Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB.79. Kecewa


__ADS_3

Selamat Membaca..


Kenyataan yang baru saja didengar oleh Amairah sangat membuatnya terkejut dan kaget setelah mengetahui bahwa suaminya adalah bukan orang biasa. Amairah bukannya tidak bahagia jika suaminya adalah sultan tapi apa salahnya Martin untuk berbicara jujur apa adanya. Kenapa harus ditutupi jati dirinya selama ini.


Amairah masuk ke dalam kamar hotelnya sambil membanting pintu kamarnya dengan sekuat tenaga. Amairah sangat kecewa dengan sikap Martin.


"Karena Saya menutupi kebenaran tentang siapa Saya yang sebenarnya Amairah sangat marah gimana kalau Dia tahu aku lah pria yang telah merenggut kehormatannya, mungkin bisa jadi dia akan meninggalkan aku".


Martin terpaku di depan pintu kamar Amairah saking tidak percayanya dengan apa yang sudah terjadi antara Dia dan istrinya. Martin tidak tahu harus gimana lagi untuk meyakinkan bahwa dirinya tidak bermaksud untuk menutupi jati dirinya selama ini hanya belum ada waktu yang tepat.


"Amairah aku mohon buka pintunya Sayang, Mas akan menjelaskan semuanya kepada kamu" ucap Martin yang mencoba untuk membuat Amairah mengerti dan segera membuka pintu kamarnya.


Amairah bersandar di balik pintu kamarnya dan menangis tersedu-sedu sambil menutup mulutnya agar suara tangisannya tidak menggangu tidur putranya.


"Amairah Mas mohon buka dong pintunya, biar Mas masuk ke dalam dan menjelaskan alasan mas kenapa harus menutupi kebenaran itu" Hibah Martin.


Martin tidak putus asa bahkan Martin terus membujuk agar Amairah membuka pintu kamarnya.


"Mas sangat tahu kamu pasti kecewa dengan sikap Mas tapi Amairah jangan menyiksa dirimu seperti ini, ingat kamu itu sedang hamil Sayang, kasihan Dede yang tidak punya salah jadi korbannya akibat kebohongan Mas" ucap Martin yang khawatir terjadi sesuatu terhadap Amairah dan bayinya jika Amairah emosi dan banyak pikiran.


"Apa perduli Mas, jika Mas perduli dengan calon anak kita pasti Mas tidak akan melakukan kebohongan ini dan Amai paling tidak suka dengan Orang yang tidak jujur, apa Amairah tidak pantas untuk mendapatkan kejujuran dari Mas, apa salah Amairah Mas!!" tanya Amairah yang air matanya terus membasahi pipinya.


"Mas meminta maaf kepada kamu, Iya Mas yang salah karena mas tidak jujur kepada kamu tapi Mas mohon dengan sangat jangan seperti ini, kamu itu sedang hamil sayang ingat calon baby kita" ucap Martin yang sudah ikut menangis dan tapi dia berusaha untuk menahannya.

__ADS_1


"Amai mohon!! tinggalkan Amairah Mas, Amai ingin sendiri dulu" teriak Amairah yang sekuat tenaga agar Martin mendengar perkataannya dan pergi mengjauh dari sana.


"Tidak mungkin Mas meninggalkan kamu dalam keadaan seperti ini Amai, Mas mohon untuk kali ini saja, dengarkan Mas dan buka kah pintunya" ucap Martin yang terus berusaha membujuk Istrinya.


"Apa salah Amairah mas sehingga Mas dengan tega membohongi Amairah? apa karena kita menikah karena bukan atas dasar saling suka sehingga Mas membohongi Amairah Mas?" tanya Amairah yang menggebu.


"Kamu tidak punya salah apa-apa Amairah, tapi Mas lah yang salah karena sudah menutupi kenyataan ini dari kamu, Mas minta maaf Amairah dan mas mohon buka pintunya" ucap Martin yang terus menggedor pintu yang terbuat dari kayu jati itu yang bercat cokelat tua.


"Amairah mohon pergilah dari sini!!, Amairah ingin sendiri dulu" ucap Amairah.


"Apa pun yang akan kamu katakan Mas tidak akan meninggalkan kamu sendiri dan kamu perlu tahu apa pun yang terjadi Mas akan tetap berdiri di depan pintu sampai kamu membuka pintunya, Mas tidak akan mengemis kepada kamu untuk memaafkan Mas, tapi Mas hanya tidak ingin terjadi sesuatu sama kamu dan anak kita" ucap Martin yang sudah berteriak.


Amairah hanya diam membisu dan tidak ingin menggubris lagi perkataan dari suaminya. Amairah masih terduduk di depan pintu kamar hotelnya.


"*Rekam semua apa yang mereka lakukan dan apa pun yang terjadi jangan sampai terlewat sedikit pun oke".


Dari pintu kamar hotel seberang kamar Amairah ada seseorang yang merekam melalui video kamera hpnya dan mengirimkan langsung ke seseorang atas perintah orang tersebut.


"Berjuanglah Nak, aku yakin Istri kamu pasti akan memaafkan kamu nanti".


Martin masih betah berdiri di depan pintu hingga Sore hari bahkan banyak tamu hotel yang kebetulan lewat di depan kamar mereka, menatap Martin dan tidak percaya jika ada seseorang eksekutif muda yang tampan dan penuh kharisma harus berlutut di depan pintu untuk menghibah agar istrinya bisa memaafkan kesalahannya. Sedangkan kliennya hanya terdiam di tempatnya dan tidak Ingin mengganggu apa yang dilakukan oleh Martin padahal sedari tadi Dia sudah berada di sana dan menyaksikan langsung apa yang terjadi dengan Martin dan istrinya. Tapi Beliau tidak ingin merusak suasana dan menjadi pengganggu.


"Bagaimana Bos apa kita balik ke kantor atau menunggu Pak Martin menyadari kehadiran kita?" tanya Asisten pribadinya.

__ADS_1


"Kita tunggu saja Pak Martin beberapa menit lagi kalau tidak ada perubahan dari situasi yang terjadi baru lah kita balik untuk pulang" jawab Pak Aril selaku rekan bisnisnya Martin.


"Baik bos" jawab Asisten pribadinya.


Amairah merasakan tiba-tiba kram dibagian perutnya yang sangat sakit. Tapi Amairah berusaha untuk menahan sakit dari perutnya itu.


"Dede harus kuat yah, Dede harus bertahan demi Mommy sayang".


Amairah terus mengelus perutnya yang sedari tadi sudah Sakit bahkan sakitnya semakin bertambah. Amairah berdiri dan mencari obat serta vitamin yang sering dia konsumsi selama hamil. Amairah berjalan tertatih ke arah meja nakas ranjangnya. Amairah terus merafalkan do'a agar kondisi bayinya yang ada di dalam rahimnya baik-baik saja. Air mata Amairah semakin tak terbendung sehingga membuat mata Amairah sudah memerah dan membengkak.


"Aku sudah pernah dibohongi oleh Mas Adam dan Meetha tapi kenapa sakit yang aku rasakan berbeda dengan kebohongan Mas Martin, Ya Allah Amairah mohon jangan biarkan terjadi sesuatu kepada calon bayiku".


Amairah terus berusaha untuk mencari keberadaan kantong obatnya tapi tidak menemukan dan tidak mengingat di mana dia sebelumnya menyimpan Obat itu. Amairah semakin merasakan mules dibagian perutnya seolah akan melahirkan saja. Amairah terus mencari keberadaan obat tersebut dan berharap setelah meminum obat itu sakit dibagian perutnya bisa sedikit berkurang.


Tapi Amairah masih belum mendapatkan Obat tersebut tiba-tiba ada cairan yang mengalir di area selangkangannya hingga membasahi seluruh kakinya. Tapi Amairah tetap terus mencari obatnya. Kepala Amairah pun sudah pusing dan sakit dibagian perutnya sudah semakin tak tertahankan. Hingga Amairah tidak kuasa lagi untuk menahan sakitnya.


Martin masih setia berjaga di depan pintu dan berharap agar Amairah segera membuka pintunya. Martin pun sudah khawatir karena tidak ada lagi suara yang terdengar hingga kegendang telinganya padahal sebelumnya masih samar-samar Martin dengar saat Martin menempelkan telinganya di dekat pintu. Martin semakin khawatir saat mendengar suara tangisan dari putra tunggalnya yaitu Axel.


...********Bersambung********...


Makasih Banyak atas segala Dukungan Readers untuk Cinta Yang Tulus, Fania sangat berterima kasih karena kakak Readers masih setia membaca Novel Receh Fania, semoga suka dan tidak buat Bosan 🙏✌️.


Met menjalankan ibadah puasa bagi seluruh Umat muslim se Indonesia dan seluruh dunia 🙏. Tak terasa kita sudah berada di penghujung bulan suci Ramadhan. FANIA Ucapkan mohon Maaf Lahir dan Bathin kepada semua Readers CYT 🙏.

__ADS_1


Makassar, Sabtu, 30 April 2022


By Fania


__ADS_2