Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 127. Ketakutan Alif


__ADS_3

Selamat Membaca..


Ada resah dalam hati


Takut yang tidak terkendali


Dunia kita sedang tidak baik-baik saja


Ini memang tidak mudah


Namun kau tetap berjalan


Aku menunggumu


Untuk segera pulang


Jaga diri kuatkan hati


Tetap tersenyum


Aku berdoa terus berdoa


Untuk dirimu


Tuhan, dia sedang berjuang


Jaga dia, lindungi dia


Karena ada yang menunggunya untuk pulang


Kita memang sedang berduka


Bukan berarti kita menyerah


Kita harus saling menjaga


Dan menguatkan


Hingga Tuhan menolong kita.


Maya bersyukur karena akhirnya ada yang menemaninya di Apartemennya yang selama ini selalu saja hidup sendiri. Apa pun serba sendiri. Apartemen yang selalu sepi dan terasa ramai jika Dion bertamu ke sana.


Maya Erlene Keysha menjemput Ibu Sumartini dan putranya Alif Faturahman di Rumah Kontrakannya yang terbilang tidak layak untuk dihuni m Ibu Sumartini terpaksa tinggal dan menetap di sana selama beberapa hari dikarenakan hanya kosan itu yang mampu beliau sewa.


"Apa Alif bahagia?" tanya Maya pada Alif.


Sedangkan yang ditanya masih menampilkan senyuman kebahagiaannya karena hari ini adalah pengalaman pertamanya menginjakkan kakinya di dalam Mall, apa lagi Mall tersebut Mall paling terbesar di Ibu Kota Jakarta.


Maya melihat wajah Alif yang selalu sumringah dan bahagia saat mereka berada di dalam Mall. Maya pun mengajak berbincang-bincang dengan Alif saat mereka sudah berada mobilnya dan siap berangkat pulang ke Apartemen mewah Maya.


"Alhamdulillah Alif sangat senang Mbak, makasih banyak Mbak Maya sudah antar Alif jalan-jalan ke Mall," jawabnya.

__ADS_1


Maya mengelus lembut rambutnya Alif.


"Alhamdulillah Mbak sangat senang mendengarnya, lain kali kalau Mbak ada waktu pasti anatarin Alif lagi deh," ucap Maya yang membantu memasangkan sabuk pengaman ke tubuhnya Alif.


"Janji yah Mbak lain kali akan ajakin Alif lagi?" tanya Alif yang menatap ke arah wajah Maya.


"Insya Allah Mbak akan ajak Alif dan nanti Mbak akan bawa Alif ke tempat wahana bermain yang sangat seru dan Mbak yakin Alif pasti akan suka dengan permainannya," tutur Maya.


"Apa masih ada tempat bermain anak-anak yang lebih bagus dari tempat tadi yah Mbak?" tanya Alif dengan wajah yang serius dan menatap ke dalam bola matanya Maya.


"Ada tempat yang sangat besar di dalamnya khusus tempat bermain anak-anak tapi, tempatnya tidak di sini agak jauh dari Mall ini," jawab Maya yang mulai menghidupkan mesin mobilnya.


Mobil mereka pun meninggalkan baseman Parkiran Mall. Rona kebahagiaan dari ke tiga penumpang yang beda generasi itu terpancar dengan jelas.


"*Makasih banyak ya Allah, Engkau telah hadirkan Mbak Maya dalam hidup Kami."


"Hati ini menghangat setiap kali melihat senyumannya itu, semoga kebahagiaan selalu menyertaimu hidupmu Alif*."


Mobil minicover yang dikemudikan oleh Maya sudah bergabung dengan pengguna jalan lainnya. Kepadatan mobil di jalan raya saat itu mampu membuat antrian yang sangat panjang. Jalan yang mereka lalui untuk sampai ke Apartemennya cukup macet padat dan merayap.


"Mbak Maya besok jangan lupa antar Alif ke Sekolah yah, Alif tidak mau kalau Emak yang ngantar nanti kesasar kalau Emak yang ngantar," tutur Alif dengan wajah seriusnya.


Ibu Sumartini dan Maya tertawa mendengar celotehan Alif yang menolak jika Emaknya yang akan mengantarnya ke sekolahnya besok pagi.


"Emaknya Alif besok juga akan ikut bersama Alif ke Sekolah biar nanti gak kesasar kalau Emak yang antarin," jelasnya.


"Ok Mbak, Alif mau dianatarin sama Emak yang penting Emak harus mengingat dan menghafal baik arah jalannya," ucap Alif yang ngomel seperti ibu-ibu saja.


"Assalamu alaikum Pak Dendy."


"Waalaikum salam Mbak Maya, ada apa yah?" tanya Pak Dendy selaku Kepala keamanan di Apartemen itu.


"Maaf ganggu Pak Dendy, kenalkan ini ibu Sumartini dan putranya Alif adalah keluarga Maya dari Kampung dan mereka akan selamanya tinggal bersama Maya," jelas Maya.


Pak Dendy memperhatikan Ibu Sumartini dan Alif dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Pandangan matanya menelisik seluruh tubuhnya Alif dan Ibunya. Pak Dendy harus selalu waspada dan hati-hati jika ada orang baru yang tinggal di kompleks Apartemen mewah itu.


"Baik Mbak, Saya mengerti," ucapnya singkat.


"Makasih banyak pak Dendy dan tolong disampaikan kepada rekannya bapak yang lainnya dan maaf sudah ganggu aktivitasnya," ucap Maya.


Maya tidak lupa menitipkan beberapa bungkus rokok dan makanan untuk Pak Dendy agar lebih semangat untuk menjaga keamanan di Apartemen tersebut. Pak Dendy sangat berterima kasih kepada Maya, karena hanya Maya penghuni dari Apartemen tersebut yang memperlakukannya seperti itu.


"Makasih banyak Mbak, semoga segera menikah dengan calon suaminya Mbak," ucap Pak Dendy.


"Amin, makasih banyak pak," ucap Maya lagi.


Mereka pun pamit dan menaiki lift untuk segera sampai ke Lantai Unit tempat Apartemennya berada.



Maya membuka password kunci Apartemennya dengan kode yang hanya Maya dan othor yang tahu hehehe. Pintu itu terbuka lebar dan membuat mata Alif dan Emaknya terbelalak saking takjubnya melihat isi dalam Apartemennya Maya. Maklumlah selama ini mereka hidup dalam keterbatasan, rumah mereka di Kampung hanya berdinding anyaman bambu dan beralaskan lantai dari tanah serta beratap anyaman daun Nira.

__ADS_1


"Maaf yah Alif rumahnya Mbak kecil, tidak apa-apa kan?" tanya Maya yang menatap ke arah Alif.


Alif yang ditatap masih bengong dengan apa yang dilihatnya dengan kedua matanya. Alif masih takjub dengan semua benda yang berada di dalam ruangan tersebut.


"Rumah Mbak besar sekali, ini istana Mbak sedangkan rumah Alif di Kampung tidak seperti ini, bahkan ruangan ini sepuluh kali lebih besar dari ruangan ini Mbak," ucap Alif yang sudah kegirangan dan berlarian mengamati dan memeriksa setiap ruangan.


Maya tersenyum melihat tingkah polos Alif. Maya bersyukur karena Alif dan emaknya setuju ikut bersamanya untuk tinggal di Apartemen.


"Sini Mbak antar Alif ke dalam kamarnya, Alif mau kan kalau tidurnya sendiri saja gak ditemani oleh Emak?" tanya Maya sambil mengantar Alif hingga ke depan pintu khusus kamar pribadi untuk Alif.


Alif yang mendengar perkataan dari Maya langsung memeluk erat tubuh Emaknya dan tampak gemetaran dan tubuhnya sudah dipenuhi oleh peluh yang bercucuran membasahi pipinya.


Maya yang melihat hal tersebut terkejut dan heran dengan sikap aneh dari Alif yang sedari tadi kegirangan dan bahagia dan sekarang nampak pucat dan ketakutan. Maya menatap Ibu Sumartini yang meminta penjelasan darinya.


Ibu Suamartini yang mengerti maksud dari tatapan menyelidik dari Maya hanya menunduk dan tidak tahu harus menjawab apa karena Ibu Sumartini kebingungan akan memulai bercerita dari mana terlebih dahulu. Ibu Sumartini juga merasa was-was dan ada terlintas di wajahnya raut khawatir dan ketakutan sekaligus.


"Apa aku menjawab pertanyaan dari Mbak Maya yang sebenarnya yang pernah dialami oleh Alif atau kembali berbohong untuk menutupi kebenarannya?"


Maya yang melihat wajah Ibu Sumartini yang nampak kebingungan dan gelisah pun tidak mengerti dengan apa yang terjadi kepada dua orang ini.


"Ibu Sumartini apa ibu-ibu baik-baik saja?" tanya Maya dengan menyentuh lengan Ibu Sumartini.


"Eehh ibu baik-baik saja kok Mbak, mungkin semalam hanya kurang tidur jadi kepala ibu sedikit puyeng," terangnya.


"Kalau gitu Ibu istirahat saja dahulu di dalam kamarnya ibu," ucap Maya yang khawatir melihat kondisi dari ibu Sumartini dan putranya.


"Maaf Mbak kalau Alif tidak bisa tidur sendirian, Alif takut kalau harus tidur sendirian di dalam kamarnya, makanya Alif makanya Alif akan ketakutan kalau harus sendirian saja," jelasnya.


"Oohh gitu yah, kalau emang seperti itu, Ibu satu kamar saja dengan Alif, dari pada Alif ketakutan terus nantinya" ucap Maya yang tersenyum lembut ke arah Ibu Sumartini.


Maya pun membatalkan niatnya untuk bertanya alasan apa yang mendasari sehingga Alif trauma dan selalu ketakutan, karena kondisi Emaknya Alif pun tidak baik.


............


*MAKASIH BANYAK ATAS DUKUNGANNYA TERHADAP CINTA YANG TULUS 🥰


FANIA HANYA BISA MENGUCAPKAN KATA-KATA ITU SEBAGAI UCAPAN MAKASIH FANIA ATAS DUKUNGAN KALIAN.


DUKUNGAN KALIAN SANGATLAH BERARTI UNTUK CYT*.


Sambil menunggu Updatenya CYT Kakak Readers Juga bisa Mampir ke Novel receh Lain ku yang judulnya:


💚Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar


🧡 Bertahan Dalam Penantian


...*******Bersambung*********...


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Senin, 30 Mei 2022

__ADS_1


__ADS_2