
Selamat Membaca..
Masih Flashback on..
Tak akan lari gunung dikejar..
Kalau jodoh tidak akan lari ke mana..
Setiap manusia sudah memiliki pasangan jodoh masing-masing hanya menunggu waktu yang tepat untuk mempertemukan ke duanya.
Arumi awalnya sangat bahagia karena akan bertemu dengan Bryan Pria yang beberapa bulan terakhir ini telah berhasil mengisi relung hatinya yang paling terdalam. Tapi mereka tidak ada yang berani untuk mengutarakan perasaannya. Bryan Regan yang kesehariannya sering berhadapan dengan keadaan genting dan mempertaruhkan nyawa tidak bisa berkutik dihadapan Arumi, cewek yang lebih muda dari usianya.
Bryan dan Arumi memiliki selisih usia yang cukup terpaut jauh, yaitu Arumi yang baru 20 tahun sedangkan Bryan sudah menginjak hampir 28 tahun bulan ini. Mereka sama-sama mencintai dalam diam, mengagumi tapi tak sekalipun mereka mengungkapkan lewat lisan mereka, hanya gestur tubuh dan mimik wajah mereka yang mengisyaratkan bahwa mereka saling mencintai.
Hari ini adalah hari Sabtu, mereka sudah sepakat untuk bertemu di Restoran siap saji tempat awal di mana mereka bertemu sebelumnya.
Arumi sudah duduk manis sambil menikmati minumannya di dalam restoran tersebut. Arumi dengan tenang dan bersabar menunggu kedatangan sang pujaan hati. Tanpa mengetahui jika Bryan mendadak mendapatkan tugas dan pekerjaan dari atasannya tempat dia bekerja. Bryan sangat nerves bahkan tidak percaya diri untuk bertemu dengan Arumi dan mengutarakan perasaannya itu.
Bryan sudah merencanakan dengan matang acara lamaran yang akan dia utarakan di hadapan Arumi, tetapi karena tanggung jawab dan kewajiban serta dedikasinya terhadap pekerjaannya membuatnya harus mengubur dalam-dalam angan dan impiannya untuk bersatu dengan kekasih hatinya itu.
Arumi belum beranjak dari posisinya hingga jam 9 malam dan sebelum Mommynya menelpon. Mami Hernita baru saja sampai di kediaman putri sulungnya dari Indonesia. Mami Hernita ke Inggris London karena ingin menghadiri pertunangan ke dua kalinya putra dari Kakak ke duanya.
"Arumi akan segera pulang, sebelum 15 menit Arumi sudah sampai di sana" ucap Arumi yang akhirnya menyerah untuk menunggu kedatangan Bryan.
Arumi memukul beberapa kali setir mobilnya sebagai pelampiasan rasa marah, kecewa dan sedihnya karena kegagahannya untuk bertemu dengan pria yang sudah ia cintai sedari dulu.
"Kakak sama sekali tidak pernah menghiraukan perasanku, jika Kakak masih bekerja di tempat yang sama pasti akan sulit untuk kami bersatu, Tapi apa susahnya untuk memberikan kabar walaupun hanya chat saja agar hati ini merasa tenang dan tidak berfikiran yang macam-macam, tapi sampai detik ini Kakak tidak mencoba menghubungiku sedikit pun, Apa aku tidak pantas untuk bahagia, apa aku tidak pantas untuk bersama kamu, Arumi sangat mencintai Bryan Regan....
Arumi memukul setir mobilnya berulang-ulang kali dan berteriak sekeras mungkin untuk membuang rasa jengkel dan amarahnya yang sudah membuncah di dalam dadanya.
Arumi tidak tahu jika Bryan sedang bertarung melawan komplotan Penjahat yang ingin menculik putri pengusaha terkaya di Inggris saat itu, Bryan dan rekan kerjanya bertaruh nyawa untuk melindungi dan memberikan keamanan pada putri Tuan Gregory Smith. Bahkan Bryan sering mendapatkan pukulan dari Lawannya jika konsentrasinya buyar dan pikirannya terbagi dengan kondisi Arumi yang sedang menunggunya.
__ADS_1
Bahkan Bryan mendapatkan tembakan dibagian lengan kirinya dan untungnya timah panas itu hanya menggores sedikit kulit dan daging tangannya. Rekan kerjanya segera membantu Bryan untuk melumpuhkan musuh mereka.
"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya temannya itu.
"Aku baik-baik saja, ini hanya luka kecil saja jadi kamu tidak perlu khawatir" ucap Bryan.
"Nona baik-baik saja kan?" tanya George Clooney Sahabat dan sekaligus rekan kerjanya Bryan.
Nona tersebut hanya menganggukkan kepalanya dan wajahnya sudah pucat pasi ketika melihat Bryan yang melindungi dirinya dari tembakan tersebut dan banyaknya darah segar yang mengalir di tangannya.
"Tuan ada darah yang mengalir di tanganmu" ucap Nona Muda teresebut.
Setelah berhasil menang dari pertempuran tersebut dan melumpuhkan komplotan tersebut, Bryan mengantar pulang Nona Smith ke istananya dengan selamat baru lah mereka pulang.
"Kamu harus mengobati lukamu terlebih dahulu" ucap George.
"Nanti aku obati, Aku ada urusan penting yang tidak boleh aku tunda lagi" ucap Bryan yang segera melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Bryan berharap Arumi masih berada di sana, walaupun itu mustahil terjadi tetapi Bryan tetap berharap dan harapan itu hanya menjadi angan-angan semata.
Bryan terus berlari ke arah restoran tersebut tanpa menghiraukan luka ditangannya yang sudah mulai dia rasakan agak nyeri dan darahnya semakin banyak yang mengalir membasahi pakaiannya.
Pengunjung Restoran tersebut heran dan menatap aneh ke arah Bryan yang nampak penampilannya berantakan dan acak-acakan. Dan mereka miris melihat darah yang menetes membasahi lengan jaketnya. Bahkan darahnya sudah membasahi keramik putih lantai Resto tersebut.
"Maafkan Kakak yang harus terlambat datang dan tidak sempat memberikan kabar kepada kamu karena hp kakak yang kehabisan daya batreinya, Kakak tidak bermaksud untuk mengecewakan kamu tapi Aku juga tidak bisa menolak tugas dan pekerjaan tersebut".
Wajah Bryan yang sedari tadi tersenyum bahagia dan tidak sabar untuk bertemu dengan Arumi harus berubah menjadi sendu dan penuh penyesalan. Bryan duduk di kursi yang sempat di duduki oleh Arumi sejak siang tadi. Sebuket bunga mawar merah yang sedari tadi setia berada di dalam genggamannya harus layu dan luruh ke tanah. Sedangkan kotak cincin yang ingin dipersembahkan oleh Bryan hanya untuk Arumi seorang diri, ternyata harus kembali ke dalam saku celana panjangnya.
Bryan mencoba untuk menghubungi nomor hp Arumi tetapi selalu tidak tersambung dan hanya operator seluler yang menjawabnya.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, coba lah beberapa saat setelah nada biit berikut" ucap Mbak nonaktif.
Hingga pandangan Bryan kabur dan langsung pingsan tersungkur ke lantai. Orang-orang pun berdatangan ke arah Bryan untuk membantunya.
__ADS_1
Arumi meluapkan kekesalannya dengan berteriak kencang di dalam mobilnya, untung saja mobilnya sudah dipasangi alat peredam suara sehingga berteriak gimana pun Tidak akan ada yang mendengar teriakannya.
Setelah merasa agak baikan, Arumi pun kembali melajukan mobilnya ke arah jalan raya dan bersiap pulang ke rumahnya Maminya sedari tadi sudah menunggunya.
"Mungkin jalan yang terbaik Aku harus pulang ke tanah air agar kami tidak bisa bertemu lagi dan Aku akan berusaha untuk menghapus kamu dari hidupku untuk selamanya".
Arumi sudah bertekad dan berjanji kepada dirinya sendiri untuk melupakan dan membuang jauh Bryan dari dalam hatinya. Untuk pertama kalinya mengenal cinta dan sekaligus menjadi pengalaman pertamanya yang gagal sebelum menjalin hubungan serius itu.
Satu Minggu kemudian, Bryan yang kondisinya sudah membaik dan kembali mengambil tugas untuk berangkat ke Prancis, sedangkan Arumi sudah balik ke Tanah air dan memutuskan untuk tidak akan kembali kembali lagi ke Inggris. Karena di Inggris hatinya dipatahkan berkeping-keping oleh seorang pria. Bryan yang tidak mengetahui jika Arumi sudah kembali ke Jakarta dan memutuskan untuk tidak kembali lagi ke Inggris London dalam waktu dekat.
Kecewa itu pasti dan wajar, tapi yakinlah pada Allah SWT jika kalian ditakdirkan berjodoh maka Allah akan mempersatukan kalian dalam keadaan dan waktu yang tepat pula. Jadi Bryan dan Arumi bersabarlah dan tetap lah setia pada pemilik hati kalian, karena othor punya takdir untuk Kalian yang begitu indah.
Arumi kembali ke rutinitas biasanya yaitu membantu Papinya di Perusahaannya. Karena Arumi sudah lulus dari S2nya di Inggris.
Dua tahun kemudian pertemuan yang tidak terduga kembali terjadi. Bryan yang sudah memutuskan untuk pensiun dari tempat kerjanya yang telah membesarkan namanya dan memberikan pengalaman kerja yang sangat banyak. Dan memutuskan untuk membuka usaha sendiri. Bryan membuka jasa pelayanan pengawal atau body guard. Sehingga Bryan bisa mengatur waktu sesuai dengan keinginannya dan sudah tidak seperti dulu lagi.
Flashback off..
"Arumi Maafkan Kakak yang tidak datang tepat waktu, dan Maafkan Kakak bukan Kakak sengaja untuk telat datang tapi Kakak tiba-tiba mendapatkan tugas dan sangat genting waktu itu, jadi tidak sempat datang" ucap Bryan yang tidak memberitahukan insiden penembakan yang dia dapatkan.
Arumi hanya menatap sekilas wajah Bryan dan kembali melanjutkan berselancar di dunia Maya untuk menutupi kegugupannya sendiri.
"Aku akan berusaha untuk mendapatkan hatimu apa pun yang akan Aku lakukan".
Bersambung..
Maafkan Fania yang kadang tidak bisa menghindari Kesibukan di Real Life yang sangat butuh extra Time, apa lagi di tambah jadwal pertandingan Badminton yang menyita waktu juga untuk nonton hehehehe hingga Tengah malam 🤭.
Fania tidak akan pernah berhenti atau pun Bosan untuk Mengucapkan Makasih Banyak kepada Kakak Readers yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca Novel Receh fania 🥰🥰.
Fania juga ingatkan untuk selalu mendukung Cinta Yang Tulus dengan CARA LIKE, RATE BINTANG 5, FAVORITKAN DAN BAGI SETANGKAI BUNGA MAWAR MERAHNYA TAH KAK ✌️🥰.
__ADS_1
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Sabtu, 14 Mei 2022