Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 229. Kembali Teringat Masa Lalu


__ADS_3

Abi sangat bahagia karena Delisha sangat mengerti dengan apa yang diinginkan oleh suaminya. Delisha sama sekali tidak menolak keinginan Abimanyu walaupun kondisi tubuhnya masih sedikit merasakan kelelahan karena banyaknya tamu undangan yang silih berganti berdatangan ke acaranya.


Delisha memberikan kode kepada suaminya agar digendong ke dalam kamar mandi. Abimanyu tanpa basa basi segera melaksanakan perintah dari istrinya. Dia menggendong tubuh Delisha dengan ala bridal style. Mereka sama-sama saling melempar senyuman yang begitu mendamba.


"Makasih banyak sayang," ucapnya Delisha saat sudah berada di dalam bathtubnya.


Abi memutar mesin air kedalamnya lalu menuang sabun dan aroma terapi hingga sudah penuh dengan busa sabun.


"Abang tunggu diluar, adek tidak akan lama," tutur Delisha yang mengusir suaminya untuk meninggalkannya beberapa sesaat agar dia bebas mandi.


Abi bergerak dan berjalan ke arah luar tanpa sepatah kata pun hanya senyuman yang dia berikan kepada istrinya itu. Handuk masih melilit ditubuh kekarnya. Dia pun melakukan treatment di atas tubuhnya. Abi dengan Delisha sama-sama ingin memberikan yang terbaik dimalam pertama mereka selama sudah resmi menikah.


Walaupun apa yang nantinya mereka lakukan adalah hal yang kedua tapi, mereka tidak ingin memenuhi tanggung jawab mereka dengan setengah hati saja. Delisha berjalan ke arah kamar ganti pakaian dan membuka pakaian. Dia mencari pakaian yang sengaja dan khusus dibelikan untuknya oleh Authy Maya.


Matanya mendelik tak percaya saat dirinya melihat seluruh isi lemari pakaian dalamnya yang hanya berisi pakaian yang sangat minim bahan dan membuat matanya terbelalak saking tidak percayanya dengan semua benda itu. Seingatnya pagi tadi, hanya ada beberapa buah saja tapi sekarang sudah memenuhi lemari tersebut.


"Ya Allah, Aunty Maya katanya cuma beberapa potong lembar saja ini mah sudah berubah jadi toko pakaian dalam," Delisha hanya tersenyum dengan menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan ulah dari adik sepupu dari Mommynya itu.


"Tapi kira-kira gimana reaksinya Aisyah jika melihat isi lemarinya bakal berteriak-teriak histeris sepertinya," ucapnya lalu memilih beberapa potong pakaian yang cocok ditubuhnya yang ramping itu.


Pilihannya jatuh pada lingerie berenda warna merah yang sangat seksi itu. Hanya menarik tali di bagian belakang punggungnya saja sudah membuat tubuhnya terekspos dan terpampang jelas.


"Hari ini aku akan memberikan yang terbaik untuk Abang Abi, walaupun yang kami lakukan adalah yang kedua dalam hidup kami, tapi aku tidak ingin membuat suamiku kecewa padaku." Sembari memakainya dia mengolesi seluruh tubuhnya dengan wewangian yang sangat menggoda.

__ADS_1


Abi pun seperti itu, dia tidak mau kalah dengan istrinya. Berbagai hal dia lakukan di atas tubuhnya dan sesekali membaca buku panduan untuk memberikan rasa nyaman dan kebahagiaan yang tidak terkira pada pasangan saat melakukan hal itu.


"Delisha harus betah berlama-lama melakukannya bersamaku, semoga aku bisa mengganti malam itu dengan kesan yang baik kali ini," ucapnya dengan senyuman tipisnya yang terbit di wajahnya.


Delisha awalnya sangat yakin memakai pakaian itu di depan suaminya tapi tiba-tiba ada perasaan minder, ragu dan tidak percaya diri menghantui pikirannya.


"Apa Abang akan menyukai jika aku berpakaian seperti ini? Kalau Abang tidak suka pasti aku kecewa," ucapnya yang hanya mondar mandir di depan pintu saja.


Abimanyu yang sudah cukup Lama menunggu sesekali menatap ke pintu yang kapan akan terbuka,"apa Delisha baik-baik saja,kok dia lama sekali di dalam? Mungkin perempuan butuh waktu yang sangat lama jika membersihkan seluruh tubuhnya."


Beberapa saat kemudian, Abi yang serius membaca artikel lewat hpnya tidak menyadari jika Delisha sudah keluar dari kamar ganti pakaian. Delisha yang melihat suaminya sibuk langsung kecewa.


"Itu kan apa aku bilang pasti Abang tidak menyukai apa yang aku pakai," Delisha ngomel karena apa yang dipikirkannya tadi jadi kenyataan.


Abi sama sekali tidak mengetahui kedatangannya dan terlalu serius membaca apa yang barusan ditemukannya lewat Mbah Google. Dia sesekali tersenyum saat mendapatkan tulisan yang menurutnya lucu.


Delisha sudah kesel dan mendumel melihat suaminya yang tidak merespon kedatangannya, "iiih Abang kenapa sih perhatiannya lebih tertuju pada hpnya padahal aku lebih cantik dan seksi dari hpnya," cicitnya yang sudah menampilkan wajah jenuhnya.


Delisha berbalik dan berniat untuk kembali ke dalam kamar ganti dan ingin mengganti pakaiannya tapi baru saja ingin bergerak, Abi langsung menariknya kedalam pelukannya.


"Kamu mau ke mana sayang? Aku sudah lama menunggumu," terangnya yang sesekali mengendus aroma parfum sabun dari ceruk lehernya Delisha.


"Abang kan lebih suka dengan hpnya dari pada Adek, jadi Adek berniat untuk kembali ke dalam kamar ganti untuk mengganti pakaiannya Delisha," balasnya.

__ADS_1


"Lah, kenapa emang pakaiannya mau diganti sayang? Abang sangat menyukai Adek yang berpenampilan seperti ini, sangat menggoda dan membuat adik Abang berdiri tegak," baiknya Abi ditelinganya Delisha yang membuat bulu kuduknya meremang kegelian.


Delisha kemudian membalik tubuhnya lalu berhadapan dengan Abi, " apa yang Abang bilang itu serius atau hanya sekedar ingin membuatku tidak sedih dan kecewa saja?" Tanyanya dengan mengalungkan tangannya ke leher Abi.


"Tentu saja sayang, Abang sangat menyukai penampilanmu hari ini walaupun setiap hari Abang tetap suka tapi untuk saat ini kamu sangat cantik dan seksi," timpal Abi yang menoel hidung mancungnya Delisha.


Delisha yang diperlakukan seperti itu sangat bahagia dan bersyukur karena apa yang dilakukannya untuk menyenangkan hati suaminya berhasil. Di dalam hatinya bersorak gembira dan bersemangat untuk memenuhi semua tugasnya dengan sebaiknya sebagai seorang istri yang sholeha.


"Apa kamu sudah siap?"tanyanya Abi yang tangannya sudah mulai membuka perlahan pita dan tali pengikat lingerienya Delisha.


Delisha hanya menganggukkan kepalanya dan wajahnya langsung memerah seketika karena malu dengan perkataannya Abi. Dia tidak menyangka jika malam pertama mereka seperti ini. Abi segera menggendong tubuhnya Delisha. Dimatanya Abi Delisha sangat sempurna dan berniat dengan tulus untuk melayaninya dengan sepenuh hati.


Abi membaringkan tubuhnya Delisha ke atas tempat tidur dengan sangat hati-hati.


"Abang akan lakukan dengan pelan kalau sakit kamu teriak saja, atau tarik ujung sprei jangan mencakar tubuhnya Abang seperti yang kamu lakukan dulu," ujarnya yang melupakan jika hal itu bisa membuat Delisha teringat kembali dengan masa lalunya yang kelam tapi membawa hikmah dan kebahagiaan saat ini.


Delisha terdiam sesaat ketika mendengar perkataan dari mulut suaminya. Dia berusaha untuk menekan dan melawan rasa trauma yang tiba-tiba muncul dalam benaknya. Di tubuhnya sudah mengalir keringat dan teringat saat betapa sakitnya bagian intinya saat dimasuki oleh Abimanyu. Pria dewasa sedangkan dirinya saat itu baru berumur 16 tahun.


Delisha terdiam tapi keringatnya bercucuran membasahi seluruh tubuhnya. Abi yang baru saja menyadari bahwa perbuatannya mengingatkan Delisha pada masa lalu mereka.


"Adek!! Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Abi yang sudah cemas dan khawatir melihat kondisi dari Delisha yang hanya terdiam mematung sedangkan tubuhnya dipenuhi dengan keringat.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus.

__ADS_1


by Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, Senin, 25 Juli 2022


__ADS_2