Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 226. Acara Menuju Akad Nikah


__ADS_3

Selamat Membaca..


Hari yang ditunggu-tunggu oleh kedua pasangan itu telah tiba, Delisha dan s


Aisyah sudah duduk cantik di dalam kamar pengantin mereka masing-masing.


Calon pengantin mempelai pria mereka masih berada di jalan. Segala persiapan sudah selesai. Kediaman utama keluarga Lee sudah disulap sebagai tempat akad nikah mereka. Sistem keamanan sangat diperketat karena mereka tidak ingin acara sakral dan penting anaknya terganggu.


Semua keluarga besar mereka sudah hadir memenuhi aula tempat pelaksanaan ijab kabul.


Keluarga yang dari luar kota bahkan luar negeri sudah hadir untuk memberikan doa restu untuk mereka. Keluarga Aisyah pun yang dari Turki sudah datang Walaupun bukan kedua orang tuanya karena beliau sudah wafat.


Martin berjalan ke arah Bryan Adams yang duduk memangku laptopnya sembari berucap," bagaimana dengan keamanannya? Aku tidak ingin ada kekurangan dalam hal apapun."


"Itu pasti dan semua sudah berjalan sesuai dengan keinginanmu," jawab Bryan.


Tatapan mata mereka beralih ke arah dua perempuan terpenting dalam hidup mereka masing-masing. Arumi dan Amairah berjalan ke arah mereka. Arumi yang sudah berbadan dua dibantu berjalan oleh Amairah. Amairah dengan senang hati menolong Arumi adik sepupunya yang sedang hamil tua.


"Semoga acaranya berjalan lancar yah Mbak, aku lihat Delisha lebih tenang dari pada Aisyah," ucapnya sembari tersenyum mengingat wajah tegangnya Aisyah saat mereka masuk ke dalam kamar pengantin.


"Mungkin karena pernah sekali gagal menikah sehingga a ada perasaan was-was yang muncul dalam benaknya," balas Amairah yang ikut tersenyum menanggapi perkataan dari Arumi.


Martin dan Bryan segera berjalan ke arah mereka. Dan masing-masing mengambil tangan istrinya.


"Sayang bagaimana dengan putri kita apa dia sudah siap untuk menikah dengan Abimanyu?" Tanyanya Martin dengan menggandeng tangan Amairah dengan posesifnya.


"Alhamdulillah seratus persen dia sudah siap, Lee dan Ica selalu menemaninya bercanda jadi mungkin rasa gugupnya tidak nampak," jawabnya.


"Cuma Aisyah sih Mas yang kami lihat gugup dan grogi seolah-olah dia adalah pengantin prianya," timpal Arumi.


"Insya Allah dia akan santai kalau sudah sah tapi, aku takut nanti malam pertamanya Nathan dapat tendangan lagi," ujar Martin yang membuat mereka tertawa terbahak-bahak membayangkan hal tersebut.


"Arumi sudah berapa bulan usia kandungamu?"Tanya Amairah yang mengelus lembut perutnya Arumi.

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah sembilan bulan dan kami menunggu jadwal kelahirannya saja apa sesuai dengan prediksi dokter atau kah tidak," Jawab Bryan Adams yang lebih antusias.


"Emangnya jadwalnya kapan?" Tanya Amairah lagi yang sumringah karena mendapat tendangan dari bayinya Arumi.


"Insya Allah besok sih Mbak, tapi entahlah Mbak kan katanya orang ada yang tepat ada yang lewat malah ada yang jauh bedanya dari prediksi dokter," jelas Arumi yang sesekali meringis menahan sakitnya saat anaknya menendang.


"Mbak doakan semoga kalian sehat dan selamat dua-duanya, amin ya rabbal alamin," ujar Amairah.


"Amin, makasih banyak Mbak," sahut Arumi.


"Saya sama Bryan ke depan dulu Banyak tamu yang sudah mengantri di depan," ucap Martin lalu berjalan ke arah pintu utama rumahnya.


Mereka kemudian menjemput beberapa tamu undangan yang sudah datang. Hingga iringan dan rombongan pengantin sudah datang. Baik dari keluarga besar dari Abimanyu yang memakai mobil super mewah serta dari keluarga Nathan yang super heboh ala-ala orang khas adat istiadat pribumi.


Awalnya mereka akan mengadakan acara akad nikah di dalam aula saja tetapi Delisha tiba-tiba meminta untuk merubahnya menjadi outdoor saja. Jadilah acaranya di samping rumah hingga ke belakang rumah yang dihiasi dengan perlengkapan dan dekorasi pelaminan yang sangat cantik. Dengan nuansa serba putih membuat kesan kesucian dan cinta yang tulus.


"Hey sayang, gimana kabarnya?"Tanya Maya yang memeluk tubuh Amairah dengan tangannya menggandeng dua orang bocah sudah beranjak remaja.


"Sudah cukup tiga saja lah Mbak, aku berniat sudah tidak ingin menambah lagi Mbak kan tahu kalau aku melahirkan gimana prosesnya," ujarnya yang tersenyum manis.


"Dion dimana, kok aku gak lihat?"tanyanya yang melihat Dion tidak bersama Maya yang biasanya nempel ke mana-mana seperti perangko saja.


"Waktu kami masuk ketemu sama Abang Bryan sama Mas Martin jadilah mereka sekarang ada di depan menjemput iringan pengantin yang sudah datang," terang Maya.


"Alhamdulillah kalau pengantin prianya sudah datang, kalau gitu kita ke tempat acara saja," ujar Maya.


"Kalau kita yang kesana terus siapa yang akan antar pengantinnya kalau sudah selesai nikah?" Tanyanya Amairah yang tersenyum karena mereka melupakan pengantin wanitanya.


"Lupa, hehehehe," timpal Arumi.


"Mbak apa Nadia dan Bram akan datang atau mereka gak jadi lagi ke Jakarta?" Tanya Maya sambil berjalan ke arah kamar pengantin berada.


"Tadi Nadia nelpon katanya sudah di jalan mau ke sini, tapi ban mobilnya tiba-tiba bocor jadi terpaksa harus terlambat," terang Amairah.

__ADS_1


"Jadi gimana dengan mobilnya seingat aku daerah itu kan gak ada bengkelnya Mbak?" Ucap Maya.


"Mas Martin sudah mengirim satu mobil untuk menjemput mereka," jawab Amairah.


"Alhamdulillah kalau mereka sudah dijalan mau ke sini," ucap Maya dengan senyuman bahagianya karena hari bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga besar dan sahabatnya.


Martin sebagai wali nikahnya Delisha sudah duduk di kursi di samping pak penghulu yang akan menuntunnya untuk menikahkan putri bungsunya dengan pria yang menjadi pilihannya.


Awalnya Martin ingin menyerahkan perwalian akad nikahnya Delisha ke tangan Tuan Besar Luis atau Mark Prin Atmadja tetapi mereka menolak dengan halus karena yang paling berhak adalah Ayah kandungnya. Jadilah Martin sudah duduk di depan Abimanyu yang sudah saling berjabat tangan.


Sebelum mereka menikah, akan ada pengajian atau pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang akan dibawakan oleh Lee selaku putra kandungnya yang mengusulkan dirinya sendiri untuk menggantikan posisi dari ustad yang akan membaca Al Qur'an. Setelah mereka menikah akan ada ceramah agama yang akan dibawakan ustadz Solmed yang telah diundang untuk hadir. Dan beliau berkenan untuk hadir di acara tersebut.


Para tamu sudah duduk di kursi masing-masing, dan menantikan pembacaan ayat suci Al-Qur'an sesuai dengan arahan MC. Mereka langsung terdiam saat Lee sudah memulai membaca surat an-nisa.


Semua tamu dan keluarga besar yang hadir ikut hanyut dalam pembacaan ayat suci Al-Qur'an tersebut dengan penuh hikmah dan beberapa dari mereka ada yang menangis terharu. Terutama Nenek Masitha, Ibu Nurmala, Tuan Besar Mark dan istrinya serta Tuan Besar Luis yang mengingat beberapa kenangan bersama cicit kesayangannya.


Tak terasa air mata mereka menetes membasahi pipinya. Rasa haru terasa kental dan begitu mendominasi jalannya pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Amairah pun dan lainnya yang ada di dalam kamar pengantin pun memeluk tubuh putri tunggalnya dengan erat. Mereka menangis tersedu-sedu.


Delisha ikut sedih sekaligus bahagia karena akhirnya akan menjadi istri dari Tuan Abimanyu dan putranya akan memiliki ayah biologisnya.


Mampir dong baca novel baruku yang kontrak juga judulnya:



Dilema diantara dua pilihan


Pesona Perawan



by Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, Minggu, 24 Juli 2022

__ADS_1


__ADS_2