Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 78. Kenyataan


__ADS_3

Selamat Membaca..


Amairah mendapat sedikit petunjuk dari Kotak buludru tersebut. Dan segera menelpon nomor sang pemilik Toko perhiasan tersebut. Amairah pun sudah berbincang-bincang dan meminta tolong untuk memberitahukan kepadanya siapa orang yang telah membeli dan memesan khusus cincin yang sekarang tersemat di jari manisnya.


"Makasih banyak Kak atas informasi dan saya tunggu kabar baik dari kalian secepatnya" ucap Amairah sebelum menutup sambungan teleponnya.


"Sama-sama kak, kami akan mengabarkan kepada Kakak secepatnya" ucap pegawai toko emas tersebut.


"Ya Allah semoga pemilik toko tersebut memberikan informasi yang benar dan akurat".


Amairah menyimpan hpnya di atas Meja nakas kamarnya. Dan segera ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah terasa sangat lengket sisa keringat dan debu yang menempel di sebagian tubuhnya.


"Sebenarnya Aku takut untuk mengetahui siapa pria itu dan gimana kalau Pria tersebut adalah pria yang jahat dan tidak baik, gimana nasibnya putraku dan aku harus gimana?".


Sedangkan di dalam ruangan pribadi yang bercat kuning shoft seseorang sedang berdiri memandang ke arah luar jendela sambil memegang hp dibagian telinganya.


"Kalau Dia meminta siapa orang yang telah memesannya jangan kamu langsung katakan kepadanya tapi usahakan gimana caranya agar Dia mengetahui dengan cara yang lain".


"Tapi aku kasihan kepadanya bos, perempuan itu sedang hamil besar dan sudah jauh-jauh katanya ke Lombok untuk mencari tahu siapa pemilik cincin tersebut".


"Jalankan saja sesuai perintahku biar dia sendiri yang mengetahui kebenarannya ok".


Tut... Tut.. Tut..


"Maafkan Ayah nak bukannya Ayah tidak ingin kalian bersatu tapi Ayah ingin Dia yang berusaha untuk mencari dan berbicara langsung kepada kamu atas semua kebenarannya".

__ADS_1


......................


Amairah sudah berpakaian lengkap untuk tidur malam itu dan setelah memakai segala macam perawatan untuk dirinya dan calon bayinya Amairah meraih hpnya yang ada di atas meja nakas. Dan langsung membuka aplikasi chat yang ada di dalam hpnya tersebut. Tapi ternyata hanya pesan dari suaminya yang menurutnya penting dan yang lainnya hanya pesan Chat biasa.


Grup chat dengan ke dua sahabatnya juga terbilang cukup sepi. Sehingga Amairah memutuskan untuk menyimpan kembali hpnya, tetapi belum cukup 5 menit hp itu tergeletak di atas meja nakas, hpnya Amairah kembali berdering pertanda ada pesan chat yang baru masuk ke dalam aplikasi hpnya.


Amairah tidak jadi berbaring dan segera memeriksa hpnya tapi apa yang terjadi, berita dan informasi yang sedari tadi dia tunggu ternyata hanya dibalas oleh orang tersebut tidak sesuai yang dia harapkan. Amairah cukup kecewa karena tidak sesuai dengan dugaannya.


"Maafkan kami Ibu, kami tidak bisa membantu ibu dikarenakan pemilik toko punya peraturan dan kebijakan sendiri untuk tidak membocorkan tentang apa pun yang berhubungan dengan konsumen toko kami kepada orang lain".


"Ya Allah kenapa sulit sekali untuk mengetahui pria tersebut apa Aku akan tidak bisa bertemu dan Mengetahui siapa Ayah biologis Axel?".


Amairah memutuskan untuk menghirup angin segar di luar Hotel walaupun Axel sedang tidur. Amairah pun berdiri dari posisi duduknya dan agak kesulitan untuk berdiri dikarenakan perutnya yang semakin besar saja diusia kehamilannya sudah jalan bulan ke 8.


Amairah pun membuka kenop pintunya dan baru beberapa detik pintu itu terbuka Amairah membatalkan niatnya karena khawatir dan mencemaskan keadaan putranya yang sedang tertidur seorang diri di dalam kamar Hotel. Amairah kembali menutup pintunya tapi lagi-lagi gagal tertutup rapat karena telinga Amairah menangkap suara seseorang yang sangat familiar di telinganya. Rasa penasaran dan keponya muncul begitu saja. Amairah kembali membuka sedikit pintu kamarnya dan betapa terkejutnya setelah mengetahui kalau pria itu adalah Martin suaminya.


"*Saya sudah berada di Hotel dan tolong Presdir Anda segera menemui saya, Karena Saya tidak ingin menunda-nunda lebih lama lagi pertemuan ini karena saya ada janji dengan keluarga saya".


"Baik pak, Kami akan segera menemui bapak di Hotel xxx dan kami mohon maaf jika Presdir kami belum hadir ditempat pertemuan yang sudah ditentukan".


"Saya suka dengan orang yang berdedikasi tinggi dan menghargai waktu, kalau begini ini sama saja membuang waktu Saya saja".


"Saya mewakili Presdir kami untuk memohon maaf atas keterlambatan dalam pertemuan ini dan kami akan memberikan kompensasi atas keterlambatan dari pihak perusahaan kami".


"Ingat ini yang pertama dan terakhir kalinya Presdir kamu terlambat dan katakan kepadanya Presdir Perusahaan PT, Eratex Martin Muhammad Al-ayyubi Lee tidak suka membuang waktu*".

__ADS_1


Martin sangat marah dan jengkel dengan sikap dari kliennya itu. Padahal Martin sudah menunda pertemuannya dengan istri dan anaknya. Amairah tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar dan tidak ingin mempercayai hal tersebut. Amairah mematung di tempatnya saking tidak percayanya dengan kenyataan yang ada.


Martin kemudian berbalik yang awalnya ingin masuk ke dalam kamarnya tapi terhenti karena Dia Ingin keluar membuang rasa marah dan dongkolnya. Martin pun membalikkan badannya dan Martin terkejut dengan apa yang dia lihat sedang berdiri di hadapannya yang seolah-olah sudah menunggu penjelasan dari Martin yang selama ini tentang jati dirinya. Martin langsung berjalan ke arah Amairah dan langsung memeluk tubuh istrinya dengan penuh kasih sayang dan tidak menyangka jika Martin akan bertemu dengan istrinya di hotel yang sama karena sepengetahuan Martin, Amairah sudah kembali ke kota S sesuai dengan isi pesan chat yang dua baca tadi siang.


Amairah tidak membalas pelukan dari Martin dan hanya mematung bagaikan mayat hidup saja. Amairah tidak menyangka jika pemilik perusahaan tempat Dia bekerja adalah suaminya sendiri dan ternyata pekerjaan suaminya bukanlah karyawan biasa seperti dirinya. Amairah merasa telah dibohongi dan ditipu oleh Martin suaminya.


"Amairah kamu baik-baik saja kan Sayang? ini Saya Martin suami kamu" ucap Martin yang tidak mengerti dengan yang terjadi pada Amairah yang hanya diam mematung tanpa ada reaksi apa pun.


"Amairah ini Mas sayang, apa kamu tidak merindukan mas?" tanya Martin lagi.


"Kamu bukan lah suamiku, Anda adalah seorang presdir dan pemilik perusahaan besar sedangkan suamiku hanya lah karyawan biasa saja" ucap Amairah yang langsung melepas pelukannya Martin dan mundur beberapa langkah lalu langsung menutup pintu kamarnya dengan cukup keras.


"Buuuukkkk" suara pintu yang ditutup oleh Amairah yang cukup nyaring bunyinya.


Martin tidak menyangka jika Amairah mendengar semua perkataannya lewat telpon tadi dan sungguh Martin tidak tahu jika reaksi Amairah akan seperti ini.


"Apa Amairah akan lebih marah kepadaku jika mengetahui siapa pria bersamanya malam itu terasa sudah merenggut mahkotanya dan menanamkan benih kedalam rahimnya".


Kebohongan akan selalu menimbulkan efek samping yang luar biasa. Jadi jika kalian memiliki waktu dan kesempatan untuk berkata jujur kenapa harus menundanya dan menunggu ataupun mencari waktu yang baik pula.


...********Bersambung********...


Fania sangat berterima kasih kepada Readers yang selalu setia mendukung Cinta Yang Tulus dan Fania Ucapkan Makasih banyak atas dukungan Kakak Readers all 🙏😘.


Karena dukungan kalian sangat lah berarti dan membantu CYT dan Author tentunya.

__ADS_1


Makassar, Jum'at- 29 April 2022


__ADS_2