
Selamat Membaca..
Bunga kamboja dan beberapa tanaman yang tumbuh di sana menjadi penghias TPU. Pak Heri dan Axel mendatangi pemakaman istrinya yang meninggal sekitar 25 tahun yang lalu.
Pak Heri menyimpan sebuket bunga mawar putih di atas tanah pusara sang istri.
"Assalamu alaikum Ma, Maaf Aku baru datang menjengukmu karena akhir-akhir ini aku banyak kerjaan di ibu kota, oiy Aku bawa teman kecil nih, dia anaknya perempuan yang senyumannya mirip denganmu, Dia aku anggap sebagai anakku sendiri pengganti Ayana putri kecil kita yang belum sempat aku gendong lama karena kesalahan dan kecerobohanku lah sehingga putri kita hilang entah kemana dan aku pun tidak tahu dia masih hidup atau sudah..." ucapan Pak Heri terpotong dengan isakan tangisnya.
Axel yang melihatnya langsung menghapus air mata pak Heri dengan ke dua tangan kecilnya.
"Grandfa jangan nangis yah, ada Axel temannya Granfa" ucap Axel yang sedari tadi berdiri dan memperhatikan gerak gerik pak Heri.
Pak Heri tersenyum dengan kelakuan Axel.
"Makasih banyak nak" ucap pak Heri.
Pak Heri kembali teringat dengan masa di mana pertama kalinya dirinya bertemu dengan Ayana.
Heri POV..
Hari itu, Heri sedang mencari pekerjaan karena dirinya tidak mampu untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Ke dua orang tuanya pun tidak sanggup karena pekerjaan Bapaknya pak Heri hanya lah buruh tani yang di gaji harian.
Heri Tan perkasa adalah nama lengkapnya. Seorang pemuda yang pintar, rajin dan ulet tapi karena keterbatasan biaya sehingga terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya lagi. Seorang anak muda yang berperawakan tinggi, tampan, berkulit sawo matang ciri khas orang Indonesia, mata yang sedikit sipit. Heri baru saja lulus dari SMA negeri, sebenarnya Heri mendapatkan beasiswa dari sekolahnya untuk melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi, tetapi Heri tidak ingin memberikan beban kepada ke dua orang tuanya, apa lagi Heri memiliki dua orang adik yang masih kecil dan butuh biaya.
Heri mendapatkan informasi tentang ada orang yang sedang mencari supir pribadi yang bisa mereka jadikan Supir pribadi. Dengan bermodalkan kemampuan dalam mengemudikan mobil, Heri ke rumah orang tersebut untuk mendaftar sebagai supir.
Heri berjalan ke dalam halaman rumah orang kaya tersebut di antar oleh seorang pria yang dipercaya sebagai kepala pelayan. Tanpa sengaja Heri muda melihat seorang gadis cantik yang berkepang dua sedang duduk di atas ayunan sambil membaca novel yang berjudul bertahan dalam penantian.
Heri tersenyum ke arah gadis tersebut. Sedangkan gadis itu yang ternyata anak tunggal dari sang calon tuannya sama sekali tidak menanggapi senyum dari Heri bahkan gadis tersebut malah jutek dan menampakkan wajah yang tidak ramah. Gadis tersebut cukup tertutup dan tidak gampang untuk bergaul dan bersosialisasi dengan lingkungan barunya. Tetapi sebenarnya gadis itu baik hanya tidak pintar bergaul karena pergaulannya dibatasi oleh ke dua orang tuanya.
Heri sudah berada di dalam ruangan khusus untuk menerima tamu. Tuan rumah tersebut duduk di kursi kebesarannya menghadap ke arah Heri yang sedari tadi hanya berdiri dan menjawab sesuai dari pertanyaan tuan Mark prin Wiratmaja seorang tuan kaya raya yang bukan asli pribumi, tapi berasal dari keturunan Orang Thailand dan Inggris sedangkan istrinya bernama Mai Horne Wiratmaja yang berdarah campuran antara Indonesia, Thailand dan Turki. Tuan Besar Mark datang ke Kota tempat kelahiran Heri karena telah membeli dan mengambil alih beberapa perkebunan kelapa sawit dan karet untuk dijadikan usahanya.
__ADS_1
Kepala pelayan langsung memberikan amplop yang berisi gaji satu bulan kepada Heri dan berbicara kepada Heri.
"Kamu diterima bekerja di sini dan gaji kamu setiap bulan adalah 250ribu" ucap kepala pelayan setelah mendapat amanah dari tuannya.
"Makasih banyak tuan besar, makasih banyak pak" ucap Heri muda menundukkan kepala dan badannya yang sangat gembira karena diterima bekerja setelah dites mengemudikan mobil.
Ke Esokan Harinya, Heri sudah tinggal di kediaman tuan besar dan hanya jika ada libur Heri akan pulang ke rumahnya untuk menemui keluarganya.
Heri diberi tugas untuk mengantar jemput Putri semata wayang Tuan Mark. Karena setiap hari bertemu dan diantar jemput oleh Heri hingga hubungan mereka sudah mulai dekat, gadis cantik itu bernama Mia Davika Wiratmaja.
Hari-hari terus berlalu, kedekatan antara Heri dan Mia sudah tidak seperti majikan dan pelayannya, bahkan kedekatan mereka melebihi pertemanan antara seorang pria dan wanita. Hingga suatu hari, Mia davika Wiratmaja di jemput oleh Heri dari tempat lesnya. Heri yang tidak tahu kalau Mia akan mengutarakan perasaannya kepadanya, Kaget dengan tindakan Mia yang langsung mencium bibirnya sepintas saja. Heri yang pertama kalinya mendapat perlakuan seperti itu langsung tersenyum malu-malu dan salah tingkah.
Mia pun salah tingkah karena sudah nekat untuk mencium Heri. Mia pun mengutarakan perasaannya.
"Heri, Aku mencintaimu Heri" ucap Mia dengan gaya bahasanya yang belum fasih dan lancar menggunakan bahasa Indonesia.
"Nona Mia apa kamu sadar dengan perkataanmu ini? kita itu tidak sederajat, kamu itu putri kesayangan satu-satunya tuan Besar Mark sedangkan aku hanya supir Nona" jelas Heri yang sudah keringat dingin.
"Cinta itu buta Heri begitupun cintaku padamu yang membuat aku tergila-gila" ucap Mia.
"Maaf jangan lakukan ini nona Mia, bagaimana jika tuan Mark mengetahui apa yang kita lakukan?". ucap Heri yang tidak berani menatap Mia yang sudah setengah telan***.
"Daddy akan tahu jika kamu jujur untuk mengatakan kalau kita melakukannya" ucap Mia yang semakin menggoda Heri muda.
"Nona Mia, Aku mohon hentikan ini semua, Aku masih punya dua orang adik yang masih kecil kasihan mereka jika aku dipecat oleh tuan Mark" ucap permohonan Heri yang hampir hilang kendali.
Mia tidak berhenti untuk menggoda Heri, tetapi Heri tetap menghindari Mia yang semakin gencar untuk menggoda Heri. Tidak lama kemudian pertahanan Heri runtuh juga dan sesuatu yang seharusnya mereka tidak lakukan terjadi juga. Hubungan antara majikan dan pesuruhnya terjalin secara diam-diam. Dan sejak itu seakan-akan mereka ketagihan untuk melakukan hal tersebut lagi dan lagi. Hingga suatu hari perbuatan mereka terbongkar juga. Sepintar-pintarnya seseorang menyembunyikan buah Durian pasti lambat laun akan terkuak juga.
Heri dan Mia dipisahkan dan tidak diijinkan untuk bertemu lagi bahkan Mia diasingkan oleh orang tuanya ke rumah saudaranya Mami Mia sedangkan Heri dikucilkan oleh masyarakat, sedangkan ke dua orang tua dan adiknya pun diusir dari rumah mereka. Tuan Mark bahkan membuat peraturan untuk tidak membolehkan Heri dan keluarganya untuk kembali menginjakkan kakinya lagi di Kota tersebut.
"Daddy aku mencintai Heri Dad, Aku mohon ijinkan aku untuk bersamanya" ratap Mia saat dirinya dibawa pergi oleh anak buah Dadynya.
__ADS_1
"Kamu sadar dengan apa yang kamu katakan hah?, kamu itu bukan anak rakyat jelata sedangkan Heri itu cuma pesuruh di rumah kita jadi sadar lah dengan posisimu" ucap Tuan besar Mark yang sudah naik pitam yang masih duduk enteng di kursi kebesarannya.
"Sayang dengarkan semua kata-kata Daddy kamu, Daddy kamu itu benar kamu dan Heri bagaikan langit dan bumi yang tidak mungkin bisa bersatu" jelas Maminya Mia.
"Sampai kapan pun Aku tetap akan mencintai Heri, bahkan aku rela mengorbankan nyawa aku demi Heri Daddy" ucap Mia saat dirinya sudah di dalam mobil yang akan membawanya ke tempat pengasingan dan air matanya tidak berhenti mengalir.
Tangis ratap Mia menyanyat hati siapa pun yang mendengar tangisannya. Maminya pun sudah kasihan dengan nasip putri tunggalnya itu tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Air mata nya pun membasahi pipinya, Nyonya Mark diam-diam menangisi nasip malam anaknya.
Mia tidak bisa makan apa pun karena setiap kali mencium makanan pasti akan mual dan muntah.
"Ya Tuhan apa yang terjadi padaku, apa kah aku hamil anaknya Heri?." tanya Mia pada dirinya sendiri.
Mia menyembunyikan kebenaran tentang kehamilannya dari semua orang karena takut jika Daddy-nya akan membunuh janin yang ada dalam kandungannya.
Hingga suatu hari, Mia mendapat kesempatan untuk meloloskan diri dan mencari keberadaan Heri dan keluarganya. Hal tersebut berlangsung hingga beberapa minggu. Mia sudah seperti gelandang untuk bertahan hidup sedangkan dirinya sudah berbadan dua. Hingga suatu hari akhirnya Mia dan Heri bertemu kembali dan kedua orang tua Heri menganjurkan mereka untuk segera menikah dengan melihat kondisi Mia yang sudah hamil.
"Mas Heri, tolong" teriak Mia saat dirinya melihat Heri yang sedang menggendong karung terigu di atas punggungnya.
Heri yang mendengar teriakan itu langsung menoleh dan segera buru-buru untuk menyimpan karung goni yang ada dipunggungnya dan berlari ke arah Nona Mia.
Mereka memutuskan untuk ke luar daerah yang jauh dari tempat tinggal mereka semula hingga suatu hari, ke dua orang tua Heri meninggal dunia sedangkan perut mia sudah semakin besar. Sedangkan pekerjaan Heri yang semrawut tidak jelas yang harus menghidupi tiga orang anggota keluarga, tapi Heri bersyukur karena Mia mampu hidup dengan keadaan yang serba kekurangan.
Lima bulan kemudian, perut Mia mengalami kontraksi yang hebat. Adik Heri yang bersama dengan Nona Mia segera berlari dan mencari Kakaknya untuk mengatakan kalau Nona Mia akan melahirkan.
Bersambung...
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus.
Jangan bosan untuk baca Yah.
Makasih banyak.
__ADS_1
By Fania Mikaila Azzahrah
Makassar, 29 Maret 2022.