
Selamat Membaca..
Martin hampir saja menabrak tubuh seseorang seandainya tidak segera menginjak rem mobilnya dengan cepat. Suara decitan dari Ban mobil tersebut cukup memekakkan telinga bagi pejalan kaki yang ada di sekitar jalan tersebut. Martin tidak bisa berkonsentrasi mengemudikan mobilnya dengan baik dikarenakan pikiran dan hatinya sedang bimbang untuk mengambil keputusan yang terbaik untuk masa depannya.
Martin tidak menyangka jika Amairah adalah cucu tunggal dari Tuan besar Mark Prin Atmadja yang telah melaporkan dan memenjarakan Kakeknya ke dalam penjara atas dasar kesalahan dan kejahatan dari Orang lain yang dituduhkan kepadanya dan membuat Kakeknya harus mendekam di tahanan hingga maut menjemputnya.
"Aku tidak mungkin membenci perempuan yang sudah hidup bersamaku dan menerima segala kekuranganku bahkan gara-gara Aku lah yang membuatnya harus kehilangan salah satu bayi kembar kami Dan Aku tidak mungkin membencinya, karena kehilangannya membuat hidupku tidak berdaya dan aku sulit untuk bernafas".
Adam adalah orang yang hampir saja ditabrak oleh Martin, Martin segera bergegas ke luar dari mobilnya untuk melihat siapa dan bagaimana kondisi orang yang hampir saja ditabraknya.
"Maaf Mas baik-baik saja kan?" tanya Martin yang memeriksa keadaan dari Adam.
"Ohh tidak apa-apa kok mas, ini hanya luka kecil saja jadi Mas tidak perlu Khawatir dengan keadaan ku" timpal Adam.
"Tapi sebaiknya mungkin kita ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan Mas, Saya tidak ingin terjadi sesuatu pada diri Mas" ucap Martin yang sudah nampak khawatir dengan keadaan Adam.
"Mas bisa saja, ini cuma luka ringan saja, Anak kecil saja tidak nangis jika terluka seperti ini jadi Mas tidak perlu repot-repot untuk membawa Saya ke rumah Sakit" ucap Adam lagi.
"*Kenapa wajahnya serasa familiar banget dan seakan-akan Aku pernah bertemu dengannya, tapi di mana yah?".
"Apa kami pernah bertemu sebelumnya tapi di mana karena perasaanku Aku pernah bertemu dengan dia".
"Apa Anda Pria malam itu?" tanya mereka secara bersamaan sambil menunjuk ke arah dada masing-masing dengan bersamaan pula.
"Iya Aku Adam mantan suaminya Amairah" ucap Adam yang tersipu Malu mengingat kejadian dulu yang Sangat disesalinya.
__ADS_1
"Kalau Anda Martin pria menyelamatkan Amairah kan?" ucap Adam lagi.
"Iya, kalau gitu gimana kalau Mas Adam Aku traktir makan siang kebetulan Aku juga belum makan siang nih" tawar Martin.
"Baiklah kalau gitu" ucap Adam
Mereka sekarang sudah berada di dalam Restoran dan sudah tersaji aneka macam masakan khas Korea Selatan karena hanya restoran Korea Selatan saja yang terdekat dari posisi mereka berada.
Hingga makanan mereka habis dan mereka melanjutkan perbincangan mereka hingga, Adam langsung berdiri dari posisi duduknya. Martin mengucapkan perkataan yang membuat Adam tetlonjak kaget dari kursinya. Hal ini menjadi perhatian beberapa pengunjung Restoran tersebut. Adam kembali duduk karena Adam tidak menyangka jika reaksinya membuatnya semua mata tertuju kepadanya. Adam kembali duduk dan ingin memastikan apa yang barusan saja dia dengar benar adanya atau tidak.
"Maksud kamu apa, dan apa semua yang kamu katakan itu benar adanya atau hanya bualanmu saja?" tanya Adam lagi yang awalnya ingin marah tetapi karena tingkahnya dipelototin oleh Tamu restoran tersebut sehingga amarahnya langsung menguap terbang terbawa angin.
"Aku berkata jujur karena menurut aku merahasiakan dari kamu adalah tidak baik lagian gara-gara Aku dulu sehingga kamu bercerai dengan Amairah" tutur Martin.
"Kami melakukan hal itu bukan atas dasar suka sama suka, tetapi karena kami sama-sama tidak sadarkan diri sehingga terjadi lah hubungan yang tidak seharusnya kami lakukan, tapi walaupun begitu Aku bahagia Mas karena mendapatkan seorang putra yang sangat tampan dan pintar dan kami juga sudah punya putri tapi sayangnya anak kembar kami yang satu tidak bisa diselamatkan" jelas Martin.
"Kalian pantas bahagia dan aku do'akan pernikahan kalian awet sampai kakek nenek dan saqinah, mawadah dan warahmah" ucap Adam.
Wajah Martin tiba-tiba sendu dan Adam yang melihat hal itu tidak mengerti.
"Maaf apa Aku salah Ucap, Aku perhatikan kamu nampaknya ada sesuatu yang mengganjal di pikiranku?" Adam bertanya sesuai dengan apa yang dai lihat dari raut wajah Martin.
"Hal itu sulit untuk terjadi karena Amairah dan putraku Axel tiba-tiba menghilang entah kemana, Aku sudah berusaha mencari mereka hingga ke Luar negri tetapi tidak berhasil menemukan mereka dan Aku tidak tahu apa mereka masih hidup" ucap Martin yang kembali membuat Adam berdiri kembali dari duduknya tapi kali ini tidak berteriak sekeras yang pertama.
"Itu tidak mungkin, Kenapa bisa ini terjadi pada nasip Amairah dan putranya? kok bisa Martin?" tanya Adam yang kembali bingung dengan kehidupan yang dijalani oleh Amairah.
__ADS_1
"Aku kira hanya nasib rumah tanggaku yang kacau dan hancur bahkan jauh dari kata bahagia ternyata Martin tidak jauh berbeda dengan kehidupanku".
"Aku sangat sedih Mas, bahkan Aku hampir ingin mengakhiri hidupku seandainya Aku tidak mengingat jika aku masih punya putri kecil yang harus Aku jaga, rawat dan besarkan" ucap Martin.
"Ternyata kita sama-sama sedang mendapatkan ujian yang berat tetapi hanya saja Amairah wanita yang baik sedangkan Meeta istriku perempuan hina Aku, sangat menyesali telah menikah dengannya" ucap Adam yang wajahnya sudah mengisyaratkan bahwa dirinya sangat marah dengan perlakuan dari mantan istri sirinya.
"Ternyata kehidupan setiap orang berbeda dan tidak selamanya berjalan mulus, ada banyak cobaan dan rintangan yang menghadang, Tapi Aku tidak sanggup melihat putriku yang harus tumbuh besar tanpa kehadiran dan kasih sayang dari Mommy nya Mas, Tapi hingga ke ujung dunia pun Dan bahkan walaupun Aku harus menunggu hingga bertahun-tahun aku akan menunggu Amairah kembali Mas" jelas Martin yang semakin optimis untuk mencari keberadaan Amairah dan putranya.
"Iya kamu harus menempuh cara itu Martin, Gimana pun Amairah pantas kamu perjuangkan dan jangan pernah berfikir untuk berpaling dari Amairah apa pun yang terjadi, jika Aku mendengar kamu menyakiti Amairah maka kamu akan berurusan denganku Martin" ucap Adam yang menggebu-gebu.
Martin dan Adam cepat akrab dan Adam pun curhat tentang kisruh rumah tangganya, mereka berbincang-bincang santai dan saling bertukar pendapat dan saling curhat satu sama lain, hingga ada yang langsung memeluk tubuh Martin dari belakang yang membuat Adam melototkan matanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
...********Bersambung********...
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Cinta Yang Tulus dan FANIA doakan semoga semua Readers setianya CYT selalu dalam lindungan Allah SWT dan Sehat selalu.
Amin yra 🙏🥰.
Maafkan jika sering ada beberapa typo dalam pengetikan cerita ini 🙏.
Jangan Lupa untuk membiasakan dan membudayakan jika menekan tombol LIKE, RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN Setelah Membaca Yah 🙏
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Senin 09 Mei 2022
__ADS_1