi yang akan anda katakan kepada kami dan jelas-jelas orang yang ada di dalam Foto ini adalah Anda". ucap Bapak tersebut sambil menunjuk ke arah Martin.
"Sebaiknya Anda bertanggung jawab terhadap apa yang anda lakukan" ucap ibu-ibu yang agak kurus.
Amairah tidak mampu berbicara apa pun dan tidak tahu harus melakukan apa karena kejadian ini begitu cepat bagaikan rollcoster saja. Bahkan Amairah masih belum sepenuhnya sadar dari shocknya akibat kelakuan tak wajar dari Adam Sekarang sudah dihadapkan dengan berbagai tuduhan dan tudingan yang tidak beralasan. Amairah hanya bisa mematung dan menangis tersedu-sedu.
"Kalau kamu tidak ingin bertanggung jawab maka jalan terakhir adalah kami akan menyeret kamu ke pihak yang berwajib biarkanlah polisi yang menangani masalah kalian ini" ucap bapak yang membawa Amplop tadi yang tersenyum licik ke arah Martin.
"Bukti apa lagi yang kurang dan jelas-jelas kalian melakukan sesuatu di tempat yang gelap di dalam foto ini tapi kalau mereka tidak ingin bertanggung jawab baiklah kita giring Saja mereka ke polisi" ucap bapak yang memegang amplop tersebut.
Martin sudah tidak bisa bertindak apa pun dan berfikir untuk mencari jalan keluar karena semua bukti mengarah kepada mereka yang sudah berbuat hal yang tidak baik. Martin ingin menelpon pengacaranya tetapi Martin takut jika Omanya tahu dan urusannya bisa lebih panjang lagi akhirnya Martin pun menyetujui tuntutan mereka.
"Maaf Saya harus bertanggung jawab seperti apa kepadanya??." tanya Martin yang membuat mereka saling berpandangan dan diam-diam mereka tersenyum licik.
"Gampang sekali caranya kamu tahu tinggal menikahi perempuan itu dan masalah sudah selesai" jawab bapak yang pakai kumis.
"Hanya itu apa masih ada yang lain?" ucap Martin lagi.
"Iya betul Sekali dan kalian harus menikah sekarang juga dan di tempat ini" ucap oak kumis lagi.
"Kami yang akan memanggil pak penghulu dan pegawai KUA untuk datang ke tempat ini" timpal bapak yang membawa amplop tadi yang memakai masker. Semua orang yang datang ke Sana memakai masker karena masih banyak kasus korban covid 19.
"Tapi saya tidak mungkin menikah dengannya karena saya sudah menikah" ucap Amairah yang tiba-tiba membuka mulutnya untuk bersuara.
Mereka kembali berpandangan dan bingung dengan pernyataan perempuan itu. Karena apa yang mereka dengar dari bos mereka kalau perempuan yang harus mereka jebak adalah masih single belum pernah menikah.
__ADS_1
"Apa Anda masih berstatus Nikah atau sudah cerai?." tanya bapak yang gendut.
"Saya sudah bercerai dengan suami saya sekitar kurang lebih 5 tahun lalu dan suami saya yang mentalak saya' ucap Amairah yang masih sesegukan.
"Kalau masalanya seperti itu tidak masalah yang penting status kamu sekarang tidak nikah" ucap oak kumis.
"Kalau begitu Saya akan menelpon oak Penghulu dan pegawai KUA untuk segera datang dan sekarang sudah pagi pukul 5 waktu yang baik untuk melaksanakan pernikahan" ucap oak kumis yang sudah bisa tersenyum lega.
"Sambil menunggu oak penghulu dan yang lainnya datang bapak ingin bertanya sesuatu hal, apa kamu masih punya orang tua dan kalau ada tolong panggil ke sini untuk menghadiri acara akad nikah kalian" ucap orang yang membawa amplop tadi.
"Maaf Saya sudah tidak punya keluarga atau pun orang tua, karena sejak saya masih Bayi Saya sudah tidak punya orang tua lagi dan Saya hidup di panti asuhan" ucap Amairah dengan jujur.
"Apa satu pun kamu tidak punya kerabat?." tanya bapak yang gemuk.
"Saya hanya punya satu orang putra dan dua baby sitter nya dan kebetulan mereka juga menginap di hotel ini" ucap Amairah lagi.
"Kalau begitu telpon mereka agar segera datang ke sini" ucap bapak kumis.
Amairah pun menelpon mbak Marni agar segera datang. Untung saja Mbak Marni baru saja bangun jadi Mbak Marni langsung mengangkat telponnya.
Tidak berapa lama Mbak Marni pun sudah datang dan langsung memeluk tubuh Amairah dan kaget setelah mendengar dan mengetahui kronologi kejadian itu.
"Ibu yang sabar yah, ini semua sudah direncanakan oleh Allah dan mungkin ini yang terbaik untuk ibu" ucap Mbak Marni yang ikut menangis.
"Tolong bantu Amairah untuk mengganti pakaiannya dan dandani juga agar tampil cantik" ucap Pak kumis.
Sedangkan Martin sibuk berperang dengan pikirannya sendiri.
"Sepertinya ini solusi yang Tuhan berikan kepada saya untuk membalas semua perbuatan Nikita dan Saya akan memperlihatkan kepada Nikita kalau Saya bisa mendapatkan perempuan baik-baik yang ingin menikah denganku dan sepertinya Dia mudah untuk diatur" ucap Martin yang menatap Amairah yang sudah berganti pakaian dengan gaun pengantin yang sederhana tapi tetap elegan dan cantik.
Martin sempat pangling melihat wajah Amairah yang cantik. Tapi Martin buru-buru membuang pikirannya itu.
"Aku sudah berjanji untuk menutup pintu hatiku untuk perempuan mana pun dan perempuan itu semuanya sama saja hanya mencintai harta" ucap Martin yang tersenyum licik.
Hati-hati bang Entar kemakan sendiri dengan ucapannya. Ingat cinta itu datang ala bisa karena terbiasa bersama.
Bersambung..
Maaf jika sering terdapat typo atau kesalahan dalam penulisan.🙏
Makasih banyak kepada Readers yang sudah menyempatkan waktu untuk baca novel receh Fania yah 🙏
__ADS_1
by fania Mikaila AzZahrah
Makassar, 08 April 2022