
Selamat Membaca..
Begitu banyak kata andai untuk mengawali setiap penyesalan. Begitu kamu mulai menyesal itu sudah terlambat. Akan selalu ada penyesalan setelah kehilangan sesuatu, yang selama ini kamu sia-siakan.
Adanya penyesalan adalah untuk menyadarkan bahwa waktu yang telah berlalu tidak dapat diulang. Ketakutan itu sementara, penyesalan itu hanya selamanya.
Kenapa kehidupan tak seindah melatih mereka kadang kejang dan tak punya perasaan sedangkan kita tak punya pilihan untuk menentukan sebuah jalan.
Nathan memantapkan hatinya untuk melamar seorang perempuan yang terpaut jauh usianya. Nathan yang baru menginjak usia ke 36 sedangkan Aisyah sudah 45 tahun.
Nathan tidak mempermasalahkan perbedaan umur mereka. Nathan ingin bertanggung jawab gara-gara penyelamatannya berakhir dengan tontonan gratis oleh beberapa orang asisten rumah tangga calon istrinya Abimanyu.
Nathan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang saat baru saja mengakhiri telponnya bersama Abimanyu.
Nathan bersyukur dan bahagia karena mendapat lampu hijau dari Abimanyu CEO tempat dia bekerja dan dari keluarga besarnya.
Siang harinya, saat mereka sudah duduk di depan meja makan. Amairah mencari keberadaan Aisyah tanpa berbicara di hadapan anak-anaknya.
Diapun meninggalkan Delisha dan yang lainnya yang kebetulan pulang ke rumah memilih untuk makan bersama di bandingkan di Resto atau pun Kantin Perusahaan.
Delisha yang melihat mommynya yang berjalan ingin menaiki tangga menuju lantai dua.
"Moms, kok pergi, kita kan mau makan Moms," tanyanya yang berhasil menghentikan langkahnya lalu menolehkan kepalanya ke arah meja makan.
"Mommy mau cari Aisyah sayang, kalian makan duluan saja, entar Mommy nyusul," jawabnya.
"Okey Mama," timpal Lee.
Mereka memulai acara makan siangnya kebetulan mereka juga sudah lapar. Amairah melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti tadi.
"Semoga Aisyah baik-baik saja, kok aku khawatir banget dengan kondisinya Aisyah," ujarnya lalu segera mempercepat langkahnya.
Amairah mengetuk pintu kamar Aisyah tapi tidak ada jawaban apa-apa dari dalam. Amairah kembali mencoba untuk mengetuknya lagi, tetapi hasilnya masih sama tidak ada jawaban dari dalam kamarnya.
"Kok Aisyah tidak membuka pintunya dan tidak biasanya seperti ini," ucapnya yang keheranan dengan apa yang terjadi pada Aisyah.
Amairah kembali mengetuk pintunya dengan sangat kuat hingga punggung tangannya sudah memerah. Pintu itu masih tertutup rapat hingga detik ini.
"Ya Allah apa yang terjadi dengan Aisyah, kenapa dia tidak menjawab apa pun?" Amairah semakin cemas dengan kondisinya Aisyah.
Dia berlari menuruni tangga lalu berteriak minta tolong.
__ADS_1
"Axel, Dennis tolong Mommy sayang!! Teriaknya saat berada di undakan tangga.
Anak-anaknya yang mendengar teriakan dari Mommy mereka segera bergegas menyelesaikan makannya. Mereka berlarian ke arah tangga.
"Moms!! Ada apa?" Tanya Axel yang sudah ketakutan jika terjadi sesuatu kepada Mommynya.
Anak-anaknya sudah khawatir dan cemas sekaligus ketakutan jika terjadi sesuatu sama Momsnya.
"Iya Moms baik-baik saja kan?" Tanya Dennis yang sudah berada di depan Amairah.
"Itu Sayang, Aisyah tidak membuka pintunya padahal sudah lama Mommy mengetuk pintunya," jawabnya lalu kembali berlarian ke arah pintu kamarnya Aisyah.
Mereka bergantian mengetuk pintu itu tapi, tidak ada balasan apapun dari arah dalam.
"Bagaimana kalau kita dobrak saja pintunya Moms?" Tanya Axel yang memberikan saran kepada Amairah.
"Lakukan saja nak, aku takut dengan keadaan Aisyah," terangnya.
Axel dan Dennis segera mendobrak pintu tersebut. Dengan sekuat tenaga hingga pintu itu roboh.
Mereka berlarian masuk ke dalam kamarnya. Dan mereka terperangah melihat Aisyah yang sudah pingsan di atas lantai.
Amairah menutup mulutnya tak percaya melihat kondisi Aisyah yang seperti ini.
Dennis dan Axel memeriksa seluruh tubuhnya Aisyah.
"Moms kita harus segera membawa Aisyah ke RS kasihan kalau dibiarkan seperti ini terus," terang Axel.
Dennis tanpa aba-aba segera menggendong tubuhnya Aisyah dibantu oleh Axel. Mereka membawa segera Aisyah ke Rumah Sakit untuk segera mendapatkan penanganan dan pertolongannya.
Tapi langkah mereka terhenti saat pintu utama terbuka. Mereka kembali terkejut melihat ada beberapa orang yang berdiri di depan pintu, memakai pakaian lengkap serta beberapa barang bawaan yang mereka yakini barang seserahan pernikahan.
Nathan segera maju ke depan saat menyadari jika yang berada di dalam gendongan Dennis adalah Aisyah calon istrinya.
"Apa yang terjadi dengan Aisyah?" Tanyanya sambil mengambil alih tubuh Aisyah.
Orang-orang saling berpandangan satu sama lainnya. Mereka terkejut dan tidak menyangka jika perempuan yang akan mereka lamar sedang sakit dan dilarikan ke RS.
Tanpa menunggu jawaban Nathan segera membawa masuk ke dalam mobil tubuhnya Aisyah.
Raut wajah Nathan sangat khawatir dan ketakutan jika ada yang terjadi pada perempuan yang perlahan sudah mulai dia perhatikan dan menyentuh relung hatinya yang terdalam.
__ADS_1
"Dennis tolong lebih cepat lagi setir mobilnya," perintah Nathan dengan sedikit berteriak.
Dennis menambah kecepatan mobilnya dengan cukup tinggi. Mobil mereka melaju dengan mulus, karena untuk saat itu kondisi jalan yang cukup bebas dari kemacetan. Sehingga mobil mereka cepat sampai di depan lobi rumah sakit.
Aisyah sudah berbaring lemah di atas Bangkar Rumah Sakit di dalam ruangan UGD. Hanya Lee dan Mbak Mirna serta asisten rumah tangganya yang tinggal sedangkan yang lainnya sudah berada di RS.
Mereka mondar mandir di depan pintu UGD. Amairah menelpon suaminya agar segera datang menyusul mereka. Martin yang mendapat telpon segera menyusul ke rumah sakit.
Nathan wajahnya sudah nampak pucat pasi saking takutnya karena sampai sekarang belum ada kabar tentang kesehatan dari Aisyah.
Ibu bapaknya mencoba menenangkan diri Nathan karena sudah seperti bagaikan setrikaan saja.
"Nathan sabar Nak, berdoalah sama Allah agar dia baik-baik saja," ibunya mengelus lengan putranya.
"Pak Nathan harus diam, kalau bisa duduk di sampingnya Abang Axel kalau seperti ini terus bikin kepala mumet lihat Pak Nathan mondar mandir gak jelas, Kami juga khawatir dengan keadaannya Aisyah," terangnya Dennis yang tidak menyangka pria dewasa yang baru mengenal cinta reaksinya seperti itu.
Abimanyu dan Martin pun datang ke RS setelah mendengar informasi dari yang lainnya.
Martin memeluk tubuh Amairah untuk berusaha menenangkan diri Istrinya yang sesekali sesegukan disela isak tangisnya.
"Sayang sabarlah, insya Allah Aisyah pasti baik-baik saja," Martin mengelus rambut panjang nan legam milik istrinya.
"Makasih banyak Sayang, aku sangat takut Mas terjadi sesuatu sama dia, Aisyah sudah seperti adikku sendiri, Dia yang selalu berada di sampingku disaat aku terpuruk dan butuh teman, dia yang selalu hadir," tuturnya yang mengelap air matanya yang membasahi pipinya.
Takkan selamanya tanganku mendekapmu Takkan selamanya raga ini menjagamu Seperti alunan detak jantungku Tak bertahan melawan waktu
Dan semua keindahan yang memudar atau cinta yang telah hilang
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Biarkan aku bernafas sejenak
Sebelum hilang
Takkan selamanya tanganku mendekapmu Takkan selamanya raga ini menjagamu Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti.
...Syukur Alhamdulillah makasih banyak atas dukungannya kepada Cinta Yang Tulus yang semakin sepi setiap hari....
__ADS_1
...By Fania Mikaila Azzahrah...
...Makassar, Selasa, 12 Juli 2022...