
Suara tembakan itu membuat Liora dan Dennis terlonjak kaget setengah mati.
"Aaaahhhh!!" Teriak Liora yang ternyata peluru dari orang itu sedikit menggores lengannya.
Dennis dan Liora terjatuh ke atas lantai dengan posisi tengkurap.
"Liora!!" Teriak Nathan yang telah datang menyelamatkan mereka dan untungnya peluru penjahat itu tidak bersarang di dalam tubuhnya Liora sebelum pria itu berhasil ditembak mati oleh Nathan.
"Aisyah!!!" Teriak Nathan yang meminta bantuan.
Aisyah dan yang tersisa segera mendatangi tempat itu. Tinggal beberapa orang saja anak buahnya Noel yang tersisa, mereka terdesak dan lari bersembunyi ke dalam hutan belantara yang ada di belakang rumah itu.
Dennis dan Liora segera dibawa ke penginapan untuk segera diberikan pengobatan. Mereka sudah mempersiapkan beberapa dokter terbaik yang mereka miliki. Orang-orang segera mengevakuasi beberapa korban yang berjatuhan dari mereka dan pihak Noel serta warga masyarakat yang sama sekali tidak berdosa.
"Kita tidak berhasil menangkap Noel Tuan Besar," terang Aisyah.
"Jangan khawatirkan masalah itu, semua penjuru dan pelosok pulau ini sudah dikepung oleh pihak kepolisian dan warga masyarakat," jawab Tuan Luis.
"Bagaimana dengan kondisi Dennis Dokter? Tanyanya saat dokter telah selesai mengobati Dennis.
"Tubuh Tuan Muda butuh banyak asupan nutrisi dan beberapa obat tapi kebetulan obat itu kita tidak punya saat ini dan harus dibeli di luar negeri," tutur Dokter.
"Kalau gitu apalagi yang kita tunggu, kita harus segera kembali ke Jakarta, sebelum terlambat," perintah Tuan Luis.
Mereka pun segera bersiap dan mengemas semua barang-barangnya. Anak buahnya yang terluka pun sudah dibawa ke dalam kapal pesiar mereka. Bahkan yang meninggal dunia sudah dimakamkan dengan layak. Pak Heri segera menghubungi orangnya untuk segera bersiap berangkat ke Ibu Kota yang berada di dalam kapal.
"Kita serahkan sisanya pada penduduk dan polisi setempat untuk mencari dan memburu Noel," ucap Pak Heri saat mereka sudah berada di depan Kapal.
Mereka tidak menyadari kalau sedari tadi ada yang terus mengawasi gerak-gerik mereka. Dan di dalam tangannya sudah siap untuk menarik pelatuknya hanya menunggu waktu yang tepat saja. Satu persatu naik ke atas kapal dan yang tersisa adalah Tuan Luis. Orang yang sedari mengintai mereka tersenyum licik saat melihat Tuan Luis berada di barisan paling belakang.
Dorrr… Dorrr…
__ADS_1
Sebuah suara tembakan membuat mereka semua terkejut dan shock. Axel segera berlari ke arah kakeknya saat melihat bayangan seseorang yang siap menarik pelatuknya. Axel masih sempat melesakan tembakan tepat ke arah dadanya pria itu. Orang-orang segera menyerang dan menembaki membabi buta ke arah Noel yang ternyata dia lah yang bersembunyi dibalik pohon. Puluhan peluru bersarang di tubuhnya. Axel dan Tuan Luis jatuh ke dalam air laut.
Mereka segera melompat ke dalam laut untuk menyematkan keduanya. Sebagian polisi segera mengamankan Noel yang sudah tewas terkapar di atas pasir putih dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Mereka berhasil menyelamatkan nyawa Axel dan Tuan Luis. Untungnya mereka tidak terkena tembakan jadi membuat mereka bisa berenang di dalam laut.
Keduanya sudah berada di dalam kamar dan telah mendapatkan perawatan medis. Mereka bersyukur karena semua penjahat yang selama ini mengacaukan kehidupan keluarga mereka yang sudah berpuluh-puluh tahun lamanya telah meninggal dunia. Mereka berharap tidak ada lagi Nurman dan Noel selanjutnya yang akan mengancam ketentraman dan kedamaian keluarga mereka.
Senyuman jelas terpancar dari wajah mereka yang sangat bersyukur karena bisa melewati semuanya dengan baik, Walaupun dengan pengorbanan yang tidak sedikit pula.
Mereka segera disambut hangat dan penuh sukacita dari anggota keluarga mereka. Dennis dan yang terluka segera dilarikan ke RS untuk segera mendapatkan pertolongan yang lebih baik lagi.
Amairah sangat sedih melihat kondisi dari putra bungsunya itu, tapi dia juga sangat bahagia karena mereka berhasil membawa pulang kemenangan dan menumbangkan semua lawannya hingga tak bersisa.
Liora yang hanya mendapatkan luka ringan sudah bisa berkumpul kembali dengan anaknya yang beberapa hari ini dia tinggalkan.
"Mama kangen banget dengan putri cantiknya Mama," ucap Liora sambil memangku putrinya itu.
Dennis tersenyum bahagia melihat kedua perempuan terpenting dalam hidupnya berada di sampingnya.
Martin selaku Daddy mereka sangat bahagia karena anak-anaknya akhirnya bisa berbahagia dengan pasangan mereka masing-masing.
Satu bulan kemudian, mereka mengadakan pesta yang sangat meriah. Axel dan Dennis menikah dalam waktu yang bersamaan. Seperti halnya dulu Delisha dengan Aisyah. Nathan pun sudah berhasil membobol gawang yang sudah lama dia impikan. Hingga dalam seminggu dia mengurung istrinya di dalam kamarnya.
Hari ini semua keluarga besar mereka berkumpul dan saling berbaur dalam suka cita memeriahkan acara akad nikah dan pesta pernikahan kedua pasangan pengantin kembar itu.
"Mommy harap kalian bahagia hingga Kakek nenek nak," ucap Amairah yang memeluknya tubuh anaknya satu persatu.
"Daddy harap, semoga kalian saling mencintai hingga akhir hayat kalian," ucapnya dengan setulus hati.
Tiada janji terindah yang didengar oleh wanita dari lisan laki-laki, kecuali janji akad pernikahan.
Satu persatu mereka memberikan doa dan restu tanpa terkecuali. Para tetua pun tersenyum penuh kebahagiaan karena cicit mereka sudah bahagia. Dan yang paling membahagiakan adalah Axel yang ternyata, selama ini Camelia masih tersegel dan belum pernah sedikit pun disentuh oleh mendiang suaminya. Lee dan Ica sangat bahagia karena tadi pagi, mereka mengetahui jika Delisha sudah hamil calon anak keduanya.
__ADS_1
Mereka bercanda dan bersenda gurau satu sama lainnya hingga malam hari. Pesta resepsi pernikahan mereka sangat meriah hingga mengundang orang nomor satu di tanah air ke acara mereka. Semua hadir memberikan ucapan doa restu. Tapi ada seseorang yang berdiri di balik tembok yang tersenyum penuh kelicikan.
Menikah adalah separuh perjalanan ketakwaan kepada Allah SWT dan bagian Sunnah Rasulullah.
Nenek Masitha yang awalnya menentang hubungan Dennis pun mulai bisa legowo dan ikhlas menerima kenyataan ini. Nenek Masitha tak henti-hentinya menangis melihat kebahagiaan cucu-cucu dan cicitnya. Dia tidak menyangka jika masih diberi umur panjang untuk melihat kebahagiaan mereka.
Mencintai dengan tulus apa adanya akan berakhir dan bermuara di kebahagian yang tidak terukur dan terhitung jumlahnya. Cinta yang tulus adalah pondasi dasar dari suatu hubungan.
Kemewahan pesta malam itu menjadi pesta terbesar dan termegah di bulan Juli tahun itu. Betapa tidak, pesta itu dilaksanakan selama empat hari empat malam. Hari pertama khusus keluarga besar Lee, hari kedua khusus semua rekan bisnisnya yang dari dalam maupun luar negeri.
Hari ketiga dari kalangan teman-teman dari mempelai wanita maupun laki-laki. Dan yang terakhir hari ketiga, semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali datang berbondong-bondong untuk memberikan doa restu kepada dua pasang pengantin tersebut.
Martin dan yang lainnya sangat bersyukur karena akhirnya masih diberi kesempatan dan waktu oleh Allah untuk melihat kebahagiaan dari anak cucunya. Amairah tak henti-hentinya menangis dalam kebahagiaannya.
Cinta Yang Tulus terjaga di dalam hatinya hingga akhir hayatnya. Cinta yang saling menghargai satu sama lain. Cinta yang tidak memandang status derajat atau pun harta. Itu lah Cinta Yang Tulus.
...Syukur Alhamdulillah, fania sangat bahagia karena bisa menyelesaikan novel Cinta Yang Tulus hingga End. Tanpa dukungan kalian Fania tidak akan mampu menyelesaikan karya recehan ku ini....
...I love you all…...
Sebagai gantinya ada novel baru aku loh kak, Alhamdulillah juga sudah Kontrak judulnya:
Pesona Perawan
Dilema Diantara Dua Pilihan
Dijamin ceritanya beda dengan Novel recehan Aku sebelumnya Di tunggu yah kakak Readers 🙏🥰
__ADS_1
...******** END ********...